[Menuju Langsing] Kenalan (Lagi) dengan Intermittent Fasting (01)


intermittent_fasting

Pembaca lama blog ini mungkin udah mulai apal (baca: bosen) baca upaya-upaya gue melangsingkan badan. Berawal di tahun 2007, waktu lagi rajin-rajinnya ngegym, lalu tahun 2011 waktu jualan suplemen kesehatan, dan terakhir tahun 2015, waktu gue coba-coba nggak minum gula.

Kalo udah sekian lama dan sekian banyak cara gue coba, kenapa gue nggak langsing-langsing juga? Jawabannya adalah karena cara-cara yang gue coba sebelumnya, walaupun efektif dalam waktu pendek, tapi nggak berkesinambungan (sustainable), karena nggak bisa masuk jadi bagian dari kegiatan sehari–hari gue.

Lewat serial posting ini gue mau meninjau ulang kegagalan cara-cara melangsing yang pernah gue coba, sambil melaporkan cara terbaru yang sekarang lagi gue coba, yang sejauh ini udah berhasil bikin bobot gue turun 10 kilo, dan mudah-mudahan akan jadi cara melangsing gue yang terakhir.

Mari kita mulai.

Read the full post »

Aktivitas di Tanggal Cantik yang Nggak Bakal Terlupa


Entah kenapa, orang suka mengaitkan “tanggal cantik”, alias tanggal yang angkanya menunjukkan urutan yang simetris atau bisa dimaknai lebih, dengan kegiatan yang istimewa. Katanya, “karena momennya istimewa, nggak akan terulang lagi.”

Lha padahal kan mau tanggalnya cantik maupun demek, momennya sama-sama nggak bakal terulang lagi. Baik tanggal cantik 20 Januari 2001 (20012001) maupun tanggal ‘acak’ 16 Februari 2008 (16022008), misalnya, masing-masing cuma akan terjadi sekali, toh. Belum pernah ada tanggal diulang karena angkanya terlalu acak.

Read the full post »

Perpaduan Maut antara Volume Pol dan Rem Blong


Di kantor yang sekarang, hiduplah seorang cewek asli dari Purbalingga bernama Heti (bukan nama sebenarnya, karena nama sebenarnya adalah Heni). Umurnya masih sedikit, tenaganya pun masih banyak, sehingga kalo dia ngomong di lantai 10, yang nyahut Pak Satpam dari lobby. Nggak heran si Heti ini laris diminta jadi MC. Mungkin kalo tiba-tiba listri padam, volume suaranya cukup untuk menghibur penonton segedung.ย 

Read the full post »

Semoga Semua Elang di Dunia Panjang Umur


Sepuluh tahun lalu, kantor gue menyewa seorang motivator untuk meningkatkan semangat tim sales. Berhubung kantor gue punya cabang di seluruh Indonesia, maka Sang Motivator juga harus berkeliling Indonesia, tampil di (kalo gak salah) 5 kota. Gue beruntung bisa mengikuti 3 di antaranya.

Di kota pertama, penampilan Sang Motivator luar biasa. Semangatnyaa menggebu-gebu, berhasil membawa para peserta untuk larut dalam euforia. Tapi ada satu materinya yang buat gue terasa mengganggu. Dia cerita tentang burung elang, yang kurang lebihnya begini:

Read the full post »

Hari yang Ditakutkan Itu Akhirnya Tiba


Semalem, pas pulang kantor, Ibu Mertua yang lagi nginep di rumah menyampaikan kabar yang sejak dulu kala menghantui gue. Yang gue tau suatu hari akan terjadi, tapi gue selalu berharap semoga bukan hari ini. Yang gue harap, apabila terjadi, semoga gak harus gue yang menghadapi.ย Tapi, takdir berkata lain. Hari yang gue kuatirkan itu akhirnya tiba juga. Hari di mana gue harus mendengar sederetan kata:

Read the full post »

My Wonder Woman


Persis seperti Wonder Woman, dia juga seorang putri.

Ibu lahir tahun 1933, artinya dia melewati masa penjajahan Jepang, Perang Kemerdekaan, dan Pendudukan Belanda. Tapi karena ibunya (Nenek gue) seorang Pengawas Sekolah, sebuah profesi yang sangat bergengsi di masa itu, plus bapaknya (Kakek gue) orang dekat seorang pemimpin pergerakan nasional, keluarga kecil mereka relatif aman dari jangkauan tangan-tangan jahanam Jepang dan Belanda. Tentunya hidup di tengah perang kemerdekaan nggak bisa sepenuhnya dibilang “nyaman”, tapi sebagai anak tunggal dari latar belakang keluarga seperti itu, Ibu nggak pernah merasakan kekurangan.

Lalu dia tumbuh besar, dan menemukan Sang Pangeran yang tahu persis bagaimana memperlakukan seorang putri.

Read the full post »

[Tokyo 2018] 02: Beda Tokyo dan Jakarta


Grand Prince Hotel New Takanawa tempat rombongan Oriflame nginep ini berada di sebuah komplek perhotelan yang namanya mirip-mirip, ada Takanawa-Takanawanya dan Prince-Prince-nya, tapi ini yang terbaru di antara mereka semua. Hotel ini berbintang 4 dengan tarif lebih dari dua juta per kamar per malem, sementara gue dan Ida diinepin 6 malam di sini. Baru untuk kamar hotelnya doang, Oriflame udah ngeluarin lebih dari 12 juta buat kami. Ckckck…

Tapi soal harga kamar, gue yakin bukan cuma Oriflame yang mampu bayarin seharga segitu. Perusahaan-perusahaan lain juga banyak sanggup, malah mungkin di hotel yang lebih mahal. Tapi yang selalu bikin gue terkesan dengan manajemen perjalanan ala Oriflame adalah perhatian mereka akan detail-detail kecil. Misalnya ini, Oriflame lounge:

petugas di depan welcome lounge

Karena rombongan dateng sekitar jam 10 pagi sementara kami baru bisa masuk kamar setelah jam 14.00, maka Oriflame mem-booking sebuah ruangan besar di lobby hotel, jadi para peserta bisa leyeh-leyeh dulu di sini:

ruang tunggu oriflame

Ruangan ini terpisah dari lobby hotel, jadi isinya hanya rombongan Oriflame, nggak nyampur dengan tamu hotel lainnya. Tapi kalo cuma disuruh duduk-duduk doang kan kurang asik, maka disiapin juga minuman, kopi dan teh:

sajian minuman hotel

Tapi masa cuma ngopi dan ngeteh doang, kan kurang seru. Disediain juga wifi gratis:

daftar password wifi

Sementara buat gue dan Ida soal internet udah teratasi sejak di Jakarta karena kami udah nyewa mobile hotspot di HIS. Begitu mendarat di bandara Haneda, mobile hotspot itu yang pertama kali kami coba dan ternyata baik sinyal maupun kekuatan batrenya sangat OK. Baca cerita lengkap Ida tentang mobile hotspot HIS di sini.

Di bagian yang terpisah dengan Oriflame Lounge, Oriflame juga membuka helpdesk untuk melayani aneka pertanyaan para peserta, juga untuk membagikan conference kit:

help desk oriflame

Petugasnya juga lengkap, asalnya dari hampir semua negara asal peserta, jadi kalo mau nanya-nanya nggak akan ada kendala bahasa. Di depan helpdesk ini diparkir koper-koper raksasa bawaan peserta:

tumpukan koper di hotel

Selain itu, tentunya Oriflame nggak lupa memberikan sentuhan budaya lokal di setiap sambutannya. Maka disiapkanlah mbak-mbak berkostum tradisional Jepang ini untuk foto bareng peserta:

penyambutan

Sedangkan bagi gue pribadi, fasilitas yang sangat membahagiakan dari hotel ini adalah:

Ada Sevel, yay! Lumayan untuk melepas kerinduan sebagai mantan anak Sevel Tebet Raya yang kini telah tiada.

Walaupun praktis semaleman baru tidur ayam, tapi sayang kan udah sampe di Tokyo kalo cuma bengong doang. Maka sekitar jam setengah 12 jalan kaki menuju stasiun Shinagawa yang berjarak sekitar 500 meter dari hotel bareng beberapa leader Oriflame lainnya dari Indonesia.

Keajaiban Tokyo pertama yang dirasakan adalah waktu mau nyeberang di zebra cross, sekitar 50 meter dari Stasiun Shinagawa. Zebra cross-nya biasa aja, nggak dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Tapi begitu ada pejalan kaki melangkah ke zebra cross, mobil dari jarak 10 meter udah mengurangi kecepatan dan berhenti total sebelum sampe di zebra cross. Kami bisa nyeberang dengan nyaman tanpa dikasih-kasih lampu atau diklaksonin. Ajaib, ternyata di sini sekedar deret-deret coretan cat putih di aspal beneran punya arti!

Sama seperti di Jakarta, tiket keretanya pake kartu magnetik yang bisa diisi ulang dan berlaku sebagai tiket bis, serta bisa dipake belanja di luar stasiun. Ada 2 jenis kartu, Suca dan Pasmo. Gue nggak ngerti di mana perbedaannya karena keduanya bisa dipake di hampir seluruh jalur kereta. Mungkin beda perusahaan penerbitnya aja kali. Ida pilih kartu yang Pasmo.

kartu pasmo

Beli kartu keretanya bisa di mesin otomat yang juga dilengkapi menu berbahasa Inggris. Untuk pembelian kartu Pasmo perdana ada deposit ยฅ500 (Rp67.500*). Jadi kalo lu mau beli kartu untuk pertama kali dan mau punya saldo ยฅ1.000 di kartu tersebut, maka yang harus lu bayar adalah ยฅ1.500. Nanti yang ยฅ500 bisa lu cairin lagi saat ngembaliin kartu ke mesin di hari terakhir sebelum pulang ke Indonesia.

Beda dengan mesin tiket commuter line di Indonesia, mesin ini bisa ngasih kembalian, berapapun pecahan duit yang lu masukin, baik duit kertas maupun duit logam, mulai dari pecahan ยฅ50 (Rp6.750) ke atas. Jadi saran gue, kalo jalan-jalan ke Jepang dan dapet kembalian recehan yang lebih kecil dari ยฅ50, buru-buru deh dipake belanja karena pecahan-pecahan kecil nggak laku di mesin-mesin otomat.

Ini juga yang menyebabkan para mbak-mbak kasir di Tokyo nggak segirang mbak-mbak kasir Indomaret dan Alfamart kalo lu ngeluarin duit kecil, karena di sana duit receh itu gampang didapat. Trus kalo lu mau belanja pake duit receh di Tokyo, nggak usah capek-capek ngitungin duit sebelum dikasih ke kasirnya. Kasih aja segenggem recehan, nanti sama kasirnya dimasukin ke mesin penghitung otomatis. Kalo kurang dia nagih, kalo kelebihan otomatis mesinnya ngeluarin kembalian. Dalam bentuk duit, bukan permen.

OK balik ke soal kereta.

peta railway jepang

Jalur kereta di Tokyo konon salah satu yang paling ruwet di dunia, tapi berkat Google Maps jadi gampang banget. Lu tinggal masukin lokasi yang mau lu kunjungin, nanti dia kasih jalur kereta yang harus lu naikin, naiknya dari peron mana, kode warna peronnya apa, dan kira-kira biayanya berapa.

contoh google maps

Warna di jalurnya itu juga warna yang terpampang di stasiun. Jadi kalo mau naik Yamanote Line ya tinggal cari aja peron yang petunjuknya warna ijo. Gampang banget!

Kami naik kereta ke Yurakucho Station, hampir 9 km dari Stasiun Shinagawa yang ditempuh dalam tempo 8 menit saja. Itu jaraknya kurang lebih sama seperti dari Tebet ke Sarinah, yang kalo di hari kerja, jam makan siang pula, naik gojek pun bisa 45 menit sendiri. Tapi terlepas dari fakta bahwa kereta punya jalur steril yang nggak terganggu oleh kendaraan lainnya, kereta di Tokyo ini emang edan akselerasinya. Gue cek di aplikasi Waze, kecepatan maksimalnya bisa sampe 100 km per jam. Jadi begitu keluar dari peron dia langsung tancap gas dan mencapai kecepatan maksimalnya hanya dalam beberapa detik, udah kaya mobil F1.

Dari Stasiun Yurakucho, masih bermodalkan Google Maps dan nanya-nanya ke penduduk setempat, akhirnya nyampe juga ke restoran tempura bowl halal yang udah diincer Ida sejak masih di Jakarta. Jangan tanya namanya apa, tuh cek aja sendiri di fotonya, hurufnya keriting gitu. Pokoknya tempat ini nggak jauh dari Ginza.

tempura05

tempura06

Kalo mau cari makanan halal di Jepang, carilah stiker bulan sabit biru ini

tempura04

Tempatnya kecil banget, tapi kondang banget.

tempura03

Ini bagian dalemnya, paling maksimal muat 12 orang. Beneran tempat buat makan, bukan tempat buat nongkrong.

Jadi makanannya adalah semangkok nasi dengan topping aneka jenis tempura, mulai dari udang, ayam, sampe sayur mayur, dengan side dish acar sayuran mirip kimchi, chawanmushi, dan tentunya miso soup. Gue baru tau bahwa di Jepang miso soup dihidangkan dalam mangkok kecil begitu aja, nggak dilengkapi dengan sendok bebek seperti di Jakarta. Jadi ya harus langsung diseruput begitu aja dari mangkoknya.

tempura02

tempura01

Nampak yummy? Bukan cuma nampaknya, emang beneran enaaaakk, deh!

antrian depan tempura

Makin siang, antrian di depan resto ini makin panjang

Ngomong-ngomong miso soup, gue jadi inget pengalaman seorang temen yang hobinya mondar-mandir ke Jepang. Buat dia ke Jepang itu ibarat ke Sukabumi gitu lah. Agak sedikit jauh tapi kalo mau tiap minggu ke sana, bisa.

Nah suatu hari, dia pergi makan-makan bareng temen kantornya di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Begitu ketemu miso soup, dia langsung seruput dari mangkoknya sebagaimana adat istiadat asli di Jepangnya. Eh, dia malah dikatain jorok oleh temen-temennya yang belum pernah ke Jepang. Memang begitulah biasanya orang kalo kurang piknik, suka ngatain orang lain jorok padahal dirinya sendiri yang katro.

Balik lagi ke restoran. Di resto ini cuma ada 4 menu, harganya berkisar ยฅ1.000 (Rp134.000) sampai ยฅ1.500 (Rp202.500). Secara umum resto-resto yang gue datengin selama di Jepang seginian semua harganya, dan ini termasuk restoran kecil/sederhana. Jadi kalo mau makan normal di Jepang, siapin anggaran minimal Rp250 ribu per orang per hari, dengan asumsi makan paginya di hotel. Kalo mau lebih irit dari itu, bisa makan sandwich beli di Sevel, harganya kalo nggak salah sekitar ยฅ500 (Rp67.500)

Selama makan di restoran ini gue menemukan perbedaan lain antara Tokyo dan Jakarta: saat mereka makan, ya mereka makan doang, nggak sambil ngobrol. Kalopun ngobrol, ngobrolnya sangat sedikit dan dengan suara yang nyaris nggak kedengeran dari sebelah. Kalo di Jakarta kan makan itu untuk bersosialisasi, sambil ngobrol, selfie, dan nongkrong berjam-jam. Itulah sebabnya resto-resto kekinian di Jakarta hampir pasti punya colokan listrik di setiap meja, sementara di Tokyo susah banget nyari resto yang nyediain colokan di meja.

Perbedaan lainnya adalah, resto ini, dan semua resto lain yang kami kunjungi selama di Jepang, menyediakan minuman air putih/teh tawar gratis. Jadi nggak ada deh tuh ceritanya udah bayar makanan mahal-mahal masih harus bayar lagi Aqua botol keciiil seharga Rp15 ribu.

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan, tujuan berikutnya belanja oleh-oleh!

[Bersambung]

*seluruh perhitungan konversi Yen ke Rupiah di tulisan ini menggunakan kurs ยฅ1=Rp135

[Tokyo 2018] 01: Hello, Tokyo!


Sampe 2 tahun lalu, mana gue nyangka bahwa “kekurangan cuti” akan menjadi salah satu problematika dalam hidup gue. Gue dapet jatah 18 hari cuti setahun, di luar cuti bersama Lebaran, dan udah bertahun-tahun jatah segitu nggak pernah abis kepake.

Sejak Ida jadi Diamond Director Oriflame tahun 2017, gue harus merencanakan cuti dari awal tahun, karena tiap tahunnya akan ada:

  • Director Seminar 7 hari
  • Diamond Conference 7 hari
  • Gold Conference 7 hari

Totalnya 21 hari, jatah cutinya 18 hari, kurang dong?

Untungnya, acara-acara itu biasanya melintasi weekend, jadi ambil cutinya cukup 5-6 hari per event. Repotnya, masih ada acara-acara Oriflame lain yang perlu dihadiri, seperti misalnya Manager Seminar yang walaupun diadainnya di Jakarta tapi tetep aja acaranya seharian jadi harus cuti.

Director Seminar di Jogja bulan Januari kemarin masih aman, pake 3 hari sisa jatah cuti 2017. Untuk ke Jepang, masih ada satu lagi sisa jatah cuti 2017 plus make 5 hari jatah cuti 2018, total 6 hari.

Seperti waktu berangkat Gold Cruise 2017 lalu, kami dapet pesawat yang terbang tengah malam, sekitar jam 23.30, tanggal 16 April 2018. Lumayan, jadi di hari itu gue nggak harus ambil cuti.

Sama seperti waktu Gold Cruise, peserta nggak usah pusing urusan urusan dokumen, karena udah diberesin oleh tim Oriflame.

kelengkapan dokumen

Tiap orang dapet 1 dompet berisi boarding pass untuk pergi dan pulang, paspor, luggage tag untuk dipasang di koper, bahkan surat pengantar dari Oriflame untuk ditunjukin ke imigrasi Jepang kalo diminta. Sejauh ini belum pernah kejadian sih, ada anggota rombongan Oriflame yang dimintai surat pengantar saat mau masuk suatu negara, tapi pihak Oriflame selalu nyiapin surat semacam ini.

nunggu boarding

Rombongan Oriflame nunggu boarding

Penerbangan dari Bandara Sukarno Hatta ke Bandara Haneda, Tokyo makan waktu sekitar 7 jam, kurang lebihnya setara lah dengan waktu tempuh Jakarta Bandung kalo berangkatnya hari Jumat jam 7 malem. Penerbangan kali ini pake maskapai Garuda Indonesia. Dari segi fasilitas nggak beda jauh dengan Qatar Airways yang gue tumpangi waktu Gold Cruise 2017, bedanya adalah di TV-nya banyak film Indonesia dan untuk ngomong ke para pramugarinya nggak perlu mikir dua kali karena bisa pake Bahasa Indonesia. Dan tentunya pas boarding bisa denger lagu-lagu nasional Indonesia versi Twilight Orchestra.

Sejak sebelum berangkat Ida udah ngecek ramalan cuaca dan tau bahwa di hari itu suhu di Tokyo akan berkisar 11 โ„ƒ, dan beneran lho… pas pesawat mendarat dan pintu dibuka langsung terasa suhu dalam kabin drop beberapa derajat. Untung gue pake jaket andalan ๐Ÿ™‚

dalam pesawat

Sesuai ekspektasi gue, bandaranya bersih dan sangat rapi. Yang mengejutkan adalah petugas imigrasinya ramah banget! Biasanya kayak udah kesepakatan umum, petugas imigrasi harus nampak jutek dan curigaan, tapi di Jepang kok pada sopan dan murah senyum.

touch down jepangWM

 

petugas oriflame di bandara

Begitu lewat pemeriksaan imigrasi udah langsung disambut mbak-mbak Jepang yang bawa logo Oriflame ini

 

Setelah melewati gerbang imigrasi menuju ke luar, sempet ketemu robot ini. Dia kayaknya bertugas menyambut para penumpang yang mau lanjut naik kereta, tapi asli ngomongnya nggak jelas banget (walaupun dia udah berusaha pake bahasa Inggris).

Karena jumlah peserta Diamond Conference ini jauh lebih sedikit ketimbang Gold Conference, maka proses naik ke bis yang akan mengantar ke hotel juga jauh lebih cepet, tertib dan nyaman. Supir bisnya bapak-bapak tua yang dengan penuh khidmat memakai topi seragamnya sebelum nyupir, padahal kalopun dia nggak pake topi juga para penumpang nggak bakal keberatan. Yang beda dengan di Indonesia, kursi bisnya ada seat beltnya lho!

 

foto di bis

Perjalanan menuju hotel

 

Sekitar setengah jam kemudian, gue sampe di Grand Prince Hotel New Takanawa, rumah gue selama seminggu mendatang. Seperti biasa, sambutan khas Oriflame siap menanti!

[Bersambung]

Baca tulisan versi Ida di sini.

Tujuh Kecurigaan Gue kepada MLM dan yang Terjadi Setelah Istri Gue Join Oriflame


wp-1524629201732..jpg

Hampir 10 tahun lalu, kalo ditanya orang, “profesi apa yang paling bego sedunia?” maka gue akan jawab “anggota MLM”.

Lha gimana nggak bego,ย ย proses gabungnya aja harus pake jebakan betmen.

Read the full post »

Bagaimana Membuat E-mail CV Selamet dari Tombol Delete


email-lamaran

Terakhir kali gue nulis tips untuk ngirim CV adalah tahun 2004, dan pastinya zaman berubah banyak dalam 14 tahun jadi perlu gue update lewat posting ini. Buat yang lagi mau ngelamar kerjaan, coba deh ikutin langkah-langkah berikut biar peluang keterimanya, atau minimal dipanggilnya, lebih besar.

Read the full post »

4 Jenis Manusia Paling Ngeselin untuk Travelling Bareng


Jangan pernah sekalipun ngaku deket, cocok, bersahabat karib sama seseorang sebelum lu ngerasain travelling bareng. Persis seperti yang dibilang mbah Mark Twain berikut ini:

4450-Mark-Twain-Quote-I-have-found-out-that-there-ain-t-no-surer-way-to

Kenapa?

Karena sekalipun untuk tujuan liburan, travelling itu sebenernya sebuah kegiatan yang sangat melelahkan baik lahir maupun batin. Dalam kondisi capek lahir batin itulah akan kelihatan sifat asli seseorang, yang nggak bakal muncul dalam kesehariannya. Dari berbagai sifat asli yang pernah gue lihat dari orang-orang yang pernah travelling bareng, inilah 4 jenis yang paling ngeselin.

Read the full post »

Misteri Pudding Berwujud Lemper


pudding madott

Kejadiannya udah lama (buanget), waktu gue lagi kuliah praktik jurusan Psikologi Pendidikan di Fakultas Psikologi UI. Berarti itu sekitar tahun 2015… OK, 1995.

Iya, gue tau itu 23 tahun lalu.

Iya, artinya gue udah om-om. Puas, puas?

Lanjut.

Salah satu kegiatan kami waktu itu adalah bantuin training berjudul “Pelatihan Pengembangan Diri”. Pesertanya adalah murid-murid SMA yang abis ketangkep tawuran, sehingga materi ‘training’ selama kurang lebih seminggu ini didominasi oleh push up, squat jump, sit up, dan baris berbaris sambil nyeker di atas aspal panas biar pada kapok. Mungkin biar ada bobotnya sedikit, dilibatkanlah kami para mahasiswa praktik dari Fakultas Psikologi selama 2 hari untuk memberikan materi-materi yang beneran untuk pengembangan diri.

Selama dua hari mengasuh anak-anak itu, gue mendapati ada kegiatan yang aneh. Setiap jam 10 pagi dan jam 3 sore, terdengar aba-aba bel, lantas anak-anak itu berlarian untuk ngumpul di suatu titik, ngantri pembagian makanan kecil.

Read the full post »

McAfee: Antivirus Nggak Tahu Diri


mcafee_logo

Laptop yang gue pake sekarang emang bukan laptop supercepat, tapi ketika untuk start up aja butuh waktu sampe 30 menit sendiri, gue curiga ada yang salah. Tadinya gue kira yang bikin lelet adalah semua aplikasi yang operasinya selalu terkonek dengan internet, seperti Adobe Creative Cloud, Google Drive, atau Dropbox, maka gue matiin semuanya. Tetep aja lemot.

Tersangka berikutnya adalah harddisk bermasalah, tapi gue cek baik-baik aja. Kirain file registry ada yang error, tapi udah discan dan semua normal. Baru hari ini gue kepikiran untuk melakukan hal yang harusnya gue lakukan duluan: pencet ctrl+alt+del dan ngecek task manager. Dari situlah ketangkep siapa biang keladinya.

Read the full post »

Saldo Gopay Ilang: Salah Gue? Salah Temen-Temen Gue?


Maling gopay

Di hari Minggu yang damai sentosa ini, sepagian gue cuma di rumah aja berdua Rafi, karena emaknya lagi ada acara Oriflame di Surabaya. Baru mulai beranjak keluar rumah sekitar jam 9 pagi, itu pun jalan kaki ke stasiun trus naik commuter line. Informasi ini penting gue sampaikan di awal sebagai penekanan bahwa beneran sepagian ini gue sama sekali nggak buka-buka aplikasi gojek, apalagi memanfaatkan layanannya.

Makanya gue heran banget saat siangan gue buka gojek, iseng-iseng lihat history, dan menemukan bahwa hari ini gue pergi ke SMPN 223, di mana pun lah itu.

Read the full post »

Awas… Modus Salesman Mobil


sell car

Kemarin, gue dan Denni, temen kantor, naik Grab Car dalam rangka mau belanja peralatan kantor di Pasar Baru. Mobil yang dipake si abang Grab Car ternyata sama dengan mobil yang baru dibeli Denni, maka timbullah obrolan tentang proses pembelian mobilnya. Lucunya, atau dalam konteks ini: nggak lucunya, ternyata mereka berdua mengalami “modus” yang kalo dibilang nipu mungkin belum bisa, tapi secara praktik jualan sangat ngeselin dan berpotensi merugikan pembeli. Karena si abang Grab Car belinya pake leasing, nampaknya dia dapet bonus dimodusin pula oleh perusahaan leasingnya sehingga perjalanan kemarin berakhir dengan gue yang berulang kali nyuruh dia segera dateng ke kantor leasing untuk memperjelas haknya sebagai konsumen.

Ini dia poin-poin modus salesman mobil yang dialami Denni dan abang Grab Car:

Read the full post »

  • Komentar Terbaru

    teguh P21 pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    jessmite pada McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    Rizal Sofyan Gueci pada Momen Pengubah Hidup
    mbot pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    ririey2008 pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    Erina Aprilia pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    ayikhaidar pada Penemuan Hari Ini… Atura…
    Itsnahm pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 706 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Review: Onward (2020), film bagus yang apes 23 Mei 2020
      Sejak meluncurkan "Toy Story" tahun 1995, citra Pixar di kepala gue adalah sebuah studio yang mampu bikin film dengan perspektif unik. Ya Toy Story itu contohnya, kok ya kepikiran bikin film tentang "kehidupan rahasia" sekumpulan mainan. Film-film mereka lainnya seperti Monsters, Inc (energi jeritan bocah sebagai sumber tenaga listrik, wo […]
    • Review: Forgotten (2017), Ruwetnya Hidup Kalo Ingatan Nggak Bisa Diandalkan 9 Mei 2020
      Kalo kalian suka film yang awalnya nampak biasa-biasa aja, seolah bersenandung "la... la... la...", matahari bersinar, angin berhembus sepoi-sepoi, kupu-kupu beterbangan, tapi lama kelamaan makin gelap, tegang, mencekam, hujan geledek, pintu berderit, bayangan gelap melintas, kaca pecah berhamburan, dan dalam proses tersebut kalian terus dibikin be […]
    • Long Shot, Rom-Com dengan Pesan Khusus Buat Rakyat Indonesia 4 Mei 2020
      Buat penggemar film rom-com, gue sangat merekomendasikan film ini. Lagi ada di Fox Movies, malam ini jam 23.50, besok (5 Mei 2020) jam 22.05, dan Kamis (7 Mei 2020) jam 16.00.Film tahun 2019 ini menceritakan kehidupan Fred (Seth Rogen), jurnalis kere super idealis yang di sebuah pesta nggak sengaja ketemu Charlotte Field (Charlize Theron), mantan baby sitter […]
    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film.ย Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati.ย Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer.ย AMANDA: โ€œKita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Menjadi Leader #30 di 'Top 50 Leader Oriflame Jakarta'. 2 Juni 2020
      Setiap tahunnya, oriflame cabang mengumumkan siapa-siapa saja leader yang menduduki posisi Top 50.Yaitu 50 Leader terbaik tahun tersebut dari ratusan ribu konsultan oriflame yang terdaftar di cabang tersebut.Aku terdaftar di cabang Oriflame Jakarta.Alhamdulillah, bulan Maret lalu tepatnya tanggal 30 Maret 2020, diumumkan bahwa aku mewakili Beauty Community-k […]
    • Ini Dia... Bisnis yang Cocok di Segala Musim! 7 Mei 2020
      Tahun 2020 ini mungkin jadi tahun di mana harapan banyak orang terkabul, sekaligus tahun yang paling dibenci orang.ย Lho harapannya terkabul kok malah benci, sih?Lha iya kan, selama ini kalau lagi terjebak kemacetan, banyak orang berharap, kapan ya... jalanan nggak macet lagi. Sekarang terkabul: jalan raya super lancar!ย Buat yang lagi males ngantor/sekolah, m […]
    • Oriflame vs Membangun Perusahaan Startup 10 Januari 2020
      Jadi, 2 hari lalu aku berkesempatan melihat presentasi 14 startup baru dari sebuah perusahaan startup generator program, yang sedang melakukan presentasi di depan para calon investor di singapore. Kalau yg mungkin belum terlalu paham, STARTUP itu kalau simplenya adalah perusahaan yg baru dirintis yg biasanya didirikan karena melihat adanya sebuah kebutuhan p […]
    • [Review] Loved Up Shower Gel Feel Good 4 Januari 2020
      Setelah sore ini galau mau pakai shower gel baru dari seri Feel Good-nya Oriflame yg mana, akhirnya aku memutuskan cobain yang LOVED UP. Kemasannya bentuk tube jadi akan memudahkan banget kalau isinya tinggal sedikit. Gak perlu dibalik botolnya. Atau diisi air lalu dikocok2.. Hahahaha.. Isinya 200ml. Menurutku cukup banyak untuk ukuran shower gel, cukup untu […]
    • Generasi Sandwich. 19 Desember 2019
      Pernah dengar istilah Sandwich Generation atau Generasi Sandwich? ๐Ÿฅช๐Ÿฅช๐Ÿฅช๐Ÿฅช๐Ÿฅช Ini adalah istilah yang dipopulerkan oleh seorang Profesor dari Universitas Kentucky, USA, Dorothy Miller, di dalam sebuah jurnal pekerja sosial yang diterbitkannya tahun 1981. Generasi Sandwich ini adalah generasi yang terhimpit secara finansial untuk mencukupi kebutuhan finansial […]
    • Susu Pembersih, Penting Lho! 9 Desember 2019
      Duluuuu bangeeeet pas aku masih awal2 oriflamean, muka tuh kusam, jerawatan, gak karu2an lah.. Hahahaha.. Lalu aku ikutan training skin care di oriflame, dan dapat pencerahan bahwa langkah pertama perawatan kulit adalah pembersihan wajah yang optimal. Dan sabun muka aja gak cukuuuup ternyata. Sangat disarankan untuk melakukan pembersihan 2 langkah, yaitu sus […]
    • Jadi 'Hero' di PBS Workshop di OEC Jakarta! Seruuuu! 5 Desember 2019
      Jadi hari ini jadwalnya aku ke OEC Jakarta dan ikutan PBS Workshop yang oriflame adakan.Aku ingin tambah ilmu, ya khaaaan?Walaupun sudah bikin dan punya link PBS, aku merasa kalau aku tetap harus datang ke workshop ini karena pasti aku akan dapat sesuatu.Karena kunci untuk maju adalah: JANGAN pernah merasa SUDAH TAU.ย Banyakin belajar. Dan bener aja, aku dapa […]
    • Menghasilkan Uang di Oriflame Lewat Menjual, Begini Caranya! ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿค‘ 4 Desember 2019
      Masih banyak yang suka bertanya-tanya: Sistem kerja oriflame itu seperti apa sih? Cara kerja oriflame itu bagaimana sih? Mari merapat! Aku akan jelaskan yaaaa.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿค—๐Ÿค— Jadi, di Oriflame itu ada 2 cara untuk menghasilkan uang. Yang pertama, dengan cara menjual. Yang kedua, dengan cara membangun sebuah team dengan cara mengajak sebanyak mungkin teman kita bergab […]
    • Kenalan Sama Oriflame Lewat Video Ini, Yuk! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ 3 Desember 2019
      Belum pernah tau tentang Oriflame? Atau, sudah pernah tau tapi cuma selewat aja? Yuk kenalan dengan oriflame lewat beberapa fakta menarik di video ini. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Oriflame adalah perusahaan besar yang harus dipertimbangkan kalau teman2 sedang mencari bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah atau sambil ngantor. Perusahaan yang pertama kali berdiri di stockholm, swed […]
    • Cerita Dibalik Sebuah Conference Oriflame ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ 2 Desember 2019
      Aku mau ceritain tentang dibalik sebuah conference international-nya oriflame ya.. Sungguh aku tercengaaaaang banget pas denger penjelasannya di acara Business Day Diamond Conference Sydney, Januari 2019 kemarin. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Di oriflame kan ada 2 event konferensi luar negeri-- Gold Conference dan Executive-Diamond Conference. Nah yg naik panggung cerita dan […]
%d blogger menyukai ini: