My Wonder Woman


Persis seperti Wonder Woman, dia juga seorang putri.

Ibu lahir tahun 1933, artinya dia melewati masa penjajahan Jepang, Perang Kemerdekaan, dan Pendudukan Belanda. Tapi karena ibunya (Nenek gue) seorang Pengawas Sekolah, sebuah profesi yang sangat bergengsi di masa itu, plus bapaknya (Kakek gue) orang dekat seorang pemimpin pergerakan nasional, keluarga kecil mereka relatif aman dari jangkauan tangan-tangan jahanam Jepang dan Belanda. Tentunya hidup di tengah perang kemerdekaan nggak bisa sepenuhnya dibilang “nyaman”, tapi sebagai anak tunggal dari latar belakang keluarga seperti itu, Ibu nggak pernah merasakan kekurangan.

Lalu dia tumbuh besar, dan menemukan Sang Pangeran yang tahu persis bagaimana memperlakukan seorang putri.

Read the full post »

Iklan

[Tokyo 2018] 02: Beda Tokyo dan Jakarta


Grand Prince Hotel New Takanawa tempat rombongan Oriflame nginep ini berada di sebuah komplek perhotelan yang namanya mirip-mirip, ada Takanawa-Takanawanya dan Prince-Prince-nya, tapi ini yang terbaru di antara mereka semua. Hotel ini berbintang 4 dengan tarif lebih dari dua juta per kamar per malem, sementara gue dan Ida diinepin 6 malam di sini. Baru untuk kamar hotelnya doang, Oriflame udah ngeluarin lebih dari 12 juta buat kami. Ckckck…

Tapi soal harga kamar, gue yakin bukan cuma Oriflame yang mampu bayarin seharga segitu. Perusahaan-perusahaan lain juga banyak sanggup, malah mungkin di hotel yang lebih mahal. Tapi yang selalu bikin gue terkesan dengan manajemen perjalanan ala Oriflame adalah perhatian mereka akan detail-detail kecil. Misalnya ini, Oriflame lounge:

petugas di depan welcome lounge

Karena rombongan dateng sekitar jam 10 pagi sementara kami baru bisa masuk kamar setelah jam 14.00, maka Oriflame mem-booking sebuah ruangan besar di lobby hotel, jadi para peserta bisa leyeh-leyeh dulu di sini:

ruang tunggu oriflame

Ruangan ini terpisah dari lobby hotel, jadi isinya hanya rombongan Oriflame, nggak nyampur dengan tamu hotel lainnya. Tapi kalo cuma disuruh duduk-duduk doang kan kurang asik, maka disiapin juga minuman, kopi dan teh:

sajian minuman hotel

Tapi masa cuma ngopi dan ngeteh doang, kan kurang seru. Disediain juga wifi gratis:

daftar password wifi

Sementara buat gue dan Ida soal internet udah teratasi sejak di Jakarta karena kami udah nyewa mobile hotspot di HIS. Begitu mendarat di bandara Haneda, mobile hotspot itu yang pertama kali kami coba dan ternyata baik sinyal maupun kekuatan batrenya sangat OK. Baca cerita lengkap Ida tentang mobile hotspot HIS di sini.

Di bagian yang terpisah dengan Oriflame Lounge, Oriflame juga membuka helpdesk untuk melayani aneka pertanyaan para peserta, juga untuk membagikan conference kit:

help desk oriflame

Petugasnya juga lengkap, asalnya dari hampir semua negara asal peserta, jadi kalo mau nanya-nanya nggak akan ada kendala bahasa. Di depan helpdesk ini diparkir koper-koper raksasa bawaan peserta:

tumpukan koper di hotel

Selain itu, tentunya Oriflame nggak lupa memberikan sentuhan budaya lokal di setiap sambutannya. Maka disiapkanlah mbak-mbak berkostum tradisional Jepang ini untuk foto bareng peserta:

penyambutan

Sedangkan bagi gue pribadi, fasilitas yang sangat membahagiakan dari hotel ini adalah:

Ada Sevel, yay! Lumayan untuk melepas kerinduan sebagai mantan anak Sevel Tebet Raya yang kini telah tiada.

Walaupun praktis semaleman baru tidur ayam, tapi sayang kan udah sampe di Tokyo kalo cuma bengong doang. Maka sekitar jam setengah 12 jalan kaki menuju stasiun Shinagawa yang berjarak sekitar 500 meter dari hotel bareng beberapa leader Oriflame lainnya dari Indonesia.

Keajaiban Tokyo pertama yang dirasakan adalah waktu mau nyeberang di zebra cross, sekitar 50 meter dari Stasiun Shinagawa. Zebra cross-nya biasa aja, nggak dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Tapi begitu ada pejalan kaki melangkah ke zebra cross, mobil dari jarak 10 meter udah mengurangi kecepatan dan berhenti total sebelum sampe di zebra cross. Kami bisa nyeberang dengan nyaman tanpa dikasih-kasih lampu atau diklaksonin. Ajaib, ternyata di sini sekedar deret-deret coretan cat putih di aspal beneran punya arti!

Sama seperti di Jakarta, tiket keretanya pake kartu magnetik yang bisa diisi ulang dan berlaku sebagai tiket bis, serta bisa dipake belanja di luar stasiun. Ada 2 jenis kartu, Suca dan Pasmo. Gue nggak ngerti di mana perbedaannya karena keduanya bisa dipake di hampir seluruh jalur kereta. Mungkin beda perusahaan penerbitnya aja kali. Ida pilih kartu yang Pasmo.

kartu pasmo

Beli kartu keretanya bisa di mesin otomat yang juga dilengkapi menu berbahasa Inggris. Untuk pembelian kartu Pasmo perdana ada deposit ¥500 (Rp67.500*). Jadi kalo lu mau beli kartu untuk pertama kali dan mau punya saldo ¥1.000 di kartu tersebut, maka yang harus lu bayar adalah ¥1.500. Nanti yang ¥500 bisa lu cairin lagi saat ngembaliin kartu ke mesin di hari terakhir sebelum pulang ke Indonesia.

Beda dengan mesin tiket commuter line di Indonesia, mesin ini bisa ngasih kembalian, berapapun pecahan duit yang lu masukin, baik duit kertas maupun duit logam, mulai dari pecahan ¥50 (Rp6.750) ke atas. Jadi saran gue, kalo jalan-jalan ke Jepang dan dapet kembalian recehan yang lebih kecil dari ¥50, buru-buru deh dipake belanja karena pecahan-pecahan kecil nggak laku di mesin-mesin otomat.

Ini juga yang menyebabkan para mbak-mbak kasir di Tokyo nggak segirang mbak-mbak kasir Indomaret dan Alfamart kalo lu ngeluarin duit kecil, karena di sana duit receh itu gampang didapat. Trus kalo lu mau belanja pake duit receh di Tokyo, nggak usah capek-capek ngitungin duit sebelum dikasih ke kasirnya. Kasih aja segenggem recehan, nanti sama kasirnya dimasukin ke mesin penghitung otomatis. Kalo kurang dia nagih, kalo kelebihan otomatis mesinnya ngeluarin kembalian. Dalam bentuk duit, bukan permen.

OK balik ke soal kereta.

peta railway jepang

Jalur kereta di Tokyo konon salah satu yang paling ruwet di dunia, tapi berkat Google Maps jadi gampang banget. Lu tinggal masukin lokasi yang mau lu kunjungin, nanti dia kasih jalur kereta yang harus lu naikin, naiknya dari peron mana, kode warna peronnya apa, dan kira-kira biayanya berapa.

contoh google maps

Warna di jalurnya itu juga warna yang terpampang di stasiun. Jadi kalo mau naik Yamanote Line ya tinggal cari aja peron yang petunjuknya warna ijo. Gampang banget!

Kami naik kereta ke Yurakucho Station, hampir 9 km dari Stasiun Shinagawa yang ditempuh dalam tempo 8 menit saja. Itu jaraknya kurang lebih sama seperti dari Tebet ke Sarinah, yang kalo di hari kerja, jam makan siang pula, naik gojek pun bisa 45 menit sendiri. Tapi terlepas dari fakta bahwa kereta punya jalur steril yang nggak terganggu oleh kendaraan lainnya, kereta di Tokyo ini emang edan akselerasinya. Gue cek di aplikasi Waze, kecepatan maksimalnya bisa sampe 100 km per jam. Jadi begitu keluar dari peron dia langsung tancap gas dan mencapai kecepatan maksimalnya hanya dalam beberapa detik, udah kaya mobil F1.

Dari Stasiun Yurakucho, masih bermodalkan Google Maps dan nanya-nanya ke penduduk setempat, akhirnya nyampe juga ke restoran tempura bowl halal yang udah diincer Ida sejak masih di Jakarta. Jangan tanya namanya apa, tuh cek aja sendiri di fotonya, hurufnya keriting gitu. Pokoknya tempat ini nggak jauh dari Ginza.

tempura05

tempura06

Kalo mau cari makanan halal di Jepang, carilah stiker bulan sabit biru ini

tempura04

Tempatnya kecil banget, tapi kondang banget.

tempura03

Ini bagian dalemnya, paling maksimal muat 12 orang. Beneran tempat buat makan, bukan tempat buat nongkrong.

Jadi makanannya adalah semangkok nasi dengan topping aneka jenis tempura, mulai dari udang, ayam, sampe sayur mayur, dengan side dish acar sayuran mirip kimchi, chawanmushi, dan tentunya miso soup. Gue baru tau bahwa di Jepang miso soup dihidangkan dalam mangkok kecil begitu aja, nggak dilengkapi dengan sendok bebek seperti di Jakarta. Jadi ya harus langsung diseruput begitu aja dari mangkoknya.

tempura02

tempura01

Nampak yummy? Bukan cuma nampaknya, emang beneran enaaaakk, deh!

antrian depan tempura

Makin siang, antrian di depan resto ini makin panjang

Ngomong-ngomong miso soup, gue jadi inget pengalaman seorang temen yang hobinya mondar-mandir ke Jepang. Buat dia ke Jepang itu ibarat ke Sukabumi gitu lah. Agak sedikit jauh tapi kalo mau tiap minggu ke sana, bisa.

Nah suatu hari, dia pergi makan-makan bareng temen kantornya di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Begitu ketemu miso soup, dia langsung seruput dari mangkoknya sebagaimana adat istiadat asli di Jepangnya. Eh, dia malah dikatain jorok oleh temen-temennya yang belum pernah ke Jepang. Memang begitulah biasanya orang kalo kurang piknik, suka ngatain orang lain jorok padahal dirinya sendiri yang katro.

Balik lagi ke restoran. Di resto ini cuma ada 4 menu, harganya berkisar ¥1.000 (Rp134.000) sampai ¥1.500 (Rp202.500). Secara umum resto-resto yang gue datengin selama di Jepang seginian semua harganya, dan ini termasuk restoran kecil/sederhana. Jadi kalo mau makan normal di Jepang, siapin anggaran minimal Rp250 ribu per orang per hari, dengan asumsi makan paginya di hotel. Kalo mau lebih irit dari itu, bisa makan sandwich beli di Sevel, harganya kalo nggak salah sekitar ¥500 (Rp67.500)

Selama makan di restoran ini gue menemukan perbedaan lain antara Tokyo dan Jakarta: saat mereka makan, ya mereka makan doang, nggak sambil ngobrol. Kalopun ngobrol, ngobrolnya sangat sedikit dan dengan suara yang nyaris nggak kedengeran dari sebelah. Kalo di Jakarta kan makan itu untuk bersosialisasi, sambil ngobrol, selfie, dan nongkrong berjam-jam. Itulah sebabnya resto-resto kekinian di Jakarta hampir pasti punya colokan listrik di setiap meja, sementara di Tokyo susah banget nyari resto yang nyediain colokan di meja.

Perbedaan lainnya adalah, resto ini, dan semua resto lain yang kami kunjungi selama di Jepang, menyediakan minuman air putih/teh tawar gratis. Jadi nggak ada deh tuh ceritanya udah bayar makanan mahal-mahal masih harus bayar lagi Aqua botol keciiil seharga Rp15 ribu.

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan, tujuan berikutnya belanja oleh-oleh!

[Bersambung]

*seluruh perhitungan konversi Yen ke Rupiah di tulisan ini menggunakan kurs ¥1=Rp135

[Tokyo 2018] 01: Hello, Tokyo!


Sampe 2 tahun lalu, mana gue nyangka bahwa “kekurangan cuti” akan menjadi salah satu problematika dalam hidup gue. Gue dapet jatah 18 hari cuti setahun, di luar cuti bersama Lebaran, dan udah bertahun-tahun jatah segitu nggak pernah abis kepake.

Sejak Ida jadi Diamond Director Oriflame tahun 2017, gue harus merencanakan cuti dari awal tahun, karena tiap tahunnya akan ada:

  • Director Seminar 7 hari
  • Diamond Conference 7 hari
  • Gold Conference 7 hari

Totalnya 21 hari, jatah cutinya 18 hari, kurang dong?

Untungnya, acara-acara itu biasanya melintasi weekend, jadi ambil cutinya cukup 5-6 hari per event. Repotnya, masih ada acara-acara Oriflame lain yang perlu dihadiri, seperti misalnya Manager Seminar yang walaupun diadainnya di Jakarta tapi tetep aja acaranya seharian jadi harus cuti.

Director Seminar di Jogja bulan Januari kemarin masih aman, pake 3 hari sisa jatah cuti 2017. Untuk ke Jepang, masih ada satu lagi sisa jatah cuti 2017 plus make 5 hari jatah cuti 2018, total 6 hari.

Seperti waktu berangkat Gold Cruise 2017 lalu, kami dapet pesawat yang terbang tengah malam, sekitar jam 23.30, tanggal 16 April 2018. Lumayan, jadi di hari itu gue nggak harus ambil cuti.

Sama seperti waktu Gold Cruise, peserta nggak usah pusing urusan urusan dokumen, karena udah diberesin oleh tim Oriflame.

kelengkapan dokumen

Tiap orang dapet 1 dompet berisi boarding pass untuk pergi dan pulang, paspor, luggage tag untuk dipasang di koper, bahkan surat pengantar dari Oriflame untuk ditunjukin ke imigrasi Jepang kalo diminta. Sejauh ini belum pernah kejadian sih, ada anggota rombongan Oriflame yang dimintai surat pengantar saat mau masuk suatu negara, tapi pihak Oriflame selalu nyiapin surat semacam ini.

nunggu boarding

Rombongan Oriflame nunggu boarding

Penerbangan dari Bandara Sukarno Hatta ke Bandara Haneda, Tokyo makan waktu sekitar 7 jam, kurang lebihnya setara lah dengan waktu tempuh Jakarta Bandung kalo berangkatnya hari Jumat jam 7 malem. Penerbangan kali ini pake maskapai Garuda Indonesia. Dari segi fasilitas nggak beda jauh dengan Qatar Airways yang gue tumpangi waktu Gold Cruise 2017, bedanya adalah di TV-nya banyak film Indonesia dan untuk ngomong ke para pramugarinya nggak perlu mikir dua kali karena bisa pake Bahasa Indonesia. Dan tentunya pas boarding bisa denger lagu-lagu nasional Indonesia versi Twilight Orchestra.

Sejak sebelum berangkat Ida udah ngecek ramalan cuaca dan tau bahwa di hari itu suhu di Tokyo akan berkisar 11 ℃, dan beneran lho… pas pesawat mendarat dan pintu dibuka langsung terasa suhu dalam kabin drop beberapa derajat. Untung gue pake jaket andalan 🙂

dalam pesawat

Sesuai ekspektasi gue, bandaranya bersih dan sangat rapi. Yang mengejutkan adalah petugas imigrasinya ramah banget! Biasanya kayak udah kesepakatan umum, petugas imigrasi harus nampak jutek dan curigaan, tapi di Jepang kok pada sopan dan murah senyum.

touch down jepangWM

 

petugas oriflame di bandara

Begitu lewat pemeriksaan imigrasi udah langsung disambut mbak-mbak Jepang yang bawa logo Oriflame ini

 

Setelah melewati gerbang imigrasi menuju ke luar, sempet ketemu robot ini. Dia kayaknya bertugas menyambut para penumpang yang mau lanjut naik kereta, tapi asli ngomongnya nggak jelas banget (walaupun dia udah berusaha pake bahasa Inggris).

Karena jumlah peserta Diamond Conference ini jauh lebih sedikit ketimbang Gold Conference, maka proses naik ke bis yang akan mengantar ke hotel juga jauh lebih cepet, tertib dan nyaman. Supir bisnya bapak-bapak tua yang dengan penuh khidmat memakai topi seragamnya sebelum nyupir, padahal kalopun dia nggak pake topi juga para penumpang nggak bakal keberatan. Yang beda dengan di Indonesia, kursi bisnya ada seat beltnya lho!

 

foto di bis

Perjalanan menuju hotel

 

Sekitar setengah jam kemudian, gue sampe di Grand Prince Hotel New Takanawa, rumah gue selama seminggu mendatang. Seperti biasa, sambutan khas Oriflame siap menanti!

[Bersambung]

Baca tulisan versi Ida di sini.

Tujuh Kecurigaan Gue kepada MLM dan yang Terjadi Setelah Istri Gue Join Oriflame


wp-1524629201732..jpg

Hampir 10 tahun lalu, kalo ditanya orang, “profesi apa yang paling bego sedunia?” maka gue akan jawab “anggota MLM”.

Lha gimana nggak bego,  proses gabungnya aja harus pake jebakan betmen.

Read the full post »

Bagaimana Membuat E-mail CV Selamet dari Tombol Delete


Terakhir kali gue nulis tips untuk ngirim CV adalah tahun 2004, dan pastinya zaman berubah banyak dalam 14 tahun jadi perlu gue update lewat posting ini. Buat yang lagi mau ngelamar kerjaan, coba deh ikutin langkah-langkah berikut biar peluang keterimanya, atau minimal dipanggilnya, lebih besar.

Read the full post »

4 Jenis Manusia Paling Ngeselin untuk Travelling Bareng


Jangan pernah sekalipun ngaku deket, cocok, bersahabat karib sama seseorang sebelum lu ngerasain travelling bareng. Persis seperti yang dibilang mbah Mark Twain berikut ini:

4450-Mark-Twain-Quote-I-have-found-out-that-there-ain-t-no-surer-way-to

Kenapa?

Karena sekalipun untuk tujuan liburan, travelling itu sebenernya sebuah kegiatan yang sangat melelahkan baik lahir maupun batin. Dalam kondisi capek lahir batin itulah akan kelihatan sifat asli seseorang, yang nggak bakal muncul dalam kesehariannya. Dari berbagai sifat asli yang pernah gue lihat dari orang-orang yang pernah travelling bareng, inilah 4 jenis yang paling ngeselin.

Read the full post »

Misteri Pudding Berwujud Lemper


pudding madott

Kejadiannya udah lama (buanget), waktu gue lagi kuliah praktik jurusan Psikologi Pendidikan di Fakultas Psikologi UI. Berarti itu sekitar tahun 2015… OK, 1995.

Iya, gue tau itu 23 tahun lalu.

Iya, artinya gue udah om-om. Puas, puas?

Lanjut.

Salah satu kegiatan kami waktu itu adalah bantuin training berjudul “Pelatihan Pengembangan Diri”. Pesertanya adalah murid-murid SMA yang abis ketangkep tawuran, sehingga materi ‘training’ selama kurang lebih seminggu ini didominasi oleh push up, squat jump, sit up, dan baris berbaris sambil nyeker di atas aspal panas biar pada kapok. Mungkin biar ada bobotnya sedikit, dilibatkanlah kami para mahasiswa praktik dari Fakultas Psikologi selama 2 hari untuk memberikan materi-materi yang beneran untuk pengembangan diri.

Selama dua hari mengasuh anak-anak itu, gue mendapati ada kegiatan yang aneh. Setiap jam 10 pagi dan jam 3 sore, terdengar aba-aba bel, lantas anak-anak itu berlarian untuk ngumpul di suatu titik, ngantri pembagian makanan kecil.

Read the full post »

McAfee: Antivirus Nggak Tahu Diri


mcafee_logo

Laptop yang gue pake sekarang emang bukan laptop supercepat, tapi ketika untuk start up aja butuh waktu sampe 30 menit sendiri, gue curiga ada yang salah. Tadinya gue kira yang bikin lelet adalah semua aplikasi yang operasinya selalu terkonek dengan internet, seperti Adobe Creative Cloud, Google Drive, atau Dropbox, maka gue matiin semuanya. Tetep aja lemot.

Tersangka berikutnya adalah harddisk bermasalah, tapi gue cek baik-baik aja. Kirain file registry ada yang error, tapi udah discan dan semua normal. Baru hari ini gue kepikiran untuk melakukan hal yang harusnya gue lakukan duluan: pencet ctrl+alt+del dan ngecek task manager. Dari situlah ketangkep siapa biang keladinya.

Read the full post »

Saldo Gopay Ilang: Salah Gue? Salah Temen-Temen Gue?


Maling gopay

Di hari Minggu yang damai sentosa ini, sepagian gue cuma di rumah aja berdua Rafi, karena emaknya lagi ada acara Oriflame di Surabaya. Baru mulai beranjak keluar rumah sekitar jam 9 pagi, itu pun jalan kaki ke stasiun trus naik commuter line. Informasi ini penting gue sampaikan di awal sebagai penekanan bahwa beneran sepagian ini gue sama sekali nggak buka-buka aplikasi gojek, apalagi memanfaatkan layanannya.

Makanya gue heran banget saat siangan gue buka gojek, iseng-iseng lihat history, dan menemukan bahwa hari ini gue pergi ke SMPN 223, di mana pun lah itu.

Read the full post »

Awas… Modus Salesman Mobil


sell car

Kemarin, gue dan Denni, temen kantor, naik Grab Car dalam rangka mau belanja peralatan kantor di Pasar Baru. Mobil yang dipake si abang Grab Car ternyata sama dengan mobil yang baru dibeli Denni, maka timbullah obrolan tentang proses pembelian mobilnya. Lucunya, atau dalam konteks ini: nggak lucunya, ternyata mereka berdua mengalami “modus” yang kalo dibilang nipu mungkin belum bisa, tapi secara praktik jualan sangat ngeselin dan berpotensi merugikan pembeli. Karena si abang Grab Car belinya pake leasing, nampaknya dia dapet bonus dimodusin pula oleh perusahaan leasingnya sehingga perjalanan kemarin berakhir dengan gue yang berulang kali nyuruh dia segera dateng ke kantor leasing untuk memperjelas haknya sebagai konsumen.

Ini dia poin-poin modus salesman mobil yang dialami Denni dan abang Grab Car:

Read the full post »

The Ugly Truth… For The Bosses


boss.jpeg

Setelah sekian belas – nyaris dua puluh tahunan jadi orang kantoran, ada satu topik yang kayaknya wajib banget ada di curhat para kroco, yaitu:

…topik tentang Boss

Tentu aja nggak semua curhat tentang boss beneran gara-gara bossnya bermasalah. Kadang kroconya yang bloon atau males, ketemu boss rajin, dan merasa ditindas. Tapi sebagian besar memang iya: bossnya ajaib.

Menariknya, para kroco dan boss nampak melihat permasalahan dari sudut pandang yang sama sekali beda, sehingga kemudian timbul konflik. Semua boss pernah jadi kroco, jadi di atas kertas harusnya mereka tahu bagaimana pola pikir kroco. Tapi entah gimana, ada sejenis amnesia yang bikin mereka sama sekali gagal paham, atau nggak bisa ngebaca, apa yang dipikirkan kroco tentang mereka.

Karena itulah, wahai para boss di luar sana, untuk membantu kalian memahami apa yang ada di pikiran para kroco, baca dan camkan baik-baik daftar berikut ini:

Read the full post »

Kenali 7 Sifat Rezeki Biar Dia Sering Mampir!


ladybug-drop-of-water-rain-leaf-40731
Rezeki memang benda abstrak, tapi asal tau aja, dia juga punya sifat lho. Kenali sifat-sifat rezeki, biar dia makin sering mampir ke tempat kita!

1. Gak Bisa Dikasarin

Rezeki itu perasaannya halus, makanya dia suka males deket-deket sama orang yang pesimis atau suka marah-marah, nggak sabar nunggu rezeki dateng. Dia seneng mendekat ke orang-orang sabar yang selalu optimis, yang wajahnya cerah sekalipun nggak pake produk pemutih.

Read the full post »

Biar Rezeki Nggak Dipatok Ayam


Lagi di Bandung, dalam rangka nganterin Ida mau ngasih training di Oriflame nanti jam 11 siang.

“Yah, tapi projectornya ketinggalan di Jakarta nih,” kata Ida.

“Trus gimana, bisa pinjem ke seseorang nggak di sini?”

“Nggak ada. Ya udah deh nggak usah pake slide presentasi juga nggak apa-apa.”

Sebagai yang bertugas mendesain slide presentasi, tentunya gue agak kurang ridho kalo hasil karya gue kurang dimanfaatkan secara optimal.

Tapi… Kan ada Google.

Googling dengan keyword “sewa projector Bandung”, dua nama teratas mengklaim menyediakan layanan 24 jam. Jadi gue nggak merasa bersalah mengontak jam setengah 7 pagi.

Dua-duanya gue kontak via WA.

Ini hasilnya:

Yang kiri, sampe posting ini ditulis (jam 8) belum nyahut juga. Yang kanan, udah selesai transaksi sama gue, projectornya udah di tangan gue, siap pakai.

Buat kalian yang butuh projector dadakan di Bandung, bisa kontak 085642205160. Lokasinya di gang Pancasila, sebelah Baltos. Bisa sekalian sewa layarnya di sana.

Pesan moralnya: makanya bangun pagi, biar rezeki nggak dipatok ayam.

Ini Dia… Solusi Buat Korban Photobucket!


Ini gue nggak tau ya, seberapa banyak orang yang merasakan kegembiraan sama dengan gue… tapi buat gue, ini penemuan penting banget! Mungkin bagi sebagian besar dari kalian cuma mikir, “Manusia ajaib macam apa yang mencoba memelihara album foto online berumur 14 tahun sih?”

Guelah manusia ajaib itu.

Read the full post »

Pelit atau Parasit? Kenali Perbedaannya!


parasite

Seorang teman cerita,

“Kemarin, boss abis ngajak makan siang bareng 1 tim, bersepuluh, di restoran mahal. Kami para kroco udah pada tau, boss ini pelit banget. Nggak ada harapan dia mau nraktir, pasti kami nanti bakal disuruh bayar sendiri-sendiri. Makanya kami berusaha pesen makanan yang semurah mungkin.

Tapi berhubung restorannya kelas elit, semurah2nya makanan di sana ya tetap aja  mahal untuk ukuran kantong kroco. Setelah mengkaji daftar menu secara seksama dan mendalam, para kroco rame-rame memutuskan pesen sup tomat seharga 70 ribu ++ (alias 84.700 setelah pajak), makanan termurah di daftar menu. Itupun sebenernya masih kemahalan 4x lipat dari budget makan siang kami yg biasanya cuma nasi padang seharga 20 ribuan.

Sedangkan si boss, pesen sebuah makanan mahal yang namanya susah, seharga 350 ribu ++ (423.500 setelah pajak), dan sama sekali nggak merasa heran melihat 9 orang di sekitarnya cuma makan sup.

‘Kalian diet ya, kok cuma makan sup,’ kata Boss
‘Soalnya tadi sebelum jalan udah pada ngemil, Boss,’ kata salah satu kroco, mencoba mempertahankan harga diri.

Pas bon datang, semua kroco udah pada nyiapin duit pas 84.700, ada yang cuma punya 84 ribu sementara 700-nya minjem, ada juga yang kasak-kusuk ke temen sebelahnya minta talangan 34.700 karena duitnya cuma 50 ribu, saat Boss memberikan kejutan dengan bilang, ‘Ini biar gampang ngitungnya, bonnya kita bagi rata aja ya…’

Bayangin:

9 orang kroco makan sup tomat, = 9 x 84.700 = 762.300
1 orang boss makan makanan mahal = 1 x 423.500 = 423.500
Total: 1.185.800

Kalo dibagi rata, maka per orang bayar 118.600.
Boss yang makan 423.500 jadi dapet diskon 304.900
Kroco yang makannya udah dipress jadi tinggal 84.700 jadi harus bayar ekstra 33.900. Totalnya hampir 6x lipat budget makan nasi padang, dan perut masih laper!

Langsung para kroco kompak angkat suara, ‘oh kami punya uang pas kok boss…!’
Gila yah, boss gue pelit banget!”
Gue buru-buru meluruskan, “Itu, namanya bukan pelit. Itu parasit. Beda!”
“Lho, bedanya di mana?” tanya temen gue bingung.
Read the full post »

  • Komentar Terbaru

    Feni Febrianti di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di My Wonder Woman
    bayutrie di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.577 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: