[review-buku] Papomics


Apa sih yang bikin seseorang tertarik menyomot sebuah buku di rak toko buku?

Sebagai penggemar warna merah dan gambar kartun, kedua elemen ini jadi elemen yang paling berpengaruh. Itulah sebabnya gue tertarik sama cover buku ini:

Papomics

Ditambah lagi dengan temanya tentang para bapak, membuat gue merasakan adanya keterikatan batin. Gue comot satu, gue buka-buka… lho, kok ceritanya ada yang gue kenal?

(lebih…)

Iklan

[review] Jalanan


Andaikan ada orang khilaf ngemodalin gue bikin film dokumenter tentang kehidupan pengamen jalanan Jakarta, maka kemungkinan besar hasilnya akan jadi sebagai berikut:

  • diiringi lagu sedih, kalau bisa solo piano
  • ada suara narator. Pilih naratornya yang bersuara ngebass kayak narator iklan rokok
  • ada banyak adegan-adegan memilukan, semisal dikejar-kejar kamtib, gitarnya rusak masuk got, pengamennya dipukulin, dsb
  • ada wawancara testimoni pengamen yang bersangkutan, dengan ekspresi sedih meratapi nasib dan/atau mengutuk ketidakadilan kehidupan ibu kota

Untunglah bukan gue pembuat film ini, sebab kalo iya hasilnya nggak akan sekeren ini.

(lebih…)

[review] Comic 8


poster comic 8

Entah udah berapa tahun lewat sejak gue ngakak sepuas ini gara-gara nonton film Indonesia.

“Comic 8” bercerita tentang 8 perampok bank yang ‘kebetulan’ merampok bank yang sama di hari yang sama. ‘Kebetulan’? Huh, kedengerannya kayak tipikal film Indonesia banget, ya?

Entar dulu.

(lebih…)

[review] Man of Steel


Kalo gue diminta untuk menyimpulkan film “Man of Steel” (selanjutnya gue singkat MoS) dalam satu kata, maka kata yang gue pilih adalah: NEKAD.

(lebih…)

Buku Keren: Generasi 90an


Ini buku wajib punya banget buat kalian yang ngerasain dekade 90-an (ya, yang dimulai lebih dari 20 tahun lalu – gimana, merasa tua sekarang?)

(lebih…)

[setengah review] Fast and Furious 6


Kenapa setengah?

Karena isi tulisan ini memang cuma setengahnya (atau bahkan kurang) yang review. Sisanya nyeletuk.

(lebih…)

[review] Evil Dead


Sejujurnya gue nggak terlalu tertarik sama film ini, tapi tetep gue tulis review-nya sebagai penyeimbang bahwa nggak bener semua film Hollywood itu bagus. Ini, adalah salah satu yang culun – dan sangat nggak kreatif.

Pertama-tama, ini adalah remake dari film berjudul sama keluaran tahun 1981, alias bukti lain dari penurunan kreativitas sineas Hollywood yang gue tulis di posting yang ini. Gue belum nonton film yang dulunya kayak apa, jadi gue nonton film ini tanpa pembanding. Dan karena dia digadang-gadang sebagai “The Most Terrifying Film You Will Ever Experience”, maka cukup tinggi lah harapan gue atas film ini.

(lebih…)

[Review] What They Don’t Talk About When They Talk About Love


Film, seperti halnya karya-karya seni lainnya, pada dasarnya adalah media penyampaian pesan dari sutradara kepada penonton. Yang kemudian membedakan satu sutradara dengan sutradara lainnya adalah cara yang mereka pilih untuk menyampaikan pesan tersebut.

(lebih…)

[review] Star Trek: Into Darkness


poster star trek into darkness

 

Ini dia, salah satu film yang gue tunggu-tunggu di tahun 2013 ini! Setelah puas nonton Star Trek keluaran tahun 2009, gue cukup harap-harap cemas nunggu apakah JJ Abrams mampu mengulang sukses menggarap Star Trek jadi tontonan yang seru.

(lebih…)

[review] 9 Summers, 10 Autumns


Gue ini penonton tipe orientasi hasil: yaitu penonton yang maunya dibikin penasaran ingin tahu gimana ending sebuah, berharap yang terjadi di luar tebakannya. Abis, kayaknya percuma aja ngabisin waktu 1,5 sampe 2 jam duduk di bioskop kalo udah tau ceritanya akan jadi gimana.

Tapi gue juga tau bahwa nggak semua film dirancang untuk ngasih kejutan di bagian akhir.  Ada film yang orientasinya proses: mau ngasih lihat gimana perkembangan alur sebuah cerita, tahap demi tahap, tanpa ada usaha ngasih kejutan di bagian akhir. Film 9 Summers 10 Autumn ini termasuk yang berorientasi proses.

(lebih…)

[review] Jakarta Hati


Ini adalah film omnibus (film panjang yang terdiri atas sejumlah film pendek) karya Salman Aristo kedua yang pernah gue tonton. Yang sebelumnya adalah Jakarta Magrib, berisi cerita-cerita penduduk Jakarta yang settingnya kebetulan menjelang magrib. Temanya sederhana banget, tapi menohok banget karena bikin penonton ngeliat ulah mereka sendiri sehari-hari. Kalo belum nonton Jakarta Magrib, beli deh DVD-nya. Nggak nyesel, serius.

Jakarta Hati dibuat dengan format yang kurang lebih sama dengan Jakarta Magrib. Sama-sama omnibus, dan sama-sama mengangkat potret keseharian warga Jakarta. Tagline-nya gue suka banget: “Ini Jantung Ibukota, di Mana Hatinya?” Ini dia ceritanya:
(lebih…)

[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak


Ted movie poster

“No matter how big a splash you make in this world, whether you’re Corey Feldman, Frankie Muniz, Justin Bieber or a talking teddy bear, eventually, nobody gives a shit.”

PERINGATAN: Walaupun film ini dibintangi boneka beruang yang lucu, ini BUKAN film anak-anak. Tolong itu smartphone-nya jangan cuma dipake buat kirim-kiriman hoax doang, pake juga untuk survey kecil-kecilan film macam apa yang akan lu tonton bareng anak.

Gue merasa perlu banget menyebarluaskan peringatan barusan karena gemes ngelihat banyaknya orangtua bego yang ngajak anak-anaknya nonton film ini. Padahal di bioskop udah terpampang lebih dari 1 peringatan bahwa film ini bukan film anak-anak. Alhasil sepanjang film anak-anak jadi bingung dan bosen, para orangtua juga nggak bisa menikmati filmnya karena ditanya-tanyain melulu oleh anaknya, dan penonton lainnya pun ikutan senewen dengerin dialog para orangtua dan anak-anaknya tersebut. Dalam situasi kayak gini, penonton seharusnya berhak komplen kepada pihak bioskop karena seharusnya penjaga pintu nggak meloloskan para penonton yang menyalahi batas umur film.

Emang apa sih ‘dosa’ teddy bear lucu dalam film ini sehingga nggak baik ditonton anak-anak?

Banyak, di antaranya adalah memaki-maki, berbuat cabul, ngisep ganja, hingga menampilkan buah dada telanjang tanpa sensor! Ted adalah teddy bear paling brutal yang pernah gue tonton.

(lebih…)

[review] Test Pack: You’re My Baby


“Bukunya lebih keren daripada filmnya!” biasanya gitu komentar orang setelah nonton film yang diangkat dari buku. Ada banyak faktor yang bikin komentar kayak gini muncul, salah satunya adalah: film berusaha menyamai bukunya 100% plek. Padahal dimensi waktu di buku seringkali jauh lebih panjang dari yang bisa ditampung dalam durasi sebuah film. Akibatnya alur film jadi terasa aneh saking banyaknya hal yang ingin ditampilin.

Untungnya, film ini berhasil lolos dari jebakan itu.

(lebih…)

[review] Rayya–Cahaya di Atas Cahaya


Setelah sekian lama nonton berbagai jenis film, akhirnya gue sampe pada satu kesimpulan: setiap film memerlukan cara menikmati yang berbeda-beda. Nonton film Sang Penari, misalnya. Kalo lu berusaha menikmatinya dengan mencari adegan romantis dan dialog puitis, jelas lu akan kecewa berat. Tapi kalo lu nonton film itu dengan kesiapan mental untuk digugat, diajak peduli, dan dibikin bertanya-tanya, maka film itu akan sangat menarik. Sebaliknya, kalo lu nonton The Expendables dengan cita-cita dapet pesan berbobot, jelas lu akan keluar dari bioskop sambil ngomel-ngomel. Walaupun memang ada juga film yang sampe sekarang belum jelas gimana cara menikmatinya sih, misalnya Terowongan Casablanca.

Film Rayya ini termasuk film yang perlu ditonton dengan kesiapan mental yang tepat.

(lebih…)

[review] Red Lights


There are two kinds of people out there with a special gift. The ones who really think they have some kind of power. And the other guys, who think we can’t figure them out. They’re both wrong.

Film ini bercerita tentang 2 orang peneliti, Dr. Margaret Matheson (Sigourney Weaver) dan asistennya Tom Buckley (Cillian Murphy) yang kerjanya mencari orang-orang yang mengaku punya kekuatan supranatural – dan membuktikan bahwa mereka semua penipu.

(lebih…)

  • Komentar Terbaru

    mbot di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    enkoos di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC2017: Jawaban Ata… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC2017: Kapal Raksa… di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    enkoos di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    omnduut di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    OGC2017: Pertanyaan… di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.229 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: