Obrolan Bisnis Misterius


bisnis_misterius

Mbak2 di meja sebelah lagi nelepon, kayaknya ngobrolin bisnis.
“Kalau saya sarankan, lbh baik ibu ambil tipe 28 aja. Soalnya kalo tipe 31 susah jualnya lagi. Kecuali kalo ibu emang mau piara…”

Gue tertarik denger kata2 ‘piara’. Bisnis apa sih ini?

(lebih…)

Iklan

Tujuh Kecurigaan Gue kepada MLM dan yang Terjadi Setelah Istri Gue Join Oriflame


wp-1524629201732..jpg

Hampir 10 tahun lalu, kalo ditanya orang, “profesi apa yang paling bego sedunia?” maka gue akan jawab “anggota MLM”.

Lha gimana nggak bego,  proses gabungnya aja harus pake jebakan betmen.

(lebih…)

OGC 2017: Udah Pernah ke Roma, tapi… (15)


Posting sebelumnya: 

Hari-hari terakhir di kapal

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

 

Jum’at 29 September 2017

Hari terakhir di kapal.

Sebelumnya udah diumumin bahwa bis yang mengangkut kami dari pelabuhan ke bandara Leonardo Davinci akan diatur berdasarkan jam keberangkatan pesawat. Gue dan Ida sebenernya dapet pesawat siang, tapi Ida punya rencana lain.

“Daripada kita cuma di kapal sampe siang, mendingan kita ikut bis yang berangkat pagi, jadi bisa jalan-jalan dulu di Roma!” kata Ida. Maka jam 5 subuh kami udah sarapan di Ocean View Cafe.

(lebih…)

OGC 2017: Hari-Hari Terakhir di Kapal (14)


Posting sebelumnya:

Kenyang ngerasain hujan ala Yunani

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Rabu 27 September 2017

Baru masuk kapal jam setengah 1 pagi setelah keluyuran seharian di Athena, dan nemuin paket berisi benda-beda ini:

DSCF4393

Jadi di setiap conference Oriflame, selalu ada goody bag berisi aneka produk dan gimmick buat conference selanjutnya, biar pesertanya makin semangat ngejar kualifikasi. Dari isi goody bag tahun ini, yang paling menarik bagi gue tentulah protein powder yang belum masuk Indonesia.

(lebih…)

OGC 2017: Misi Berani Nyasar di Athena (11)


Posting sebelumnya: 

Nonton seminar bisnis dalam kemasan showbiz ala Oriflame.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Masih Selasa, 26 September 2017

Sejak masih di Jakarta, tujuan yang diidam-idamkan Ida kalo udah nyampe ke Athena adalah Akropolis, situs sejarah kebudayaan Yunani. Dan seperti biasa, kami nggak ingin mencapai tempat itu dengan naik taksi. Kurang seru, karena pasti nyampe. Di kota yang baru kami kunjungi, kami suka nyoba-nyoba angkutan umum yang pake rute, karena dengan demikian bisa punya pengalaman lebih banyak dan lebih seru karena ada faktor ketidakpastiannya.

(lebih…)

OGC 2017: Nonton CEO Keringetan di Business Rally, Athena (10)


Posting sebelumnya: 

Perjalanan beberapa jam menuju beberapa ribu tahun yang lalu.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Selasa, 26 September 2017

Satu hal yang rada bahaya dari ikutan cruise adalah timbulnya kebutuhan untuk menemukan pemandangan baru setiap pagi. Seperti hari ini, pagi-pagi bangun, pergi ke balkon dan menemukan pemandangan kayak gini:

(lebih…)

OGC 2017: Ephesus (09)


 

Posting sebelumnya: 

Jalan-jalan di kota dengan ancer-ancer rumah paling rumit sedunia, dan mainan spooky yang sebaiknya nggak dipasang di depan rumah saat gelap.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Senin 25 September 2017

Setelah berhari-hari hidup di atas kapal, goyangan ringan dan suara lirih mesin kapal jadi bagian dari kondisi “normal”, sehingga kalo dua hal itu hilang malah terasa aneh. Itu yang gue rasakan saat bangun pagi di tanggal 25 September 2017. Nggak ada goyangan, nggak ada suara mesin, maka cuma satu artinya: kapal udah sandar.

Gue mengarah ke balkon dan menemukan pemandangan ini:

(lebih…)

OGC 2017: Mykonos (08)


Posting sebelumnya:

Serbuan Tim Jaket Biru di seluruh penjuru kapal.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Minggu 24 September 2017

Dalam perjalanan dari Roma menuju Mykonos, kapal kadang berlayar mepet pesisir, kadang di tengah lautan lepas. Saat-saat lagi mepet pesisir itulah saat-saat yang berbahagia, karena selain dapet pemandangan menarik untuk difoto, juga dapet… sinyal data.

Prediksi Pak Fawzy yang pernah gue tulis di sini bener, wifi kapal nggak sanggup melayani 3.000 emak-emak Oriflame yang demen online. Sinyal wifi kapal nggak pernah lewat dari 50 KB, tapi lebih sering lenyap samsek. Kalopun angkanya membesar, huruf belakangnya mengecil, misalnya jadi 400 B alias 1 KB pun nggak sampe!

(lebih…)

OGC 2017: The Blue Tsunami (07)


Posting sebelumnya: 

Blusukan subuh keliling kapal, siapa yang diuntungin di Oriflame, dan pemasaran desperado bartender kapal.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Masih Sabtu 23 September 2017

Seperti udah gue bilang di posting-posting sebelumnya, di Oriflame Gold Cruise 2017 ini ada 6.000 konsultan dari seluruh dunia, naik 2 kapal yang masing-masing berkapasitas 3.000-an orang. Seluruh kontingen Indonesia yang berjumlah 450 orang kebagian naik kapal Celebrity Reflection. Dengan jumlah 450 orang itu, Indonesia menjadi negara dengan kontingen terbesar kedua. Lalu, siapa kontingan terbesarnya?

(lebih…)

OGC 2017: Blusukan Subuh Keliling Kapal (06)


Posting sebelumnya: 

Cafe di kapal membuat gue mampu menghayati perasaan kambing-kambing di tanah sengketa.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Sabtu 23 September 2017

Kebangun jam 4 pagi gara-gara badan gue masih merasa berada di Jakarta yang lebih cepet 4 jam sehingga dia mungkin ingin buru-buru ngantor. Mau tidur lagi nggak bisa, akhirnya gue dan Ida malah jalan-jalan keliling kapal.

Gue ngebayangin kalo ada orang masuk kapal ini dalam keadaan dibius, dia mungkin gak akan sadar bahwa dia ada di dalam kapal. Mungkin dikiranya dia ada di sebuah mall, di daratan.  Foto main atrium berikut mungkin bisa sedikit menggambarkan:

(lebih…)

oriflame sebagai survival tool


logo oriflame jadul

Nggak kayak Ida yang kayaknya sejak lahir ditakdirkan sebagai manusia Indonesia tulen dalam arti gemar ngobrol ngalor-ngidul sambil berbasa-basi, keterampilan gue di bidang yang satu ini terus terang agak memprihatinkan. Kalo lagi terjebak di situasi penuh orang asing semisal halte bis atau ruang tunggu dokter, gue biasanya masang tampang “JANGAN NGAJAK NGOBROL” sambil berharap batre HP nggak cepet habis biar tetep ada yang dimainin tanpa harus ngobrol sama orang sebelah. Tapi tetep ada aja orang bernyali tebal yang berusaha menembus tampang “JANGAN NGAJAK NGOBROL” gue dan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti, “Lagi nunggu juga, Pak?” atau “Ck, lama sekali ya dokternya nggak dateng-dateng… Udah lama juga nunggunya, Pak?”

Kata Ida, bersilaturahim itu memperbesar pahala, tapi sampe sekarang gue masih sulit menemukan apa pentingnya menjawab sebuah pertanyaan yang jawabannya udah diketahui oleh yang nanya, atau pertanyaan yang kalo nggak dijawab juga emangnya kenapa.

Biasanya, alur obrolan ruang tunggu akan berlangsung sebagai berikut:
“Udah lama nunggunya, Pak?”
Enggak, baru sedetik yang lalu gue baru diteleport ke sini dari kapal Enterprise. Mungkin lu lagi ngedip, jadi nggak liat. – “Iya”
“Saya tadi udah buru-buru dari rumah, mana kena macet, eh taunya sampe sini dokternya belum datang. Kena macet juga tadi pak?”
Siapa? Siapa yang nanya? – “Iya, macet.”
“Pemerintah kita itu aneh sih, seharusnya untuk mengatasi kemacetan itu kan… blablabla…”

Top 5 topik obrolan nggak penting biasanya adalah:
1. Macet
2. Cuaca (panas, hujan, banjir)
3. Politik dan Pemerintah (Pejabat asal ngomong)
4. Perekonomian (harga-harga naik)
5. Skandal artis (kalo lagi heboh soal beredarnya video porno)

Nah, untunglah sekarang Ida ikutan Oriflame. Berdasarkan sampling beberapa waktu terakhir, topik Oriflame biasanya ampuh menghentikan ajakan ngobrol basa-basi ala Indonesia. Penyebabnya adalah karena image MLM yang masih cukup ‘mengerikan’ di kalangan masyarakat umum, sehingga mereka ngeri disuruh join. Mungkin dikiranya kalo ikut Oriflame harus minum darah bayi kaya mau babi ngepet.

Nah, udah tau gitu, maka dengan riang gembira gue manfaatkan secar optimal dalam acara-acara ngobrol ala Indonesia sehingga flownya akan menjadi sebagai berikut:
“Udah lama nunggunya Pak?”
“Udah. Tapi untung saya punya bacaan menarik, BROSUR ORIFLAME. Bagus lho Pak! Mau liat? Atau mau join sekalian?”

Sekitar 90% pengajak ngobrol akan melipir dan memilih ngobrol sama orang lain, permisi ke toilet, atau sibuk mainan HP.

Selain itu, Oriflame juga bermanfaat untuk membalas SMS Spam yang nawarin KTA. Ida dan beberapa temennya udah nyoba, setiap kali dapet SMS gelap nawarin KTA, dibalas dengan tawaran join Oriflame. Sejauh ini udah ada 1 orang yang closing 🙂

Oriflame vs bisnis konvensional, di mana bedanya?


Menyambung jurnal gue sebelumnya, di jurnal ini gue mencoba menjelaskan gimana pengamatan dan pemahaman gue atas perbedaan antara proses distribusi yang terjadi di Oriflame dengan yang terjadi di perusahaan konvensional (non-MLM). Yang perlu gue tekankan di sini adalah; ini hasil pengamatan gue sendiri dan tidak berdasarkan informasi apapun dari pihak Oriflame. Jadi, mungkin aja ada banyak kekeliruan di sana-sini ya.

(lebih…)

oriflame: bisnis betulan atau bukan sih?


Daripada gue panjang-panjang nulis di reply mubazir, mending gue posting baru aja deh. Kebetulan gue kurang hobi nulis panjang-panjang di reply, nggak kayak “orang-orang tertentu”.
Pertanyaan yang akan gue jawab di sini adalah, “Apakah Oriflame adalah bisnis yang riil?”
Gue akan mulai dengan mendefinisikan seperti apakah bisnis yang riil itu?

Bisnis yang riil, menurut gue, minimal harus punya 3 komponen:
– produsen
– produk barang / jasa
– konsumen

“Ya iya lah, tentu aja harus ada 3 komponen itu, masa gitu aja harus dijelasin lagi, sih?”

Oh jangan kira orang nggak akan terkecoh untuk hal yang sesederhana itu. Beberapa tahun yang lalu masyarakat pernah dihebohkan dengan sebuah ‘peluang investasi’ yang ‘dijamin untung’. Peserta yang berminat tinggal membayar paket awal seharga (kalo gak salah) Rp400 rb, lantas mendapat ‘hak reseller eksklusif’ untuk menjual paket yang sama kepada orang lain. Dari setiap orang member baru yang kita rekrut dalam ‘investasi’ tersebut, maka kita akan dapet Rp100 ribu rupiah. Artinya, kalau kita berhasil merekrut 4 orang aja, kita udah balik modal dengan peluang untuk mendapat keuntungan berkali-kali lipat dari setoran awal kita.

Apakah peluang investasi semacam itu bisa betul-betul menghasilkan keuntungan? Jawabnya IYA, dalam jangka pendek.
Apakah peluang investasi itu adalah bisnis riil? Jawabnya TIDAK.

Alasannya sederhana: karena nggak ada produk yang diperjualbelikan.

Investasi semacam itu hanya bisa berjalan selama ada anggota baru yang direkrut. Kalau nggak ada lagi member baru bergabung, maka nggak ada lagi pemasukan. Dan akhirnya bubar. Investasi model beginian disebut skema piramid, alias pyramid scheme, atau ponzi scheme. Silakan googling sendiri kalo mau tau lebih banyak soal ini. Gue sendiri beberapa tahun yang lalu sempet iseng bikin blog tentang investasi model beginian, tapi udah lama gak gue update. Silakan diliat-liat di sini. (Update: blog udah dihapus)

Tentunya dengan berjalannya waktu, orang semakin pinter bikin akal-akalan ‘peluang investasi’ sejenis. Maka mereka membuat seolah-olah ada produk riil yang diperjualbelikan, mulai dari e-book, voucer hotel, atau pulsa ponsel. Kita diiming-iming untuk bergabung dan menjadi ‘reseller‘ produk-produk tersebut dan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari uang pendaftaran orang-orang yang kita rekrut.

Produsennya ada, produknya ada, konsumennya ada.
Lalu di mana salahnya?

‘Salah’-nya adalah, apakah konsumennya riil.

Sekarang mari berpikir dengan kepala jernih dan pandangan obyektif: kalo elu ditawari 20 buah e-book berisi rahasia bisnis super dahsyat yang ‘konon’ nilainya mencapai Rp3 juta seharga hanya Rp200 ribu aja, apakah elu mau membelinya?

Mau?

Boss, sekarang ini eranya google, rapidshare dan 4shared. E-book macam apa sih yang nggak bisa kita dapetin secara gratisan? E-book itu kan ya… elektronic book, formatnya digital, nggak ada bentuk fisiknya. Artinya bisa dipindahtangankan dengan gampang lewat e-mail, rapidshare atau 4shared. Jangankan e-book ‘rahasia bisnis’ yang belum jelas ujung pangkal penulisnya. Komik-komik langka collector’s item yang kalo dilelang bisa berharga ribuan dollar aja bisa dengan gampangnya kita sedot dari internet, kok. Betul demikian, bapak Denny? Jadi, sekalipun produknya betulan ada, konsumennya tidak riil. Maksud gue, nggak ada satupun orang yang waras dan/atau cukup berwawasan mau membeli produk-produk tersebut kalau tidak disertai embel-embel peluang mendapatkan keuntungan. Jangankan 200 ribu, disuruh bayar 10 ribu aja gue pun ogah. Dengan kata lain, yang dibeli orang bukanlah produknya, tapi peluang investasinya. Peluang investasi dengan produk yang tidak punya konsumen riil, bukanlah bisnis yang riil.

Lalu gimana dengan peluang investasi bisnis pulsa dan voucher hotel yang ditawarkan dengan cara yang sama?

Ada yang riil, ada yang enggak.Yang membedakan adalah harganya, dan sistem bagaimana elu bisa menarik keuntungan dari investasi tersebut.

Produknya mungkin aja riil berupa pulsa dan voucher hotel, tapi kalo harganya jauh di atas harga pasaran, maka kemungkinan itu bukanlah bisnis yang riil. Kenapa? Karena balik lagi seperti yang gue jelaskan sebelumnya: nggak ada konsumen yang mau membelinya kalau tidak disertai embel-embel peluang mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, kalopun ada orang yang beli, yang sesungguhnya mereka beli bukanlah produknya melainkan peluang investasinya.

Ciri ke dua dari bisnis yang tidak riil adalah: elu baru bisa mendapat keuntungan kalau ada member baru yang bergabung. Bisnis yang riil mampu menghasilkan keuntungan dengan kondisi jaringan stagnan / tidak berkembang. Contohnya, lagi-lagi, warung rokok. Kalo lu buka warung rokok, maka lu bisa dapet keuntungan setiap hari sekalipun lu hanya punya satu warung. Kalo lu punya duit lebih, lu bisa buka cabang dan memetik keuntungan lebih besar. Tapi kalo enggak, lu bisa bertahan dan terus memetik keuntungan dengan warung yang udah ada. Sedangkan bisnis yang tidak riil berhenti menghasilkan uang saat tidak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut. Lha penduduk dunia ini kan ada batasnya. Kalo semua orang udah direkut, lantas bisnisnya stop, dong?

Kembali ke pertanyaan awal, apakah oriflame adalah bisnis yang riil?

Menurut gue, jawabannya adalah YA, karena:

  1. Produsennya riil, dan barang-barang yang ditawarkan dalam bisnis ini betulan hasil produksi dari produsen tersebut (bukan barang titipan). Proses produksinya juga jelas, dan punya sederetan sertifikat yang membuktikan kualitas barang-barang produksinya.
  2. Barang-barangnya riil, dalam arti betulan punya nilai market yang nyata. Apakah ada orang yang mau beli sabun mandi seharga 12- 15 ribuan, atau shampoo seharga 20 ribuan? Ada, bahkan banyak. Di supermarket juga bisa kita temukan produk-produk dari merk lain dengan harga setara. Selain itu, tidak semua pelanggan oriflame adalah member. Artinya, ada banyak orang yang mau terus membeli produk oriflame karena cocok dengan produknya, bukan karena tergiur iming-iming keuntungan.
  3. Sumber keuntungannya riil, yaitu berasal dari komponen paling dasar dari bisnis sejak jaman kuda gigit besi: selisih antara harga beli dan harga jual produk – dan bukan dari aktifitas merekrut. Di bisnis oriflame sama sekali nggak ada keuntungan langsung dari uang pendaftaran member baru. Lu boleh aja ngerekrut sejuta orang, tapi kalo nggak ada satupun dari mereka yang melakukan transaksi produk, maka keuntungan yang lo dapet adalah 0. Dan jangan kira satu-satunya cara untuk mendapatkan keuntungan di Oriflame adalah dengan merekrut member. Skema bisnisnya memungkinkan elu untuk menjalankan bisnis ini sendirian, tanpa merekrut satu orang pun, dan tetap mendapatkan keuntungan puluhan juta setiap bulannya.

Pertanyaan berikutnya adalah: kalau produknya adalah produk yang ‘umum’, lantas kenapa dia terlihat berbeda dari produsen produk kecantikan dan perawatan tubuh lainnya?

Daripada kepanjangan, soal itu mending gue bahas di posting lainnya aja deh ya.

Peluang sukses berbisnis oriflame hanya 1 persen! Benarkah? Survei membuktikan…


Sejak Ida mulai ber-oriflame, salah satu respon orang yang sering terdengar saat diajak bergabung adalah, “Bisnis MLM itu susah! Peluang suksesnya paling hanya 1%” Sebagai orang yang lumayan sering ikutan hadir di acara-acara rekognisi Oriflame dan ngeliat tiap bulannya ada aja puluhan orang yang naik panggung untuk menerima penghargaan saat mencapai level baru, gue sendiri meragukan apa benar peluang sukses di bisnis ini hanya sekecil itu. Tapi pertanyaannya, kalau bukan 1% lantas berapa?

(lebih…)

kalo director oriflame dapet calon downline gila


Pada suatu malam, istri minta dibuatin badge yahoo messenger di blog oriflamenya. Setelah sukses masang badge, gue bongkar-bongkar account yahoo dan tiba-tiba aja kepikiran bikin account baru.

Ida seperti biasa lagi ngendon di kamar sibuk meladeni buzz-buzz YM orang yang mau pesen kue dan nanya-nanya oriflame. Maka nyeliplah sebuah user YM gadungan bernama tik483a. Eh kok ya ternyata si istri meladeni pertanyaan-pertanyaan bodoh dari account gadungan ini dengan riang gembira. Berikut salinan percakapannya:

tik483a: malam mbak
ida_lho: Malam 🙂
tik483a: mau tanya2 boleh?
ida_lho: Silahkan
tik483a: mbak udah berapa lama oriflame?
ida_lho: 1 tahun 3 bulan mbak 🙂
ida_lho: 😀
tik483a: itu sambil ngantor atau di rumah aja?
ida_lho: Saya bisnis cake juga http://www.kotakkue.com
tik483a: saya sebenernya ingin ikutan oriflame, tapi saya ngantor. pulang sekitar jam 8 -9 malam. bisa nggak ya mbak?
ida_lho: Banyak teman2 saya yg juga kantoran, bisa sukses di bisnis ini
tik483a: sampe director juga mbak?
ida_lho: Iya 😀
tik483a: trus kl spt saya gn gmn cr downlinenya mbak
tik483a: pagi sy brkt jam 6
tik483a: pulang malam

Ceritanya si tik483a ini orangnya tipe pesimisan dan banyak alasan. Kita liat gimana reaksi ibu director menghadapi calon downline model beginian:

ida_lho: Ya seperti saya bilang tadi, kita yg menyediakan waktu untuk oriflame
ida_lho: 2 orang teman dekat saya di oriflame tadinya ngantor
ida_lho: Memang, jadinya capeknya nambah, karena saat orang lain istirahat wiken, mereka harus presentasi sana-sini, cari donlen
tik483a: jd cr downlinenya wiken aja ya mbak?
ida_lho: Hasilnya, 5 bulan sudah senior manager 🙂
tik483a: senior manager sama director tinggian mana mbak
tik483a: eh sori mbak lg sibuk ya
ida_lho: Enggak, jam kerja saya ya jam segini
ida_lho: Bisa tenang browsing, maintain blog, kirim email ke downline
tik483a: suaminya nggak papa mbak sibuk malem2?
ida_lho: Suami saya sangaaat mendukung kegiatan oriflame saya, alhamdulillah
tik483a: saya ini orangnya nggak bisa dandan mbak. kl saya ikut oriflame gimana nawarinnya ya
tik483a: soal makeup gitu saya kurang ngerti mbak
ida_lho: Lho, di oriflame itu juga banyak yg laki2
ida_lho: Downline saya malah ada yg sudah senior manager, laki2 🙂
ida_lho: Hihihihi
tik483a: ah laki2 melambai kali mbak, jualan kosmetik

…dan negative thinking…

tik483a: saya ini bener2 nggak ngerti deh yg namanya dandan
ida_lho: Bisnis ini gak kenal gender mbak
tik483a: kata suami saya, nggak usah repot2 dandan, percuma, katanya
ida_lho: Kalau bicara bisnis, laki atau perempuan sama saja
ida_lho: Saya juga gak pinter dandan
tik483a: ah mbak bisa aja
tik483a: saya kan ud liat fotonya mbak
tik483a: cantik

…sedikit carmuk…

ida_lho: Aduuuuh, beneran deeeh, saya itu gak bisa dandan mbaaak
tik483a: mbak dulu nawarinnya gimana sih kosmetik2 gitu
tik483a: dari rumah ke rumah ya?
ida_lho: Kami ini bukan sales kosmetik mbak, tapi konsultan oriflame 😀
ida_lho: Jadi ya gak pake acara nawar2kan barang door to door
tik483a: jadi nggak pake jualan mbak?
tik483a: gak ditarget, gitu?
ida_lho: Semuanya dikemas dalam katalog cantik
tik483a: temen saya pernah bawa katalognya mbak
tik483a: saya liat2 sih bagus tapi kalo ditanya orang soal kosmentik saya nggak ngerti jawabnya
ida_lho: Mbak di jakarta?
tik483a: misalnya ditanya lipstik apa yg cocok buat saya gitu
tik483a: kan bingung jawabnya tuh mbak
tik483a: saya sendiri jrang pake lipstik
tik483a: saya di jakarta mbak
ida_lho: Strateginya beda soalnya mbak.. 🙂
tik483a: bedanya gimana mbak
ida_lho: Makanya saya tanya, mbak kerja atau ibu rumah tangga?
tik483a: kerja mbak
ida_lho: Oia, sorry, tadi kan udah bilang ya
ida_lho: :))
tik483a: iya mbak. mana pulangnya malem
tik483a: kalo liat mbak dapet juta juta gitu sih pengen mbak
tik483a: tapi nggak kebayang gimana caranya
tik483a: gaji saya kecil mbak
ida_lho: Saya ini orang yg gak pernah tertarik sama bisnis MLM mbak
ida_lho: Suami saya awalnya benciiii sekali MLM
ida_lho: Makan dia agak gak yakin saya bisa jalan di oriflame
tik483a: tapi mbak enak ya, nggak ngantor jadi kan bisa atur waktu

…menderita “Sindroma Terang Aja”

ida_lho: Mudah2an bisa mencerahkan mbak
tik483a: apanya mbak yang mencerahkan?
ida_lho: Pengetahuan ttg oriflame-nya
tik483a: saya masih belum kebayang mbak
ida_lho: Blogspot saya?
tik483a: udah baca mbak, tapi saya kayaknya nggak bisa kayak gitu
ida_lho: Nah, mbak jadi punya bayangankan, apa yg harus dilakukan kalo pengen juta2 dari oriflame
tik483a: yang kebayang skrg kita harus sering nawar2in ya mbak
tik483a: saya orangnya paling nggak bisa deh mbak suruh nawar2in gitu
tik483a: nggak pinter ngomong mbak
tik483a: kalo suami saya tuh pinter banget ngomong
tik483a: makanya saya suka nggak kebagian
ida_lho: Nah, kenapa gak kerja sama dgn suami?
tik4
83a: ah dia sih orangnya susah

tik483a: apalagi mbak bilang kerja wiken
tik483a: wiken dia pergi mancing mbak
ida_lho: Harus positif terus mbak, buang perasaan gak bisanya 🙂
tik483a: iya mbak
tik483a: maaf nih jadi curhat
ida_lho: Saya ngerti kok, mbak pasti pengen punya penghasilan tambahan, tapi masih terhalang ama diri mbak sendiri kalo saya bilang
ida_lho: Makanya, membuat diri positif dulu cukup penting sebelum terjun ke bisnis MLM seperti ini
tik483a: emang udah suratan saya kali ya mbak
ida_lho: Gak ada suratan mbaaak.. Semua bisa diusahakan
ida_lho: Saya ceritain nih mbaak, di bandung, ibu2 lulusan smp, kerjanya baby sitter, bisa mendobrak rasa gak yakin terhadap diri sendiri, dan menjalankan bisnis ini
tik483a: saya kurang sabar sama anak-anak mbak, jadi kurang bakat jadi baby sitter

…dan lemot…

Di titik ini ida udah manggil2 dari kamar sambil ketawa-ketawa ngetawain kedodolan si calon downline gadungan ini, sementara gue juga udah mulai kesulitan menjaga agar tampang tetap lurus.

tik483a: menurut mbak saya mending usaha oriflame atau jualan kue ya?
tik483a: saya bisa bikin kue
ida_lho: Lhooo, bukan saya suruh mbak jadi baby sitter.. Hihihi
ida_lho: Maksud saya, ibu2 yg kerjanya baby sitter, lulusan smp, karena yakin mau menjalankan bisnis ini, bisa jalan juga 🙂
tik483a: tadi mbak bilang ada yang jadi baby sitter sukses
tik483a: oh maksudnya usaha oriflame ya?
ida_lho: Bukan, dia baby sitter, sukses menjalankan oriflame
tik483a: iya mbak, maaf salah paham
tik483a: saya ini memang agak lemah pemikirannya mbak
tik483a: suami saya sering bilang
tik483a: kadang kalo saya aja ngobrol dia suka marah
tik483a: krn saya suka sulit mengertinya mbak
tik483a: dulu waktu kecil kata ibu saya sering sakit panas
ida_lho: Ini, buktinya ngobrol sama saya mbak ngerti 🙂
tik483a: yang saya nggak ngeerti cuma mulainya mbak
tik483a: jadi saya harus gimana mulainya
ida_lho: Mbak kerjanya di daerah mana?

Di titik ini akhirnya Ida keluar kamar dan nodong, “aku curiga ini bahasanya suamiii!!!”

Yah, ketahuan deh. Dan berakhirlah riwayat si tik483a, calon downline oriflame bernasib malang dan berotak lemot…

  • Komentar Terbaru

    mbot pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    Josea Agx pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    mbot pada Hidup Mapan Adalah…
    gegelin2 pada Hidup Mapan Adalah…
    Bali trip 2 hari 3:… pada Honeymoon hari 1: tim rusuh MP…
    Bali trip 2 hari 3:… pada Hotel Harris, Kuta Bali
    Bali trip 2 hari 2:… pada Ida dan Misteri Pulau Pen…
    Bali trip 2 hari 2:… pada Hotel Alam Kulkul
    Bali trip 2 hari 2:… pada Bali trip 2 hari 3: Next time…
    Bali trip 2 hari 1:… pada Bali trip 2 hari 2: Denpasar,…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.428 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: