Begini Caranya Pindahan Video dari FB ke Youtube


Salah satu fitur baru FB yang menurut gue OK adalah Go Live.

Dengan fitur ini, pengguna aplikasi mobile FB bisa bikin siaran langsung kapan pun, dan bisa tanya jawab langsung dengan para penontonnya. Fitur ini bermanfaat banget buat:

(lebih…)

Mampir Ya… Ke Blog Baru Gue!


Permisi… numpang ngiklan… gue sekarang punya blog baru lho! Isinya seputar film, mulai dari review, prediksi film yang akan muncul, berita behind the scene, yang semuanya dibalut dalams ocehan  yang kurang berguna.

Alamatnya adalah:

nontondeh.blogspot.com

Sekarang baru ada 2 posting di sana, tapi akan segera bertambah kok. Amin? Bilang amin, dong!

Ditunggu kunjungannya!

blog post: (fake) reality show by Rahne Putri


Seinget gue, ini kali pertama gue mereview sebuah posting blog. Memang nggak lazim, tapi berhubung posting yang satu ini sukses bikin gue ketawa-ketawa sendiri di pagi buta, maka rasanya nggak berlebihan kalo gue kasih bintang 5. Dan kalian juga harus baca. Gue jamin nggak nyesel.

Penulisnya bernama Rahne Putri.Gue yakin kalian yang hobi mondar-mandir di timeline Twitter pernah denger tentang account @rahneputri, atau pernah baca salah satu twitnya di-RT orang, atau mungkin malah jadi salah satu dari 15.000-an followernya. Angka follower sebanyak ini termasuk luar biasa lho, mengingat Rahne hanya orang biasa-biasa aja, bukan seleb. Awalnya gue jadi followernya juga murni karena penasaran, apaan sih yang diocehkan sama dia sehingga bisa menarik follower sebanyak itu. Dan setelah jadi followernya pun gue nggak terlalu yakin apanya yang menarik dari dia, karena sebagian besar isi twitnya hanya kejadian ringan sehari-hari. Maksudnya, bukan yang kontroversial kayak @benny_israel atau @gurita_global , juga bukan yang diniatin ngelucu seperti @radityadika . Selain ngetwit, dia juga punya blog di tumblr bernama Sadgenic. Isinya adalah kumpulan puisi-puisi karangan dia sendiri . Puisinya bagus-bagus sih, maksudnya nampak jelas dia adalah orang yang dikaruniai kemampuan verbal berlebih, tapi karena gue bukan penggemar puisi percintaan begitu maka gue masih belum nemu di mana menariknya seorang Rahne Putri sehingga bisa diikuti oleh 15 ribu orang.

Hingga akhirnya beberapa waktu lalu Rahne membuat 1 blog baru berjudul The Sadgenic’s Alter. Beda dengan posting-postingnya yang berpuisi-puisi di Sadgenic, di Sadgenic’s Alter Rahne lebih banyak cerita tentang kejadian yang lucu-lucu, atau foto-foto. Dan ada satu postingnya yang menurut gue gila-gilaan lucunya.

Judulnya (fake) Reality Show.

Di sini dia cerita tentang pengalamannya diajak main ‘kuis’ oleh Artasya Sudirman (another SelebTwit, dan ‘agak’ seleb beneran karena penyiar radio, 9.000-an follower di account @myARTasya). Dalam posting ini Rahne cerita betapa berbunga-bunganya dia sebagai anak kos yang baru nyampe Jakarta, diajak main kuis bertema belanja berhadiah barang-barang keperluan rumah tangga. Cita-citanya melambung karena yang ada di bayangannya adalah kuis sejenis Supermarket Sweep. Dia udah ngebayangin akan dapet hadiah TV, keset, DVD player, dan barang-barang keperluan anak kos lainnya.

Ternyata di hari H Rahne baru tau bahwa kuisnya sama sekali nggak seperti yang dibayangin. Ditambah pula dia dikasih pasangan seorang mas-mas annoying yang terlalu menghayati peran marah-marah, dan lokasi kuis yang sama sekali nggak mirip dengan Supermarket Sweep 🙂

Nggak seru kalo gue ceritain terlalu lengkap di sini, baca aja sendiri ceritanya. Kocak banget, goblok banget. Yang jelas, itu kejadian apes banget buat dia. Tapi yang menarik, dia juga nulis gini:

Ok. Kembali lagi, saya berusaha menikmati suasana. Saya baca ulang brief, mencari cari mana yang bisa dibuat asyik.

Walaupun menderita situasi apes, dia nggak berputus asa mencari bagian mana dari pengalaman itu yang masih bisa dinikmati. Mungkin, mungkin lho, ini yang menarik segitu banyak follower: karena ‘aura’-nya positif. Mungkin orang nggak langsung bisa mendeskripsikan di mana daya tarik twit seorang Rahne Putri, tapi baca twit dari orang yang berpikiran positif pasti akan terasa lebih menyenangkan.

Dan mulai hari ini gue juga akan mengikuti The Sadgenic’s Alter 🙂

fans berat blog ida22


Dulu waktu baru memulai kotakkue, gue sempet pesen stiker berlogo kotakkue lengkap dengan nomor telepon ida dan alamat blog ida22.multiply.com.

Setelah sekarang punya kotakkue.com, ida rada males pake stiker itu lagi karena takut yang ngeliat malah nyasar ke blog pribadinya yang isinya campur aduk antara jualan makanan dan hal lain. Tapi kalo dibuang begitu aja kok sayang, karena masih ada stok ratusan lembar. Sebagai solusinya, tulisan alamat ida22.multiply.com digunting sehingga cuma tersisa logo dan nomor telepon aja.

Trus potongan tulisan ida22.multiply.com-nya buat apa?

Cocok sebagai aksesori para fans berat, tentu.

Maaf Ya Prends…


Seminggu terakhir ini gue lagi susah banget mengakses MP. Sabtu sampe Senin gue ada di Bandung dan nggak sempet akses MP. Pulang dari Bandung Senin sore, cuma sempet posting beberapa review dan foto. Eeeh… hari Selasanya giliran Kabelvision yang cari gara-gara. Sinyal internetnya kaya angin sepoi-sepoi gitu, kadang lewat kadang bengong… dan masih berlangsung sampe hari ini.

Jadi, gue mohon maaf ya belum bisa merespon reply / PM kalian satu per satu. Di kantor gue nggak bisa akses MP sehingga hanya bisa mengikuti perkembangan reply dan posting via e-mail alert yang dikirim ke webmail pribadi gue. Untung masih ada feature posting by email, jadi gue masih bisa bikin journal ini.

Kalo ada hal mendesak yang butuh respon segera, bisa pake shoutbox yang ada di sebelah kanan – thanks god oggix.com masih lolos dari sensor IT kantor gue.

Sori banget ya, padahal gue udah gatel nih ingin bales reply kalian semua.

2004: Tahun “Online Friends” buat gue


Sebenernya gue udah mau nulis tentang ini sejak 3 bulan yang lalu, tapi kayaknya kok nggak sempet2. Tadinya gue mau nulis bagian ini sebagai bagian dari satu cerita panjang lebar seputar kejadian di tanggal 20-21 November 04. Tapi daripada kelamaan jadi niat doang mending gue mulai tulis yang ini dulu deh.

Definisi gue tentang “temen”:

Orang yang elo kenal, dan juga kenal dengan elo, punya sejumlah kecocokan, saling punya pengetahuan yang cukup mengenai kehidupan masing-masing, dan elo temui secara reguler.

Tahun 2004 ini boleh dibilang tahun online friends buat gue. Diawali dengan join di friendster bulan Februari dengan Ade “Dini” dan Tria alias Idunk sebagai temen-temen pertama gue. Bulan Mei gue iseng-iseng kenalan sama ibu guru yang cantik ini di friendster, terus… yah sisanya tau sendiri deh…:-) All i can say is, out of 2 millions people in friendster, I’m so damn lucky to find her!

Selanjutnya, di bulan Juni, tiba-tiba gue dapet pesen aneh sbb: “add gue dong, gue mo ngasih testi nih. gue iparnya nurin.” Gue mikir, lah, siapa nih orang? Nurin sih gue kenal, dia adiknya temen SMA gue, Anton. Tapi gue sama sekali nggak kenal sama ipar-iparnya, kok bisa-bisanya orang ini mau ngasih testi ke gue? Namanya sama sekali belum pernah gue denger. Tapi berhubung dia iparnya Anton dan Nurin, ya udah deh demi sopan santun gue add aja. Ternyata…. orang ini kenal gue karena pernah baca Le Komplek dan Kampret, koran-koran iseng yang gue bikin waktu kuliah!

Jadi ceritanya, Anton dulu selalu gue kirimin Le Komplek dan Kampret setiap habis terbit karena dia kolektor gambar-gambar hasil karya gue sejak dari jaman SMA dulu. Koran-koran itu disimpen sama Anton dan ditunjukin ke salah satu saudaranya, yang bernama Ninit. Sama Ninit, ditunjukin lagi ke Adit, pacarnya. Beberapa tahun kemudian mereka married, dan Adit-nya nulis novel laris yang berjudul “Jomblo”. Habis itu Adit ikutan Friendster, gue juga, nah di situ ketemu deh:-) Sejak kenalan di friendster itu gue jadi sering email-emailan sama Adit dan Ninit, dan mereka selalu mendorong gue untuk nulis novel juga. Toh dulu udah pernah bikin koran iseng, kenapa sekarang ga diseriusin aja? Gue pikir, iya juga, ya.

Lebih lucu lagi kalo memasukkan faktor Ida ke dalam urut2an ini karena Ida itu juniornya Ninit waktu di SMA, dan termasuk salah satu korban yang dibentak-bentak waktu acara LDK di sekolahnya! Hehehe… plus ada satu lagi sih koneksinya Ida ke Adit, tapi ntar kalo gue tulis di sini gue dimarahin, mending ga usah deh. Intinya salah satu orang yang dikenal Ida merupakan temen kuliahnya Adit, gitu aja deh biar aman 🙂

Bulan Agustus gue join multiply karena ajakan Nina. Tadinya gue pikir gue tinggal narik2in temen2 gue di friendster untuk join ke sini, tapi ternyata peminat MP beda sama friendster. Gue malah lebih banyak nemu temen baru di sini, dan salah satunya adalah Bayu. Setelah Bayu masuk dalam daftar contact gue, yayangnya yang bernama Ade (beda sama Ade yang di atas) ikutan. Habis itu mereka berdua juga add Ida, berikutnya Ade dan Ida saling kirim2an message dan sms, sampe akhirnya janjian kapan2 mau ketemuan. Selain itu Bayu dan Tria juga sempet berbisnis ria, juga gara-gara kenal di multiply.

Nah, Sabtu tanggal 20 November 04 itu gue lagi ada di Bandung karena rombongan keluarga gue kenalan untuk pertama kalinya sama keluarganya Ida. Kebetulan pada hari yang sama Adit dan Ninit juga lagi ada di Bandung. Siang dan sore kita sms-an, dan malemnya akhirnya sepakat untuk ketemuan di McD simpang Dago. Padahal selama ini kalo gue lagi ada di Bandung, haram hukummnya makan di resto fastfood saking banyaknya pilihan makanan enak yang khas sana. Tapi untuk kali ini pengecualian deh!

Lucu banget pas ketemu, kita udah langsung bisa saling mengenali karena selama ini gue juga sering baca blog mereka. Kayaknya udah kenal dari kapan tau, padahal kalo dipikir2 baru mulai kontak beberapa bulan sebelumnya dan malam itulah kali pertama gue ketemu langsung sama mereka. Satu jam lebih kita ngobrol2, dan gue dapet banyak banget

masukan berharga tentang penulisan novel, yang ditulis sama Adit di atas kertas alas nampan McD. Kesempatan langka banget kan?

Besokannya, gue berencana pulang naik kereta siang, waktu Ade sms Ida nanyain kemungkinan untuk ketemuan. Setelah diitung-itung masih ada cukup waktu sebelum kereta gue berangkat, maka gue dan Ida nyamperin Bayu dan Ade di stasiun terus bareng2 cari tempat makan siang deket2 situ. Itu juga sama, pas ketemu udah langsung seru aja kayak udah kenal lama, padahal sebelum hari itu mereka cuma tulisan-tulisan dan foto di layar monitor.Kita akhirnya makan di Warung Cepot, resto masakan sunda yang pernah gue temukan waktu jalan2 di bandung tahun 2003.

Akhir kata, thanks to friendster dan multiply, gue jadi bisa punya temen-temen baru yang nambah wawasan gue tentang banyak hal. Dan kayanya gue harus merevisi definisi gue tentang “temen”:

Orang yang elo kenal, dan juga kenal dengan elo, ternyata punya sejumlah kecocokan, saling punya pengetahuan yang cukup mengenai kehidupan masing-masing, dan elo temui secara reguler. Nice to know you all, guys!:-)

%d blogger menyukai ini: