McAfee: Antivirus Nggak Tahu Diri


mcafee_logo

Laptop yang gue pake sekarang emang bukan laptop supercepat, tapi ketika untuk start up aja butuh waktu sampe 30 menit sendiri, gue curiga ada yang salah. Tadinya gue kira yang bikin lelet adalah semua aplikasi yang operasinya selalu terkonek dengan internet, seperti Adobe Creative Cloud, Google Drive, atau Dropbox, maka gue matiin semuanya. Tetep aja lemot.

Tersangka berikutnya adalah harddisk bermasalah, tapi gue cek baik-baik aja. Kirain file registry ada yang error, tapi udah discan dan semua normal. Baru hari ini gue kepikiran untuk melakukan hal yang harusnya gue lakukan duluan: pencet ctrl+alt+del dan ngecek task manager. Dari situlah ketangkep siapa biang keladinya.

(lebih…)

gue vs malware: pelajaran tentang kuadran 2


Beberapa hari yang lalu, kakak ipar gue yang selama ini mengelola website planetholiday.co.id kirim BBM:
“Gung, itu kenapa website planet kena block sama google?”

“Ah, ada-ada aja. Ngapain juga google keisengan ngeblok website abal-abal kayak punya kita,” pikir gue skeptis. Tapi karena penasaran dengan apa yang dia maksud, gue coba juga buka website planet holiday, dan ternyata… lho, kok beneran?

Jadi saat dibuka di alamatnya http://www.planetholiday.co.id akan terpampang sebuah kotak besar berwarna merah darah berisi pesan yang intinya peringatan bagi para pengunjung untuk tidak melanjutkan membuka website ini karena mengandung malware yang berbahaya. Menurut halaman penjelasan dari google, situs gue menyebarluaskan malware bersumber dari website lain yang akan menginfeksi komputer pengunjung.

HAH?!

Berhubung tujuannya buat jualan, ketempelan box besar berisi peringatan malware tentunya kurang mendukung untuk bisnis planetholiday.co.id. Maka gue sebagai webmaster tingkat belajaran terpaksa memeras otak mencari solusinya. Padahal gue telah memasuki usia di mana kegiatan peras-memeras sebaiknya dikurangi, demikian nasehat dokter.

Tadinya gue berharap google bisa menunjukkan sebuah aplikasi gratisan yang dengan sekali klik bisa membereskan malware di sebuah situs. Sayangnya hidup gue kali ini nggak semudah itu. Yang gue temukan hanyalah sejumlah layanan berbayar, mulai dari USD 150 per kasus. Artinya kalo besok-besok kena lagi ya harus bayar lagi. Itu sih sama aja dengan mengubah malware pada server menjadi malfungsi pada kantong.

Langkah berikutnya gue mulai tanya-tanya di forum badwarebuster.com, forum yang khusus membahas penanganan malware. Jawaban yang gue terima dari para dedengkot di sana kurang lebih berbunyi:

Joomla versi 1.0 yang Anda gunakan memang sangat lemah pertahanannya, sehingga jangan heran kalau kemasukan malware. Makanya, upgrade dong ke Joomla versi 1.5 seperti orang-orang lain.

Huh, sial. Justru masalah upgrade itu yang paling malesin buat gue.

Memang sejak pertama kali membangun planetholiday.co.id tahun 2006 dulu, gue mengamati bahwa secara berkala CMS Joomla yang gue pake muncul versi-versi terbarunya. Setiap kali versi terbaru keluar, pihak developernya selalu menghimbau para pengguna Joomla untuk melakukan upgrade ke versi terbaru – terutama untuk mencegah websitenya diisengin orang. Dan gue selalu males-malesan untuk mengikuti himbauan tersebut karena satu hal: gue nggak tau caranya memback-up data dalam website. Padahal langkah terpenting saat melakukan upgrade CMS adalah memback-up data, biar kalo tiba-tiba macet nggak ilang semua.

Eh, tau-tau sekarang ada kejadian malware ini, sehingga mau nggak mau gue lembur mengalokasikan weekend gue untuk belajar gimana caranya membackup data.

Setelah browsing punya browsing, gue menemukan bahwa kita bisa mem-back-up data server dengan menginstall sebuah komponen kecil bernama Migrator. Setelah terinstall, klik, maka ter-download-lah seluruh data website ke harddisk. Nanti setelah Joomla versi barunya terpasang, data tersebut tinggal diimport balik. Lah, gitu doang toh?

Setelah dua hari berkutat dengan server, dua kali delete total folder public_html, satu kali minta reset control panel, dan entah berapa kali mules-mules karena mendadak database gagal terkoneksi dengan website, alhamdulillah malam ini website planetholiday.co.id telah dinyatakan bebas malware oleh google. Tampilannya masih belum bisa balik seperti dulu lagi karena template CSS versi 1.0 nggak 100% kompatibel dengan versi 1.5, tapi minimal lapak udah bisa dipake dagang lagi.

Pesan moralnya?

Janganjanganjangan pernah remehkan urusan yang berada di kuadran 2, karena cepat atau lambat dia akan pindah ke kuadran 1.

Kata Mbah Stephen Covey, kegiatan kita bisa dikategorikan ke dalam 4 kuadran seperti ini:


Seringkali kita menghabiskan waktu lebih banyak untuk menangani urusan-urusan yang urgent (mendesak), padahal nggak semuanya penting. Sementara itu, masih banyak urusan lain yang sebenarnya penting, tapi nggak mendesak harus dilakukan sekarang.

Contohnya, lagi asik-asik kerja tiba-tiba ada temen nge-buzz di YM sepuluh kali sampe terkesan genting banget dan pas disahutin pertanyaannya adalah, “udah nonton Harpot 7 kan? Gimana, bagus nggak? Kalo bagus gue mau beli tiket nih. Minta reviewnya dong.” – itu masuk dalam kuadran 3.

Mengupgrade CMS website, kurang lebih sama seperti mengganti singlet yang udah rada molor, menguras bak mandi atau berolah raga:

“Yah, besok-besok kan masih bisa.”

Karena sifatnya memang nggak mendesak, mungkin bener, besok masih bisa. Tapi cepat atau lambat elu akan dipaksa untuk melakukannya. Padahal, apapun yang dilakukan secara terpaksa, apalagi sambil terburu-buru, kualitasnya pasti kalah jauh dengan yang dikerjakan dengan waktu yang cukup. Contohnya, tampilan website gue yang masih berantakan setelah upgrade dadakan selama dua hari.

Walaupun demikian, sisi baiknya adalah, karena dikerjakan hanya dalam waktu dua hari, maka kalo ada yang komen, “idih, websitenya kok garing amat” maka kita masih punya alasan untuk ngeles.

(Paragraf terakhir mohon diabaikan.)

%d blogger menyukai ini: