Kalau Kucing Lu Cuek, Mungkin Ini Penyebabnya


Beberapa bulan yang lalu, Rafi (lagi-lagi) nemu seekor kucing liar yang memutuskan untuk bersarang di rumah gue. Berhubung warna bulunya coklat, maka kucing itu dia kasih nama… *drum rolls*… Choco. Ini dia penampakannya:

chocoKucing

 

Sama seperti waktu punya piaraan si belek dulu, Rafi sayang sekali sama si Choco ini. Sampai tibalah saatnya… musim kawin.

(lebih…)

Iklan

[review] Comic 8


 

Comic-8-Banner.jpg

Entah udah berapa tahun lewat sejak gue ngakak sepuas ini gara-gara nonton film Indonesia.

“Comic 8” bercerita tentang 8 perampok bank yang ‘kebetulan’ merampok bank yang sama di hari yang sama. ‘Kebetulan’? Huh, kedengerannya kayak tipikal film Indonesia banget, ya?

Entar dulu.

(lebih…)

Daftar candaan basi yang perlu segera di-move on-kan


your-lame-jokes-gave-me-cancer

Coba inget-inget apakah lu pernah mengalami situasi berikut:

Di kantor, lagi nunggu lift/lagi ngantri makanan di kantin/lagi ngambil air di dispenser, ketemu temen yang ngajak ngobrol, lalu di tengah obrolan dia menyelipkan sebuah candaan. Tentu maksudnya agar menghibur/tampil asik, namun sayangnya candaan tersebut udah terlalu sering lu denger, saking seringnya sampe andaikan lu dapet duit seribu perak tiap kali denger candaan tersebut lu sekarang bisa mampir ke KPK dan bilang, “Mana sini mobil-mobil sitaan kalian, gue beli aja daripada mubazir.”

Pernah?

Maka kemungkinan besar candaan yang lu denger adalah salah satu dari candaan basi berikut ini. Himbauan gue: mari kita move on dari candaan-candaan ini, dan mari mencoba lebih kreatif menciptakan candaan baru. Amin.

Ini dia daftarnya. Silakan tambahin di reply kalo lu punya koleksi candaan basi lainnya. Bukan apa-apa, ini demi kemajuan masyarakat menuju candaan kreatif yang lebih menyegarkan. (lebih…)

Arisan Kambing


Waktu lagi goler-goleran di kamar, gue nguping istri lagi mendiskusikan rencana investasi bareng temen-temennya. Mereka lagi bingung milih mana yang lebih menguntungkan, arisan emas atau arisan duit dengan sistem denda.

“Arisan kambing aja,” usul gue.

“Ck, yang enggak-enggak aja sih suami!”

“Loh, beneran ini. Di beberapa daerah itu populer lho!”

Jadi sistem arisan kambing adalah: setiap bulan para peserta arisan patungan beli seekor kambing, lalu kambingnya jadi hak milik peserta yang menang arisan. Udah, gitu doang. Biasanya kambingnya dititip ke sebuah peternakan, dan tentunya sang pemilik nantinya yang harus menyetor biaya perawatan kepada pemilik peternakan.

Keuntungan arisan kambing adalah; saat kambingnya makin banyak, mereka bisa saling kawin-mawin dan berkembang biak. Alhasil, jumlah kambingnya bisa berlipat ganda dari jumlah peserta arisannya.

Tapi memang arisan kambing bukannya tanpa risiko.

(lebih…)

[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak


Ted movie poster

“No matter how big a splash you make in this world, whether you’re Corey Feldman, Frankie Muniz, Justin Bieber or a talking teddy bear, eventually, nobody gives a shit.”

PERINGATAN: Walaupun film ini dibintangi boneka beruang yang lucu, ini BUKAN film anak-anak. Tolong itu smartphone-nya jangan cuma dipake buat kirim-kiriman hoax doang, pake juga untuk survey kecil-kecilan film macam apa yang akan lu tonton bareng anak.

Gue merasa perlu banget menyebarluaskan peringatan barusan karena gemes ngelihat banyaknya orangtua bego yang ngajak anak-anaknya nonton film ini. Padahal di bioskop udah terpampang lebih dari 1 peringatan bahwa film ini bukan film anak-anak. Alhasil sepanjang film anak-anak jadi bingung dan bosen, para orangtua juga nggak bisa menikmati filmnya karena ditanya-tanyain melulu oleh anaknya, dan penonton lainnya pun ikutan senewen dengerin dialog para orangtua dan anak-anaknya tersebut. Dalam situasi kayak gini, penonton seharusnya berhak komplen kepada pihak bioskop karena seharusnya penjaga pintu nggak meloloskan para penonton yang menyalahi batas umur film.

Emang apa sih ‘dosa’ teddy bear lucu dalam film ini sehingga nggak baik ditonton anak-anak?

Banyak, di antaranya adalah memaki-maki, berbuat cabul, ngisep ganja, hingga menampilkan buah dada telanjang tanpa sensor! Ted adalah teddy bear paling brutal yang pernah gue tonton.

(lebih…)

[review] Test Pack: You’re My Baby


“Bukunya lebih keren daripada filmnya!” biasanya gitu komentar orang setelah nonton film yang diangkat dari buku. Ada banyak faktor yang bikin komentar kayak gini muncul, salah satunya adalah: film berusaha menyamai bukunya 100% plek. Padahal dimensi waktu di buku seringkali jauh lebih panjang dari yang bisa ditampung dalam durasi sebuah film. Akibatnya alur film jadi terasa aneh saking banyaknya hal yang ingin ditampilin.

Untungnya, film ini berhasil lolos dari jebakan itu.

(lebih…)

[review] Mencoba Sukses


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
192 halaman

Buat penggemar karya Adhitya Mulya mungkin rada pangling dengan buku yang satu ini. Pertama: tampilannya. Sejak “Jomblo” sampe bukunya yang terakhir “Catatan Mahasiswa Gila”, kecuali buku adaptasi film seperti d’Bijis atau yang kolaborasi seperti “Traveler’s Tale Belok Kanan: Barcelona!” Adhit konsisten menggunakan cover warna kuning. Konon katanya, karena kuning adalah warna komedi.

Kali ini, walaupun tetap bertema komedi, Adhit mencoba penampilan lain. Covernya digarap dengan gaya fotografis buku catatan. Kelihatannya, mencoba menggambarkan benda yang memegang peran penting dalam cerita ini, yaitu (catatan) naskah film.

Dan itu, menjadi faktor ke dua yang membuat pembaca setianya mungkin akan ‘pangling’ dengan karyanya yang satu ini.

(lebih…)

[review] The Cabin in the Woods


cabin in the woods poster“You Think You Know the Story”

Begitulah ‘tantangan’ film ini yang tertulis sebagai tagline. Dan waktu film dimulai, penonton memang digiring untuk mikir gitu. Lima orang anak muda, pergi kemping ke tempat terpencil yang dari penampakannya aja udah sangat mencurigakan, dan akhirnya dikejar-kejar monster. Tokoh-tokohnya pun ‘klasik’ banget. Ada Curt (Chris Hemsworth), si atlet, Holden (Jesse Williams), si lelaki baik-baik, Jules (Anna Hutchison) si binal, Marty (Fran Kranz) si teler, dan Dana (Kristen Connolly) si perawan lugu. Bahkan ada kakek tua menyeramkan yang mencegat mereka menjelang sampai ke lokasi, memperingatkan agar mereka jangan lanjut. Ini klasik banget. Inget nenek tua di film Jelangkung yang ngomong berulang-ulang “Ulah ka kenca, ulah ka kenca…” Atau buat kalian yang cukup sial sehingga terjebak nonton Terowongan Casablanca juga mungkin inget akan kemunculan bapak cebol yang (sok) misterius di tengah hutan gelap.

Tapi apa iya, film ini sestandar kelihatannya?

(lebih…)

[Review] Step by Step to Stand Up Comedy


Penulis: Greg Dean
Penerjemah: Ernest Prakasa
Penerbit: Bukune
295 halaman

Di acara Stand Up Comedy Kompas TV season I, Akbar pernah membawakan sebuah joke yang buat gue berkesan banget. Akbar membuka penampilannya dengan ngomong gini:

(lebih…)

#ComicTips: Demam Panggung


Nyoba reblog…

@ComicKomatKamit

Salah satu pertanyaan yang paling sering gue dapetin dari temen-temen adalah, “Gimana sih caranya supaya nggak demam panggung?”. Mungkin lo juga nanyain hal yang sama. Yuk ah coba kita bahas.

Pertama-tama, coba kita teliti KENAPA orang bisa gugup saat naik ke atas panggung. Untuk segelintir orang, mungkin penyebabnya adalah faktor psikologis yang memang butuh terapi serius. Tapi untuk sebagian besar orang termasuk gue sendiri, sebenernya yang bikin kita gugup itu adalah: FEAR OF THE UNKNOWN. Rasa takut terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang MUNGKIN terjadi. Padahal itu tuh baru mungkin lho, belum tentu juga kejadian. Tapi memang, seberapa senior pun seorang comic, panggung adalah sebuah tempat yang ajaib. Selalu ada beragam kekhawatiran yang mampir, misalnya:
– “Aduh gue nyiapin materi agak berat nih hari ini, pada ngerti ga ya?”
– “Waktu terakhir gue stand-up disini, mati lampu! Semoga ngga kejadian lagi”
– “Daritadi comic-comic yang lain udah pada kill semua. Penonton udah…

Lihat pos aslinya 350 kata lagi

[2012-015] Pilkada DKI ala koran Non Stop: Foke & Alex Paling Keren!


Di era 80-an dulu, grup lawak Jayakarta Group alias grupnya Jojon, Cahyono, Ester dan U’uk pernah ngebawain 1 cerita tentang ngelamar kerja. Ceritanya Cahyono dan Jojon adalah pengangguran yang nyoba ngelamar ke perusahaan milik U’uk. Emang dasar selalu kebagian peran apes, pas diwawancara jawaban Jojon selalu salah di mata U’uk. Ditambah lagi Jojon grogi karena dibentak-bentak U’uk sehingga jawabannya makin ngawur. Sedangkan Cahyono selalu diperlakukan baik. Salah satu penggalan yang gue masih inget: (lebih…)

[2012-012] Penemuan hari ini… kerjasama online shop dan artis


Malam ini baca-baca timelinenya @hijaubiru dan nemu twit ini:

endorsement artis untuk online shop

Jadi ternyata salah satu trik promosi yang umum dilakukan para OLS (online shop) adalah menawari seorang artis untuk memakai produknya secara gratis. Sebagai imbal baliknya, artis tersebut memposting foto dirinya lagi pake produk OLS tersebut disertai tulisan nama akun OLS-nya. Jadi sama-sama untung: OLS dapet promosi (dengan biaya relatif murah – cuma ngorbanin satu atau dua produk) sementara artisnya dapet baju gratis. Kan konon artis bajunya harus sering ganti. Kalo sama terus ntar dikira Batman. *apa sih.

(lebih…)

[2012-013] Kartu Motivasi bagi Para Dementor!


Masih inget tulisan gue tentang Dementor, orang yang kerjanya negatif melulu dan bikin lingkungan sekitar jadi ikutan depresi? Ternyata ada lho orang yang cukup gokil untuk bikin kartu motivasi bagi mereka!

Sekilas benda ini nampak seperti kartu-kartu motivasi biasa, yang isinya kutipan bijak dari orang terkenal. Tapi begitu dibaca satu per satu, baru ketahuan sintingnya. Berikut beberapa contoh “motivasi” di dalam kartu anti-motivasi ini:

kartu motivasi untuk dementor

Para penulisnya, menurut gue, kalo nggak sangat sinis, pasti sangat sebel sama orang-orang sini sampe kepikiran bikin kartu kayak gini. Konon kutipan-kutipan yang tercantum di sini adalah cuplikan dari sebuah buku. Jadi penasaran ingin baca kayak apa sih bukunya. Lumayan buat hiburan kalo bosen di kantor 🙂

Kartu ini bisa dibeli di toko Aksara, di deretan yang berdekatan dengan kartu-kartu motivasi ‘betulan’. Jadi hati-hati buat yang lagi nyari kartu motivasi betulan, jangan sampe salah beli! Harganya nggak tau, karena ini hadiah dari kakak gue.

Judul asli: Today I Will Nourish My Inner Martyr

blog post: (fake) reality show by Rahne Putri


Seinget gue, ini kali pertama gue mereview sebuah posting blog. Memang nggak lazim, tapi berhubung posting yang satu ini sukses bikin gue ketawa-ketawa sendiri di pagi buta, maka rasanya nggak berlebihan kalo gue kasih bintang 5. Dan kalian juga harus baca. Gue jamin nggak nyesel.

Penulisnya bernama Rahne Putri.Gue yakin kalian yang hobi mondar-mandir di timeline Twitter pernah denger tentang account @rahneputri, atau pernah baca salah satu twitnya di-RT orang, atau mungkin malah jadi salah satu dari 15.000-an followernya. Angka follower sebanyak ini termasuk luar biasa lho, mengingat Rahne hanya orang biasa-biasa aja, bukan seleb. Awalnya gue jadi followernya juga murni karena penasaran, apaan sih yang diocehkan sama dia sehingga bisa menarik follower sebanyak itu. Dan setelah jadi followernya pun gue nggak terlalu yakin apanya yang menarik dari dia, karena sebagian besar isi twitnya hanya kejadian ringan sehari-hari. Maksudnya, bukan yang kontroversial kayak @benny_israel atau @gurita_global , juga bukan yang diniatin ngelucu seperti @radityadika . Selain ngetwit, dia juga punya blog di tumblr bernama Sadgenic. Isinya adalah kumpulan puisi-puisi karangan dia sendiri . Puisinya bagus-bagus sih, maksudnya nampak jelas dia adalah orang yang dikaruniai kemampuan verbal berlebih, tapi karena gue bukan penggemar puisi percintaan begitu maka gue masih belum nemu di mana menariknya seorang Rahne Putri sehingga bisa diikuti oleh 15 ribu orang.

Hingga akhirnya beberapa waktu lalu Rahne membuat 1 blog baru berjudul The Sadgenic’s Alter. Beda dengan posting-postingnya yang berpuisi-puisi di Sadgenic, di Sadgenic’s Alter Rahne lebih banyak cerita tentang kejadian yang lucu-lucu, atau foto-foto. Dan ada satu postingnya yang menurut gue gila-gilaan lucunya.

Judulnya (fake) Reality Show.

Di sini dia cerita tentang pengalamannya diajak main ‘kuis’ oleh Artasya Sudirman (another SelebTwit, dan ‘agak’ seleb beneran karena penyiar radio, 9.000-an follower di account @myARTasya). Dalam posting ini Rahne cerita betapa berbunga-bunganya dia sebagai anak kos yang baru nyampe Jakarta, diajak main kuis bertema belanja berhadiah barang-barang keperluan rumah tangga. Cita-citanya melambung karena yang ada di bayangannya adalah kuis sejenis Supermarket Sweep. Dia udah ngebayangin akan dapet hadiah TV, keset, DVD player, dan barang-barang keperluan anak kos lainnya.

Ternyata di hari H Rahne baru tau bahwa kuisnya sama sekali nggak seperti yang dibayangin. Ditambah pula dia dikasih pasangan seorang mas-mas annoying yang terlalu menghayati peran marah-marah, dan lokasi kuis yang sama sekali nggak mirip dengan Supermarket Sweep 🙂

Nggak seru kalo gue ceritain terlalu lengkap di sini, baca aja sendiri ceritanya. Kocak banget, goblok banget. Yang jelas, itu kejadian apes banget buat dia. Tapi yang menarik, dia juga nulis gini:

Ok. Kembali lagi, saya berusaha menikmati suasana. Saya baca ulang brief, mencari cari mana yang bisa dibuat asyik.

Walaupun menderita situasi apes, dia nggak berputus asa mencari bagian mana dari pengalaman itu yang masih bisa dinikmati. Mungkin, mungkin lho, ini yang menarik segitu banyak follower: karena ‘aura’-nya positif. Mungkin orang nggak langsung bisa mendeskripsikan di mana daya tarik twit seorang Rahne Putri, tapi baca twit dari orang yang berpikiran positif pasti akan terasa lebih menyenangkan.

Dan mulai hari ini gue juga akan mengikuti The Sadgenic’s Alter 🙂

kalo si mbot naik panggung stand up comedy


Pernah ngerasain mules kayak usus lu dikepang, diperes-peres, trus dimasukin ke mesin cuci yang lagi dipasang ke “spin dry mode”?

Gue pernah, dan semua itu gara-gara Isman menerapkan prinsip MLM dalam merekrut stand-up comic.

Sejak dulu kala, Isman memang terobsesi sama berbagai jenis humor. Dia satu-satunya orang yang gue kenal mampu menyebutkan di luar kepala aneka jenis sitcom beserta para pemerannya, serta apa ciri khas para komediannya. Dia juga orang yang cukup iseng menghitung jarak antar joke di film Simpsons the movie adalah konstan sekian detik dan menjelaskan mengapa film itu lucu banget. Sementara buat orang sekelas gue, humor ya buat diketawain, bukan buat dihitung.

Salah satu obsesi Isman adalah humor yang dibawakan dalam format stand-up, yaitu komediannya tampil sendirian di panggung, biasanya berdandan rapi kayak mau meeting, dan mencoba memancing tawa hanya dari cerita verbal dengan gerakan seminimal mungkin – kalaupun ada, gerakan tidak menjadi elemen utama dari humornya. Format ini boleh dibilang berseberangan dengan format humor yang umum dikenal di Indonesia, yang cenderung lebih ‘fisik’: saling toyor, saling kepruk dengan props dari gabus, atau saling jatuh-jatuhan.

Banyak orang punya obsesi. Bedanya Isman dengan orang-orang lainnya adalah: dia nggak pernah berhenti, dan nggak pernah putus asa mewujudkan obsesinya. Sampe pada suatu hari dia BBM gue:

“Gung, Kompas TV ngadain audisi untuk Stand Up Comedian, ikutan nggak?”

Memang sebagian besar tulisan gue di blog ini bernada humor, buku Ocehan si Mbot juga kalo nggak lagi salah rak kebanyakan dipasang di bagian humor, tapi humor di tulisan dan di atas panggung stand up itu beda buanget. Bedanya sejauh antara jadi komentator bola sama disuruh main bola di lapangan. Humor di tulisan bisa dipikirin berhari-hari, sebelum dipublish bisa dibaca lagi tenang-tenang, kalo kurang lucu bisa diedit dulu, sedangkan kalo di atas panggung segalanya harus dipikirin dengan cepet. Kesimpulannya: gue sama sekali nggak berminat maupun merasa berbakat jadi stand up comedian. Jadi, tawaran Isman itu gue lewatkan.

Kirain ditolak sekali dia nyerah. Eh taunya beberapa waktu kemudian muncul lagi di twitter.

“Akan ada open mic, ikutan nggak?”

Open mic adalah ajang di mana para stand up comedian amatir boleh saling unjuk kebolehan. Sifatnya informal, nggak ada batasan waktu, nggak ada persyaratan apapun. Semua hadirin boleh langsung naik panggung kalo mau (dan berani). Gue nggak merasa dua-duanya.

“Coba dulu lah, apa ruginya sih,” kata Isman.

Nah di sini gue mulai pikir-pikir. Selama ini kan gue orang yang selalu berprinsip, “kalo belum dicoba, pantang bilang nggak bisa”. Ini berlaku untuk semua hal, termasuk kalo ada orang yang ngaku ke gue, ” kayaknya gue emang orang yang nggak mungkin kurus” – nah biasanya gue akan menjawab dengan kalimat barusan. Sekarang untuk urusan stand up comedy, giliran gue yang kepentok dengan prinsip gue sendiri. Iya juga ya, kalo belum dicoba mana mungkin gue bilang nggak bisa? Sedangkan di sisi lain, nggak mungkin gue bilang nggak tertarik pada stand up comedy – lha tulisannya aja selama ini bertema komedi. Kalo lagi promo buku, apa lagi caranya kalo bukan dengan sesi stand up comedy?

Tapi sebelum gue main bilang iya, gue tonton dulu video-video para komedian yang udah duluan tampil di account-nya standupcomedyindo di Youtube. Abis itu gue dateng di sebuah acara open mic di Comedy Cafe Kemang, buat ngerasain langsung suasana sebuah ajang open mic. Hasilnya: mules. Padahal waktu itu gue cuma dateng untuk nonton, tapi rasanya bisa ngerasain ketegangan para stand up comedian yang lagi ngantri nunggu giliran tampil. Biarpun gitu, yang gue suka dari komunitasnya adalah, karena mereka umumnya para penggemar stand up comedy yang sama-sama bervisi menumbuhkan stand up comedy di Indonesia, maka sikap mereka cenderung positif dan saling mendukung. Kalo yang tampil gugup atau lupa, nggak ada yang ngeledek atau menghina, mereka malah bertepuk tangan untuk menyemangati.

Cuma yang bikin proses pengambilan keputusan untuk mencoba stand up comedy tidak menjadi lebih mudah adalah komentar dari istri tercinta:

“Kamu, mau ngelucu di panggung? Nanti kalo garing gimana?

Ih terima kasih LOCH istri, atas dukungannya…

Sementara itu Isman terus meneror gue hingga di satu titik gue mulai mikir, “Ada orang lain yang segitu percayanya dengan kemampuan gue membawakan stand up comedy, masa gue segitu underestimate-nya sama diri sendiri?” hingga tau-tau aja gue akhirnya mengiyakan tawaran Isman untuk tampil dalam sebuah acara Stand Up Nite di Bandung, tanggal 10 September. Stand up nite, relatif lebih ‘formal’ daripada open mic. Ada jatah waktu yang harus dipenuhi para komedian secara pas, nggak boleh lebih atau kurang.

Gue kira setelah bilang iya gue aman dari kejaran, dan rasanya 10 September masih cukup lama untuk mempersiapkan mental. Ternyata salah.

“Karena tanggal 10 September nanti mau tampil di Bandung, gimana kalo sekarang latihan dulu di acara open mic di Jakarta?” katas Isman, nemplok seperti lintah.

“Nggak Man, makasih.”

“Eh coba aja, bener deh. Si anu dan si anu (menyebut nama dua orang) kemarin nyesel loh karena langsung tampil di Stand Up Nite, nggak nyoba dulu di Open Mic…”

Ini si Isman pake mengatasnamakan pengalaman orang lain gini, udah persis taktik persuasi agen MLM merekrut anggota baru.

“Tapi materinya belum siap Man, kan gue taunya mau tampil tanggal 10 September, masih lama,” kata gue mencoba bertahan.

“Gampang… pake aja materi dari buku si mbot. Ini kan open mic, santai aja. Pokoknya coba aja dulu, yakin deh pasti abis ini akan ketagihan ingin naik panggung terus,” kata Isman, lagi-lagi kayak agen MLM.

Akhirnya… tanggal 10 Agustus minggu lalu muncullah gue di Comedy Cafe Kemang dengan keringat dingin bercucuran dan perut mules, mengantongi ketikan materi humor yang sedari siang gue hafal mati urutannya. Gila, sidang sarjana pun rasanya gue nggak setegang ini loh. Memang kalo lagi ngumpul-ngumpul bareng temen-temen gue termasuk yang paling bawel cerita ini itu, tapi ngoceh di tengah temen-temen dengan terang-terangan naik panggung untuk ngelawak itu beban moralnya sungguh amat sangat beda banget deh. Kalo lagi ngumpul bareng temen lu cerita sesuatu yang awalnya lu niatkan untuk lucu, dan ternyata enggak, lu bisa berkelit, ’emang gue cuma mau sharing aja kok.” Lah kalo udah naik panggung gini kan dengan kata lain lu udah mendeklarasikan diri bahwa lu akan lucu. Jadi kalo ternyata enggak lucu, malunya 10 kali lipet. Yang jelas, kalo suatu hari nanti gue jadi boss di sebuah perusahaan besar, maka gue akan bikin peraturan semua Kepala Divisinya wajib naik panggung stand up comedy – karena ini bener-bener ujian mental sekaligus ujian ego yang paling berat. Bayangin, siapapun elu, betapapun kerennya latar belakang lu, begitu naik panggung stand up comedy maka nasib lu ditentukan oleh simpati penonton. Kalo penonton suka sama lu maka hidup lu bahagia, kalo enggak ya mampus. Sesederhana itu.

Satu demi satu para stand up comedian naik ke panggung, dan semuanya berhasil bikin penonton ketawa. Yang mana ini bikin gue tambah mules – karena merasa kalah kualitas dari mereka. Tapi kalopun mereka semua nggak berhasil bikin penonton ketawa, juga bikin tambah mules sih – karena ngebayangin siksaan yang mereka alami di atas panggung. Akhirnya, setelah penantian beberapa belas menit yang rasanya kayak berhari-hari, gue dapet giliran ke lima untuk naik panggung. Edan, gue, untuk pertama kalinya dalam hidup, naik p
anggung stand up comedy!

mbot stand up comedy

Pastinya kalian bertanya-tanya, seberapa garingnyakah gue di atas panggung?

Hm, kalo mau tau, kalian bisa tunggu videonya diupload di account standupcomedyindo atau dateng aja langsung ke Bober Cafe Bandung, tanggal 10 September yak!

  • Komentar Terbaru

    Feni Febrianti di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di My Wonder Woman
    bayutrie di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.575 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: