Menjadi Hebat itu Kewajiban, Bukan Pilihan


boy-catching-a-fish

“Bapak, apakah semua orang punya hobi?”

Berhubung seminggu ini gue cuti, tadi siang gue jemput Rafi dari sekolah dan di jalan muncullah pertanyaan itu.

(lebih…)

Kalau Kucing Lu Cuek, Mungkin Ini Penyebabnya


Beberapa bulan yang lalu, Rafi (lagi-lagi) nemu seekor kucing liar yang memutuskan untuk bersarang di rumah gue. Berhubung warna bulunya coklat, maka kucing itu dia kasih nama… *drum rolls*… Choco. Ini dia penampakannya:

Choco si kucing

Sama seperti waktu punya piaraan si belek dulu, Rafi sayang sekali sama si Choco ini. Sampai tibalah saatnya… musim kawin.

(lebih…)

Tantangan Manis untuk Rafi


Hari ini, dalam sebuah meeting tentang website intranet, omongan mengarah ke blog.

“Agung memangnya suka ngeblog ya?”

“Oh iya!” jawab gue yakin. “Tapi… udah lama nggak di-update…” sambung gue pelan.

Parah memang, blog ini udah berbulan-bulan nggak di-update. Padahal ngakunya blogger.

Maka dalam rangka Hari Blogger Nasional, gue persembahkan posting baru buat kalian semua, para pembaca blog ini. Kalo masih ada.

Selamat Hari Blogger!

===

Seperti anak-anak pada umumnya, Rafi doyan sekali sama segala sesuatu yang manis-manis seperti coklat, es krim, atau minuman botolan. Sebagai orangtua yang sadar kesehatan,tentunya gue dan Ida berusaha membatasi. Selain berpotensi bikin kegendutan, Rafi kelihatannya alergi sama segala sesuatu yang manis-manis. Seringkali abis makan yang manis-manis, dia batuk berdahak selama beberapa hari.

Kami lantas bikin peraturan, Rafi cuma boleh makan dan minum yang manis-manis 1 kali sebulan, yaitu setiap tanggal 30. Secara umum peraturan ini berjalan, dalam arti setiap tanggal 30 dia menikmati makanan dan minuman manis. Masalahnya, di luar tanggal 30 ‘sekali-sekali’ dia juga makan dan minum yang manis-manis. (lebih…)

Pelajaran Hidup dari Monopoli


monopoli

Sebelum masuk SD, Rafi udah menemukan, dan memutuskan, bahwa hobinya adalah menggambar. Di satu sisi itu bagus, karena banyak orang yang sampe tua bangka juga nggak tahu hobinya apaan. Selain itu, menekuni hobi menggambar nampak jauh lebih jelas manfaatnya ketimbang main Angry Birds. 

Jeleknya, dia lantas menganggap pelajaran sekolah, khususnya aritmatika, nggak penting. 

(lebih…)

Goodybag Gedebug


Sebenernya udah ingin nulis posting yang ini sejak 4 tahun lalu*, tapi ternyata… prokrastinasi kadang mencapai tingkat yang nggak terduga.

 

Waktu itu tahun 2011. Rafi masih TK. Seperti biasa, tugas gue setiap hari Sabtu siang adalah naik sepeda menjemput Rafi di sekolah. Nggak terlalu jauh sih, cuma sekitar 800 meter.

Sesampainya di sekolah Rafi…

“Ayo Bapak, kita ke KFC,” kata Rafi.

“Loh, kok ke KFC? Kita pulang, makan di rumah!”

“Temenku ada yang ulang tahun, Bapak. Ini undangannya.”

Sempet terpikir untuk pulang dulu naro sepeda, baru naik bajaj ke KFC. Tapi.. ah, KFC-nya nggak terlalu jauh kok. Cuma sekitar 1,5 KM dari sekolah. Apa sih susahnya genjot boncengin bocah seberat 26 kilo sejauh itu?

[BELAKANGAN GUE SADARI INI ADALAH SEBUAH KESALAHAN FATAL] (lebih…)

8 Pelajaran dari Si Belek


Buat yang suka ngikutin status FB-nya Ida, pasti tau bahwa Rafi punya kucing yang gue kasih nama Si Belek. Ternyata dari kegiatan sesederhana memelihara kucing, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh Rafi. Berikut 8 di antaranya: (lebih…)

[review-buku] Papomics


Apa sih yang bikin seseorang tertarik menyomot sebuah buku di rak toko buku?

Sebagai penggemar warna merah dan gambar kartun, kedua elemen ini jadi elemen yang paling berpengaruh. Itulah sebabnya gue tertarik sama cover buku ini:

Papomics

Ditambah lagi dengan temanya tentang para bapak, membuat gue merasakan adanya keterikatan batin. Gue comot satu, gue buka-buka… lho, kok ceritanya ada yang gue kenal?

(lebih…)

Dongeng Anti Klimaks


ugly duckling

Ilustrasinya milik blogger ini

Semalem Rafi minta didongengin lagi, dan kali ini gue memilih dongeng populer “Anak Itik yang Buruk Rupa” dari HC Andersen.

Gue ceritain lah kisah hidup menyedihkan Si Anak Itik yang di-bully itik-itik lainnya hingga akhirnya dia tumbuh besar dan menjadi seekor angsa.

Dan inilah pertanyaan Rafi: (lebih…)

…dan Iron Man pun Berteman dengan Dudung


Udah nonton Iron Man 3?

Mungkin nggak semua orang suka, tapi pasti semua orang setuju bahwa film itu akan sangat memukau bagi bocah berumur 6 tahun.

Dalam hal ini adalah Rafi.

Setelah bapaknya (dalam hal ini gue) secara sangat salah mengiyakan permintaannya untuk nonton Iron Man 3 sampe 2 kali, Rafi nggak bisa berhenti membahas segala aspek film itu mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi.

(lebih…)

Lanjutan dongeng untuk Rafi (bagian 6)


Jack, Andy, Timmy, dan 5 alien hijau mengangkat tangan di bawah todongan senjata pasukan alien merah.

“REILKPO TIUPQU NMVLLLO!” kata salah alien merah sambil menunjuk ke suatu arah.

“Kelihatannya mereka menyuruh kitam pergi ke arah sana,” kata Andy.

“Ya sudah, mari kita ikut saja,” kata Jack.

Mereka berjalan berbaris, dan akhirnya mengetahui ke mana mereka menuju: UFO alien merah.

“Gawat,” kata Andy, “Mereka membawa kita ke pesawat. Kalau kita sampai masuk ke sana, pasti tidak bisa keluar lagi. Padahal kita masih harus mencari Thomas!”

(lebih…)

Lanjutan dongeng untuk Rafi (bagian 5)


Jack dan Andy kebingungan karena Thomas tidak ada di tempat terakhir mereka tinggalkan.

Andy berkata, “Jack, kita harus melarikan diri! Ada alien merah mengejar kita di belakang!”

Jack berkata, “Aku akan berjalan duluan. Ikuti aku ya!”

Jack berlari duluan, Andy mengikuti. Tiba-tiba Jack menghilang.
(lebih…)

Lanjutan dongeng untuk Rafi (bagian 4)


Jack, Andy, dan Timmy mengamati para alien itu dari balik bukit. Akhirnya Jack memutuskan, “Jumlah mereka banyak. Barangkali mereka bisa membantu kita melepaskan bulan dari lilitan pohon. Aku akan mendatangi mereka.”

“Eh, jangan! Nanti ditangkap!”

(lebih…)

Lanjutan dongeng untuk Rafi (bagian 3)


Jack dan Andy semakin dekat ke bulan. Andy mengeluh karena sudah tidak kuat berjalan. Jack ingin maju terus karena ingin segera melepaskan bulan dari jeratan pohon raksasa.

“Tapi aku sudah tidak kuat lagi!” kata Andy.

“Ayo jalan terus!” kata Jack.

Tiba-tiba mereka melihat di depan ada sebuah bayangan yang lebih besar lagi dari yang tadi.

Bayangan itu berbunyi mendesis-desis. Sebaiknya Jack dan Andy bersembunyi, atau jangan?

“Sembunyi!”

Terlambat! Bayangan itu semakin mendekat, dan ternyata…
(lebih…)

Lanjutan dongeng untuk Rafi (bagian 2)


Setelah membaca masukan kalian di posting sebelumnya, gue pun melanjutkan dongeng dadakan untuk Rafi ini.
Ini dia ceritanya:

Penduduk desa berkumpul untuk memutuskan apa yang akan dilakukan dengan pohon raksasa tersebut. Ada yang bilang, sebaiknya pohon itu ditebang aja. Tapi ada yang nggak setuju, karena takut kalau pohonnya tumbang nanti bisa menimpa rumah orang. Jadi lebih baik pohonnya dipanjat aja, supaya bulan yang terjerat bisa dilepaskan. Lalu gue menyerahkan pada Rafi, dia mau pilih yang mana.

“Dipanjat aja, Bapak!”

(lebih…)

Bantuin gue dong menyelesaikan dongeng ini!


Tadi malem, Rafi minta didongengin sebelum tidur. Setelah diam-diam mengais ingatan tentang dongeng-dongeng yang masih gue inget, akhirnya gue memutuskan cerita tentang Jack and the Beanstalk.
Mulailah gue bercerita tentang Jack, bagaimana dia menemukan benih ajaib yang mendadak tumbuh jadi pohon raksasa, hingga tiba-tiba Rafi nyeletuk mengejutkan;
“Ini ceritanya seperti yang aku pernah nonton di Disney Channel, akhirnya si Jack itu memanjat pohon dan ketemu raksasa!”
Gue, terdorong gengsi karena ceritanya ketebak duluan, langaung ngeles, “Oh tapi ini beda! Dengerin ya!”
Maka gue pun mengarang bebas bahwa pohon raksasa itu tumbuh terlalu tinggi dan akhirnya menjerat bulan. Bulan nggak bisa melanjutkan perjalanan melintasi langit sehingga seluruh penduduk desa resah karena malam nggak kunjung berlalu. Mereka pun rapat untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.
Sampe sini gue kehabisan ide dan bilang, “Ceritanya bersambung besok malam ya!”
Nah, kalo kalian disuruh melanjutkan cerita ini, gimana kelanjutannya? Bantuin dong!

%d blogger menyukai ini: