The Sims Social


Buat para penggemar game simulasi di Facebook, siap-siaplah melupakan game kegemaran kalian, karena kini telah hadir DEDENGKOT game simulasi di platform FB, The SIMS. *lebay

Tapi enggak sih. Enggak lebay amat. Maksud gue:

Coba perhatiin game-game simulasi yang ada di FB seperti Pet Society, Cityville, Cafeworld, Farmville, intinya sama: pemain bekerja sama dengan pemain lainnya untuk mendapatkan upgrade di bidang permainannya. Misalnya, kalo Farmville goalnya adalah ngedapetin traktor khusus, atau pajangan kebun edisi terbatas. Kalo Pet Society untuk dapetin mainan, aksesori atau perlengkapan rumah.

Dengan kata lain, itu semua adalah konsep dasar permainan The Sims yang udah ada sejak 11 tahun lalu. Masalahnya, selama ini The Sims nggak bisa dimainin di FB. Dan sekarang bisa. Makanya gue bilang, game-game lainnya silakan minggir.

Berhubung formatnya online, gue maklum kalo fitur dalam The Sims Social ini lebih ringkas daripada versi PC-nya. Needs dipangkas sehingga tinggal ada lapar, kebersihan, bladder, sosial, dan fun.Comfort nggak ada, dan sebagai konsekuensinya sim kita nampak nggak terganggu berada di ruangan yang berantakan. Tapi tetep aja kita bisa bikin ribuan kombinasi fitur penampilan dengan banyak pilihan mata, hidung, mulut, dan pakaian.

Interest tetap ada, kita bisa membuat sim kita suka olah raga, romantis, atau evil. Dan yang lebih penting: aneka item penghias rumah juga tetap ada, dan buanyak!

Yang menarik adalah, di The Sims Social ini, nggak semua barang bisa langsung kita pake. Ada beberapa jenis yang harus dirakit dulu. Dan untuk merakitnya, bisa ditebak, hanya bisa dilakukan dengan pertolongan teman-teman kita. Cocok dengan namanya, kan? The Sims SOCIAL.

Perbedaan lainnya dengan versi PC adalah, untuk aktivitas yang sifatnya nggak terkait langsung dengan basic needs, ada pembatasan energy. Jadi misalnya kita mau latihan main gitar untuk meningkatkan skill music, kita harus berhenti kalo energynya habis. Baru bisa nerusin latihan gitarnya kalo dapet kiriman energy dari temen, atau terisi ulang setelah didiamkan. Tapi sekalipun energy levelnya habis, kita tetap bisa tidur, mandi, atau ke wc.

Terakhir, di The SIMS Social ini nggak ada profesi. Jadi nggak ada acara sim kita pergi ke kantor pada jam-jam tertentu. Sebagai gantinya, uang kita dapet kalo melakukan kegiatan non basic needs, seperti merapikan kebun atau berlatih skill.

Intinya, para penggemar game The Sims, wajib main game ini!

Tertarik? Silakan klik link berikut: The Sims Social

plants vs. zombies


Waktu kuliah dulu, gue ngambil sebuah mata kuliah pilihan berjudul ‘Psikologi Bermain’. Sebuah pilihan yang belakangan lumayan gue sesali karena tugas makalahnya banyak banget dan akhirnya cuma dapet C. Satu hal yang gue inget dari mata kuliah itu, selain fakta bahwa ternyata kegiatan bermain bisa dikemas dalam bentuk yang begitu datar dan membosankan, adalah definisi ‘bermain”:

“Sebuah kegiatan menghibur diri sendiri yang tidak memiliki titik akhir.”

Dan menurut gue, game yang satu ini bener-bener memenuhi definisi tersebut. Tipe gamenya rada-rada mirip game strategi pertahanan seperti “Master of Defense” tapi yang ini dikemas dalam bentuk yang jauh lebih kocak dan menghibur.

Skenarionya, kita adalah pemilik sebuah rumah yang lagi disatronin serombongan zombie. Target permainannya adalah bertahan agar para zombie jangan sampe masuk ke rumah karena kalo itu terjadi, mereka akan memakan otak kita. Cara bertahannya ini yang unik: dengan bantuan tanam-tanaman! Hehehe… gue ngebayangin para pencipta game ini pastilah sekelompok orang yang super iseng dan jail, sehingga kok ya bisa-bisanya kepikiran skenario gila kaya gini.

Yang seru, di setiap stage akan ada tanaman baru yang bisa kita pilih untuk dipake di stage berikutnya. Mulai dari Pea Shooter alias tanaman kacang-kacangan yang menembaki para zombie dengan biji kacang polong, Walnut raksasa yang bisa dipake sebagai benteng pertahanan, sampe cabe merah yang bisa menimbulkan dinding api.

Yang bikin game ini makin seru adalah, kita nggak bisa main taro tanaman pilihan kita gitu aja. Tanaman hanya bisa dipasang kalo kita punya cukup sinar matahari. Sinar mataharinya berbentuk bola-bola kuning yang berjatuhan dari langit, plus yang dihasilkan oleh tanaman Bunga Matahari. Selain itu, setiap tanaman juga punya refresh rate sendiri-sendiri. Jadi, setiap kali kita baru menanam satu jenis tanaman, kita nggak bisa langsung menanam jenis yang sama lagi, sekalipun kita punya biji sinar matahari yang cukup.

Selain tanamannya, jenis zombienya juga macem2. Ada yang berlindung di balik sebuah pintu logam sehingga kebal dari tembakan para Pea Shooter, juga ada yang terikat pada balon sehingga bisa melewati barikade para Walnut raksasa. Yang paling konyol adalah zombie berjaket merah dengan dandanan mirip Micahel Jackson di video klip “Thriller”

Dancing Zombie ini berjalan dengan gaya Moonwalk, jurus andalannya Michael Jackson, dan… diiringi oleh beberapa zombie penari latar! Dengan isengnya, di bagian almanac para zombie tertulis: “Any resemblance between Dancing Zombie and persons living or dead is purely coincidental”.

Selain rangkaian game utama yang terdiri atas 5 stage yang masing-masing terdiri atas beberapa sub-stage, juga ada bonus mini game dan survival mode. Berhubung game ini buatan Pop Caps, di bagian mini games ada game-game plesetan dari game Pop Caps lainnya seperti Insaniquarium dan Bejeweld, tentunya masing-masing dimodifikasi biar sesuai dengan tema Plants vs. Zombie. Selain itu juga ada mini game Zen Garden, di mana kita bisa menanam aneka bunga-bungaan yang menghasilkan… duit untuk beli tanaman baru!

Walaupun nggak terlalu sulit (nggak ada satu stage pun yang bikin gue ngulang lebih dari 2 kali), tapi secara keseluruhan game ini menghibur banget: kocak, penuh kejutan, dan setelah tamat pun kita bisa memainkannya lagi dari awal dengan cara yang berbeda. Bener-bener hiburan tiada akhir, sesuai dengan definisi ‘Bermain’ menurut Psikologi Bermain.

Walaupun gue dapet versi bajakannya dari seorang PNS yang menggunakan fasilitas negara untuk mendownload file-file pribadi, tapi gue sangat menyarankan kalian untuk mendownload dan membeli versi aslinya di sini.

Metal Gear Solid 3: Snake Eater


Alhamdulillah… semalem akhirnya gue berhasil menamatkan game gila ini… Data save terakhir tercatat bulan Juni 2005 (kayaknya nggak bosen2nya gue mengemukakan fakta bahwa udah segitu lamanya gue absen dari dunia per-PS-an), pada stage terakhir. Bayangin betapa gemesnya waktu gue nyampe di stage ini (pada bulan Juni 2005 seperti tersebut di atas), gue save karena waktu itu udah ngantuk, dan besokannya PS nggak mau nyala lagiiii….!!! Grrr…! Bener-bener tinggal satu stage itu doang…!
Waktu itu saking penasarannya gue sampe beli 1 cd Metal Gear baru. Harapan gue kali-kali aja yang rusak CD-nya. Ternyata realita pahit yang gue hadapi. Sesudahnya, pernah juga gue berjam-jam mencetin tombol reset, berharap kali2 aja PS gue bisa nyala lagi, sementara layar tetap aja gelap gulita.
Tapi sekarang semua itu udah berlalu… akhirnya game itu berhasil juga gue taklukkan! Cihuy…!
Ceritanya, di game terakhir ini Solid Snake harus ngalahin The Boss, mentornya yang dulu ngajarin teknik CQC (Close Quarter Combat – pertarungan jarak dekat). Jadi bolak-balik gue terpaksa restart karena si boss ini kaya nggak ada matinya. Kalo dipukul / ditendang, dia bisa aja ngeles terus bales melintir / miting / mbanting. Kalo ditembak, nggak kena. Dibom, cuma kena dua kali. Selalu dua kali. Di percobaan ke tiga dan seterusnya nggak pernah kena. Udah mana si boss ini kalo nembak nggak putus-putus karena peluru dia unlimited. Ditambah lagi ada time limit maks. 10 menit!
Sampe akhirnya gue nemu kelemahannya: ternyata dia lebih mudah ditonjok / ditendang pada saat lagi nembak. Sebisa mungkin deketin dia dari samping, atau kalaupun dari depan jalannya harus setengah melingkar biar nggak segaris sama jalur tembakannya. Begitu udah deket, hajar!
Setelah stage ini, udah nggak ada bagian-bagian yang susah lagi. Tinggal nonton adegan penutup aja. Tips dari gue: tonton terus sampe akhir, karena di bagian ujung sekali, setelah daftar2 nama pengisi suara, akan ada dialog telepon tentang konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan CIA πŸ™‚

Pertama kali gue kenal sama tokoh Solid Snake adalah dari game PS 1, Metal Gear solid. Banyak orang menyangka inilah game pertama dari Serial petualangan Solid Snake, tapi sebenernya dia udah sempet muncul di konsol2 yang lebih kuno seperti Sega dan Nintendo. Tentunya dengan kualitas gambar yang seadanya dan penampilan si Snake lebih mirip apel daripada orang.

Yang bikin gue cinta mati sama serial ini adalah, di sini pemain nggak cuma dituntut untuk adu cepet pencet tombol, tapi juga ada teka-tekinya. Di beberapa bagian bener-bener harus mikir supaya bisa lanjut ke level selanjutnya, dan kadang solusinya sama sekali nggak melibatkan aktivitas tembak-menembak! Di akhir game juga akan ada ranking, semakin sedikit orang yang kita tembak, semakin tinggi rankingnya.

Selain itu, pengolahan alur cerita dan penokohannya nggak kalah deh sama novel atau film. Ada latar belakang buat setiap tokohnya. Metal Gear Solid 1 malah mirip film Indonesia: setiap tokoh penting yang berhasil dikalahkan oleh Solid Snake akan ngoceh menceritakan latar belakang hidupnya sebelum menghembuskan nafas terakhir πŸ™‚

Walaupun game ini bersetting dan bertokohkan karakter Amerika, aroma kejepang-jepangannya masih sangat terasa. Kelihatan dari filosofi-filosofi para tokohnya yang seringkali mengingatkan pada filosofi Samurai. Misalnya, tokoh the boss yang gue ceritain di atas itu, sebenernya dateng ke rusia untuk menjalankan misi dari pemerintah (amerika). Ternyata ada hal yang berjalan di luar rencana, dan tokoh si boss ini difitnah oleh pemerintahnya sendiri, dibilang berkhianat dan dikirimlah solid snake untuk memberantasnya. Tapi si boss walaupun udah dikhianati pemerintahnya, tetep menjalankan tugas ‘sebagai seorang ksatria’ dan di akhir cerita menyerahkan hasil penyelidikannya kepada Solid Snake supaya muridnya ini bisa pulang dan jadi pahlawan di negaranya. Banzai..!

Entah terinspirasi tren prequelnya star wars atau gimana, MGS 3 ini menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum MGS 1. Makanya jangan heran kalo senjata-senjatanya terkesan ‘jadul’ dibandingkan dengan yang ada di MGS 1 dan 2. Yang menarik adalah desain Metal Gearnya sendiri, robot pemusnah yang selalu muncul di akhir cerita. Berhubung ini tahun 60-an, robotnya juga masih setengah tank!

Dari segi grafis, game ini sekali lagi jadi terobosan barunya Hideo Kojima karena ini pertama kalinya ada game petualangan yang bersetting di hutan, lengkap dengan seluruh flora dan fauna yang interaktif. Maksudnya, kalo si Snake ngelewatin rerumputan, maka akan terlihat rumputnya goyang-goyang kesenggol. Saat dia tiarap di tanah kadang ada kelinci atau ular lewat. Bahkan di beberapa bagian akan muncul kupu-kupu! Game-game pendahulunya juga udah ada sih yang settingnya di hutan, tapi tanamannya kurang realistis karena mirip potongan kertas kaku gitu. Si Hideo ini emang tergila-gila sama detil. Di MGS 2, ada seember es di bar yang kalo iseng ditungguin akan kelihatan proses mencairnya; dari balok-balok es sampe jadi air semua.

Dari segi gameplay, game ini jauh lebih menantang banget karena Soliton radar yang dulu muncul di MGS 1 dan 2 sekarang udah nggak ada lagi. Nembakin musuh juga harus lebih hati-hati, karena selain bisa kedengeran sama temennya, tentara musuh juga ‘diabsen’ secara berkala via radio. Kalo ada satu yang nggak jawab, maka seluruh pasukan musuh langsung waspada karena tau markasnya udah kemasukan musuh!

Kesimpulannya: ini game top abis!!!

Kalo mau liat foto2 serial MGS, bisa klik kedua group di bawah ini:
Metal Gear Solid
Snake Eater

  • Komentar Terbaru

    teguh P21 pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    jessmite pada McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    Rizal Sofyan Gueci pada Momen Pengubah Hidup
    mbot pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    ririey2008 pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    Erina Aprilia pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    ayikhaidar pada Penemuan Hari Ini… Atura…
    Itsnahm pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 706 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Review: Onward (2020), film bagus yang apes 23 Mei 2020
      Sejak meluncurkan "Toy Story" tahun 1995, citra Pixar di kepala gue adalah sebuah studio yang mampu bikin film dengan perspektif unik. Ya Toy Story itu contohnya, kok ya kepikiran bikin film tentang "kehidupan rahasia" sekumpulan mainan. Film-film mereka lainnya seperti Monsters, Inc (energi jeritan bocah sebagai sumber tenaga listrik, wo […]
    • Review: Forgotten (2017), Ruwetnya Hidup Kalo Ingatan Nggak Bisa Diandalkan 9 Mei 2020
      Kalo kalian suka film yang awalnya nampak biasa-biasa aja, seolah bersenandung "la... la... la...", matahari bersinar, angin berhembus sepoi-sepoi, kupu-kupu beterbangan, tapi lama kelamaan makin gelap, tegang, mencekam, hujan geledek, pintu berderit, bayangan gelap melintas, kaca pecah berhamburan, dan dalam proses tersebut kalian terus dibikin be […]
    • Long Shot, Rom-Com dengan Pesan Khusus Buat Rakyat Indonesia 4 Mei 2020
      Buat penggemar film rom-com, gue sangat merekomendasikan film ini. Lagi ada di Fox Movies, malam ini jam 23.50, besok (5 Mei 2020) jam 22.05, dan Kamis (7 Mei 2020) jam 16.00.Film tahun 2019 ini menceritakan kehidupan Fred (Seth Rogen), jurnalis kere super idealis yang di sebuah pesta nggak sengaja ketemu Charlotte Field (Charlize Theron), mantan baby sitter […]
    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film.Β Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati.Β Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer.Β AMANDA: β€œKita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Menjadi Leader #30 di 'Top 50 Leader Oriflame Jakarta'. 2 Juni 2020
      Setiap tahunnya, oriflame cabang mengumumkan siapa-siapa saja leader yang menduduki posisi Top 50.Yaitu 50 Leader terbaik tahun tersebut dari ratusan ribu konsultan oriflame yang terdaftar di cabang tersebut.Aku terdaftar di cabang Oriflame Jakarta.Alhamdulillah, bulan Maret lalu tepatnya tanggal 30 Maret 2020, diumumkan bahwa aku mewakili Beauty Community-k […]
    • Ini Dia... Bisnis yang Cocok di Segala Musim! 7 Mei 2020
      Tahun 2020 ini mungkin jadi tahun di mana harapan banyak orang terkabul, sekaligus tahun yang paling dibenci orang.Β Lho harapannya terkabul kok malah benci, sih?Lha iya kan, selama ini kalau lagi terjebak kemacetan, banyak orang berharap, kapan ya... jalanan nggak macet lagi. Sekarang terkabul: jalan raya super lancar!Β Buat yang lagi males ngantor/sekolah, m […]
    • Oriflame vs Membangun Perusahaan Startup 10 Januari 2020
      Jadi, 2 hari lalu aku berkesempatan melihat presentasi 14 startup baru dari sebuah perusahaan startup generator program, yang sedang melakukan presentasi di depan para calon investor di singapore. Kalau yg mungkin belum terlalu paham, STARTUP itu kalau simplenya adalah perusahaan yg baru dirintis yg biasanya didirikan karena melihat adanya sebuah kebutuhan p […]
    • [Review] Loved Up Shower Gel Feel Good 4 Januari 2020
      Setelah sore ini galau mau pakai shower gel baru dari seri Feel Good-nya Oriflame yg mana, akhirnya aku memutuskan cobain yang LOVED UP. Kemasannya bentuk tube jadi akan memudahkan banget kalau isinya tinggal sedikit. Gak perlu dibalik botolnya. Atau diisi air lalu dikocok2.. Hahahaha.. Isinya 200ml. Menurutku cukup banyak untuk ukuran shower gel, cukup untu […]
    • Generasi Sandwich. 19 Desember 2019
      Pernah dengar istilah Sandwich Generation atau Generasi Sandwich? πŸ₯ͺπŸ₯ͺπŸ₯ͺπŸ₯ͺπŸ₯ͺ Ini adalah istilah yang dipopulerkan oleh seorang Profesor dari Universitas Kentucky, USA, Dorothy Miller, di dalam sebuah jurnal pekerja sosial yang diterbitkannya tahun 1981. Generasi Sandwich ini adalah generasi yang terhimpit secara finansial untuk mencukupi kebutuhan finansial […]
    • Susu Pembersih, Penting Lho! 9 Desember 2019
      Duluuuu bangeeeet pas aku masih awal2 oriflamean, muka tuh kusam, jerawatan, gak karu2an lah.. Hahahaha.. Lalu aku ikutan training skin care di oriflame, dan dapat pencerahan bahwa langkah pertama perawatan kulit adalah pembersihan wajah yang optimal. Dan sabun muka aja gak cukuuuup ternyata. Sangat disarankan untuk melakukan pembersihan 2 langkah, yaitu sus […]
    • Jadi 'Hero' di PBS Workshop di OEC Jakarta! Seruuuu! 5 Desember 2019
      Jadi hari ini jadwalnya aku ke OEC Jakarta dan ikutan PBS Workshop yang oriflame adakan.Aku ingin tambah ilmu, ya khaaaan?Walaupun sudah bikin dan punya link PBS, aku merasa kalau aku tetap harus datang ke workshop ini karena pasti aku akan dapat sesuatu.Karena kunci untuk maju adalah: JANGAN pernah merasa SUDAH TAU.Β Banyakin belajar. Dan bener aja, aku dapa […]
    • Menghasilkan Uang di Oriflame Lewat Menjual, Begini Caranya! πŸ’°πŸ’°πŸ€‘ 4 Desember 2019
      Masih banyak yang suka bertanya-tanya: Sistem kerja oriflame itu seperti apa sih? Cara kerja oriflame itu bagaimana sih? Mari merapat! Aku akan jelaskan yaaaa.. πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€— Jadi, di Oriflame itu ada 2 cara untuk menghasilkan uang. Yang pertama, dengan cara menjual. Yang kedua, dengan cara membangun sebuah team dengan cara mengajak sebanyak mungkin teman kita bergab […]
    • Kenalan Sama Oriflame Lewat Video Ini, Yuk! 😍😍 3 Desember 2019
      Belum pernah tau tentang Oriflame? Atau, sudah pernah tau tapi cuma selewat aja? Yuk kenalan dengan oriflame lewat beberapa fakta menarik di video ini. 😍😍😍😍 Oriflame adalah perusahaan besar yang harus dipertimbangkan kalau teman2 sedang mencari bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah atau sambil ngantor. Perusahaan yang pertama kali berdiri di stockholm, swed […]
    • Cerita Dibalik Sebuah Conference Oriflame 😍😍😍 2 Desember 2019
      Aku mau ceritain tentang dibalik sebuah conference international-nya oriflame ya.. Sungguh aku tercengaaaaang banget pas denger penjelasannya di acara Business Day Diamond Conference Sydney, Januari 2019 kemarin. 😍😍😍😍😍 Di oriflame kan ada 2 event konferensi luar negeri-- Gold Conference dan Executive-Diamond Conference. Nah yg naik panggung cerita dan […]
%d blogger menyukai ini: