Iklan

Awas… Modus Salesman Mobil


sell car

Kemarin, gue dan Denni, temen kantor, naik Grab Car dalam rangka mau belanja peralatan kantor di Pasar Baru. Mobil yang dipake si abang Grab Car ternyata sama dengan mobil yang baru dibeli Denni, maka timbullah obrolan tentang proses pembelian mobilnya. Lucunya, atau dalam konteks ini: nggak lucunya, ternyata mereka berdua mengalami “modus” yang kalo dibilang nipu mungkin belum bisa, tapi secara praktik jualan sangat ngeselin dan berpotensi merugikan pembeli. Karena si abang Grab Car belinya pake leasing, nampaknya dia dapet bonus dimodusin pula oleh perusahaan leasingnya sehingga perjalanan kemarin berakhir dengan gue yang berulang kali nyuruh dia segera dateng ke kantor leasing untuk memperjelas haknya sebagai konsumen.

Ini dia poin-poin modus salesman mobil yang dialami Denni dan abang Grab Car:

(lebih…)

Iklan

Inilah Alasan Kenapa Sebaiknya Nyantai Saat Berharap


Lagi iseng jajan Hop-Hop di Tebet Green, gue menemukan sebuah iklan menarik:

santa_wishlish

(lebih…)

Karma Tali Beha


Tadi siang di kantor orang2 lagi pada sharing soal bengkel, mobil keserempet, mobil rusak, mobil mogok di jalan, dsb. Tau-tau gue jadi keinget pengalaman 2 orang temen kuliah. Kejadiannya udah lama banget, tapi gue yakin pesan moralnya tak akan lekang oleh jaman dan mudah2an para pembaca bisa menarik hikmah. Kisah ini benar-benar terjadi, dan dialog-dialog di dalamnya ditulis ulang sesuai dengan ucapan aslinya.

Begini ceritanya;

Tersebutlah seorang temen kuliah, yang berhubung sekarang udah jadi boss, gue samarkan aja namanya sebagai si Jiung (karena rumahnya di daerah Jiung, Kemayoran-dan dia emang dipanggil dengan sebutan itu di kampus). Pada suatu hari, Jiung nebeng mobil temennya melintasi jalan Sudirman, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya tau-tau aja tu mobil mogok.

Baik Jiung maupun si pemilik mobil nggak ada yang ngerti soal mesin, jadi mereka cuma berdiri kebingungan di depan kap mesin menganga sementara di belakang mereka jalanan jadi macet dan orang2 spt biasa memberikan dukungan moral dalam bentuk tekanan pada klakson.

Di tengah kekacauan itu, muncul sebuah Mercy dari arah belakang. Setelah mendahului mobil si Jiung dan temannya, Mercy itu berhenti dan dari dalamnya keluarlah seorang cewek. Menurut Jiung cewek itu cantik jelita seperti bidadari, namun perlu dicatat bahwa saat itu si Jiung sedang dalam keadaan kepanasan dan panik di tengah kekacauan lalu lintas, sehingga mungkin dapat mempengaruhi obyektivitas penilaian visual.

Anyway, si cewek ini rupanya khusus berhenti untuk menawarkan jasa menarik mobil mereka ke tempat yang lebih aman dan tidak menghalangi lalu lintas.

Akhirnya sih tawaran tersebut tidak jadi dimanfaatkan oleh Jiung dan temannya, karena mereka masih bisa meminggirkan mobil ke atas trotoar. Tapi penawaran suka rela yang tidak disangka-sangka ini rupanya benar-benar membuat Jiung terkesan. Di tengah kota metropolitan yang serba individualis, masih ada orang yang peduli pada kesusahan orang lain. “Udah cantik, mobilnya mercy, baik hati pula, seperti bidadari,” demikian tutur Jiung beberapa hari kemudian kepada Goler, teman kuliahnya. Goler ini juga bukan nama asli, melainkan nama julukan yang didasarkan pada kebiasaan ybs untuk tidur secara eksesif (rekor sementara: beliau mampu tidur non-stop selama 24 jam). Selain itu si Goler ini juga punya kucing peliharaan yang diberi nama Goler karena si kucing juga sangat gemar tidur. Kalo kucingnya aja dinamain “Goler” karena gemar goler-goleran, kenapa majikannya enggak? Maka jadilah julukan tersebut melekat baik pada majikan maupun peliharaannya.

Mendengar cerita si Jiung, Goler berkomentar iseng setengah mesum, “Wah, mestinya jangan lo tolak tuh tawarannya. Mestinya lo bilang ‘mau deh ditarik, tapi nariknya pake tali beha kamu ya…’”

Jiung ngomel-ngomel mendengar bidadari pujaannya dikomentari secara miring oleh Goler, sementara Goler malah cengar-cengir geli sendiri atas joke tak berpendidikannya tersebut.

Kisah berlanjut, sekitar1 bulan kemudian, Goler kedatangan tamu dari luar kota. Berhubung si tamu ini jarang main ke Jakarta, Goler langsung ditunjuk menjadi guide merangkap supir. Biarpun di Jakarta banyak tempat wisata seperti Taman Mini atau Monas, rupanya si tamu kurang berminat mengunjunginya. Dia malah minta diantar ke Taman Lawang dengan alasan “di tempat gue kan nggak ada bencong.”

Maka pada suatu malam minggu, pergilah si Goler mengantar tamu ke Taman Lawang, muter-muter liat bencong. Saat itulah nasib angkat bicara. Mendadak terdengar suara aneh dari mobil Goler, dan nggak lama kemudian suhu mesin melonjak naik. Goler langsung meminggirkan mobil. Ternyata penyebabnya adalah tali kipas radiator putus. Beberapa ‘penduduk setempat’ nampak tertarik dan mulai mendekat. Sementara Goler senewen memikirkan reputasi yang terancam apabila ada temen lewat dan memergoki dia ada di tempat itu. Sang tamu sebagai pemilik ide awal tentunya tidak ingin menanggung resiko yang sama sehingga memilih untuk tetap duduk manis di dalam mobil.

Saat itulah dialog bersejarah di bawah ini terhjadi:

“Aii… kasian si mas, mogok ya mas…?”
“Iya nih…tali kipasnya putus”
“Aduu… repot dong ya… kalo mau, nih ganti aja pake tali beha gue.

……

Tanpa menunggu terlalu lama, dalam tempo 1 bulan saja, karma telah terbayar kontan.

Pesan moralnya:
“Jagalah komentar terutama mengenai orang-orang berhati mulia karena kita tidak akan tahu kapan komentar itu akan berbalik mengenai kita di tengah situasi yang lebih hina.”

Sekian, semoga bermanfaat.

[tahun baru, kantor baru] “Pak, Ciawi, Pak?”


Tulisan sebelumnya:
Rabbit and Turtle

Gue dijanjiin sebelumnya akan dianter ke Ciawi naik mobil operasional.Tapi ternyata sepagi itu belum ada seorangpun dari bagian umum yang bisa memberikan kejelasan mobil yang mau nganter gue tepatnya ada di mana, siapa sopirnya, apa nomor mobilnya, etc.

Berhubung masih anak baru, gue masih belum tau alternatifnya harus nanya sama siapa lagi selain ke bagian umum. Akhirnya gue nanya sama Usman, staff bagian fotokopi. Usman berbaik hati nelepon ke carpool, dan kembali dengan kabar “Pak nama supir yang mau nganter bapak adalah si anu, bapak tinggal panggil aja di carcall.”

Maka turunlah gue balik ke lobby, masih dengan 40 biji rabbit dan turtle, plus barang2 gue. Minta carcall sama pak satpam yang menatap penuh tanda tanya ke arah barang2 bawaan gue, terus gue nunggu di pintu depan. Lima menit, sepuluh menit guenunggu, belum ada tanda-tanda mobil operasional lewat.

Udah abis sebatang gudang garam, lewatlah sebuah mobil kijang. Dengan penuh percaya diri gue langsung nyegat tu mobil sambil nunjukin ID card gue persis agen FBI di film.

“Ke Ciawi kita ya Pak?” kata gue waktu si pengendara Kijang buka kaca. Orangnya menatap bingung dan gue langsung sadar, kayaknya salah deh. Ternyata dia tamu gedung, dan dengan tampang sedikit tersinggung disangka sopir dia jalan lagi.

Makanya lain kali jangan sembarangan buka-buka kaca, pak!

Nunggu lagi sampe abis gudang garam ke dua, dan akhirnya gue putus asa. Naik lagi ke lt 18 masih dengan 40 biji boneka rabbit dan turtle. Masih cuma ada Usman doang. Nunggu sampe jam ½ 9 saat orang2 udah pada dateng, baru deh jelas nasib gue akan naik mobil yang mana. Ternyata mobil yang dicadangkan buat ngangkut gue sama sekali bukan disopiri oleh pak anu
yang tadi ditanyain Usman, dan udah keburu dipake divisi lain karena sopirnya putus ada kelamaan nunggu carcall dari gue. Yang mana guenya juga udah bercokol dari pagi, nungguin dia bersama 40 boneka yang lucu menggemaskan ini ke Ciawi. Ironis.

Hampir menjelang makan siang, baru gue nyampe ke Ciawi. Dan kotak-kotak dari Mata roduction belum juga dateng. Baru datengnya setelah makan siang, dan tau nggak… bahan kotaknya nggak sama gitu. Dari 40 kotak yang dia bawa, cuma sekitar 10 biji yang beneran pake karton keras,itupun nggak setebel yang dijanjikan. Sisanya pake karton tipis seperti bungkus martabak atau empek-empek. Dan “stiker yang tinggalditempel” yang kemarin digembar-gemborkan itu ternyata cuma print-out yang ditempel secara asal-asalan, baru dateng aja udah ada yang copot beberapa.

Kesimpulannya,kotak-kotak ini nggak layak untuk diajak bepergian ke luar kota, karena dijamin pasti akan ancur di bagasi pesawat. Cuma 10 biji yang kartonnya rada keras itu aja yang akan dibawa ke Surabaya dan Semarang. Terus sisanya mau dikemanain, masa ditinggal di villa sewaan di Ciawi itu? Tentu tidak mungkin. Jadi? Malam itu gue pulang lagi ke Jakarta, untuk naro kotak-kotak itu di kantor, abis itu pulang lagi ke rumah dengan seluruh
bekal seminggu yang udah gue siapin malam sebelumnya…

[bersambung]

Iklan
  • Komentar Terbaru

    mbot pada Pentingnya Keterampilan Ngomon…
    snydez pada Pentingnya Keterampilan Ngomon…
    mas bro pada Pentingnya Keterampilan Ngomon…
    henie2411 pada Hikmah Colokan Berkaki Ti…
    mbot pada Hikmah Colokan Berkaki Ti…
    mbot pada Hikmah Colokan Berkaki Ti…
    mbot pada [review] Jalanan
    henie2411 pada Hikmah Colokan Berkaki Ti…
    sapienzadivita pada Hikmah Colokan Berkaki Ti…
    sapienzadivita pada [review] Jalanan
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 683 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: