[review] Jalanan


 

poster_jalanan

Andaikan ada orang khilaf ngemodalin gue bikin film dokumenter tentang kehidupan pengamen jalanan Jakarta, maka kemungkinan besar hasilnya akan jadi sebagai berikut:

  • diiringi lagu sedih, kalau bisa solo piano
  • ada suara narator. Pilih naratornya yang bersuara ngebass kayak narator iklan rokok
  • ada banyak adegan-adegan memilukan, semisal dikejar-kejar kamtib, gitarnya rusak masuk got, pengamennya dipukulin, dsb
  • ada wawancara testimoni pengamen yang bersangkutan, dengan ekspresi sedih meratapi nasib dan/atau mengutuk ketidakadilan kehidupan ibu kota

Untunglah bukan gue pembuat film ini, sebab kalo iya hasilnya nggak akan sekeren ini.

(lebih…)

[review] Comic 8


 

Comic-8-Banner.jpg

Entah udah berapa tahun lewat sejak gue ngakak sepuas ini gara-gara nonton film Indonesia.

“Comic 8” bercerita tentang 8 perampok bank yang ‘kebetulan’ merampok bank yang sama di hari yang sama. ‘Kebetulan’? Huh, kedengerannya kayak tipikal film Indonesia banget, ya?

Entar dulu.

(lebih…)

[review] Man of Steel


man-of-steel-poster

Kalo gue diminta untuk menyimpulkan film “Man of Steel” (selanjutnya gue singkat MoS) dalam satu kata, maka kata yang gue pilih adalah: NEKAD.

(lebih…)

[setengah review] Fast and Furious 6


Kenapa setengah?

Karena isi tulisan ini memang cuma setengahnya (atau bahkan kurang) yang review. Sisanya nyeletuk.

(lebih…)

[review] Evil Dead


EVILDEAD-newart

Sejujurnya gue nggak terlalu tertarik sama film ini, tapi tetep gue tulis review-nya sebagai penyeimbang bahwa nggak bener semua film Hollywood itu bagus. Ini, adalah salah satu yang culun – dan sangat nggak kreatif.

Pertama-tama, ini adalah remake dari film berjudul sama keluaran tahun 1981, alias bukti lain dari penurunan kreativitas sineas Hollywood yang gue tulis di posting yang ini. Gue belum nonton film yang dulunya kayak apa, jadi gue nonton film ini tanpa pembanding. Dan karena dia digadang-gadang sebagai “The Most Terrifying Film You Will Ever Experience”, maka cukup tinggi lah harapan gue atas film ini.

(lebih…)

[Review] What They Don’t Talk About When They Talk About Love


 

70378c04-8900-4adb-bd85-01d1d60eaedb

Film, seperti halnya karya-karya seni lainnya, pada dasarnya adalah media penyampaian pesan dari sutradara kepada penonton. Yang kemudian membedakan satu sutradara dengan sutradara lainnya adalah cara yang mereka pilih untuk menyampaikan pesan tersebut.

(lebih…)

[review] Star Trek: Into Darkness


poster star trek into darkness

 

Ini dia, salah satu film yang gue tunggu-tunggu di tahun 2013 ini! Setelah puas nonton Star Trek keluaran tahun 2009, gue cukup harap-harap cemas nunggu apakah JJ Abrams mampu mengulang sukses menggarap Star Trek jadi tontonan yang seru.

(lebih…)

[review] 9 Summers, 10 Autumns


Gue ini penonton tipe orientasi hasil: yaitu penonton yang maunya dibikin penasaran ingin tahu gimana ending sebuah, berharap yang terjadi di luar tebakannya. Abis, kayaknya percuma aja ngabisin waktu 1,5 sampe 2 jam duduk di bioskop kalo udah tau ceritanya akan jadi gimana.

Tapi gue juga tau bahwa nggak semua film dirancang untuk ngasih kejutan di bagian akhir.  Ada film yang orientasinya proses: mau ngasih lihat gimana perkembangan alur sebuah cerita, tahap demi tahap, tanpa ada usaha ngasih kejutan di bagian akhir. Film 9 Summers 10 Autumn ini termasuk yang berorientasi proses.

(lebih…)

[review] Jakarta Hati


Ini adalah film omnibus (film panjang yang terdiri atas sejumlah film pendek) karya Salman Aristo kedua yang pernah gue tonton. Yang sebelumnya adalah Jakarta Magrib, berisi cerita-cerita penduduk Jakarta yang settingnya kebetulan menjelang magrib. Temanya sederhana banget, tapi menohok banget karena bikin penonton ngeliat ulah mereka sendiri sehari-hari. Kalo belum nonton Jakarta Magrib, beli deh DVD-nya. Nggak nyesel, serius.

Jakarta Hati dibuat dengan format yang kurang lebih sama dengan Jakarta Magrib. Sama-sama omnibus, dan sama-sama mengangkat potret keseharian warga Jakarta. Tagline-nya gue suka banget: “Ini Jantung Ibukota, di Mana Hatinya?” Ini dia ceritanya:
(lebih…)

[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak


Ted movie poster

“No matter how big a splash you make in this world, whether you’re Corey Feldman, Frankie Muniz, Justin Bieber or a talking teddy bear, eventually, nobody gives a shit.”

PERINGATAN: Walaupun film ini dibintangi boneka beruang yang lucu, ini BUKAN film anak-anak. Tolong itu smartphone-nya jangan cuma dipake buat kirim-kiriman hoax doang, pake juga untuk survey kecil-kecilan film macam apa yang akan lu tonton bareng anak.

Gue merasa perlu banget menyebarluaskan peringatan barusan karena gemes ngelihat banyaknya orangtua bego yang ngajak anak-anaknya nonton film ini. Padahal di bioskop udah terpampang lebih dari 1 peringatan bahwa film ini bukan film anak-anak. Alhasil sepanjang film anak-anak jadi bingung dan bosen, para orangtua juga nggak bisa menikmati filmnya karena ditanya-tanyain melulu oleh anaknya, dan penonton lainnya pun ikutan senewen dengerin dialog para orangtua dan anak-anaknya tersebut. Dalam situasi kayak gini, penonton seharusnya berhak komplen kepada pihak bioskop karena seharusnya penjaga pintu nggak meloloskan para penonton yang menyalahi batas umur film.

Emang apa sih ‘dosa’ teddy bear lucu dalam film ini sehingga nggak baik ditonton anak-anak?

Banyak, di antaranya adalah memaki-maki, berbuat cabul, ngisep ganja, hingga menampilkan buah dada telanjang tanpa sensor! Ted adalah teddy bear paling brutal yang pernah gue tonton.

(lebih…)

[review] Test Pack: You’re My Baby


“Bukunya lebih keren daripada filmnya!” biasanya gitu komentar orang setelah nonton film yang diangkat dari buku. Ada banyak faktor yang bikin komentar kayak gini muncul, salah satunya adalah: film berusaha menyamai bukunya 100% plek. Padahal dimensi waktu di buku seringkali jauh lebih panjang dari yang bisa ditampung dalam durasi sebuah film. Akibatnya alur film jadi terasa aneh saking banyaknya hal yang ingin ditampilin.

Untungnya, film ini berhasil lolos dari jebakan itu.

(lebih…)

[review] Rayya–Cahaya di Atas Cahaya


Setelah sekian lama nonton berbagai jenis film, akhirnya gue sampe pada satu kesimpulan: setiap film memerlukan cara menikmati yang berbeda-beda. Nonton film Sang Penari, misalnya. Kalo lu berusaha menikmatinya dengan mencari adegan romantis dan dialog puitis, jelas lu akan kecewa berat. Tapi kalo lu nonton film itu dengan kesiapan mental untuk digugat, diajak peduli, dan dibikin bertanya-tanya, maka film itu akan sangat menarik. Sebaliknya, kalo lu nonton The Expendables dengan cita-cita dapet pesan berbobot, jelas lu akan keluar dari bioskop sambil ngomel-ngomel. Walaupun memang ada juga film yang sampe sekarang belum jelas gimana cara menikmatinya sih, misalnya Terowongan Casablanca.

Film Rayya ini termasuk film yang perlu ditonton dengan kesiapan mental yang tepat.

(lebih…)

[review] Red Lights


There are two kinds of people out there with a special gift. The ones who really think they have some kind of power. And the other guys, who think we can’t figure them out. They’re both wrong.

Film ini bercerita tentang 2 orang peneliti, Dr. Margaret Matheson (Sigourney Weaver) dan asistennya Tom Buckley (Cillian Murphy) yang kerjanya mencari orang-orang yang mengaku punya kekuatan supranatural – dan membuktikan bahwa mereka semua penipu.

(lebih…)

[review] The Cabin in the Woods


cabin in the woods poster“You Think You Know the Story”

Begitulah ‘tantangan’ film ini yang tertulis sebagai tagline. Dan waktu film dimulai, penonton memang digiring untuk mikir gitu. Lima orang anak muda, pergi kemping ke tempat terpencil yang dari penampakannya aja udah sangat mencurigakan, dan akhirnya dikejar-kejar monster. Tokoh-tokohnya pun ‘klasik’ banget. Ada Curt (Chris Hemsworth), si atlet, Holden (Jesse Williams), si lelaki baik-baik, Jules (Anna Hutchison) si binal, Marty (Fran Kranz) si teler, dan Dana (Kristen Connolly) si perawan lugu. Bahkan ada kakek tua menyeramkan yang mencegat mereka menjelang sampai ke lokasi, memperingatkan agar mereka jangan lanjut. Ini klasik banget. Inget nenek tua di film Jelangkung yang ngomong berulang-ulang “Ulah ka kenca, ulah ka kenca…” Atau buat kalian yang cukup sial sehingga terjebak nonton Terowongan Casablanca juga mungkin inget akan kemunculan bapak cebol yang (sok) misterius di tengah hutan gelap.

Tapi apa iya, film ini sestandar kelihatannya?

(lebih…)

The Dark Knight Rises


Batman The Dark Knight RisesFilm yang mengambil setting 8 tahun sejak The Dark Knight ini menceritakan Batman yang udah mengundurkan diri dari urusan persuperheroan. Bukan cuma Batman-nya, tapi Bruce Wayne-nya juga menutup diri dari pergaulan. Gotham City damai tenteram sampe Komisaris Gordon bilang, “kalo keadaannya begini terus, lama-lama tugas polisi adalah nagihin buku yang telat dikembaliin dari perpustakaan.”

Tapi kemudian muncullah Bane (Tom Hardy), penjahat super sadis yang kesadisannya dimunculin sejak awal film. Bane punya rencana besar untuk menghancurleburkan kota Gotham. Dan, menurut gue, di sinilah masalah buat gue, sebagai penonton, dimulai.

(lebih…)

  • Komentar Terbaru

    teguh P21 pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    jessmite pada McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    Rizal Sofyan Gueci pada Momen Pengubah Hidup
    mbot pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    ririey2008 pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    Erina Aprilia pada Tujuh Kecurigaan Gue kepada ML…
    ayikhaidar pada Penemuan Hari Ini… Atura…
    Itsnahm pada Ingin Hidup Seperti Raja? Ini…
    mbot pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 706 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Review: Onward (2020), film bagus yang apes 23 Mei 2020
      Sejak meluncurkan "Toy Story" tahun 1995, citra Pixar di kepala gue adalah sebuah studio yang mampu bikin film dengan perspektif unik. Ya Toy Story itu contohnya, kok ya kepikiran bikin film tentang "kehidupan rahasia" sekumpulan mainan. Film-film mereka lainnya seperti Monsters, Inc (energi jeritan bocah sebagai sumber tenaga listrik, wo […]
    • Review: Forgotten (2017), Ruwetnya Hidup Kalo Ingatan Nggak Bisa Diandalkan 9 Mei 2020
      Kalo kalian suka film yang awalnya nampak biasa-biasa aja, seolah bersenandung "la... la... la...", matahari bersinar, angin berhembus sepoi-sepoi, kupu-kupu beterbangan, tapi lama kelamaan makin gelap, tegang, mencekam, hujan geledek, pintu berderit, bayangan gelap melintas, kaca pecah berhamburan, dan dalam proses tersebut kalian terus dibikin be […]
    • Long Shot, Rom-Com dengan Pesan Khusus Buat Rakyat Indonesia 4 Mei 2020
      Buat penggemar film rom-com, gue sangat merekomendasikan film ini. Lagi ada di Fox Movies, malam ini jam 23.50, besok (5 Mei 2020) jam 22.05, dan Kamis (7 Mei 2020) jam 16.00.Film tahun 2019 ini menceritakan kehidupan Fred (Seth Rogen), jurnalis kere super idealis yang di sebuah pesta nggak sengaja ketemu Charlotte Field (Charlize Theron), mantan baby sitter […]
    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Menjadi Leader #30 di 'Top 50 Leader Oriflame Jakarta'. 2 Juni 2020
      Setiap tahunnya, oriflame cabang mengumumkan siapa-siapa saja leader yang menduduki posisi Top 50.Yaitu 50 Leader terbaik tahun tersebut dari ratusan ribu konsultan oriflame yang terdaftar di cabang tersebut.Aku terdaftar di cabang Oriflame Jakarta.Alhamdulillah, bulan Maret lalu tepatnya tanggal 30 Maret 2020, diumumkan bahwa aku mewakili Beauty Community-k […]
    • Ini Dia... Bisnis yang Cocok di Segala Musim! 7 Mei 2020
      Tahun 2020 ini mungkin jadi tahun di mana harapan banyak orang terkabul, sekaligus tahun yang paling dibenci orang. Lho harapannya terkabul kok malah benci, sih?Lha iya kan, selama ini kalau lagi terjebak kemacetan, banyak orang berharap, kapan ya... jalanan nggak macet lagi. Sekarang terkabul: jalan raya super lancar! Buat yang lagi males ngantor/sekolah, m […]
    • Oriflame vs Membangun Perusahaan Startup 10 Januari 2020
      Jadi, 2 hari lalu aku berkesempatan melihat presentasi 14 startup baru dari sebuah perusahaan startup generator program, yang sedang melakukan presentasi di depan para calon investor di singapore. Kalau yg mungkin belum terlalu paham, STARTUP itu kalau simplenya adalah perusahaan yg baru dirintis yg biasanya didirikan karena melihat adanya sebuah kebutuhan p […]
    • [Review] Loved Up Shower Gel Feel Good 4 Januari 2020
      Setelah sore ini galau mau pakai shower gel baru dari seri Feel Good-nya Oriflame yg mana, akhirnya aku memutuskan cobain yang LOVED UP. Kemasannya bentuk tube jadi akan memudahkan banget kalau isinya tinggal sedikit. Gak perlu dibalik botolnya. Atau diisi air lalu dikocok2.. Hahahaha.. Isinya 200ml. Menurutku cukup banyak untuk ukuran shower gel, cukup untu […]
    • Generasi Sandwich. 19 Desember 2019
      Pernah dengar istilah Sandwich Generation atau Generasi Sandwich? 🥪🥪🥪🥪🥪 Ini adalah istilah yang dipopulerkan oleh seorang Profesor dari Universitas Kentucky, USA, Dorothy Miller, di dalam sebuah jurnal pekerja sosial yang diterbitkannya tahun 1981. Generasi Sandwich ini adalah generasi yang terhimpit secara finansial untuk mencukupi kebutuhan finansial […]
    • Susu Pembersih, Penting Lho! 9 Desember 2019
      Duluuuu bangeeeet pas aku masih awal2 oriflamean, muka tuh kusam, jerawatan, gak karu2an lah.. Hahahaha.. Lalu aku ikutan training skin care di oriflame, dan dapat pencerahan bahwa langkah pertama perawatan kulit adalah pembersihan wajah yang optimal. Dan sabun muka aja gak cukuuuup ternyata. Sangat disarankan untuk melakukan pembersihan 2 langkah, yaitu sus […]
    • Jadi 'Hero' di PBS Workshop di OEC Jakarta! Seruuuu! 5 Desember 2019
      Jadi hari ini jadwalnya aku ke OEC Jakarta dan ikutan PBS Workshop yang oriflame adakan.Aku ingin tambah ilmu, ya khaaaan?Walaupun sudah bikin dan punya link PBS, aku merasa kalau aku tetap harus datang ke workshop ini karena pasti aku akan dapat sesuatu.Karena kunci untuk maju adalah: JANGAN pernah merasa SUDAH TAU. Banyakin belajar. Dan bener aja, aku dapa […]
    • Menghasilkan Uang di Oriflame Lewat Menjual, Begini Caranya! 💰💰🤑 4 Desember 2019
      Masih banyak yang suka bertanya-tanya: Sistem kerja oriflame itu seperti apa sih? Cara kerja oriflame itu bagaimana sih? Mari merapat! Aku akan jelaskan yaaaa.. 😍😍🤗🤗 Jadi, di Oriflame itu ada 2 cara untuk menghasilkan uang. Yang pertama, dengan cara menjual. Yang kedua, dengan cara membangun sebuah team dengan cara mengajak sebanyak mungkin teman kita bergab […]
    • Kenalan Sama Oriflame Lewat Video Ini, Yuk! 😍😍 3 Desember 2019
      Belum pernah tau tentang Oriflame? Atau, sudah pernah tau tapi cuma selewat aja? Yuk kenalan dengan oriflame lewat beberapa fakta menarik di video ini. 😍😍😍😍 Oriflame adalah perusahaan besar yang harus dipertimbangkan kalau teman2 sedang mencari bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah atau sambil ngantor. Perusahaan yang pertama kali berdiri di stockholm, swed […]
    • Cerita Dibalik Sebuah Conference Oriflame 😍😍😍 2 Desember 2019
      Aku mau ceritain tentang dibalik sebuah conference international-nya oriflame ya.. Sungguh aku tercengaaaaang banget pas denger penjelasannya di acara Business Day Diamond Conference Sydney, Januari 2019 kemarin. 😍😍😍😍😍 Di oriflame kan ada 2 event konferensi luar negeri-- Gold Conference dan Executive-Diamond Conference. Nah yg naik panggung cerita dan […]
%d blogger menyukai ini: