Kalau Kucing Lu Cuek, Mungkin Ini Penyebabnya


Beberapa bulan yang lalu, Rafi (lagi-lagi) nemu seekor kucing liar yang memutuskan untuk bersarang di rumah gue. Berhubung warna bulunya coklat, maka kucing itu dia kasih nama… *drum rolls*… Choco. Ini dia penampakannya:

chocoKucing

 

Sama seperti waktu punya piaraan si belek dulu, Rafi sayang sekali sama si Choco ini. Sampai tibalah saatnya… musim kawin.

(lebih…)

Iklan

[review] Comic 8


poster comic 8

Entah udah berapa tahun lewat sejak gue ngakak sepuas ini gara-gara nonton film Indonesia.

“Comic 8” bercerita tentang 8 perampok bank yang ‘kebetulan’ merampok bank yang sama di hari yang sama. ‘Kebetulan’? Huh, kedengerannya kayak tipikal film Indonesia banget, ya?

Entar dulu.

(lebih…)

Daftar candaan basi yang perlu segera di-move on-kan


Coba inget-inget apakah lu pernah mengalami situasi berikut:

Di kantor, lagi nunggu lift/lagi ngantri makanan di kantin/lagi ngambil air di dispenser, ketemu temen yang ngajak ngobrol, lalu di tengah obrolan dia menyelipkan sebuah candaan. Tentu maksudnya agar menghibur/tampil asik, namun sayangnya candaan tersebut udah terlalu sering lu denger, saking seringnya sampe andaikan lu dapet duit seribu perak tiap kali denger candaan tersebut lu sekarang bisa mampir ke KPK dan bilang, “Mana sini mobil-mobil sitaan kalian, gue beli aja daripada mubazir.”

Pernah?

Maka kemungkinan besar candaan yang lu denger adalah salah satu dari candaan basi berikut ini. Himbauan gue: mari kita move on dari candaan-candaan ini, dan mari mencoba lebih kreatif menciptakan candaan baru. Amin.

Ini dia daftarnya. Silakan tambahin di reply kalo lu punya koleksi candaan basi lainnya. Bukan apa-apa, ini demi kemajuan masyarakat menuju candaan kreatif yang lebih menyegarkan. (lebih…)

Arisan Kambing


Waktu lagi goler-goleran di kamar, gue nguping istri lagi mendiskusikan rencana investasi bareng temen-temennya. Mereka lagi bingung milih mana yang lebih menguntungkan, arisan emas atau arisan duit dengan sistem denda.

“Arisan kambing aja,” usul gue.

“Ck, yang enggak-enggak aja sih suami!”

“Loh, beneran ini. Di beberapa daerah itu populer lho!”

Jadi sistem arisan kambing adalah: setiap bulan para peserta arisan patungan beli seekor kambing, lalu kambingnya jadi hak milik peserta yang menang arisan. Udah, gitu doang. Biasanya kambingnya dititip ke sebuah peternakan, dan tentunya sang pemilik nantinya yang harus menyetor biaya perawatan kepada pemilik peternakan.

Keuntungan arisan kambing adalah; saat kambingnya makin banyak, mereka bisa saling kawin-mawin dan berkembang biak. Alhasil, jumlah kambingnya bisa berlipat ganda dari jumlah peserta arisannya.

Tapi memang arisan kambing bukannya tanpa risiko.

(lebih…)

[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak


Ted movie poster

“No matter how big a splash you make in this world, whether you’re Corey Feldman, Frankie Muniz, Justin Bieber or a talking teddy bear, eventually, nobody gives a shit.”

PERINGATAN: Walaupun film ini dibintangi boneka beruang yang lucu, ini BUKAN film anak-anak. Tolong itu smartphone-nya jangan cuma dipake buat kirim-kiriman hoax doang, pake juga untuk survey kecil-kecilan film macam apa yang akan lu tonton bareng anak.

Gue merasa perlu banget menyebarluaskan peringatan barusan karena gemes ngelihat banyaknya orangtua bego yang ngajak anak-anaknya nonton film ini. Padahal di bioskop udah terpampang lebih dari 1 peringatan bahwa film ini bukan film anak-anak. Alhasil sepanjang film anak-anak jadi bingung dan bosen, para orangtua juga nggak bisa menikmati filmnya karena ditanya-tanyain melulu oleh anaknya, dan penonton lainnya pun ikutan senewen dengerin dialog para orangtua dan anak-anaknya tersebut. Dalam situasi kayak gini, penonton seharusnya berhak komplen kepada pihak bioskop karena seharusnya penjaga pintu nggak meloloskan para penonton yang menyalahi batas umur film.

Emang apa sih ‘dosa’ teddy bear lucu dalam film ini sehingga nggak baik ditonton anak-anak?

Banyak, di antaranya adalah memaki-maki, berbuat cabul, ngisep ganja, hingga menampilkan buah dada telanjang tanpa sensor! Ted adalah teddy bear paling brutal yang pernah gue tonton.

(lebih…)

[review] Test Pack: You’re My Baby


“Bukunya lebih keren daripada filmnya!” biasanya gitu komentar orang setelah nonton film yang diangkat dari buku. Ada banyak faktor yang bikin komentar kayak gini muncul, salah satunya adalah: film berusaha menyamai bukunya 100% plek. Padahal dimensi waktu di buku seringkali jauh lebih panjang dari yang bisa ditampung dalam durasi sebuah film. Akibatnya alur film jadi terasa aneh saking banyaknya hal yang ingin ditampilin.

Untungnya, film ini berhasil lolos dari jebakan itu.

(lebih…)

[review] Mencoba Sukses


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
192 halaman

Buat penggemar karya Adhitya Mulya mungkin rada pangling dengan buku yang satu ini. Pertama: tampilannya. Sejak “Jomblo” sampe bukunya yang terakhir “Catatan Mahasiswa Gila”, kecuali buku adaptasi film seperti d’Bijis atau yang kolaborasi seperti “Traveler’s Tale Belok Kanan: Barcelona!” Adhit konsisten menggunakan cover warna kuning. Konon katanya, karena kuning adalah warna komedi.

Kali ini, walaupun tetap bertema komedi, Adhit mencoba penampilan lain. Covernya digarap dengan gaya fotografis buku catatan. Kelihatannya, mencoba menggambarkan benda yang memegang peran penting dalam cerita ini, yaitu (catatan) naskah film.

Dan itu, menjadi faktor ke dua yang membuat pembaca setianya mungkin akan ‘pangling’ dengan karyanya yang satu ini.

(lebih…)

[review] The Cabin in the Woods


cabin in the woods poster“You Think You Know the Story”

Begitulah ‘tantangan’ film ini yang tertulis sebagai tagline. Dan waktu film dimulai, penonton memang digiring untuk mikir gitu. Lima orang anak muda, pergi kemping ke tempat terpencil yang dari penampakannya aja udah sangat mencurigakan, dan akhirnya dikejar-kejar monster. Tokoh-tokohnya pun ‘klasik’ banget. Ada Curt (Chris Hemsworth), si atlet, Holden (Jesse Williams), si lelaki baik-baik, Jules (Anna Hutchison) si binal, Marty (Fran Kranz) si teler, dan Dana (Kristen Connolly) si perawan lugu. Bahkan ada kakek tua menyeramkan yang mencegat mereka menjelang sampai ke lokasi, memperingatkan agar mereka jangan lanjut. Ini klasik banget. Inget nenek tua di film Jelangkung yang ngomong berulang-ulang “Ulah ka kenca, ulah ka kenca…” Atau buat kalian yang cukup sial sehingga terjebak nonton Terowongan Casablanca juga mungkin inget akan kemunculan bapak cebol yang (sok) misterius di tengah hutan gelap.

Tapi apa iya, film ini sestandar kelihatannya?

(lebih…)

[Review] Step by Step to Stand Up Comedy


Penulis: Greg Dean
Penerjemah: Ernest Prakasa
Penerbit: Bukune
295 halaman

Di acara Stand Up Comedy Kompas TV season I, Akbar pernah membawakan sebuah joke yang buat gue berkesan banget. Akbar membuka penampilannya dengan ngomong gini:

(lebih…)

#ComicTips: Demam Panggung


Nyoba reblog…

@ComicKomatKamit

Salah satu pertanyaan yang paling sering gue dapetin dari temen-temen adalah, “Gimana sih caranya supaya nggak demam panggung?”. Mungkin lo juga nanyain hal yang sama. Yuk ah coba kita bahas.

Pertama-tama, coba kita teliti KENAPA orang bisa gugup saat naik ke atas panggung. Untuk segelintir orang, mungkin penyebabnya adalah faktor psikologis yang memang butuh terapi serius. Tapi untuk sebagian besar orang termasuk gue sendiri, sebenernya yang bikin kita gugup itu adalah: FEAR OF THE UNKNOWN. Rasa takut terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang MUNGKIN terjadi. Padahal itu tuh baru mungkin lho, belum tentu juga kejadian. Tapi memang, seberapa senior pun seorang comic, panggung adalah sebuah tempat yang ajaib. Selalu ada beragam kekhawatiran yang mampir, misalnya:
– “Aduh gue nyiapin materi agak berat nih hari ini, pada ngerti ga ya?”
– “Waktu terakhir gue stand-up disini, mati lampu! Semoga ngga kejadian lagi”
– “Daritadi comic-comic yang lain udah pada kill semua. Penonton udah…

Lihat pos aslinya 350 kata lagi

[2012-015] Pilkada DKI ala koran Non Stop: Foke & Alex Paling Keren!


Di era 80-an dulu, grup lawak Jayakarta Group alias grupnya Jojon, Cahyono, Ester dan U’uk pernah ngebawain 1 cerita tentang ngelamar kerja. Ceritanya Cahyono dan Jojon adalah pengangguran yang nyoba ngelamar ke perusahaan milik U’uk. Emang dasar selalu kebagian peran apes, pas diwawancara jawaban Jojon selalu salah di mata U’uk. Ditambah lagi Jojon grogi karena dibentak-bentak U’uk sehingga jawabannya makin ngawur. Sedangkan Cahyono selalu diperlakukan baik. Salah satu penggalan yang gue masih inget: (lebih…)

[2012-012] Penemuan hari ini… kerjasama online shop dan artis


Malam ini baca-baca timelinenya @hijaubiru dan nemu twit ini:

endorsement artis untuk online shop

Jadi ternyata salah satu trik promosi yang umum dilakukan para OLS (online shop) adalah menawari seorang artis untuk memakai produknya secara gratis. Sebagai imbal baliknya, artis tersebut memposting foto dirinya lagi pake produk OLS tersebut disertai tulisan nama akun OLS-nya. Jadi sama-sama untung: OLS dapet promosi (dengan biaya relatif murah – cuma ngorbanin satu atau dua produk) sementara artisnya dapet baju gratis. Kan konon artis bajunya harus sering ganti. Kalo sama terus ntar dikira Batman. *apa sih.

(lebih…)

[2012-013] Kartu Motivasi bagi Para Dementor!


Masih inget tulisan gue tentang Dementor, orang yang kerjanya negatif melulu dan bikin lingkungan sekitar jadi ikutan depresi? Ternyata ada lho orang yang cukup gokil untuk bikin kartu motivasi bagi mereka!

Sekilas benda ini nampak seperti kartu-kartu motivasi biasa, yang isinya kutipan bijak dari orang terkenal. Tapi begitu dibaca satu per satu, baru ketahuan sintingnya. Berikut beberapa contoh “motivasi” di dalam kartu anti-motivasi ini:

kartu motivasi untuk dementor

Para penulisnya, menurut gue, kalo nggak sangat sinis, pasti sangat sebel sama orang-orang sini sampe kepikiran bikin kartu kayak gini. Konon kutipan-kutipan yang tercantum di sini adalah cuplikan dari sebuah buku. Jadi penasaran ingin baca kayak apa sih bukunya. Lumayan buat hiburan kalo bosen di kantor 🙂

Kartu ini bisa dibeli di toko Aksara, di deretan yang berdekatan dengan kartu-kartu motivasi ‘betulan’. Jadi hati-hati buat yang lagi nyari kartu motivasi betulan, jangan sampe salah beli! Harganya nggak tau, karena ini hadiah dari kakak gue.

Judul asli: Today I Will Nourish My Inner Martyr

blog post: (fake) reality show by Rahne Putri


Seinget gue, ini kali pertama gue mereview sebuah posting blog. Memang nggak lazim, tapi berhubung posting yang satu ini sukses bikin gue ketawa-ketawa sendiri di pagi buta, maka rasanya nggak berlebihan kalo gue kasih bintang 5. Dan kalian juga harus baca. Gue jamin nggak nyesel.

Penulisnya bernama Rahne Putri.Gue yakin kalian yang hobi mondar-mandir di timeline Twitter pernah denger tentang account @rahneputri, atau pernah baca salah satu twitnya di-RT orang, atau mungkin malah jadi salah satu dari 15.000-an followernya. Angka follower sebanyak ini termasuk luar biasa lho, mengingat Rahne hanya orang biasa-biasa aja, bukan seleb. Awalnya gue jadi followernya juga murni karena penasaran, apaan sih yang diocehkan sama dia sehingga bisa menarik follower sebanyak itu. Dan setelah jadi followernya pun gue nggak terlalu yakin apanya yang menarik dari dia, karena sebagian besar isi twitnya hanya kejadian ringan sehari-hari. Maksudnya, bukan yang kontroversial kayak @benny_israel atau @gurita_global , juga bukan yang diniatin ngelucu seperti @radityadika . Selain ngetwit, dia juga punya blog di tumblr bernama Sadgenic. Isinya adalah kumpulan puisi-puisi karangan dia sendiri . Puisinya bagus-bagus sih, maksudnya nampak jelas dia adalah orang yang dikaruniai kemampuan verbal berlebih, tapi karena gue bukan penggemar puisi percintaan begitu maka gue masih belum nemu di mana menariknya seorang Rahne Putri sehingga bisa diikuti oleh 15 ribu orang.

Hingga akhirnya beberapa waktu lalu Rahne membuat 1 blog baru berjudul The Sadgenic’s Alter. Beda dengan posting-postingnya yang berpuisi-puisi di Sadgenic, di Sadgenic’s Alter Rahne lebih banyak cerita tentang kejadian yang lucu-lucu, atau foto-foto. Dan ada satu postingnya yang menurut gue gila-gilaan lucunya.

Judulnya (fake) Reality Show.

Di sini dia cerita tentang pengalamannya diajak main ‘kuis’ oleh Artasya Sudirman (another SelebTwit, dan ‘agak’ seleb beneran karena penyiar radio, 9.000-an follower di account @myARTasya). Dalam posting ini Rahne cerita betapa berbunga-bunganya dia sebagai anak kos yang baru nyampe Jakarta, diajak main kuis bertema belanja berhadiah barang-barang keperluan rumah tangga. Cita-citanya melambung karena yang ada di bayangannya adalah kuis sejenis Supermarket Sweep. Dia udah ngebayangin akan dapet hadiah TV, keset, DVD player, dan barang-barang keperluan anak kos lainnya.

Ternyata di hari H Rahne baru tau bahwa kuisnya sama sekali nggak seperti yang dibayangin. Ditambah pula dia dikasih pasangan seorang mas-mas annoying yang terlalu menghayati peran marah-marah, dan lokasi kuis yang sama sekali nggak mirip dengan Supermarket Sweep 🙂

Nggak seru kalo gue ceritain terlalu lengkap di sini, baca aja sendiri ceritanya. Kocak banget, goblok banget. Yang jelas, itu kejadian apes banget buat dia. Tapi yang menarik, dia juga nulis gini:

Ok. Kembali lagi, saya berusaha menikmati suasana. Saya baca ulang brief, mencari cari mana yang bisa dibuat asyik.

Walaupun menderita situasi apes, dia nggak berputus asa mencari bagian mana dari pengalaman itu yang masih bisa dinikmati. Mungkin, mungkin lho, ini yang menarik segitu banyak follower: karena ‘aura’-nya positif. Mungkin orang nggak langsung bisa mendeskripsikan di mana daya tarik twit seorang Rahne Putri, tapi baca twit dari orang yang berpikiran positif pasti akan terasa lebih menyenangkan.

Dan mulai hari ini gue juga akan mengikuti The Sadgenic’s Alter 🙂

kalo si mbot naik panggung stand up comedy


Pernah ngerasain mules kayak usus lu dikepang, diperes-peres, trus dimasukin ke mesin cuci yang lagi dipasang ke “spin dry mode”?

Gue pernah, dan semua itu gara-gara Isman menerapkan prinsip MLM dalam merekrut stand-up comic.

Sejak dulu kala, Isman memang terobsesi sama berbagai jenis humor. Dia satu-satunya orang yang gue kenal mampu menyebutkan di luar kepala aneka jenis sitcom beserta para pemerannya, serta apa ciri khas para komediannya. Dia juga orang yang cukup iseng menghitung jarak antar joke di film Simpsons the movie adalah konstan sekian detik dan menjelaskan mengapa film itu lucu banget. Sementara buat orang sekelas gue, humor ya buat diketawain, bukan buat dihitung.

Salah satu obsesi Isman adalah humor yang dibawakan dalam format stand-up, yaitu komediannya tampil sendirian di panggung, biasanya berdandan rapi kayak mau meeting, dan mencoba memancing tawa hanya dari cerita verbal dengan gerakan seminimal mungkin – kalaupun ada, gerakan tidak menjadi elemen utama dari humornya. Format ini boleh dibilang berseberangan dengan format humor yang umum dikenal di Indonesia, yang cenderung lebih ‘fisik’: saling toyor, saling kepruk dengan props dari gabus, atau saling jatuh-jatuhan.

Banyak orang punya obsesi. Bedanya Isman dengan orang-orang lainnya adalah: dia nggak pernah berhenti, dan nggak pernah putus asa mewujudkan obsesinya. Sampe pada suatu hari dia BBM gue:

“Gung, Kompas TV ngadain audisi untuk Stand Up Comedian, ikutan nggak?”

Memang sebagian besar tulisan gue di blog ini bernada humor, buku Ocehan si Mbot juga kalo nggak lagi salah rak kebanyakan dipasang di bagian humor, tapi humor di tulisan dan di atas panggung stand up itu beda buanget. Bedanya sejauh antara jadi komentator bola sama disuruh main bola di lapangan. Humor di tulisan bisa dipikirin berhari-hari, sebelum dipublish bisa dibaca lagi tenang-tenang, kalo kurang lucu bisa diedit dulu, sedangkan kalo di atas panggung segalanya harus dipikirin dengan cepet. Kesimpulannya: gue sama sekali nggak berminat maupun merasa berbakat jadi stand up comedian. Jadi, tawaran Isman itu gue lewatkan.

Kirain ditolak sekali dia nyerah. Eh taunya beberapa waktu kemudian muncul lagi di twitter.

“Akan ada open mic, ikutan nggak?”

Open mic adalah ajang di mana para stand up comedian amatir boleh saling unjuk kebolehan. Sifatnya informal, nggak ada batasan waktu, nggak ada persyaratan apapun. Semua hadirin boleh langsung naik panggung kalo mau (dan berani). Gue nggak merasa dua-duanya.

“Coba dulu lah, apa ruginya sih,” kata Isman.

Nah di sini gue mulai pikir-pikir. Selama ini kan gue orang yang selalu berprinsip, “kalo belum dicoba, pantang bilang nggak bisa”. Ini berlaku untuk semua hal, termasuk kalo ada orang yang ngaku ke gue, ” kayaknya gue emang orang yang nggak mungkin kurus” – nah biasanya gue akan menjawab dengan kalimat barusan. Sekarang untuk urusan stand up comedy, giliran gue yang kepentok dengan prinsip gue sendiri. Iya juga ya, kalo belum dicoba mana mungkin gue bilang nggak bisa? Sedangkan di sisi lain, nggak mungkin gue bilang nggak tertarik pada stand up comedy – lha tulisannya aja selama ini bertema komedi. Kalo lagi promo buku, apa lagi caranya kalo bukan dengan sesi stand up comedy?

Tapi sebelum gue main bilang iya, gue tonton dulu video-video para komedian yang udah duluan tampil di account-nya standupcomedyindo di Youtube. Abis itu gue dateng di sebuah acara open mic di Comedy Cafe Kemang, buat ngerasain langsung suasana sebuah ajang open mic. Hasilnya: mules. Padahal waktu itu gue cuma dateng untuk nonton, tapi rasanya bisa ngerasain ketegangan para stand up comedian yang lagi ngantri nunggu giliran tampil. Biarpun gitu, yang gue suka dari komunitasnya adalah, karena mereka umumnya para penggemar stand up comedy yang sama-sama bervisi menumbuhkan stand up comedy di Indonesia, maka sikap mereka cenderung positif dan saling mendukung. Kalo yang tampil gugup atau lupa, nggak ada yang ngeledek atau menghina, mereka malah bertepuk tangan untuk menyemangati.

Cuma yang bikin proses pengambilan keputusan untuk mencoba stand up comedy tidak menjadi lebih mudah adalah komentar dari istri tercinta:

“Kamu, mau ngelucu di panggung? Nanti kalo garing gimana?

Ih terima kasih LOCH istri, atas dukungannya…

Sementara itu Isman terus meneror gue hingga di satu titik gue mulai mikir, “Ada orang lain yang segitu percayanya dengan kemampuan gue membawakan stand up comedy, masa gue segitu underestimate-nya sama diri sendiri?” hingga tau-tau aja gue akhirnya mengiyakan tawaran Isman untuk tampil dalam sebuah acara Stand Up Nite di Bandung, tanggal 10 September. Stand up nite, relatif lebih ‘formal’ daripada open mic. Ada jatah waktu yang harus dipenuhi para komedian secara pas, nggak boleh lebih atau kurang.

Gue kira setelah bilang iya gue aman dari kejaran, dan rasanya 10 September masih cukup lama untuk mempersiapkan mental. Ternyata salah.

“Karena tanggal 10 September nanti mau tampil di Bandung, gimana kalo sekarang latihan dulu di acara open mic di Jakarta?” katas Isman, nemplok seperti lintah.

“Nggak Man, makasih.”

“Eh coba aja, bener deh. Si anu dan si anu (menyebut nama dua orang) kemarin nyesel loh karena langsung tampil di Stand Up Nite, nggak nyoba dulu di Open Mic…”

Ini si Isman pake mengatasnamakan pengalaman orang lain gini, udah persis taktik persuasi agen MLM merekrut anggota baru.

“Tapi materinya belum siap Man, kan gue taunya mau tampil tanggal 10 September, masih lama,” kata gue mencoba bertahan.

“Gampang… pake aja materi dari buku si mbot. Ini kan open mic, santai aja. Pokoknya coba aja dulu, yakin deh pasti abis ini akan ketagihan ingin naik panggung terus,” kata Isman, lagi-lagi kayak agen MLM.

Akhirnya… tanggal 10 Agustus minggu lalu muncullah gue di Comedy Cafe Kemang dengan keringat dingin bercucuran dan perut mules, mengantongi ketikan materi humor yang sedari siang gue hafal mati urutannya. Gila, sidang sarjana pun rasanya gue nggak setegang ini loh. Memang kalo lagi ngumpul-ngumpul bareng temen-temen gue termasuk yang paling bawel cerita ini itu, tapi ngoceh di tengah temen-temen dengan terang-terangan naik panggung untuk ngelawak itu beban moralnya sungguh amat sangat beda banget deh. Kalo lagi ngumpul bareng temen lu cerita sesuatu yang awalnya lu niatkan untuk lucu, dan ternyata enggak, lu bisa berkelit, ’emang gue cuma mau sharing aja kok.” Lah kalo udah naik panggung gini kan dengan kata lain lu udah mendeklarasikan diri bahwa lu akan lucu. Jadi kalo ternyata enggak lucu, malunya 10 kali lipet. Yang jelas, kalo suatu hari nanti gue jadi boss di sebuah perusahaan besar, maka gue akan bikin peraturan semua Kepala Divisinya wajib naik panggung stand up comedy – karena ini bener-bener ujian mental sekaligus ujian ego yang paling berat. Bayangin, siapapun elu, betapapun kerennya latar belakang lu, begitu naik panggung stand up comedy maka nasib lu ditentukan oleh simpati penonton. Kalo penonton suka sama lu maka hidup lu bahagia, kalo enggak ya mampus. Sesederhana itu.

Satu demi satu para stand up comedian naik ke panggung, dan semuanya berhasil bikin penonton ketawa. Yang mana ini bikin gue tambah mules – karena merasa kalah kualitas dari mereka. Tapi kalopun mereka semua nggak berhasil bikin penonton ketawa, juga bikin tambah mules sih – karena ngebayangin siksaan yang mereka alami di atas panggung. Akhirnya, setelah penantian beberapa belas menit yang rasanya kayak berhari-hari, gue dapet giliran ke lima untuk naik panggung. Edan, gue, untuk pertama kalinya dalam hidup, naik p
anggung stand up comedy!

mbot stand up comedy

Pastinya kalian bertanya-tanya, seberapa garingnyakah gue di atas panggung?

Hm, kalo mau tau, kalian bisa tunggu videonya diupload di account standupcomedyindo atau dateng aja langsung ke Bober Cafe Bandung, tanggal 10 September yak!

  • Komentar Terbaru

    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    Tjetje [binibule.com… di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    [sharing HRD] negosi… di [sharing HRD] WASPADA! 5 gelag…
    Koper | (new) Mbot… di Realita, Cinta, dan Rock n…
    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    ganganjanuar di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    Tjetje [binibule.com… di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    enkoos di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.247 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: