Bawahan Resign? Begini Lho Cara Nanganinnya


Bayangin di sebuah hari yang indah, di mana semua kerjaan lancar, masa depan cerah, tiba-tiba muncul seorang bawahan yang selama ini lu andalkan banget, bilang bahwa dia mau resign. Apa reaksi lu? Ngamuk? Maki-maki? Ngancem?

Kalo lu jawab ‘ya’ untuk minimal salah satu dari tiga pilhan tadi, SELAMAT, lu udah sukses menambah satu lagi alasan buat bawahan lu segera resign. Saat dia melaporkan rencananya untuk resign, 99% kemungkinan dia udah tanda tangan kontrak kerja di perusahaan yang baru. Trus lu bisa apa?

(lebih…)

Iklan

Eksodus


Kantor gue lagi digoyang eksodus besar-besaran.

Divisi gue yang anggotanya cuma ada 18 orang, selama bulan Februari kemarin harus kehilangan 5 orang – termasuk kepala divisinya. Dan ini masih akan terus berlanjut sampe tauk tersisa berapa ekor.

Awalnya, di akhir tahun 2004, bank tempat gue kerja membuka segmen Mass Market, segmen yang memfokuskan diri untuk melayani “unbankable customers”. Mereka adalah para pedagang pasar yang selama ini ditolak melulu kalo mau minjem duit ke bank karena nggak punya jaminan. Dengan hanya bermodalkan 6 kantor cabang di akhir 2004, segmen ini ternyata berkembang pesat hingga sekarang punya lebih dari 700 cabang, hanya dalam tempo kurang dari 4 tahun. Portofolio kreditnya bukan lagi “M” atau “ratusan M”, melainkan udah “T”, setara dengan portofolio kredit sebuah bank menengah di Indonesia. Padahal ini cuma segmen, bagian, dari sebuah bank lain. Nggak heran kalo kemudian para investor dari luar negeri pada berdatangan dan mulai colek-colek para petinggi di tempat gue.

Sekali – dua kali dicolek mungkin orang masih bisa tahan, tapi kalo keseringan kan lama-lama lemes juga. Akhirnya, di pertengahan Februari kemarin, Business Head gue, pimpinannya segmen Mass Market, mengumumkan pengunduran dirinya. Dia pindah ke sebuah bank yang baru dapet suntikan dana super gede dari investor luar negeri.

Kalo cuma dia seorang yang cabut mungkin masih nggak terlalu ngaruh ya, tapi dalam kasus ini, dia ngajak para bawahannya, yaitu para kepala divisi, untuk ikutan gabung ke kantornya yang baru. Para kepala divisi yang diajak, tentunya nggak lupa ngajak para managernya untuk ikut masuk gerbong. Dan para manager, tentunya nggak lupa sama anak buahnya – ikutan diajak juga. Akibatnya: eksodus terparah yang pernah terjadi di depan mata gue.

Divisi gue, contohnya. Anggotanya cuma 18 orang, dan selama bulan Februari kemarin udah kehilangan 5 orang – 4 di antaranya masuk dalam rombongan piknik ke bank tetangga. Berdasarkan arena gosip saat ngerokok bareng di tangga darurat, acara ‘bedol desa’ ini masih akan terus berlangsung. Yang udah santer kedengeran sih akan ada 2 sampe 3 orang lagi yang bakal cabut dalam kurun waktu 2 minggu ke depan.

Kebayang nggak sih, satu orang resign aja bisa bikin repot lainnya karena harus kerja dobel menghandle kerjaan orang yang resign itu. Lah ini sampe nyaris separo divisi pada angkat laptop (karena lebih banyak yang bawa laptop ketimbang bawa koper – jadi istilah ‘angkat koper’ kurang pas diterapkan di sini). Udah gitu, nggak pake acara ngajarin para calon pengganti, atau transfer kerjaan ke orang-orang yang tinggal, minimal ngasih tau kerjaan mereka apa dan gimana cara ngeberesinnya, sebagian besar main cabut mendadak aja kaya lagi kebelet ke jamban.

Tapi kalo cuma urusan kerjaan yang makin numpuk buat gue masih belum seberapa dibandingin sama dampak lain yang lebih parah: hubungan antar anggota tim, baik yang udah, akan, maupun yang enggak ikutan eksodus jadi ikut-ikutan terganggu. Masalahnya, selama ini orang-orang di divisi gue punya hubungan informal yang lumayan deket. Bukan cuma terbatas hubungan kerja, tapi di luar kantor mereka juga akrab dan penuh keterbukaan. Prinsipnya, “boleh ngomong sebelum mikir asal jangan bikin orang mikir denger omongan kita”.

Eh, sekarang tiba-tiba aja jadi pada bungkam, sok misterius, dan akhirnya saling curiga satu dengan lainnya, kuatir temen yang lagi diandalin untuk gotong-royong ngeberesin benang kusut mendadak ikutan ‘nyeberang’. Yang bikin gue sangat terganggu adalah, orang-orang yang mau ikut rombongan mendadak pada tutup mulut, nggak ngaku bahwa mereka mau ikut arus eksodus. Ini sebenernya mau pindah ke bank lain, atau direkrut jadi pengedar narkoba, sih?

Ada satu orang yang pas gue tanya ngakunya mau pindah ke ‘konsultan’, eh belakangan ketahuan ternyata ke sana juga. Lainnya ngaku mau ‘bisnis sendiri’, taunya ikut juga ke sana. Padahal, tiap kali gue ditanya sama orang dari divisi lain, gue selalu menjawab, “…enggak, mereka nggak ikut ke ‘seberang’ kok, yang satu mau ke konsultan, satunya mau bisnis sendiri…” Kebanyakan sih skeptis denger jawaban gue, tapi gue bersikeras, “Mereka nggak ikut, bener deh… mereka sendiri kok yang bilang sama gue…” I feel so damn stupid for trusting their words that much.

Di acara farewell party sama kepala divisi hari Jumat minggu lalu, gue bilang terus terang di tengah forum, “Ada apa sih ini? Kenapa sih orang-orang yang mau ikut ke sana pada bohong semua? Emang diperintah untuk main rahasia, ya? Emangnya kalo kita tau mereka mau pindah ke sana, kenapa?”

Kepala divisi gue jawab, “Bukannya mau main rahasia-rahasiaan, tapi ibarat Agung mau beli rumah, udah sepakat sama pemilik rumah yang baru, tapi belum ada hitam di atas putih, kan nggak enak kalo Agung udah bilang ke orang-orang bahwa Agung adalah pemilik baru rumah tersebut. Siapa tau ada di antara penghuni rumah tersebut yang belum tau bahwa rumahnya udah berpindah tangan, kan mereka bisa jadi resah…”

Dengan kata lain, untuk menjaga stabilitas kondisi di ‘seberang’ harus mengorbankan stabilitas kondisi di tim sendiri? Well, sorry mbak, I think that is the biggest bullshit I’ve ever heard – so big that I can’t imagine the size of the bull. Satu-satunya alasan yang masuk akal bagi gue adalah, karena rombongan itu pindah dengan tujuan ‘mensabotase’ perusahaan gue sekarang.

Trust is a very fragile thing. Sayang banget ngeliat kepercayaan yang udah terjalin di tim gue selama hampir 4 tahun ini mulai retak hanya gara-gara tawaran kerja di tempat lain. Gue sendiri udah memutuskan untuk nggak ikutan eksodus. Kalopun gue resign dari perusahaan ini, nggak sekarang, nggak akan ke sana, dan nggak akan dengan cara yang bikin susah orang.

Sebagai reminder untuk diri gue sendiri, dan saran untuk kalian yang berencana untuk resign dari kantor, berikut beberapa poin yang SEBAIKNYA dilakukan sebelum resign – kalo nggak ingin merusak hubungan dengan orang-orang yang kalian tinggal:

  • Terus terang. Kebanyakan orang yang mau resign memang ‘terpaksa’ merahasiakan rencananya sampe detik terakhir, karena kuatir akan dihalang-halangi atau bahkan kena hukuman kalo sampe punya niatan pindah. Tapi begitu kesepakatan kerja dengan tempat baru ada di tangan, mendingan terus terang sama orang-orang di sekitar. Kasih tau bahwa dalam waktu dekat lo nggak akan ada untuk membantu mereka lagi. Nggak usah sok ngebohong karena cepat atau lambat kebohongan itu akan terbongkar dan sekali lo ketahuan bohong, kredibilitas lo akan dipertanyakan.
  • Jangan ninggalin sampah. Beresin kerjaan lo sebelum resign, sampe tuntas. Kalo ada yang belum bisa dituntasin, ajarin cara ngeberesinnya ke para pengganti lo.
  • Ajukan pengganti. Masalah diterima atau enggak urusan belakang, tapi minimal tunjukkan niatan untuk mencari kandidat dengan kemampuan yang setara sama elo, untuk jadi pengganti lo nanti.

Gue pernah baca sebuah saran di artikel tentang resign, “never burn bridges behind you” – jangan pernah merusak hubungan dengan mantan rekan-rekan sekerja lo, karena lo nggak pernah tau kapan akan membutuhkan mereka lagi.

image gue pinjem dari sini

  • Komentar Terbaru

    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    Tjetje [binibule.com… di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    [sharing HRD] negosi… di [sharing HRD] WASPADA! 5 gelag…
    Koper | (new) Mbot… di Realita, Cinta, dan Rock n…
    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    ganganjanuar di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    Tjetje [binibule.com… di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    enkoos di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.247 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: