Pentingnya Keterampilan Ngomong sambil Bermuka Lempeng


komunikasi efektif

Kalau gue boleh mengusulkan sebuah pelatihan wajib untuk seluruh rakyat Indonesia, itu adalah Pelatihan Ngomong Sambil Bermuka Lempeng.

Idih, pelatihan apaan tuh?

Pelatihan Ngomong sambil Bermuka Lempeng (PNSBL) akan mendidik peserta untuk membicarakan masalah yang dirasa mengganggu secara langsung dengan mempertahankan muka lempeng, menjelaskan duduk permasalahan secara jelas dalam intonasi santai, nggak pake nyolot, nggak pake ngegas, nggak pake nyindir, nggak pake drama, dan yang terpenting: nggak pake medsos.

Kenapa ini penting? Berikut beberapa contoh:

(lebih…)

[Menuju Langsing] Ngakunya Cinta, Tapi Kok… (04)


Selama ini gue selalu merasa, dan mengaku, sebagai pecinta makanan.

Buktinya, kegiatan akhir pekan gue selalu melibatkan acara makan di luar. Kalo jalan-jalan ke luar kota, selalu nyari makanan khas setempat.  Kalo temen-temen gue butuh referensi tempat makan yang enak, pasti nanyanya ke gue.

Sampe belakangan ini gue mulai membandingkan diri dengan para pecinta lain, yang bukan makanan.

Pecinta film, misalnya.

(lebih…)

[Menuju Langsing] Berdamai dengan Makanan (03)


Sumber

Gue, dan mungkin ribuan orang lain yang bobotnya berada di sisi kanan layar timbangan, punya hubungan cinta tapi benci dengan makanan. Kami sangat doyan makan, tapi akibat dari kedoyanan yang teramat sangat itu membuat kami menderita. Pihak yang kami salahkan sebagai biang keladi? Tentu aja makanannya. Pihak yang menghibur kami kalau lagi kesal? Ya makanan juga. Begitu aja terus, terjebak dalam lingkaran setan tiada akhir.

Atau mungkin kalian lebih akrab dengan skenario berikut: makanan terbagi menjadi makanan jahat dan makanan baik. Kalau kita makan makanan yang “jahat” maka kita harus “dihukum” dengan melaparkan diri sesudahnya, atau dengan olah raga sebagai “penebus dosa“. Kalo yang dimakan adalah makanan “baik“, bebas mau makan seberapa banyak pun. Dijadiin cemilan juga boleh.

Sounds familiar?

Lalu gue menemukan video ini:

Selanjutnya…

[Menuju Langsing] Ketika Perut Nggak Lagi Bisa Diandalkan (02)


 

orang makan pasta
sumber

Setelah beberapa hari menjalani intermittent fasting, gue merasakan sebuah keajaiban, suatu mukjizat, yang belum pernah gue rasakan sebelumnya:

Gue cepet kenyang.

Ini kondisi yang aneh dan cukup meresahkan. Soalnya gini:

Selengkapnya…

[Menuju Langsing] Kenalan (Lagi) dengan Intermittent Fasting (01)


intermittent_fasting

Pembaca lama blog ini mungkin udah mulai apal (baca: bosen) baca upaya-upaya gue melangsingkan badan. Berawal di tahun 2007, waktu lagi rajin-rajinnya ngegym, lalu tahun 2011 waktu jualan suplemen kesehatan, dan terakhir tahun 2015, waktu gue coba-coba nggak minum gula.

Kalo udah sekian lama dan sekian banyak cara gue coba, kenapa gue nggak langsing-langsing juga? Jawabannya adalah karena cara-cara yang gue coba sebelumnya, walaupun efektif dalam waktu pendek, tapi nggak berkesinambungan (sustainable), karena nggak bisa masuk jadi bagian dari kegiatan sehari–hari gue.

Lewat serial posting ini gue mau meninjau ulang kegagalan cara-cara melangsing yang pernah gue coba, sambil melaporkan cara terbaru yang sekarang lagi gue coba, yang sejauh ini udah berhasil bikin bobot gue turun 10 kilo, dan mudah-mudahan akan jadi cara melangsing gue yang terakhir.

Mari kita mulai.

(lebih…)

Bagaimana Membuat E-mail CV Selamet dari Tombol Delete


email-lamaran

Terakhir kali gue nulis tips untuk ngirim CV adalah tahun 2004, dan pastinya zaman berubah banyak dalam 14 tahun jadi perlu gue update lewat posting ini. Buat yang lagi mau ngelamar kerjaan, coba deh ikutin langkah-langkah berikut biar peluang keterimanya, atau minimal dipanggilnya, lebih besar.

(lebih…)

Begini Caranya Pindahan Video dari FB ke Youtube


Salah satu fitur baru FB yang menurut gue OK adalah Go Live.

fbgolive

Dengan fitur ini, pengguna aplikasi mobile FB bisa bikin siaran langsung kapan pun, dan bisa tanya jawab langsung dengan para penontonnya. Fitur ini bermanfaat banget buat:

(lebih…)

Mau Berhenti Ngerokok? Gampang, Ini Caranya!


STOP_ROKOK

Kalo elu adalah perokok yang lagi nyari cara untuk berhenti, lu sampe di halaman yang tepat. Di posting ini, gue akan cerita tentang apa aja yang gue pelajari dari pengalaman gue berhenti ngerokok, bukan cuma sekali, tapi DUA kali!

Ya, seperti pernah gue ceritain di posting yang ini, gue pernah sukses berhenti ngerokok selama sekitar 11 bulan dari tahun 2011 sampe 2012. Tapi karena sotoy, sok merasa jago udah berhasil ngalahin rokok, gue iseng-iseng ngerokok lagi dan akhirnya… kumat. Tanggal 17 November 2014 gue memulai percobaan kedua untuk berhenti ngerokok, dan sampe sampe posting ini ditulis, hampir 12 bulan kemudian, masih sukses bertahan nggak ngerokok.

Karena berhenti ngerokok itu bikin hidup gue jauh lebih baik, maka di sini gue mencoba berbagi  pengalaman. Kali aja ada yang tertarik nyoba dan merasakan manfaat yang sama. Silakan ditiru kalo merasa cocok! (lebih…)

Coba-Coba Gak Minum Gula Sebulan, Ternyata Begini Akibatnya


infus

Sejak keberhasilannya ‘puasa’ yang manis-manis sebulan penuh, Rafi mulai sering menggugat. 

“Bapak curang! Kenapa cuma aku yang nggak boleh minum manis? Kenapa Bapak boleh?”

“Loh, siapa bilang kamu nggak boleh? Kamu boleh minum manis, tapi… kalo nggak minum manis, dapet hadiah,” jawab gue, “Lagipula, Bapak kan olah raganya jauh lebih banyak daripada kamu.”

Tapi diem-diem gue mikir juga, “Apa iya, konsumsi gula gue udah ideal?”

(lebih…)

Ini Dia… 11 Jurus SEO buat Website Jualan


BackDrop-Internet-is-your-Money-Magnet-2014-resize

Hari ini gue mencoba sebuah hal baru yaitu ikut seminar berbayar, atas inisiatif sendiri. Biasanya kan nunggu dibayarin kantor. Berhubung tadi di akhir acara pembicaranya bilang bahwa materi seminarnya boleh dikultwitkan, artinya dia nggak keberatan materi seminarnya disebarluaskan. Ya udah sekalian aja gue tulis di blog, sebab kalo cuma dikultwit kan susah nyarinya lagi.

Eh iya, btw ini tulisan pertama gue di 2015, selamat tahun baru buat semuanya!

OK mari kita mulai.

(lebih…)

Kenapa Sebaiknya Stop Pake Blackberry (beserta Aplikasi Penting untuk Pindahan)


How-to-Transfer-Contacts-Blackberry-to-Android

Gambar gue pinjem dari sini

Hari ini resmi sudah Blackberry Torch 2 yang gue pake selama lebih dari setahun terakhir pensiun. Dalam posting ini akan gue ceritakan kenapa gue memutuskan untuk stop pake Blackberry, serta langkah-langkah untuk pindah ke Android.

Kenapa Sebaiknya Stop Pake Blackberry?

Blackberry masuk dalam kategori smartphone. Artinya benda itu seharusnya cukup pintar untuk membantu kegiatan kita sehari-hari, lebih pintar dari ponsel biasa. Pada kenyataannya, emang bener sih Blackberry punya beberapa fitur unggulan, tapi dia juga punya sejumlah penyakit bawaan yang bikin repot, yaitu:

(lebih…)

Tamu


Pada sebuah peristiwa nggak disengaja, entah berapa tahun yang lalu, gue ketemu seorang teman lama. Katakanlah namanya si Bedul. Sebagaimana lazimnya orang kantoran yang baik dan benar, pertanyaan pertama yang ditukar adalah soal kerjaan. Dari situlah gue tau betapa menderitanya hidup Bedul sebagai pegawai.

Pertama-tama, dia kerja rodi. Nggak jelas kapan boleh pulang dari kantor. Bossnya suka ngasih kerjaan menjelang jam 5 sore. Akibatnya, Bedul pulang malam tiap hari.

Apakah imbalannya sepadan?

Ternyata enggak. Di penilaian kerja tahunan, boss cuma ngasih nilai 3 dari skala 1-5; alias pas-pasan. Wajar kalo Bedul kecewa dan merasa diperlakukan nggak adil. Apalagi saat Bedul melihat banyak orang baru bergabung di perusahaannya, dan dapat posisi yang lebih baik dari dia.

Beberapa bulan setelah ketemu Bedul, gue ketemu dengan Jarwo, yang kebetulan sekantor dengan Bedul. Teringat obrolan dengan Bedul, gue pun nanya ke Jarwo, seperti apa suasana kerja di kantornya.

“Baik-baik aja kok. Suasananya enak, bossnya baik,” jawab Jarwo enteng.

“Lho, kok…”
(lebih…)

Langkah demi langkah memasak Indomi hampir sehat ala si mbot


Karena desakan masyarakat yang penasaran gimana caranya gue memasak Indomi dengan rasa yang begitu ajaib, inilah video tutorialnya agar kalian dapat merasakan keajaiban yang sama.

Selamat menikmati.

Segala undangan menjadi host acara masak dapat dialamatkan ke akun twitter @mbot

Dari Filmmaking Workshop @america bagian 1: “Naskah yang Buruk = Nasi Pera”


Bertahun-tahun gue ngecap di blog ini tentang film, ngomentarin suatu film kurang ini atau kurang itu, harusnya begini dan kenapa kok begitu, padahal pengetahuan tentang film masih nol. Itulah alasan kenapa gue tertarik banget dengan program @america yang satu ini: Filmmaking Workshop bersama Monty Tiwa.

Buat yang belum tahu, @america yang berlokasi di Pacific Place lantai 3 ini adalah sebuah pusat kebudayaan yang (kayaknya) didanai oleh pemerintah Amerika. Secara rutin mereka bikin aneka acara yang bagus-bagus. Ada hiburan, ada juga yang berbagi pengetahuan. Dulu gue pernah ngajak Rafi waktu acaranya shooting serial ‘Jalan Sesama’ (versi lokal Sesame Street). Setau gue semua programnya gratis. Kalo mau tau lebih banyak, bisa cek di situs resminya.

Monty Tiwa adalah orang serba bisa yang pernah jadi penulis naskah, editor, sutradara, produser, bahkan penulis soundtrack. Karya terbarunya sebagai sutradara adalah Test Pack. Dalam workshop ini, dia akan menceritakan secara ringkas proses pembuatan film dari awal sampai akhir, dibagi dalam 4 pertemuan.

Sesuai dengan motto gue dalam ngeblog yaitu: “berbagi segala hal yang menarik dan / atau berguna” – maka berikut ini hasil rangkuman sesi pertama. Mudah-mudahan menarik dan bermanfaat buat kalian para penggemar film. (lebih…)

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

Mencoba Berpikir Terbalik


Ini bukannya mau ikut-ikutan judul postingnya Wib di Multiply (nggak gue link, soalnya bentar lagi akan dibubarin), tapi memang beneran gue baru terpikir suatu konsep yang selama ini gue pikir dari arah yang terbalik.

Tadi malem (16 September 2012) gue nonton debat calon gubernur di Metro TV, dipandu Najwa dan Tomi. Giliran Ahok ditanya tentang pelayanan kesehatan untuk orang miskin. Gue lupa kata-kata persisnya gimana, tapi kurang lebih yang gue inget kayak gini nih dialognya: (lebih…)

%d blogger menyukai ini: