Kenali 7 Sifat Rezeki Biar Dia Sering Mampir!


ladybug-drop-of-water-rain-leaf-40731
Rezeki memang benda abstrak, tapi asal tau aja, dia juga punya sifat lho. Kenali sifat-sifat rezeki, biar dia makin sering mampir ke tempat kita!

1. Gak Bisa Dikasarin

Rezeki itu perasaannya halus, makanya dia suka males deket-deket sama orang yang pesimis atau suka marah-marah, nggak sabar nunggu rezeki dateng.
Misal: kita lagi jualan, sampe siang nggak laku-laku, trus kita ngomel, “Huh, payah ini perekonomian, jualan ginian aja susah lakunya.”
Dijamin sampe sore akan terus nggak laku.
Rezeki seneng mendekat ke orang-orang sabar yang selalu optimis, yang wajahnya cerah sekalipun nggak pake produk pemutih.

(lebih…)

Iklan

Akhirnya Terkuak: Jurus Tokcer Mencapai Sukses


rahasia-kesuksesan-bisnis-e1444355860802

Gimana sih caranya mencapai sukses? Kenapa hanya sebagian kecil orang yang bisa sukses besar, sementara sisanya cuma hidup biasa-biasa aja?

Setelah menelaah berbagai literatur, gue akhirnya menemukan apa itu rahasia sukses, dan gimana cara mencapainya.

Sila disimak!

(lebih…)

[2012-013] Kartu Motivasi bagi Para Dementor!


Masih inget tulisan gue tentang Dementor, orang yang kerjanya negatif melulu dan bikin lingkungan sekitar jadi ikutan depresi? Ternyata ada lho orang yang cukup gokil untuk bikin kartu motivasi bagi mereka!

Sekilas benda ini nampak seperti kartu-kartu motivasi biasa, yang isinya kutipan bijak dari orang terkenal. Tapi begitu dibaca satu per satu, baru ketahuan sintingnya. Berikut beberapa contoh “motivasi” di dalam kartu anti-motivasi ini:

kartu motivasi untuk dementor

Para penulisnya, menurut gue, kalo nggak sangat sinis, pasti sangat sebel sama orang-orang sini sampe kepikiran bikin kartu kayak gini. Konon kutipan-kutipan yang tercantum di sini adalah cuplikan dari sebuah buku. Jadi penasaran ingin baca kayak apa sih bukunya. Lumayan buat hiburan kalo bosen di kantor 🙂

Kartu ini bisa dibeli di toko Aksara, di deretan yang berdekatan dengan kartu-kartu motivasi ‘betulan’. Jadi hati-hati buat yang lagi nyari kartu motivasi betulan, jangan sampe salah beli! Harganya nggak tau, karena ini hadiah dari kakak gue.

Judul asli: Today I Will Nourish My Inner Martyr

Sindroma Terang Aja


stop making excusesAlkisah hiduplah seorang pengusaha muda yang sangat sukses. Usianya belum 35, tapi udah punya beberapa perusahaan besar yang semuanya dirintis sendiri dari 0. Bukan cuma di Indonesia, tapi dia juga punya kantor cabang di beberapa negara ASEAN, bahkan merambah sampai ke Australia. Bidang usahanya nggak terbatas pada bidang yang dipelajarinya di bangku kuliah aja, tapi juga beberapa bidang yang sama sekali asing buat dia.

Gimana menurut pendapat kalian? Hebatkah orang itu?
Gimana kalo ceritanya gue tambah dengan satu kalimat:

Dia adalah anak tunggal dari salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.

Apakah kalian akan ngomong, “Huh, terang aja, bapaknya kaya sih….” ?
Kalo iya, hati-hati, kalian mulai terjangkit “sindroma-terang-aja” (selanjutnya gue singkat STA biar nggak pegel ngetiknya).

Definisi

Walaupun kedengerannya sepele dan umum diucapkan orang sehari-hari, STA adalah sekumpulan gejala dari penyakit mental yang cukup serius. STA merupakan pertanda penyakit putus asa dan kurang percaya diri, ditandai dengan reaksi-reaksi yang intinya mencari pembenaran / alasan mengapa orang lain bisa lebih sukses.

Ciri-ciri:

Setiap kali mendengar informasi tentang kesuksesan orang lain, maka secara refleks penderita STA akan mencari ‘faktor sukses’ apa yang hanya ada di orang tersebut dan nggak ada di dirinya untuk menjelaskan mengapa dirinya tidak sesukses orang tersebut. Setelah menemukan ‘faktor sukses’ yang dimaksud, penderita STA akan merasa lega / aman sehingga lebih ‘pasrah’ (baca: loyo) menerima keadaan nasibnya.

Contoh:
“Nilainya bagus-bagus lho!”
Terang aja, buku-bukunya lengkap sih.”

“Fotonya keren-keren ya?”
Terang aja, kameranya mahal…”

“Dia nggak pernah telat, lho…”
Terang aja, dia punya mobil sendiri…”

Dampak negatif STA

Saat (merasa) menemukan faktor pembeda yang dimiliki orang sukses dengan dirinya, maka penderita STA berkeyakinan bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk tidak mencapai prestasi yang sama, sehingga kehilangan motivasi untuk maju dan memperbaiki nasib.

Self-Therapy

Penderita STA hanya dapat disembuhkan oleh dirinya sendiri, dengan mengajukan 2 pertanyaan sederhana:

  1. Benarkah semua orang yang memiliki ‘faktor sukses’ udah pasti akan meraih sukses yang sama?
  2. Benarkah semua orang yang nggak memiliki ‘faktor sukses’ udah pasti akan gagal meraih sukses yang sama?

Contoh:
“Nilainya bagus-bagus lho!”
“Terang aja, buku-bukunya lengkap sih.”
Apa bener semua orang yang bukunya lengkap pasti berhasil dapet nilai bagus?
Apa bener semua orang yang bukunya nggak lengkap pasti gagal dapet nilai bagus?

“Fotonya keren-keren ya?”
“Terang aja, kameranya mahal…”
Apa bener semua orang yang kameranya mahal pasti bisa motret dengan bagus?
Apa bener semua orang yang nggak pake kamera mahal pasti gagal motret dengan bagus?

“Dia nggak pernah telat, lho…”
“Terang aja, dia punya mobil sendiri…”
Apa bener semua orang yang punya mobil pasti tepat waktu?
Apa bener semua orang yang nggak punya mobil pasti ngaret?

Poinnya adalah: nggak ada benda ajaib yang namanya ‘faktor sukses’. Sukses selalu datang sebagai gabungan dari berbagai faktor, bukan cuma satu. Artinya, kalo kita punya kekurangan di satu faktor, pasti ada sederet faktor lain yang bisa kita maksimalkan untuk mengkompensasinya.

Kalo kita men-“terang-aja”-kan sebuah faktor, maka kita menihilkan arti faktor-faktor lainnya.

  • Ya, memang bener bapaknya kaya, tapi tanpa kerja keras dan disiplin dia nggak akan mungkin sesukses itu.

 

  • Ya, memang bener bukunya lengkap, tapi kalo nggak dipake belajar dia akan sama begonya dengan yang nggak punya buku.
  • Ya, memang kameranya mahal, tapi coba aja suruh anak 2 tahun motret pake kamera yang sama, apa hasilnya akan sebagus itu?
  • Ya, memang bener dia lebih gampang bergerak karena punya mobil, tapi tanpa perhitungan waktu yang tepat dia akan sama telatnya dengan orang yang ngantor naik becak.

 

Buat para penderita STA, segeralah berhenti cari alasan, karena suatu hari nanti kalian akan kehabisan ‘alasan’ dan ‘pembenaran’ sehingga yang tinggal cuma kenyataan bahwa yang membedakan kalian dengan orang sukses hanya karena kalian lebih males – itu aja.

gambar gue pinjem dari sini

Dementor


dementor
Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah…

Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself…soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.” [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa.

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan “BOSS”.

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor sejak dini
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya.

Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya ‘seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.

Contoh:
“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang
“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias
“Sony Ericsson, kalo nggak salah”
“SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya… blablabla… mana harga jualnya cepet jatuh… blablabla… mau beli lagi nggak ada duit… blablabla… apa-apa sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik…”
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: ngedrop.

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.

Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:
“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya… udah gitu keliatannya baik, lagi.”
“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho…”
“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu.”
“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?”
“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang Dementor merusak suasana.

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.

Contoh:
“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu…”
“Oh…”
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?”
“Ehm… tapi…”
“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak…”
“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?”

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.

Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan.

Contoh:
“Gue mau coba bisnis baru nih!”
“Bisnis apa?”
“Jualan baju anak-anak”
“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?”
“…tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!”
“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!”
“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho…”
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang…”
dst dst dst.

Kiat menghadapi Dementor
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular!

Checklist Dementor
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
  • Nggak ada orang yang bisa hidup layak d
    engan gaji sekecil gue
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
  • Gue nggak tau gue ingin jadi apa
  • Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
  • Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
  • Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
  • Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
  • Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang
  • Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
  • Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
  • Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
  • Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
  • Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
  • “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?

Gambar dementor gue pinjem dari sini

membangun lingkaran rejeki pak supir


Hughes-Limousines-Chauffeur-985x370.jpg

[sequel posting yang ini]

Hari ini gue tugas di luar kantor lagi. Berangkat pagi bareng-bareng temen gue dari kantor, dan alhamdulillah… supirnya bukan Kasirun.

Pak supir yang kali ini mengantar gue, sebut aja namanya Pak Wakidi (bukan nama sebenarnya juga). Di perjalanan pulang menuju kantor, gue cuma berdua aja sama dia sehingga bisa ngobrol2 banyak.

Beda banget dengan Pak Kasirun, Pak Wakidi ini murah senyum dan punya banyak bahan obrolan. apalagi dia udah lebih dari 10 tahun gabung di kantor gue.

“Saya kenal pak anu, pak anu dan pak anu sejak jaman mereka masih jadi staff marketing di cabang. Wah, sekarang udah pada jadi boss!” katanya.
“Wah Pak Wakidi banyak juga nih kenalannya. Trus gimana, sekarang masih suka nganter mereka pergi nggak?”
“Enggak, soalnya udah pada jadi boss jadi nggak pake mobil operasional lagi – udah dapet jatah mobil masing-masing. Tapi kemarin dulu saya ketemu pak anu di peresmian cabang, eh dia masih inget lho sama saya! Katanya, ‘wah, ini kawan lama ketemu lagi’. Trus tau-tau aja saya dikasih cepek (=seratus ribu). Lumayaaan… Boss-boss itu kalo ketemu saya pada baik-baik pak, ngasih duitnya gede-gede banget.”

Abis itu gue teringat Pak Kasirun yang marah-marah dan menolak nganter penumpang sampe ke rumah dengan alasan udah malem dan besokannya harus tugas pagi.
“Eh, Pak Wakidi kalo tugas malem, biasanya sampe jam berapa?”
“Ya nggak tentu, pernah sampe jam 2 pagi.”
“Trus penumpangnya ada yang minta anter pulang sampe rumah nggak pak?”
“Kalo udah malem banget gitu, dan penumpangnya cewek, biasanya minta anter sampe rumah.”
“Trus? Dianterin nggak?”
“Ya dianterin aja, kan kasihan cewek pulang malem sendirian. Biasanya nanti saya suka dikasih (uang) juga. Katanya daripada naik taksi belum terjamin keamanannya, mending dianter sama saya. Uang taksinya dikasih ke saya.”
“Trus kalo baru pulang jam 2 pagi gitu, Pak Wakidi pulang ke rumah atau enggak? kan besok paginya harus nganter orang lagi.”
“Ya pulang pak. Mobilnya saya bawa pulang aja sekalian ke rumah.”
“Loh, emangnya boleh pak, bawa mobil ke rumah? Bukannya mobil harus pulang kandang ke kantor?”
“Harusnya sih gitu. Tapi daripada mobil saya pulangin ke kantor, trus dari kantor saya pulang ke Bekasi naik motor, trus di jalan saya kenapa-napa, kan malah tambah repot pak. Besok paginya penumpang nggak ada yang nganter. Jadi ya saya minta pengertian aja sama RTK. Mereka kan bisa diajak ngomong baik-baik, kalo kondisinya kaya gitu juga mereka ngerti pak. Beres kan? Saya sih kalo bisa dibawa gampang ya cari yang gampangnya ajalah, hidup kok nyari repot.”

Menarik sekali…

Same office
Same job
+
Different approach and attitude
=
Different result

buat sirtub: ini bukan posting by email, tapi gue lagi buru2 jadi nggak sempet naro gambar
belakangan udah ditambahin gambar dari sini

 

memutus lingkaran setan pak supir


person-human-male-man.jpgDi kantor gue, ada seorang supir bernama Pak Kasirun (bukan nama sebenarnya). Pak Kasirun ini sangat terkenal di kalangan para pegawai – sayangnya nggak dalam konteks yang positif.

Masalahnya, dia ini jarang banget kelihatan senang – atau minimal kalem, deh – saat menjalankan tugasnya sebagai supir. Contohnya; orang namanya supir, hidupnya di jalan, ketemu jalan macet ya seharusnya udah diterima sebagai resiko pekerjaan. Eh, si bapak ini selalu menanggapi kemacetan dengan ngomel2 nggak keruan, mendecak-decakkan lidah, atau secara sangat nggak penting pencet2 klakson bertubi-tubi sementara nenek2 pikun juga bisa liat bahwa kondisi jalan masih kusut.

Di kesempatan lainnya, dia diajak nyari alamat di lokasi yang sama sekali asing buat dia maupun buat penumpangnya. Setau gue, umumnya orang waras akan nyetir pelan-pelan kalo lagi nyari alamat. Kalo dia mah tetep aja tancap gas. Akibatnya, alamat yang dicari bolak-balik kelewatan sehingga dia juga bolak-balik harus bersusah payah u-turn di jalan sempit (tentunya sambil ngomel).

Atau pernah juga dia diminta nganterin panitia ke sebuah acara training di Ciawi, yang lokasinya sekitar 2 KM dari jalan besar. Setelah panitia sampe di tujuan, baru ketahuan ada beberapa barang yang perlu dibeli. Maka seorang anggota panitia minta Pak Kasirun nganter ke toko untuk belanja. Pak Kasirun menolak dengan alasan, “kan tadi ordernya cuma nganter sampe ke lokasi training, bukan mondar-mandir ke toko”

Hari ini, gue dan beberapa temen dapet tugas pergi ke kantor cabang di Kranji, Bekasi. Sebelum berangkat udah pada kasak-kusuk, “Eh tolong cek n ricek ya, JANGAN SAMPE SUPIRNYA SI KASIRUN! Bete gue liat tampangnya.”
Yang kebagian tugas order mobil menjawab dengan yakin, “Tenang, tenang… bukan kok. Tadi gue udah minta ke bagian RTK (Rumah Tangga Kantor) supaya jangan dapet si Kasirun.”

Kami lantas berbondong-bondong turun ke lobby, panggil mobil lewat car call, dan nggak lama kemudian muncullah mobil operasional yang dikemudikan oleh… the one and the only Kasirun.

“Ow.. sh*t,” kata temen gue. Dia langsung menghubungi RTK dan dijawab bahwa nggak ada supir lain yang available kecuali si ganteng satu ini. Maka ya sud, dengan lesu kami naik ke mobil.

“Ke mana ini?” tanya Pak Kasirun
“Ke Kranji Pak, tapi kita harus mampir Jatiwaringin dulu ambil catering,” jawab temen gue.
“Kalo ke Kranji lebih cepet lewat pintu tol Bintara, tapi kalo ke Jatiwaringin dulu jadi harus keluar pintu tol Jatiwaringin. Jadi jauh, macet!” kata Pak Kasirun, mulai mengeluarkan jurus betenya.
“Ya abis gimana dong pak, cateringnya kan harus diambil.”
“Ck, kan jadi jauh nih, mana macet.”

Gue, daripada harus terlibat pembicaraan yagn kurang menarik baik secara emosional maupun intelektual, memilih untuk (pura-pura) tidur aja di jok depan.

Sesampainya di lokasi catering, temen gue turun ngambil pesenan sementara gue dan Pak Kasirun nunggu di mobil. Baru lima menit berjalan, udah mulai terdengar lagu lama, “Ck, mana nih kok nggak keluar-keluar, jangan2 makanannya belum mateng, lagi! Kan jadi lama!”
Gue: ngorok.

Setelah acara selesai, Pak Kasirun bertugas nganter kami semua balik ke kantor, plus ekstra seorang penumpang tambahan yang ingin minta dianter pulang ke Sawangan.
“Pak Kasirun, kita semua tolong didrop ke kantor, abis itu tolong anter ibu yang satu ini ke Sawangan, ya!” kata temen gue.
“Nggak bisa nganter ke Sawangan, udah malem, besok saya ada tugas pagi,” kata Pak Kasirun.
“Lah, Pak, tadi saya udah bilang sama RTK akan ada satu orang yang dianter pulang sampe rumah, katanya OK aja tuh…”
“Mana? Saya nggak dikasih tau kok sama RTK. Pokoknya saya nggak bisa nganter ke Sawangan.”

Akhirnya sesampainya di kantor, semua penumpang turun dengan bersungut-sungut dan tanpa sepatah katapun, not even ‘terima kasih’, ngeloyor dari mobil.

Terus terang sebagai salah satu penumpang yang menyaksikan langsung ulah ajaib Pak Kasirun, gue juga ikutan bete. Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, pastinya dari sudut pandang Pak Kasirun perjalanan hari ini juga sangat menjengkelkan. Udah capek-capek nganter ke Kranji, boro-boro dikasih tip – terima kasih aja enggak. Sementara gue tau banget, udah jadi kebiasaan di kantor gue untuk ngasih tip ke supir, minimal 10 ribu. Bahkan nggak jarang yang ngasih 50 ribu, tergantung jarak dan durasi perjalanan. Itu belum termasuk ikutan ditraktir makan siang dan dapet rokok gratis.

Mungkin ini yang bikin Pak Kasirun jadi jutek: temen-temennya sesama supir kayaknya gampang bener ngumpulin tip sampe puluhan ribu dalam sehari, sementara dia cuma bisa nganggur sampe sore karena nggak ada yang mau make (kecuali kepepet kaya kami tadi). Tapi di sisi lain, orang pastinya sulit untuk ikhlas ngasih tip ke supir yang sikapnya kaya dia. Jadinya kayak lingkaran setan:

Supir bete => Penumpang kesel => Penumpang nggak ngasih tip => Supir tambah bete.

Seandainya Pak Kasirun mau memperbaiki sikapnya, mungkin keran rejekinya bisa sedikit lebih lancar, dan dia juga bisa lebih ringan hati menjalankan tugasnya.

Pernah merasa semua orang nasibnya lebih baik dari elo, atau pernah bertanya-tanya kenapa semua orang bersikap nyebelin terhadap lo? Coba introspeksi, jangan-jangan lo telah memulai lingkaran setan a la Pak Kasirun…

Untuk baca pengalaman supir lainnya, klik deh di sini.

Sumber foto

  • Komentar Terbaru

    mbot pada bsmr = belajar sampe mati…
    Irene Yunita pada bsmr = belajar sampe mati…
    Nurizza Firdaus pada siapa yang sering kesetrum sep…
    Nurizza Firdaus pada siapa yang sering kesetrum sep…
    arifinlaneaz pada Obrolan Bisnis Misterius
    Risma Budiyani pada Kirimkan email ke si mbot, sel…
    Prasetyo Wardoyo pada siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    Josea Agx pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    mbot pada Hidup Mapan Adalah…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.434 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

    • Kalian yang berencana mau main ke kokas, nggak mau cari mal lain aja gitu? Yg dr arah Kp Melayu, macetnya udah smp Lap Roos. 14 minutes ago
    • RT @Demokratik_: Saya ga pernah percaya sama omongan orang yang trackrecord nya bermuka dua dan menusuk kawan seperjuangan dari belakang, k… 9 hours ago
    • RT @sirilus_bio: Saat kami merasa pilihan kami dicurangi vs saat kalian merasa pilihan kalian dicurangi https://t.co/rzP4THVZGs 2 days ago
    • RT @sabangprayogi: kebaikan itu ada dimana-mana. hanya kadang tak terlihat. seperti bapak pemilik warung ini yang memberikan air mineral da… 3 days ago
    • Gue muslim dan gue MENOLAK menyebut tindakan demo semalam sebagai jihad. Jihad itu membela Allah, bukan membela dukungan politik. 4 days ago
    • RT @TWA_Mangrove: @DKIJakarta Mohon maaf anda mengambil dokumentasi di kawasan TWA Angke Kapuk, sebuah Taman Wisata Mangrove yang sudah ada… 4 days ago
    • Drama TVRI 80an: Segawat apa pun masalahnya, semua beres saat Pak RT/Pak Haji datang memberikan wejangan. Semua ora… twitter.com/i/web/status/1… 5 days ago
  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: