Coba-Coba Gak Minum Gula Sebulan, Ternyata Begini Akibatnya


Sejak keberhasilannya ‘puasa’ yang manis-manis sebulan penuh, Rafi mulai sering menggugat. 

“Bapak curang! Kenapa cuma aku yang nggak boleh minum manis? Kenapa Bapak boleh?”

“Loh, siapa bilang kamu nggak boleh? Kamu boleh minum manis, tapi… kalo nggak minum manis, dapet hadiah,” jawab gue, “Lagipula, Bapak kan olah raganya jauh lebih banyak daripada kamu.”

Tapi diem-diem gue mikir juga, “Apa iya, konsumsi gula gue udah ideal?”

Read the full post »

Tantangan Manis untuk Rafi


Hari ini, dalam sebuah meeting tentang website intranet, omongan mengarah ke blog.

“Agung memangnya suka ngeblog ya?”

“Oh iya!” jawab gue yakin. “Tapi… udah lama nggak di-update…” sambung gue pelan.

Parah memang, blog ini udah berbulan-bulan nggak di-update. Padahal ngakunya blogger.

Maka dalam rangka Hari Blogger Nasional, gue persembahkan posting baru buat kalian semua, para pembaca blog ini. Kalo masih ada.

Selamat Hari Blogger!

===

Seperti anak-anak pada umumnya, Rafi doyan sekali sama segala sesuatu yang manis-manis seperti coklat, es krim, atau minuman botolan. Sebagai orangtua yang sadar kesehatan,tentunya gue dan Ida berusaha membatasi. Selain berpotensi bikin kegendutan, Rafi kelihatannya alergi sama segala sesuatu yang manis-manis. Seringkali abis makan yang manis-manis, dia batuk berdahak selama beberapa hari.

Kami lantas bikin peraturan, Rafi cuma boleh makan dan minum yang manis-manis 1 kali sebulan, yaitu setiap tanggal 30. Secara umum peraturan ini berjalan, dalam arti setiap tanggal 30 dia menikmati makanan dan minuman manis. Masalahnya, di luar tanggal 30 ‘sekali-sekali’ dia juga makan dan minum yang manis-manis. Read the full post »

Pelajaran Hidup dari Monopoli


monopoli

Sebelum masuk SD, Rafi udah menemukan, dan memutuskan, bahwa hobinya adalah menggambar. Di satu sisi itu bagus, karena banyak orang yang sampe tua bangka juga nggak tahu hobinya apaan. Selain itu, menekuni hobi menggambar nampak jauh lebih jelas manfaatnya ketimbang main Angry Birds. 

Jeleknya, dia lantas menganggap pelajaran sekolah, khususnya aritmatika, nggak penting. 

Read the full post »

Kumat Ngomik


Kira-kira satu setengah tahun yang lalu, gue mengajari Rafi cara menjilid komik dari kertas A4, biar bentuknya rada mirip buku komik betulan. Setelah kertasnya terjilid jadi buku, kok gue jadi iseng ingin bikin komik juga. Maka mulailah gue membuat komik dengan tokoh Spiderman. Alatnya cuma pensil dan ballpoin Faster warna item. Rencana awal: komik ini terdiri atas dari 10 halaman, tapi baru sampe halaman 4 udah pegel sendiri nggambar motif jaring laba-laba di kostum Spiderman dan mulai menyesal kenapa juga harus milih tokohnya Spiderman yang kostumnya ruwet.

Read the full post »

#SaveHajiLulung


 

 

Pas mata udah kriyep-kriyep mau tidur, eh nemu ada hestek #SaveHajiLulung lagi heboh di Twitter. Langsung terpanggil deh untuk berpartisipasi, kebetulan tensi lagi tinggi setelah nonton video yang satu ini.

Daripada cuma gue tinggal di Twitter nanti nyarinya susah, mending gue abadikan di sini twit-twit gue untuk Haji Lulung tercinta Read the full post »

Goodybag Gedebug


Sebenernya udah ingin nulis posting yang ini sejak 4 tahun lalu*, tapi ternyata… prokrastinasi kadang mencapai tingkat yang nggak terduga.

 

Waktu itu tahun 2011. Rafi masih TK. Seperti biasa, tugas gue setiap hari Sabtu siang adalah naik sepeda menjemput Rafi di sekolah. Nggak terlalu jauh sih, cuma sekitar 800 meter.

Sesampainya di sekolah Rafi…

“Ayo Bapak, kita ke KFC,” kata Rafi.

“Loh, kok ke KFC? Kita pulang, makan di rumah!”

“Temenku ada yang ulang tahun, Bapak. Ini undangannya.”

Sempet terpikir untuk pulang dulu naro sepeda, baru naik bajaj ke KFC. Tapi.. ah, KFC-nya nggak terlalu jauh kok. Cuma sekitar 1,5 KM dari sekolah. Apa sih susahnya genjot boncengin bocah seberat 26 kilo sejauh itu?

[BELAKANGAN GUE SADARI INI ADALAH SEBUAH KESALAHAN FATAL] Read the full post »

Inilah Alasan Kenapa Sebaiknya Nyantai Saat Berharap


Lagi iseng jajan Hop-Hop di Tebet Green, gue menemukan sebuah iklan menarik:

Hop-Hop Santa Wishlist

Read the full post »

Di Situ Kadang Saya Merasa Geli


Selama 2 hari terakhir, gue (dan mungkin kalian juga) lagi sangat terhibur oleh Mbak Polwan yang satu ini:

Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih Original Image

Read the full post »

Mampir Ya… Ke Blog Baru Gue!


Permisi… numpang ngiklan… gue sekarang punya blog baru lho! Isinya seputar film, mulai dari review, prediksi film yang akan muncul, berita behind the scene, yang semuanya dibalut dalams ocehan  yang kurang berguna.

Alamatnya adalah:

nontondeh.blogspot.com

Sekarang baru ada 2 posting di sana, tapi akan segera bertambah kok. Amin? Bilang amin, dong!

Ditunggu kunjungannya!

8 Pelajaran dari Si Belek


Buat yang suka ngikutin status FB-nya Ida, pasti tau bahwa Rafi punya kucing yang gue kasih nama Si Belek. Ternyata dari kegiatan sesederhana memelihara kucing, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh Rafi. Berikut 8 di antaranya: Read the full post »

[review-buku] Papomics


Apa sih yang bikin seseorang tertarik menyomot sebuah buku di rak toko buku?

Sebagai penggemar warna merah dan gambar kartun, kedua elemen ini jadi elemen yang paling berpengaruh. Itulah sebabnya gue tertarik sama cover buku ini:

Papomics

Ditambah lagi dengan temanya tentang para bapak, membuat gue merasakan adanya keterikatan batin. Gue comot satu, gue buka-buka… lho, kok ceritanya ada yang gue kenal?

Read the full post »

Antara Bego dan Bloon, Sebuah Kajian Linguistik


Daihatsu BegoWaktu mau makan siang, seorang teman denger seseorang berkata “Bego lu!”; lantas melontarkan pertanyaan penting, “Kenapa ya, orang lebih seneng ngomong ‘bego’ daripada ‘bloon’, padahal artinya kan sama?”

Wah, ini pertanyaan yang menarik sekali!

  Read the full post »

Sepinter-pinternya Sistem, Pasti Bego Juga


Para blogger pasti ingin semua tulisan yang pernah dipostingnya dibaca orang. Pasti. Kalo ada blogger yang bilang “gue sih nggak peduli ya, orang mau baca tulisan gue atau enggak” – pasti bohong. Karena kalo dia nggak perduli, dia nggak akan nyimpen tulisannya di blog. Dia akan simpen di hard disk-nya sendiri atau kalo takut hilang ya upload ke Dropbox.

Begitu juga dengan webmaster situs-situs berita: mereka ingin semua berita yang udah susah payah mereka tulis dibaca orang. Semuanya, bukan cuma sebagian. Tapi kenyataannya, hanya berita tertentu aja yang rame dibaca orang. Solusinya: mereka memperbanyak internal link, yaitu hyperlink yang menghubungkan satu posting dengan posting lainnya di blog/website yang sama – seperti ini. Tentunya agar pembaca nggak bingung, internal link yang kita pasang di sebuah posting sebaiknya menuju posting dengan topik yang mirip.

Nah, berhubung sekarang zaman canggih, apa-apa bisa serba otomatis, maka para programmer mengembangkan sistem untuk menambahkan internal link secara otomatis. Sistem ini akan ‘membaca’ kata kunci apa saja yang ada di sebuah posting, lantas menambahkan internal link ke posting lain dengan kata kunci yang sama. Situs berita yang nampaknya menggunakan sistem internal link otomatis ini adalah Tempo.co. Kelihatannya cukup berhasil, kecuali untuk sebuah berita yang nggak sengaja gue temukan dua minggu lalu.

Beritanya tentang seorang cewek bernama Rara yang bikin konferensi pers karena merasa telah di-PHP-in Zulfikar, anak Wagub Jabar Deddy Mizwar.

Berita aslinya bisa diklik di sini.

Soal bener apa enggaknya gue nggak terlalu tertarik. Yang bikin gue ngakak setengah mampus justru internal link yang bermunculan di berita tersebut.

Read the full post »

Agar


Wahai kalian, kroco-kroco kantoran, gue yakin kalian pernah baca/denger Boss bikin kalimat kayak gini:

“Seluruh karyawan agar mengikuti ketentuan… blablabla…”

Atau di surat undangan acara yang berpotensi tinggi dijadikan ajang ngabur, biasanya tertulis:

“Dalam pelaksanaan acara, seluruh karyawan agar datang tepat waktu.”

Perhatiin kata ‘agar’-nya.

Read the full post »

Menteri Dukungan Rakyat Nggak Jelas


“Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang nggak jelas itu,”

kata Menko Polhukam Tedjo Edhy mengomentari aksi dukungan massa di kantor KPK. Akibatnya rakyat pendukung KPK tersinggung, karena merasa dikatain ‘nggak jelas’ oleh Pak Menteri.

Padahal belum tentu yang dimaksud ’nggak jelas’ adalah rakyat loh!

Read the full post »

%d blogger menyukai ini: