Imbuhan Rancu yang Bikin Gawat


bahasa

Beda dengan bahasa Inggris, bahasa Indonesia punya banyak imbuhan.

Sebuah kata dasar, dikasih imbuhan, maknanya bisa berubah. Imbuhannya diganti, maknanya bisa bertolak belakang.

Contohnya imbuhan di-kan dan di-i.

Dua-duanya kata kerja pasif, bedanya: kalo di-kan subyeknya bergerak, dan di-i subyeknya nggak bergerak.

Contoh:

Batu dilemparkan oleh Budi. – Batunya gerak.
Rumah dilempari Batu (oleh Budi). – Rumahnya nggak gerak.

Mobil dijalankan. – Mobilnya gerak.
Jalan setapak dijalani. – Jalan setapaknya nggak gerak.

Permasalahan timbul kala bahasa Indonesia dicampur dialek Betawi, dan muncullah imbuhan di-in. Ini bikin pusing bener, karena di-in bermakna ganda, bisa berarti di-kan, bisa juga di-i. Ini kan jadi nggak jelas, yang mana yang gerak, mana yang gak gerak.

Contoh:

“Gila, batu yang dilemparin sekolah lawan gede-gede banget!” – ini maksudnya ‘dilemparkan’.
“Ancur dah sekolah gue dilemparin batu segede-gede gitu!” – ini maksudnya ‘dilempari’.

“Mobil gue tiap kali dijalanin kok bunyinya aneh, ya?” – ini maksudnya ‘dijalankan’.
“Udah lah, yang penting dijalanin aja dulu, kita lihat nantinya gimana.” – ini maksudnya modus, eh maksudnya ‘dijalani’.

Kalo kata dasarnya cuma ‘lempar’ dan ‘jalan’ masih enak. Jadi runyam kalo udah mulai melibatkan kata-kata tertentu.

Contoh:

“Sari nggak mau dimasukin,soalnya masih capek, mau ngaso dulu.” (Maksudnya
dimasukkan ke daftar peserta piknik).

“Pantesan kok lu kelihatannya lemes banget, rupanya tadi abis dikeluarin ya?” (Maksudnya dikeluarkan dari daftar calon penerima bonus).

Dan…

“Adik meronta-ronta waktu mau dinaikin.”(Maksudnya dinaikkan ke mobil untuk
dibawa ke mantri sunat.)

Demikian kajian bahasa kita kali ini, semoga (walaupun kecil kemungkinan) bermanfaat.

Gambar gue pinjem dari sini.

Iklan

Antara Bego dan Bloon, Sebuah Kajian Linguistik


Daihatsu BegoWaktu mau makan siang, seorang teman denger seseorang berkata “Bego lu!”; lantas melontarkan pertanyaan penting, “Kenapa ya, orang lebih seneng ngomong ‘bego’ daripada ‘bloon’, padahal artinya kan sama?”

Wah, ini pertanyaan yang menarik sekali!

  (lebih…)

Agar


Wahai kalian, kroco-kroco kantoran, gue yakin kalian pernah baca/denger Boss bikin kalimat kayak gini:

“Seluruh karyawan agar mengikuti ketentuan… blablabla…”

Atau di surat undangan acara yang berpotensi tinggi dijadikan ajang ngabur, biasanya tertulis:

“Dalam pelaksanaan acara, seluruh karyawan agar datang tepat waktu.”

Perhatiin kata ‘agar’-nya.

(lebih…)

Menteri Dukungan Rakyat Nggak Jelas


“Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang nggak jelas itu,”

kata Menko Polhukam Tedjo Edhy mengomentari aksi dukungan massa di kantor KPK. Akibatnya rakyat pendukung KPK tersinggung, karena merasa dikatain ‘nggak jelas’ oleh Pak Menteri.

Padahal belum tentu yang dimaksud ’nggak jelas’ adalah rakyat loh!

(lebih…)

Terkontal KONTAL


Beberapa hari lalu, pas lagi mau ngambil minum, beberapa orang yang lagi ngerubung di sebuah kubikel manggil.

“Gung, tahun ini kan kita mau bikin kontes sales tingkat nasional, tapi belum nemu namanya. Minta ide dong, nama kontes yang catchy, gampang diinget,” kata salah satu dari mereka.

“OK, gue mikir dulu,” jawab gue sambil melanjutkan perjalanan ke dispenser.

Beberapa menit kemudian, terbukti kebenaran nasehat orangtua bahwa air putih baik bagi kesehatan.

Buktinya gue langsung dapet ide.

(lebih…)

[2012-024] Kenapa harus pake ‘he he he’ sih?


Malam ini iseng-iseng mampir ke Cali Deli, nostalgia tempat jajanan waktu tinggalnya masih nebeng nyokap. Di sana ada tumpukan majalah yang bisa dibaca di tempat. Ida ambil beberapa, salah satunya Cita Cinta edisi Mei 2012 ini.

[2012-018] Singkatan Jenius yang Meleset


Dua hari yang lalu, gue berkunjung ke sebuah rumah sakit dalam rangka medical check-up tahunan waktu ngelihat poster ini:

delapan - deteksi berkala payudara anda
Ini adalah poster kampanye agar para perempuan rajin memeriksa payudaranya sendiri setiap tanggal 8, biar kalo ada penyakit cepet ketahuan. Sekilas kampanye ini cukup cerdas, karena:
  • Bentuk angka 8-nya udah mengingatkan pada bagian mana yang harus rajin diperiksa
  • Tulisan ‘Delapan’-nya bisa dirangkai-rangkai menjadi kepanjangan yang kayaknya cukup iye yaitu “DEteksi berkaLA Payudara ANda”
Tapi apakah benar kepanjangan itu nyambung dengan tema kampanyenya?
Menurut gue agak melenceng, kalo nggak mau dibilang mengarah ke penyalahgunaan.
Permasalahannya terletak pada kata “Deteksi”. (lebih…)

bahasa inggrisnya keluar kantor


Mbak-mbak resepsionis di lantai 16 panik berat karena ujug-ujug datang seorang tamu bule yang nyerocos pake bahasa Inggris. Dalam keputusasaan, dia nelepon Mas Jamal (bukan nama sebenarnya), tetangga kubikel gue.

“Mas, ini ada tamu bule nyari Pak X, tapi Pak X-nya lagi nggak di kantor. Gimana nih?”
“Ya bilang aja lagi keluar kantor,” jawab Mas Jamal
“Iya tau, bahasa Inggrisnya gimana?”
“Lagi ‘out’, gitu.”
“Masa ‘out’ doang? Out apaan?”
“Nggg… jawab aja, out of order, dah!”

Gue nggak berani ngebayangin apa yang terjadi di lantai 16 sesudahnya.

Menulis Secara Cepat, Efisien, Irit Tempat


Belakangan ini gue menemukan beberapa teman gue punya kebiasaan baru saat menulis yaitu menggantikan “nya” dengan “x”. Jadi kalo mau nulis “misalnya” jadi “misalx”. Awalx gue bingung, tapi temen gue itu bilang tujuanx adalah untuk menghemat tempat dan waktu – serta biaya (kalo konteksx adalah lagi ngirim sms). Lagian, toh huruf x sangat jarang dipake, daripada mubazir kan lebih baik dioptimalkan penggunaanx.

Gue pikir-pikir, bener juga pikiranx. Maka gue mulai nyari-nyari huruf apa lagi ya… yang penggunaanx sangat jarang dalam bahasa Indonesia. Maka tibalah gue pada huruf Q. Huruf Q yang sangat jarang ditemukan dalam kosa kata bahasa Indonesia ini menurut gue cocok untuk menggantikan “ng”. Lumayan kan, daripada nulisx 2 huruf dibacax cuma 1 ya mendiq ganti aja jadi q.

Selain itu, gue juga mequsulkan untuk tidak hanya meqganti “nya” yaq di belakaq kalimat, tapi juga yaq di depan atau di teqah. Misalx “Aduh, tidurku tergaqgu deh, karena semalem di rumah baxk xmuk.”

Biar makin irit tempat, kita bisa optimalkan lagi peqgunaan aqka. Misalx, “7an kita qeblog adalah untuk meniqkatkan kemampuan ta2 bahasa.” Bayaqin, udah berapa persen tuh peqiritanx.

Terakhir, kita bisa optimalkan juga peqgunaan huruf “Z” yaq juga jaraq dipake di bahasa Indonesia sebagai peqganti awalan dan akhiran. Jadi kita bisa znulis bxk hal dalam t4 yaq saqat zbatas, contohx kalo kita lagi z-tweet atau z-plurk. Kita tidak perlu lagi zxaqsiz zgunaz dan zuntuqzx dalam era yaq serba efisien ini. Sekian.

help! apa sih bedanya kata kerja, benda, dan sifat dalam bhs Inggris?


Belakangan ini gue lagi jadi guru bahasa Inggris dadakan. Murid gue adalah seorang pegawai kantoran usia 20-an, yang penguasaan bahasa Inggrisnya masih sangat ‘dasar’. Itulah sebabnya mengapa gue yang bahasa Inggrisnya juga ngepas bisa berani-beraninya ngajarin dia.

(lebih…)

Ini Dia Caranya: Mengembalikan Multiply ke Bahasa Inggris


Bukannya sok “ngenggres”, tapi sekedar udah kadung nyaman dengan navigasi MP yang berbahasa Inggris. Makanya waktu beberapa hari lalu MP bikin ‘kejutan’ dengan mengganti navigasinya ke bahasa Indonesia, gue malah jadi senewen.

Tadinya gue ngubek-ubek menu “akunku” (terjemahan dari “my account”) di sudut kanan atas inbox untuk mencari pilihan bahasa, tapi nggak ketemu. Eee… ternyata dia ngumpet di bagian bawah, seperti ini:

Klik link “English”, maka kalian akan dibawa ke halaman baru yang tampilannya seperti ini:

Nah, tinggal pilih deh bendera Amerika yang ada di sebelah kiri, maka navigasi MP kalian akan kembali ke bahasa Inggris.

Semoga membantu.

hati-hati bikin singkatan


Di kantor, gue kerja di tim “Internal Communication”. Berhubung tim seperti ini relatif nggak terlalu banyak dimiliki oleh perusahaan lain (bukan karena susah tapi karena sering dianggep kurang penting), maka gue sering jadi tempat bertanya soal internal communication oleh temen-temen gue.

Salah satu pertanyaan teraneh soal internal communication gue terima beberapa hari yang lalu,

“Gung, kantor gue mau bikin tim internal communication…”

“OK, trus?” Kirain mau nawarin kerjaan, gitu.

“…tapi gue nggak mau ada kata ‘communication’-nya. Karena nanti dianggap overlap sama tim ‘Marketing Communication’-nya. Enaknya tim ini gue kasih nama apa, ya?”

“Hmmm… apa ya? Employee Communication aja, tim gue di BPPN namanya itu, kerjaannya ya kurang lebih mirip kaya tim gue sekarang.”

“Jangan ada Employee-nya, ntar nggak enak sama orang HRD.”

“Pertanyaan lo nyusahin ya…”

“Ya udah deh gue mikir dulu.”

Hari ini, gue ketemu lagi sama si kutu kupret itu dan dia menyampaikan kabar gembira, “Gung! Gue udah nemu nama untuk tim baru itu! Namanya ‘Information Distribution Team’. Keren nggak?”

“Boleh… boleh… yang paling keren adalah jabatan boss tim tersebut ya…”

“Kenapa emang?”

“Jabatannya kan jadi ‘Information Distribution Head’… disingkat jadi ‘IDiH’…”

“Sial lu…”

Setelah berpisah dengan orang itu, gue pikir-pikir lagi, akan lebih repot kalo timnya merangkap menangani bidang lain… misalnya ‘Information Distribution Head of Personal Performance in General Iteration*’… kalo disingkat bisa jadi…

“IDIH PAPA GENIT”

 

*nggak usah nyari jabatan model gini di struktur manapun, orang gue ngasal bikin  

bahasa Inggrisnya ayam kampung, yang (mudah-mudahan) betulan


ayamBuat yang udah baca buku “Ocehan si Mbot” mungkin masih inget, ada sebuah bab yang ‘ngasih tau’ apa bahasa Inggrisnya ‘ayam kampung’. Sumbernya adalah menu sebuah restoran yang menulis ayam kampung sebagai… ah, baca dong bukunya! :-p

Nah, masih terkait dengan perjalanan Tour de Jawa-Sumatera yang mempertemukan gue dengan Mas Kodak sang gadget freak, gue juga mendapat pengetahuan baru tentang ayam kampung dari si ibu-ibu Singapur.

Pangkal pembahasan terjadi waktu kami mampir ke rumah salah satu nasabah yang jualan aneka keperluan ternak, seperti kandang ayam, pakan ayam, ikan, dan sapi, sampe ke vitamin ternak. Pulang dari sana si ibu-ibu Singapur terkaget-kaget liat betapa banyaknya produk ‘vitamin’ dan ‘suplemen’ yang berkhasiat membuat ayam-ayam ternak menjadi lebih cepet gendut. Dia kuatir ‘vitamin’ dan ‘suplemen’ tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi daging ayamnya.

“…instead of giving the chicken those vitamins, the farmer should let the chicken running around freely, eat natural food,” katanya, “The chicken would be healthier that way. In Singapore and Malaysia, we call it ‘Ayam Kampong’ or ORGANIC CHICKEN.”

Nah, adik-adik, ingat ya… bahasa Inggrisnya ‘Ayam Kampung’ ternyata adalah “ORGANIC CHICKEN”

gambar ayam gue pinjem dari sini, yang mana dipinjem dari sana tapi di sumber aslinya malah udah nggak ada.

Susahnya Kenapa


“Setelah lulus SMA nanti, kamu mau kuliah di mana?”
“Di UGM, kak.”
“Kenapa kamu ingin kuliah di UGM?”
“Karena UGM adalah universitas terbaik di kota Jogja, kak.”
“Oh, jadi sebenarnya kamu ingin kuliah di kota Jogja?”
“Iya, kak.”
“Kenapa kamu ingin kuliah di kota Jogja?”
“Karena di sanalah letak UGM, kak…”

Dialog di atas bukan mengada-ada. Itu adalah penggalan wawancara antara gue dengan salah satu calon siswa di sebuah SMA swasta. Sekedar salah satu contoh bahwa ternyata sebuah pertanyaan sederhana yang diawali dengan kata tanya “kenapa” atau “mengapa” jawabannya bisa rumit setengah mati.

(lebih…)

kajian bahasa: saat yang netral jadi mesum


Sehabis iseng-iseng baca posting gue sendiri yang ini tentang ocehan temen-temen kantor soal ‘keluar’ dan ‘masuk’ yang jadi ngelantur, ditambah pengamatan atas sejumlah fenomena di sekitar gue, maka timbul pertanyaan:

Kenapa ada sejumlah kata yang sebenernya bermakna netral bisa menimbulkan kesan mesum saat digabung dalam sebuah kalimat?

Contohnya sebagai berikut:

“Gila, barangnya udah besar, panjang, lagi…”

Kata “barang“, “besar“, dan “panjang” masing-masing memiliki makna netral, alias nggak mesum. Tapi kalo seseorang mengucapkan kalimat seperti di atas, besar kemungkinan orang-orang di sekitarnya bereaksi sama seperti habis denger omongan mesum. Bahkan bukan nggak mungkin si pembicara mendapat teguran seperti , “Hus! Ngomong apa sih!”

Tadinya gue berasumsi konotasi mesum timbul akibat subyek dalam kalimat di atas bermakna ambigu: “barang” berarti sesuatu yang “anonim” atau “nggak jelas”.

Urutan logikanya adalah:

  • kata “barang” bermakna ambigu
  • kata-kata yang mesum biasanya dihaluskan dalam bentuk yang ambigu
  • kesimpulannya: kata “barang” pasti mesum.

Untuk kata-kata lain seperti “anunya” atau “Itunya“, asumsi ini benar. Tapi ternyata nggak berlaku bila subyek diganti dengan kata-kata lain yang maknanya lebih jelas seperti “burung” atau “rudal“.

Contoh:

“Gila, rudalnya udah besar, panjang, lagi…”
“Gila, burungnya udah besar, panjang, lagi…”

Saat mencari persamaan antara “rudal” dan “burung”, gue berasumsi bahwa kata-kata tersebut menjadi mesum karena bentuk “rudal” dan “burung” cenderung “bulat memanjang” atau lonjong, mirip organ seksual pria. Ini dengan mengabaikan fakta bahwa banyak burung yang anatominya sama sekali nggak bulat atau panjang, seperti misalnya burung puyuh.

Urutan logikanya adalah:

  • “rudal” dan “burung” berbentuk bulat panjang
  • organ seksual pria berbentuk bulat panjang
  • “rudal” dan “burung” pasti mengacu pada organ seksual pria, karenanya menjadi mesum.

Asumsi ini benar bila kita mengambil contoh benda-benda lain yang juga berbentuk bulat panjang, seperti misalnya “torpedo“, “terong“, “pentungan“, “sosis“, atau “pisang“.

Pertanyaannya, kenapa nggak semua benda bulat panjang menimbulkan konotasi mesum? “Kapsul” misalnya. Atau “senter”. Kenapa?

Sampai di sini gue kehabisan asumsi.

Yang jelas, ciri selanjutnya adalah: semakin banyak kata-kata “ambigu” dalam sebuah kalimat, semakin mesum konotasinya.

Contoh:

“Gila, barangnya besar banget!”

terdengar sedikit lebih rendah derajat kemesumannya dibandingkan dengan:

“Gila, barangnya besar dan panjang banget!”

yan masih kalah mesum dibandingkan dengan:

“Gila, barangnya besar, panjang, tahan lama lagi!”

Kalimat itu sebenernya bisa aja merujuk pada benda apapun mulai dari ikat pinggang sampe penggaris, tapi kenapa tiba-tiba muncul konotasi mesum? Ada yang tau kenapa? Atau ada yang paham kenapa soal ginian aja penting banget untuk diposting?

Referensi:
Daftar kata-kata yang sering dituduh menimbulkan konotasi mesum

Kata benda

  • Barang
  • Itu
  • Anu
  • Lobang
  • Batang
  • Pentungan
  • Terong
  • Timun
  • Sosis
  • Pepaya
  • Cucakrowo
  • Biji
  • Melon
  • Semangka
  • Rudal
  • Roket
  • Burung
  • Bemo
  • Torpedo
  • Tonjolan / tongolan
  • Pisang
  • Gunung
  • Boncengan
  • Service / pelayanan

Kata sifat / kata kerja

  • Besar
  • Kecil
  • Panjang
  • Nongol
  • Nonjol
  • Pendek
  • Gondrong
  • Keriput / kisut
  • Lembek
  • Mentok
  • Loyo
  • Lemas
  • Bangun
  • Jilat
  • Sedot
  • Puas
  • Lebat
  • Basah
  • Kendor
  • Kenceng
  • Perkasa
  • Keras
  • Tahan lama
  • Cuma sebentar
  • K.O.
  • Nyampe
  • Enak
  • Sodok
  • Tancep
  • Kuat
  • Kental
  • Encer
  • Tegak
  • Keluar
  • Masuk
  • Muncrat
  • Naik
  • Geli
  • Turun
  • Kenyal
  • Ngemut
  • Goyang / Digoyang
  • Digenjot
  • Enjot-enjotan
  • Sempit
  • Jepit / jepitan
  • Merem – melek
  • Ngisep
  • Ngocok
  • Gandul / menggandul
  • Gituan / digituin

gambar gue pinjem dari sini

  • Komentar Terbaru

    OGC 2017: Sail Off!… di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    Tjetje [binibule.com… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    mbot di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    enkoos di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    OGC2017: Kapal Raksa… di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    mbot di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC 2017: Ship Sweet… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    Tjetje [binibule.com… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    mbot di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    enkoos di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.230 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: