Pijat Urut Saat Keseleo, Kenapa Diketawain Sih?


Buat kalian yang udah baca blog ini sejak awal pasti tau bahwa gue punya 6 keponakan. Dulu sering gue cetitain keajaiban ulah mereka masing-masing, kalo mau baca -baca lagi silakan klik tag keponakan.

Lima belas tahun telah berlalu sejak posting pertama di blog ini terbit, anak-anak gila itu sekarang udah dewasa, dan udah pada ngantor, termasuk Dian (cowok, nama lengkapnya Rahadian).

Read the full post »

Celeb Online Minta Endorse Senilai 1 Miliar, Masuk Akal Gak?


Dua hari lalu rame di Twitter tentang celeb online yang minta sebuah biro wisata untuk mengongkosi dia dan rombongannya (20 orang) jalan2 ke US. Berikut hitungan gue apakah permintaan itu masuk akal secara bisnis atau enggak.

Gue pake hitungan konservatif aja ya, biaya ke US, kalau lagi low season, 2 minggu, dengan sharing kamar hotel 1 kamar berdua, maka minimum per orang akan perlu ongkos 50 juta. Ini belum termasuk makan siang dan malam serta transportasi selama di US ya.

Dengan jumlah rombongan 20 orang, maka biro wisata yang sedianya akan mengongkosi dia harus mengeluarkan duit minimum 1 miliar. Apakah jumlah ini gede?

Tergantung.

Kalau dengan mengeluarkan duit 1 miliar untuk sang celeb maka biro wisatanya bisa kebanjiran order yang keuntungannya jauh lebih besar dari itu, maka jumlah segini bisa jadi sangat murah. Pertanyaannya, mungkinkah? Mari kita hitung.

Misalkan, sang celeb punya channel Youtube dengan 20,5 juta pelanggan. Ini misalkan lho ya, nggak mengacu pada channel Youtube tertentu. Nampak banyak ya. Tapi nanti dulu.

Dua pulu koma lima juta pelanggan ini kan nggak semuanya langsung mau beli apa pun yang diiklankan. Cek dulu engagement rate-nya, yaitu seberapa jauh orang mau bereaksi (ngasih like dan/atau komentar) atas video yang dia buat.

Engagement rate ini mengukur berapa banyak orang yang mau ‘berkorban’ tenaga, walau hanya berupa klik jempol atau ketikan komen, atas content videonya.

Gue cek seorang celeb Youtube dengan 20,5 juta pelanggan, hanya mampu menghasilkan 273 ribu like (1,3% dari total pelanggan) dan 62 ribu komentar (0,3% dari total pelanggan) untuk salah satu video terbaiknya.

Ini angka untuk engagement yang boleh dibilang ‘gratis’ ya, hanya perlu usaha berupa klik jempol doang, nggak sampe 1,5% dari total pelanggannya.

Apalagi kalau udah berbentuk konversi, yaitu jumlah orang yang mau nelepon, mendaftar, dan beli paket wisata minimal senilai dengan yang dinikmati sang celeb. Berapa kira-kira?

Gue berasumsi, conversion rate untuk videonya nggak akan lebih dari 0,1% dari orang yang berkomentar, yaitu 0,1% dari 62 ribu orang alias hanya 62 orang saja!

Kenapa dikit amat? Ya karena upaya atau ‘pengorbanan’ yang harus dilakukan untuk membeli paket wisata ke US jauuuuuh lebih gede daripada sekedar ngasih komentar. Dan ingat, nggak semua komentar ini positif/mendukung content lho ya. Banyak juga yang cuma ngata-ngatain, ngegalau, nyeletuk, atau malah jualan obat peninggi/pemutih/pelangsing.

Gue asumsikan juga, profit yang bisa diraih oleh sebuah biro wisata nggak akan terlau besar. Untuk paket jalan-jalan yang modalnya 50 juta, paling hanya akan ditambah profit sebesar 10 juta aja. Itu juga udah gede banget. Persaingan ketat sekarang, Boss… nggak bisa ambil cuan banyak-banyak kalau masih ingin dapet pelanggan.

Artinya, 62 orang yang udah nonton videonya, tertarik dengan pengalaman jalan-jalannya, ngasih komentar yang (mudah-mudahan) positif, dan akhirnya memutuskan untuk merogoh kantong dan beli paket wisata yang sama, paling mentok cuma akan mendatangkan profit sebesar 620 juta. Padahal, untuk sang celeb bironya udah keluar 1 miliar.

Dengan hitungan ini, jelas permintaan sang celeb nggak akan menguntungkan untuk biro wisatanya. Mungkin kalau engagement rate dia di atas 5%, dengan 20,5 juta pelanggan, bisa sedikit lain ceritanya.

Pesan gue untuk para celeb Youtube/IG/Twitter atau apa pun, coba sebelum minta di-endorse berpikir dulu dari sudut pandang sponsornya, apakah promo kalian beneran bisa ngasih pemasukan yang sepadan dengan rate yang kalian pasang. Makasih.

Tambahan: contoh lain dari betapa jumlah follower yang fantastis nggak menjamin penjualan yang sepadan. Celebgram dengan 2 juta follower jualan t-shirt dan gagal menjual 36 potong produk pertamanya.

===

Masukan dari beberapa reply di twit gue:

Perlu dipertimbangkan juga faktor demografi sang celeb. Siapa mayoritas penontonnya, dan seberapa kuat daya belinya? Kalau mayoritas masih bocah, sekalipun pelanggannya 100 juta dengan engagement rate 10%, tetep aja nggak potensial untuk jualan paket wisata senilai puluhan juta. Paling mentok cocoknya jualan cemilan.

Momen Pengubah Hidup


Kalo lagi nonton film, kadang gue suka skeptis kalo ngelihat adegan seseorang yang hidupnya berubah total hanya karena omongan orang lain. Misalnya, ada atlet yang males latihan, dimotivasi pelatihnya, langsung bangkit semangatnya dan jadi juara. Anak bengal nggak tahu diri, diomelin orang tua, langsung insyaf dan besoknya jadi ketua karang taruna. Preman suka mabuk-mabukan, diceramahin Pak Kiai, langsung sadar dan ujug-ujug jadi pimpinan koperasi.

Ya pokoknya gitu-gitu deh, kebayang kan.

Hari ini, di sebuah sesi ngobrol-ngobrol dengan dua orang teman lama, gue baru sadar: ternyata gue sendiri pernah mengalaminya. Sebuah pesan yang disampaikan secara sangat datar nyaris tanpa ekspresi, telah berhasil mengubah total cara gue memandang, dan menyikapi hidup.

Kita balik ke akhir tahun 1991.

Read the full post »

Pentingnya Keterampilan Ngomong sambil Bermuka Lempeng


komunikasi efektif

Kalau gue boleh mengusulkan sebuah pelatihan wajib untuk seluruh rakyat Indonesia, itu adalah Pelatihan Ngomong Sambil Bermuka Lempeng.

Idih, pelatihan apaan tuh?

Pelatihan Ngomong sambil Bermuka Lempeng (PNSBL) akan mendidik peserta untuk membicarakan masalah yang dirasa mengganggu secara langsung dengan mempertahankan muka lempeng, menjelaskan duduk permasalahan secara jelas dalam intonasi santai, nggak pake nyolot, nggak pake ngegas, nggak pake nyindir, nggak pake drama, dan yang terpenting: nggak pake medsos.

Kenapa ini penting? Berikut beberapa contoh:

Read the full post »

Hikmah Colokan Berkaki Tiga


Weekend kemarin, gue, dengan sangat telatnya, baru pertama kali dalam hidup menginjak negeri Singapura. Semua benda yang kayaknya akan berguna udah gue bawa, kecuali satu, yang baru gue sadari saat temen gue nanya sesaat setelah mendarat, “Bawa converter colokan kaki tiga, kan?”

Read the full post »

Ingin Hidup Seperti Raja? Ini Triknya.


Andaikan gue dapet 5.000 perak tiap kali denger seorang suami curhat bertemakan salah satu topik berikut, mungkin sekarang gue udah jadi juragan kos-kosan:

  • “Istri gue ampun bawelnya, gue cuma dandanin motor dikit aja udah ribut.”
  • “Sejak kawin, jangan harap deh bisa belanja buat hobi, kalo nggak mau tidur di sofa.”
  • “Kalo ada obyekan, harus pinter-pinter ngumpetin duitnya biar majikan (=istri) nggak ikutan minta jatah.”

Sebelum ngerasain sendiri kehidupan perkawinan, curhat-curhat sejenis bikin gue mikir, “kawin = sengsara”. Tapi setelah ngerasain 14 tahun perkawinan, rasanya gue udah lumayan memenuhi syarat untuk bilang bahwa kesengsaraan para suami dalam sebuah perkawinan biasanya terjadi karena salah konsep.

Read the full post »

Abang Gojek yang Bersyukur Keluarganya Batal Makan Enak


Seperti biasa, hari ini gue pulang kantor naik Gojek dan kebetulan dapet Abang Gojek yang doyan ngobrol. Tadinya gue suka males ketemu Abang Gojek tipe ini, tapi berdasarkan beberapa pengalaman empiris gue berkesimpulan lebih baik ketemu Abang Gojek yang doyan ngobrol daripada yang doyan ngebut sambil naik trotoar. Biasanya yang doyan ngobrol bawa motornya lebih pelan karena bawa motor sambil ngobrol menuntut konsentrasi lebih kan.

Topik obrolan berawal dari pembayaran pake Gopay, lalu gue sempet berkomentar, “Sebenernya kalo customer GoFood bayar pake GoPay lebih menguntungkan buat driver karena nggak ada risiko kita jauh2 nganter ternyata orderannya gak dibayar karena customernya cuma iseng kan Pak?”

“Betul Pak, dan saya ngalamin sendiri, order di-cancel pas saya udah bayar di kasir. Mana jumlahnya 200 ribu, lagi. Langsung lemes, saya.”

“Wah, gimana ceritanya kok bisa gitu Pak?”

Read the full post »

Pertemanan Plastik


“…kalo kumpulan temen-temen aku dulu, sukanya operasi plastik.”

Seperti biasa, sore menjelang jam pulang kantor diisi dengan acara ngobrol nggak penting. Topik hari itu adalah tentang kebiasaan unik yang sering dilakukan bareng temen-temen, ketika Ami (bukan nama sebenarnya) melontarkan pernyataan mengejutkan itu. Ami nampak agak salting ketika semua orang mendadak berhenti ngomong dan menatap dia dengan tatapan heran.

“Eh… kenapa? Memangnya temen-temen kalian dulu nggak ada yang suka operasi plastik juga?”

Semua orang menggeleng. Ami nampak kurang nyaman.

“Sebentar… yang dimaksud ‘sukanya operasi plastik’ itu… gimana ya?” tanya gue.

Read the full post »

Hidup Mapan Adalah…


Sofitel Nusa Dua Bali

Definisi gue tentang “hidup mapan” adalah kalo gue bisa melakukan berbagai hal yang gue sukai tanpa harus mikir biayanya berapa.

Nggak usah punya mobil mewah, Jakarta macet.
Nggak usah punya rumah gede, capek ngepelnya.
Nggak usah punya tas mahal, malah jadi sasaran begal.

Hidup mapan adalah: Read the full post »

Obrolan Bisnis Misterius


bisnis_misterius

Mbak2 di meja sebelah lagi nelepon, kayaknya ngobrolin bisnis.
“Kalau saya sarankan, lbh baik ibu ambil tipe 28 aja. Soalnya kalo tipe 31 susah jualnya lagi. Kecuali kalo ibu emang mau piara…”

Gue tertarik denger kata2 ‘piara’. Bisnis apa sih ini?

Read the full post »

Milih Caleg lebih Tepat Pake JariUngu, Begini Caranya


Sumber

“Gue mau golput aja deh. Percuma, calegnya NGGAK ADA YANG BENER.”

Eh, nanti dulu.

Golput memang hak semua orang. Tapi sebelum bisa ngomong “CALEGNYA NGGAK ADA YANG BENER” lu punya tanggung jawab untuk NGECEK kelayakan semua caleg yang bisa dipilih. Kalo setelah lu cek memang nggak ada yang bener, baru lu bisa bilang “CALEGNYA NGGAK ADA YANG BENER”.

Tapi kan jumlah calegnya ada ratusan ribu orang, gimana ngeceknya?
Read the full post »

[Menuju Langsing] Ngakunya Cinta, Tapi Kok… (04)


Selama ini gue selalu merasa, dan mengaku, sebagai pecinta makanan.

Buktinya, kegiatan akhir pekan gue selalu melibatkan acara makan di luar. Kalo jalan-jalan ke luar kota, selalu nyari makanan khas setempat.  Kalo temen-temen gue butuh referensi tempat makan yang enak, pasti nanyanya ke gue.

Sampe belakangan ini gue mulai membandingkan diri dengan para pecinta lain, yang bukan makanan.

Pecinta film, misalnya.

Read the full post »

[Menuju Langsing] Berdamai dengan Makanan (03)


Sumber

Gue, dan mungkin ribuan orang lain yang bobotnya berada di sisi kanan layar timbangan, punya hubungan cinta tapi benci dengan makanan. Kami sangat doyan makan, tapi akibat dari kedoyanan yang teramat sangat itu membuat kami menderita. Pihak yang kami salahkan sebagai biang keladi? Tentu aja makanannya. Pihak yang menghibur kami kalau lagi kesal? Ya makanan juga. Begitu aja terus, terjebak dalam lingkaran setan tiada akhir.

Atau mungkin kalian lebih akrab dengan skenario berikut: makanan terbagi menjadi makanan jahat dan makanan baik. Kalau kita makan makanan yang “jahat” maka kita harus “dihukum” dengan melaparkan diri sesudahnya, atau dengan olah raga sebagai “penebus dosa“. Kalo yang dimakan adalah makanan “baik“, bebas mau makan seberapa banyak pun. Dijadiin cemilan juga boleh.

Sounds familiar?

Lalu gue menemukan video ini:

Selanjutnya…

[Menuju Langsing] Ketika Perut Nggak Lagi Bisa Diandalkan (02)


 

orang makan pasta
sumber

Setelah beberapa hari menjalani intermittent fasting, gue merasakan sebuah keajaiban, suatu mukjizat, yang belum pernah gue rasakan sebelumnya:

Gue cepet kenyang.

Ini kondisi yang aneh dan cukup meresahkan. Soalnya gini:

Selengkapnya…

[Menuju Langsing] Kenalan (Lagi) dengan Intermittent Fasting (01)


intermittent_fasting

Pembaca lama blog ini mungkin udah mulai apal (baca: bosen) baca upaya-upaya gue melangsingkan badan. Berawal di tahun 2007, waktu lagi rajin-rajinnya ngegym, lalu tahun 2011 waktu jualan suplemen kesehatan, dan terakhir tahun 2015, waktu gue coba-coba nggak minum gula.

Kalo udah sekian lama dan sekian banyak cara gue coba, kenapa gue nggak langsing-langsing juga? Jawabannya adalah karena cara-cara yang gue coba sebelumnya, walaupun efektif dalam waktu pendek, tapi nggak berkesinambungan (sustainable), karena nggak bisa masuk jadi bagian dari kegiatan sehari–hari gue.

Lewat serial posting ini gue mau meninjau ulang kegagalan cara-cara melangsing yang pernah gue coba, sambil melaporkan cara terbaru yang sekarang lagi gue coba, yang sejauh ini udah berhasil bikin bobot gue turun 10 kilo, dan mudah-mudahan akan jadi cara melangsing gue yang terakhir.

Mari kita mulai.

Read the full post »

  • Komentar Terbaru

    rikigede pada Celeb Online Minta Endorse Sen…
    mbot pada Celeb Online Minta Endorse Sen…
    prajuritkecil pada Celeb Online Minta Endorse Sen…
    riezal bintan pada job value: solusi keadilan unt…
    pinkuonna pada Momen Pengubah Hidup
    mbot pada Momen Pengubah Hidup
    pinkuonna pada Momen Pengubah Hidup
    mbot pada Momen Pengubah Hidup
    Nita Prihartini pada Momen Pengubah Hidup
    Momen Pengubah Hidup… pada bsmr = belajar sampe mati…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 696 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Oriflame vs Membangun Perusahaan Startup 10 Januari 2020
      Jadi, 2 hari lalu aku berkesempatan melihat presentasi 14 startup baru dari sebuah perusahaan startup generator program, yang sedang melakukan presentasi di depan para calon investor di singapore. Kalau yg mungkin belum terlalu paham, STARTUP itu kalau simplenya adalah perusahaan yg baru dirintis yg biasanya didirikan karena melihat adanya sebuah kebutuhan p […]
    • [Review] Loved Up Shower Gel Feel Good 4 Januari 2020
      Setelah sore ini galau mau pakai shower gel baru dari seri Feel Good-nya Oriflame yg mana, akhirnya aku memutuskan cobain yang LOVED UP. Kemasannya bentuk tube jadi akan memudahkan banget kalau isinya tinggal sedikit. Gak perlu dibalik botolnya. Atau diisi air lalu dikocok2.. Hahahaha.. Isinya 200ml. Menurutku cukup banyak untuk ukuran shower gel, cukup untu […]
    • Generasi Sandwich. 19 Desember 2019
      Pernah dengar istilah Sandwich Generation atau Generasi Sandwich? 🥪🥪🥪🥪🥪 Ini adalah istilah yang dipopulerkan oleh seorang Profesor dari Universitas Kentucky, USA, Dorothy Miller, di dalam sebuah jurnal pekerja sosial yang diterbitkannya tahun 1981. Generasi Sandwich ini adalah generasi yang terhimpit secara finansial untuk mencukupi kebutuhan finansial […]
    • Susu Pembersih, Penting Lho! 9 Desember 2019
      Duluuuu bangeeeet pas aku masih awal2 oriflamean, muka tuh kusam, jerawatan, gak karu2an lah.. Hahahaha.. Lalu aku ikutan training skin care di oriflame, dan dapat pencerahan bahwa langkah pertama perawatan kulit adalah pembersihan wajah yang optimal. Dan sabun muka aja gak cukuuuup ternyata. Sangat disarankan untuk melakukan pembersihan 2 langkah, yaitu sus […]
    • Jadi 'Hero' di PBS Workshop di OEC Jakarta! Seruuuu! 5 Desember 2019
      Jadi hari ini jadwalnya aku ke OEC Jakarta dan ikutan PBS Workshop yang oriflame adakan.Aku ingin tambah ilmu, ya khaaaan?Walaupun sudah bikin dan punya link PBS, aku merasa kalau aku tetap harus datang ke workshop ini karena pasti aku akan dapat sesuatu.Karena kunci untuk maju adalah: JANGAN pernah merasa SUDAH TAU. Banyakin belajar. Dan bener aja, aku dapa […]
    • Menghasilkan Uang di Oriflame Lewat Menjual, Begini Caranya! 💰💰🤑 4 Desember 2019
      Masih banyak yang suka bertanya-tanya: Sistem kerja oriflame itu seperti apa sih? Cara kerja oriflame itu bagaimana sih? Mari merapat! Aku akan jelaskan yaaaa.. 😍😍🤗🤗 Jadi, di Oriflame itu ada 2 cara untuk menghasilkan uang. Yang pertama, dengan cara menjual. Yang kedua, dengan cara membangun sebuah team dengan cara mengajak sebanyak mungkin teman kita bergab […]
    • Kenalan Sama Oriflame Lewat Video Ini, Yuk! 😍😍 3 Desember 2019
      Belum pernah tau tentang Oriflame? Atau, sudah pernah tau tapi cuma selewat aja? Yuk kenalan dengan oriflame lewat beberapa fakta menarik di video ini. 😍😍😍😍 Oriflame adalah perusahaan besar yang harus dipertimbangkan kalau teman2 sedang mencari bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah atau sambil ngantor. Perusahaan yang pertama kali berdiri di stockholm, swed […]
    • Cerita Dibalik Sebuah Conference Oriflame 😍😍😍 2 Desember 2019
      Aku mau ceritain tentang dibalik sebuah conference international-nya oriflame ya.. Sungguh aku tercengaaaaang banget pas denger penjelasannya di acara Business Day Diamond Conference Sydney, Januari 2019 kemarin. 😍😍😍😍😍 Di oriflame kan ada 2 event konferensi luar negeri-- Gold Conference dan Executive-Diamond Conference. Nah yg naik panggung cerita dan […]
    • Perempuan dan 3 Hal Finansial Penting. 2 Desember 2019
      Turki, Oktober 2019 Di sebuah sesi training yg berkaitan dengan keuangan yg pernah aku hadiri, bapak dan ibu pembicaranya bilang begini, 'Perempuan itu HARUS punya 3 hal ini. Pertama, properti atas namanya sendiri. Kedua, tabungan atas namanya sendiri. Ketiga, rekening proteksi atau asuransi atas namanya sendiri.' 🤔🤔🤔🤔🤔🤔 Pas baru dengar beliau ini […]
    • Kesempatan Hadiah GRATIS Dengan PBS Oriflame di Desember 2019! 1 Desember 2019
      Mau beli produk oriflame dengan harga diskon member? Hematnya 23% lho dari harga katalognya. Lumayaaaan banget kan yaaa.. Nah, kebetulan di bulan Desember 2019 ini, oriflame punya penawaran spesial buat non member yang ingin punya nomer kartu diskon oriflame! Gak cuma bisa belanja hemat diskon 23% tapi juga bisa dapat hadiah GRATIS! 😍😍😍😍 Khusus buat yang bel […]
%d blogger menyukai ini: