Ini Dia… Solusi Buat Korban Photobucket!


Ini gue nggak tau ya, seberapa banyak orang yang merasakan kegembiraan sama dengan gue… tapi buat gue, ini penemuan penting banget! Mungkin bagi sebagian besar dari kalian cuma mikir, “Manusia ajaib macam apa yang mencoba memelihara album foto online berumur 14 tahun sih?”

Guelah manusia ajaib itu.

(lebih…)

Iklan

[2012-008] Penemuan hari ini… di mana ball-nya ballpoint?


ballpoint

Sore tadi kami, orang-orang kantoran, berdiskusi serius tentang sebuah topik genting:

Apakah ballpoint mengandung ball / bola? Kalau ya, di sebelah mananya? Kalau enggak, kenapa namanya ballpoint?

Penting sekali, memang.

Maka malam ini gue melakukan riset kecil-kecilan, dan menemukan bahwa ternyata ballpoint memang berhak menyandang kata ‘ball’ dalam namanya karena dia memang benar-benar mempunyai bola. Di mana?

(lebih…)

penemuan hari ini… ngajarin persenan


Hari ini gue lagi bertugas ngajarin sebuah rumus perhitungan keuntungan produk ketika tiba-tiba mentok pada sebuah materi yang nggak gue sangka-sangka: para murid gue nggak bisa menghitung dalam persen!

Satu perhitungan dalam rumus yang gue bahas hari ini memberikan informasi bahwa 18% dari total adalah 72. Yang ditanyakan adalah berapa totalnya?

Tadinya gue coba tunggu barangkali ada di antara mereka yang dapet ilham, tapi ternyata mereka sama sekali nge-blank tentang bagaimana menghitung nilai total dari nilai persentase. Akhirnya di detik-detik terakhir menjelang keputusasaan, gue dapet ide.

Begini langkah-langkah penjelasan yang gue buat:

“Bayangkan sebuah rumah yang punya 100 kamar dengan ukuran dan kapasitasnya sama persis.”

“Kita ketahui bahwa 18 kamar dari rumah itu mampu menampung 72 orang. Yang ingin kita ketahui adalah berapa kapasitas total rumah tersebut.”

“Kalau 18 kamar mampu menampung 72 orang, jadi berapa kapasitas per kamarnya?”

“72 orang dibagi 18 kamar, = 4 orang per kamar”

“Kalau setiap kamar bisa menampung 4 orang, dan kamarnya ada 100, berapa kapasitas total rumah itu?”

“4 orang dikali 100 kamar = 400 orang”

Ilustrasi kamar-kamaran ini ternyata cukup membantu mereka memahami konsep perhitungan persen. Silakan dicoba buat kalian yang juga lagi kerepotan ngajarin persen-persenan 🙂

penemuan hari ini… masak lebih cepat di cafe world


Buat para pemain cafe world di facebook:

  • …ingin bikin koki kalian bergerak lebih gesit saat memasak?
  • …bosen nungguin si koki bergerak nggak penting dari satu kompor ke kompor lainnya?
  • …kepergok sama boss lagi main FB di kantor gara-gara tanggung mau nutup windows tapi kokinya lagi tanggung masaknya?

Secara nggak sengaja, hari ini gue menemukan solusinya, yaitu: balik aja kompornya!

Jadi rupanya animasi memasak si koki hanya akan terjadi di depan kompor. Kalau bagian depan kompor terhalang sesuatu, maka si koki hanya akan bengong mematung di satu titik dan secara ajaib proses memasak berlangsung dengan sendirinya. Nggak ada animasi koki mondar-mandir dari satu kompor ke kompor lainnya yang bikin lama, permainan jadi berlangsung lebih efektif dan efisien!

Cara untuk memblokir kompornya bisa dengan menaruh sesuatu tepat di depan kompor, tapi kalo gue sih dengan meletakkan kompor mepet dinding, dan bagian depan kompor (yang ada tombolnya) menghadap ke dinding seperti ini:


Perlu diingat bahwa trik ini hanya mempercepat waktu meraciknya aja, dan tidak berpengaruh pada waktu pematangan masakan.

 

Penemuan Hari Ini… Aturan Sangkar Burung


“Don’t judge a book by its cover,” kata pepatah, alias jangan menilai buku dari sampulnya. Tapi ternyata dalam kebudayaan Jawa, kita bisa menilai burung dari sangkarnya. Minimal, tau jenis burungnya hanya dari menilai sangkarnya.

Satu lagi oleh-oleh dari perjalanan Tour de Jawa – Sumatera minggu ini, pengetahuan penting banget tentang sangkar burung. Gue dapet waktu lagi mampir ke Bantul, ke tempat usaha salah satu nasabah kantor gue, yang kebetulan jualan aneka perlengkapan pemeliharaan binatang untuk diternakkan dan untuk hobi – termasuk burung.

Pertanyaan di benak gue mulai timbul waktu di sela-sela obrolan ngalor-ngidul si ibu pemilik toko menunjukkan salah satu sangkar yang dijualnya, “…sangkar cucakrawa kayak gini, saya beli langsung dari perajinnya, mas….”
“Maksudnya, sangkar kayak gini hanya boleh diisi cucakrawa, gitu bu?”
“Oh iya!”
“Memangnya kalo saya isi burung lain, kenapa?”
“Ya salah mas… nggak wangun (=pantes, bhs Jawa).”
“Coba kalo saya punya burung perkutut, saya harus pake sangkar yang mana?”
“Yang itu, mas.”
“Burung dara?”
“Yang sana.”
“Burung puter?”
“Yang sebelah sananya lagi…”

Buset, ternyata untuk aneka jenis burung, ada ‘aturan’ nggak tertulis tentang model sangkar yang ‘pantas’! Tapi si ibu penjual itu juga bingung sendiri datang dari mana aturan-aturan tsb.

“Ya nggak tau mas, dari sananya memang sudah gitu kok aturannya…”

Nah, berdasarkan hasil wawancara dengan ibu penjual sangkar burung, di sini gue mau berbagi penemuan penting ini dengan kalian. Tujuannya biar kalian jangan sampe salah taro burung dalam sangkar. Ingat, itu tidak pantas! Apalagi dengan tidak melupakan fakta bahwa tidak semua burung pantas ditaro dalam sangkar.

Cuma gue rada penasaran juga, kalo suatu hari nanti gue dateng ke toko ini dengan bawa burung kasuari, kira2 gue dikasih sangkar model apa ya?

Ini dia foto-foto aneka sangkar burung yang penting kalian cermati:

…kalo sangkarnya berbentuk segi empat, umumnya berukuran lebih besar dari sangkar burung jenis lain, dan dengan jenis ukiran yang lebih ‘anggun’ dari jenis burung lainnya…

sangkar cucakrowo

…artinya ini sangkar burung cucakrowo.

…kalo sangkarnya warna-warni, ada hiasan gambar-gambar yang bernada ceria, bagian atasnya cenderung membulat dan tertutup seperti kubah (dugaan sementara gue kubah ini berguna untuk menguatkan efek suara ‘kung’ si burung)…

sangkar burung perkutut

…artinya ini sangkar burung perkutut.

…kalo sangkarnya berbentuk membulat, dengan bagian atas sedikit lebih besar dari bagian bawahnya….

sangkar burung dara

…artinya ini sangkar burung dara / merpati.

…kalo sangkarnya membulat, tapi tanpa bagian tertutup di atasnya dan nyaris tanpa hiasan sehingga terkesan lebih sederhana…

sangkar burung deruk / puter

…artinya ini sangkar burung deruk / puter.

…kalo sangkarnya kotak seperti sangkar cucakrawa, tapi ukurannya lebih kecil dan tanpa ukiran…

sangkar burung kutilang

…artinya ini sangkar burung kutilang.

…kalo sangkarnya keciiil sekali seperti kaleng marie regal…

sangkar burung kenari / ciblek

…artinya ini sangkar burung kenari atau ciblek.

…kalo sangkarnya besar, buatannya kasar, terkadang bertingkat…

sangkar ayam

…artinya ini sangkar ayam.

Pesan moral apa yang bisa kita dapat dari peraturan persangkaran ini? Yaitu bila kita bisa membahagiakan orang lain seperti burung cucakrawa dan perkutut, maka kita akan dihargai dan mendapat tempat yang terhormat. Tapi membahagiakan orang lain tidak sama dengan membiarkan orang menginjak-injak harga diri kita, sebab dalam kasus seperti itu kita adalah ayam yang hidupnya harus berjejal-jejal dalam sangkar jelek, abis itu disembelih dan dimakan.

Sekian pelajaran persangkaran hari ini, semoga bermanfaat.

bahasa Inggrisnya ayam kampung, yang (mudah-mudahan) betulan


Buat yang udah baca buku “Ocehan si Mbot” mungkin masih inget, ada sebuah bab yang ‘ngasih tau’ apa bahasa Inggrisnya ‘ayam kampung’. Sumbernya adalah menu sebuah restoran yang menulis ayam kampung sebagai… ah, baca dong bukunya! :-p

Nah, masih terkait dengan perjalanan Tour de Jawa-Sumatera yang mempertemukan gue dengan Mas Kodak sang gadget freak, gue juga mendapat pengetahuan baru tentang ayam kampung dari si ibu-ibu Singapur.

Pangkal pembahasan terjadi waktu kami mampir ke rumah salah satu nasabah yang jualan aneka keperluan ternak, seperti kandang ayam, pakan ayam, ikan, dan sapi, sampe ke vitamin ternak. Pulang dari sana si ibu-ibu Singapur terkaget-kaget liat betapa banyaknya produk ‘vitamin’ dan ‘suplemen’ yang berkhasiat membuat ayam-ayam ternak menjadi lebih cepet gendut. Dia kuatir ‘vitamin’ dan ‘suplemen’ tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi daging ayamnya.

“…instead of giving the chicken those vitamins, the farmer should let the chicken running around freely, eat natural food,” katanya, “The chicken would be healthier that way. In Singapore and Malaysia, we call it ‘Ayam Kampong’ or ORGANIC CHICKEN.”

Nah, adik-adik, ingat ya… bahasa Inggrisnya ‘Ayam Kampung’ ternyata adalah “ORGANIC CHICKEN”

Penemuan hari ini… matoa, “rambutan” (?) dari papua


matoaHari ini gue dan Ida mampir di Ranch Market Oakwood, Mega Kuningan setelah secara tumben berhasil menemukan waktu buat olah raga bareng. Di rak buah-buahan kami nemu buah aneh yang dipasangi tulisan:

MATOA – Rambutan dari Papua

Gue memang pernah denger tentang buah bernama ‘matoa’, tapi baru kali ini gue denger dia dijuluki ‘Rambutan dari Papua’. Penasaran dengan rasanya, kami beli sebungkus untuk membuktikan apakah benar dia pantas dijuluki ‘rambutan’ – mengingat dari segi penampilan udah nggak memenuhi syarat banget karena dia sama sekali nggak berambut. Ternyata… rasanya sama sekali nggak mirip rambutan. Malah cenderung kesat seperti nangka. Kulitnya agak keras seperti manggis. Penampilan luar mirip kurma, tapi ada juga yang bulet seperti duku. Jadi… kenapa dia dijuluki rambutan, sih?

Kalo gue diserahi tugas untuk ngasih julukan buat si buah aneh ini, mungkin gue lebih milih untuk menamakan dia “duku papua”. Atau mungkin “nangpor” = “nangka portable”. Atau “duknang” = “duku yang kenangka-nangkaan”. Atau kalo mau mewakili semua cirinya: “didukdimangdinangyabukram” = “dilihat duku, dipencet manggis, dimakan nangka, yang jelas bukan rambutan”.

Sampe rumah, karena masih penasaran dengan “apanya – yang – rambutan – sih – dari – buah matoa”, gue buka wikipedia dan menemukan jawabannya.

Ternyata rambutan dan matoa itu satu famili, yaitu sapindaceaealias keluarga lerak-lerakan. Anggota lainnya adalah buah lengkeng, leci, dan… tentu aja lerak. Itu lho, yang terkenal sering dipake buat nyuci batik biar nggak cepet belel. Sedangkan sama duku, hubungan matoa masih agak jauh walaupun masih satu ordo yaitu sapindales, tapi beda famili. Duku itu termasuk keluarga meliaceae.

Pertanyaan berikutnya: terus kenapa si matoa nggak dijuluki ‘lengkeng papua’, toh masih satu famili, malah lebih mirip karena sama-sama nggak berambut?

Ada yang pernah segini penasarannya dengan buah-buahan?

Referensi:

Penemuan hari ini… APILL


Beberapa hari yang lalu gue jalan-jalan ke kota Palembang, dalam rangka tugas kantor. Di jalan gue ketemu sama sebuah rambu lalu lintas dengan sebuah kata yang bagi gue asing. Mungkin di kota-kota lain juga ada sih rambu yang memuat kata yang sama, tapi yang pertama kali gue liat adalah yang di Palembang ini.

Ini dia rambunya:

Rambu APILL
“APILL”
What the hell is APILL?

Seperti biasa, gue cari di google dengan keyword “APILL jalan” – maksudnya untuk menyaring hasil pencarian berbahasa non-indonesia, dan kepanjangannya gue temukan di blog rizkibeo, dalam posting berjudul “tentang lampu merah”:

Di Indonesia, istilah bakunya disingkat APILL atau Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalulintas

 

Ealaaa… ternyata APILL itu = traffic light toh… Gue nggak tau sejak kapan istilah ini diluncurkan, tapi beberapa halaman di internet yang memuat kata ini punya tanggal muat yang cukup lama.

Kali ini, kayaknya jelas akibat guenya yang kuper. Mari kita saksikan berapa orang lagi yang sama kupernya dengan gue, lewat hasil polling. Ayo, isi pollingnya!

NB:
Kalo kapan-kapan lo kena tilang gara-gara nyerobot traffic light yang kondisinya kaya gini, mungkin lo bisa membela diri dengan bilang:

“ABIS APILL-NYA NYEMPIL SIH PAK…!”

nggak lantas jadi bebas tilang sih, tapi kan lebih berirama, gitu.

Penemuan hari ini… khasiat bengkuang



Hasil nguping obrolan ibu2 waktu makan siang, beberapa minggu yang lalu*.
Ternyata bengkuang berkhasiat meredakan penyakit wasir / ambeien. Caranya ya… tinggal dimakan aja mentah2 gitu, sebanyak-banyaknya. Salah satu ibu2 yang terlibat dalam obrolan tersebut mengaku udah nyoba dan berhasil dalam tempo beberapa hari aja. Padahal sebelumnya udah menghabiskan aneka obat resep dan gagal.

Trus waktu nyari referensi untuk nulis posting ini, gue juga nemu beberapa situs yang memuat informasi tentang khasiat lain bengkuang yaitu mengobati penyakit kulit, demam, sariawan, bahkan diabetes. Selain penyakit, bengkuang juga terkenal sebagai salah satu bahan kosmetika pemutih kulit. Info lengkapnya bisa diklik di situs infosehat atau di koranmerapi.

Trivia:

  • Nyari gambar bengkuang di internet itu ternyata susaaah banget. Gue nyoba keyword “bangkuang” di google image, yang keluar malah gambar kursi. Baru berhasil waktu pake keyword nama latinnya, yaitu PACHYRRHIZUS EROSUS. Selain nama latin yang itu, dia juga dikenal sebagai Pachyrrhizus bulbosus atau Pachyrrhizus angulatus. Hebat ya, biarpun tampangnya jelek tapi namanya banyak.
  • Di salah satu resep penggunaan bengkuang sebagai obat, disebutkan bahannya adalah “biji bengkuang”. Bengkuang kan akar, emang bijinya di sebelah mana sih? Seumur2 gue makan bengkuang, kalo dibelah ya dalemnya polos aja gitu, nggak ada bagian yang mengindikasikan diri sebagai biji. Ada yang tau?
  • Bengkuang juga bisa diukir menjadi bunga penghias makanan. (Yang ini nggak terlalu penting tapi udah kadung muncul di hasil search jadi gue link aja deh sekalian).


*mengantisipasi pertanyaan pembaca, “loh, nggak puasa yaaa…?”
gambar berasal dari situs ini.

Penemuan hari ini… asal-usul nama Temasek Holdings


Pernah denger tentang Temasek Holdings? Itu lho, BUMN Singapura yang sahamnya di mana-mana. Di Indonesia mereka punya saham Bank Danamon, BII dan Indosat. Ditambah lagi dengan kepemilikan nggak langsung (contoh: Temasek memiliki saham perusahaan pelayaran NOL, dan NOL sebelumnya telah membeli perusahaan pelayaran APL). Pokoknya Temasek ini duitnya banyaaak banget dan investasinya ada di mana-mana. Sampe ada celetukan di kalangan para pegawai perusahaan yang sahamnya dimiliki Temasek “Kita ini sebenernya pegawai negeri lho… pegawai negeri Singapura…

Nah, nama Temasek ini ternyata berasal dari sebutan bagi Singapura di jaman dahulu kala. Kutipan dari inic.utexas.edu:

One of the earliest references to Singapore as Temasek, or Sea Town, was found in the Javanese Nagarakretagama’ of 1365.

*hasil obrolan makan siang dengan Landy dan Pak Rudy, insightful and informative as usual.

Referensi:

Penemuan hari ini… cara praktis ngilangin noda cat


Satu lagi oleh-oleh dari tangga darurat.
Kemarin, pas lagi enak-enaknya ngebul di tangga darurat, nggak sengaja tangan gue nyenggol pegangan tangga yang terbuat dari besi dan…. waiks! Apaan nih?

Ealaa… ternyata pegangan besinya baru dicat! Huh sial, sama sekali nggak ada warning atau pengumuman bahwa pegangan tangga itu catnya masih basah. Hasilnya, di telapak tangan kanan gue jadi ada bercak cat biru gedeee… huh!

Buru-buru gue ke toilet, mencoba ngebersihin cat itu pake air dan sabun. Memang dari awalnya gue juga udah rada pesimis, kayaknya air dan sabun nggak akan sanggup
ngebersihin noda cat besi gitu, tapi kan yang penting ikhtiar. Gue coba gosok2 tangan kanan gue pake air dan sabun, dan sekitar 2 menit kemudian gue menemukan bahwa tangan kiri gue malah jadi ikutan kena cat biru… huhuhu… reseeee… bukannya luntur, catnya malah pindah ke tangan yang satunya!

Karena putus asa dan tangan juga udah mulai perih krn digosok terlalu keras, gue hentikan upaya sia-sia itu dan mulai mikir. Cat keras gini hanya bisa luntur dengan thinner… tapi di mana gue bisa nemuin thinner di kantor?

Pikir punya pikir, tiba-tiba muncul ide: “kenapa nggak coba tisu basah aja?” Kadang kalo abis make tisu basah kulit kan jadi adem kaya abis kesiram alkohol, sedangkan thinner cat kan kurang lebih mirip2 alkohol juga. Maka gue coba lap noda cat biru itu pake tisu basah, dan… horeee… berhasil! Bener-bener ilang lho nodanya, bersih!

Tapi abis itu gue pikir-pikir lagi, kalo tisu basah ini cukup keras untuk ngilangin noda cat, trus gimana efeknya terhadap kulit bayi ya? Bisa bikin iritasi nggak ya? Gue baca lagi di kemasan tisu basah merek Mitu yang abis gue pake, tertulis “tidak mengandung alkohol”. Lantas
kalo bukan alkohol, jadi bahan aktif yang barusan bisa ngilangin cat itu apaan dong?

Bahan lain yang juga lumayan ampuh untuk menghapus cat adalah balsem atau remason, tapi kayaknya males kali ye, kan panasss… Kalo someday lo salah nulis di whiteboard pake marker permanen, coba deh olesin balsem atau rheumason, trus dilap. Pasti ilang!

gambar dari gettyimages.com, diedit dikiit..

Penemuan hari ini… siapa itu Che Guevara?


Siapa sih Che Guevara itu?
“Pemakai, Oom..!”

P

ada suatu hari, gue iseng2 ngeliat HP keponakan gue dan menemukan gambar Che Guevara dalam keadaan yang banyak dijumpai akhir-akhir ini; yaitu warna-warni mambo.

Gue tanya, “Kamu masang gambar ini, memangnya tau ini siapa?”
“Che Guevara!” jawab keponakan gue gagah perkasa.
“Siapa itu Che Guevara?”
“Hmmm… tauk deh… dia ‘pemakai’* kali…!” jawab keponakan gue asal, nggak seyakin tadi. Trus yang lainnya ikutan nyeletuk, “Bukan, lagi. Dia itu sejenis Iwan Fals, tapi dari luar negeri.”
“Hus… bukan, tauk…”
“Abis siapa dong Oom?”
“Tauk ya. Yang jelas sih bukan pemakai atau penyanyi, tapi Oom Agung juga gak tau siapa tepatnya. Makanya nanya.”
“Huuu… kirain nebakin”

Beberapa hari setelah percakapan itu, kakak gue kirim SMS: “Che Guevara adalah pejuang Argentina yang akhirnya meninggal di Kuba. Alirannya sosialis.” Hehehe… rupanya dia juga penasaran dengan pertanyaan gue. Tapi iya lho, Che Guevara ini memang fenomena ajaib. Kenapa sih gambar sepotong kepala yang nampak biasa2 aja ini begitu ngetop sampe dibikin poster, kaos, mug, dan lucunya sebagian besar pemakainya nggak tau siapa itu Che Guevara.

Malam ini gue menghubungi sahabat setia gue google untuk mencari tahu jawabannya, dan inilah penemuan gue:

Che Guevara atau yang nama lengkapnya Ernesto Guevara de la Serna adalah pejuang marxisme kelahiran Argentina. Lahir di tahun 1928, dia banyak berinteraksi dengan kehidupan kaum miskin di wilayah Amerika Latin dan berkesimpulan: hanya revolusi lah yang bisa mengatasi ketidakadilan ekonomi ini. Dia jadi tertarik mempelajari Marxisme, dan akhirnya bergabung dengan gerakan revolusi Guatemala pimpinan presiden Jacobo Arbenz Guzmán.

Belakangan mas Che atau yang panggilan yayangnya “el Che” ini bergabung dengan gerakan pimpinan Fidel Castro di Kuba. Setelah menduduki sejumlah jabatan di pemerintahan Kuba yang baru terbentuk, Che meninggalkan negeri itu untuk memimpin revolusi di Kuba dan Bolivia. Di negara yagn terakhir ini dia tertangkap dalam sebuah operasi militer CIA. Che tewas dieksekusi oleh tentara nasional Bolivia, tanpa melalui persidangan apapun.

Foto yang kondang sedunia itu diambil oleh seorang fotografer bernama Alberto Korda di sebuah acara pemakaman di Kuba. Waktu itu foto Che nggak langsung dipublikasikan karena dianggap kurang komersil. Foto ini mengawali langkahnya menguasai kaos-kaos anak mall sedunia saat seorang penerbit Italia bernama Giangiacomo Feltrinelli memegang hak cipta untuk menerbitkan buku harian Che yang berisi rekaman peristiwa selama keterlibatannya dalam beberapa perang revolusi. Feltrinelli menggunakan foto karya Korda ini sebagai poster promosi.

Perlu dicatat juga keterlibatan seniman Irlandia Jim Fitzpatrick yang mengutak-atik foto Che yang asli menjadi gambar yang sekarang mendunia ini. Fitzpatrick melakukan beberapa modifikasi pada foto itu, antara lain dengan menggeser sedikit arah pandangan Che serta mengubah garis mulutnya. Hasilnya, ekspresi Che yang di foto aslinya sebenernya biasa-biasa aja, berubah jadi dramatis dengan pandangan mengawang jauh ke masa depan – simbol seorang revolusioner sejati.

Habis itu seniman pop art Andy Warhol yang kalo liat foto orang terkenal gatel tangannya untuk dibikin warna-warni (seperti fotonya Marilyn Monroe ini) juga terlibat mewarna-warnikan foto Che. Ditambah satu faktor lagi yaitu group rock Rage Against the Machine ikut-ikutan masang foto Che di cover album ‘Bombtrack’ keluaran tahun 1992, maka lengkaplah sudah image Che sebagai ikon pemberontakan, semangat anti kemapanan, pokoknya simbol ‘alternatif’ deh.

Ironisnya, Che yang seumur-umur keluar-masuk hutan sambil menyandang bedil, becek-becekan, dinyamukin, dilintahin, diulerin, semuanya untuk membela komunisme, sekarang fotonya malah laris-manis sebagai komoditi agen-agen kapitalis; dijual sebagai kaos, mug, dan poster, dibeli sama anak-anak ‘gawl’ yang nongkrong di cafe sambil nyeruput eskrim Baskin dan mencetin HP untuk janjian nonton bareng pacar naik mobil ceper. Udah gitu, disangkain “pemakai” lagi.

Che, Che. Nasibmu nak…

Sumber:

Halaman wikipedia tentang Che Guevara
Halaman wikipedia tentang fotonya Che Guevara
Halaman popart.uk tentang poster Che Guevara

*maksudnya pemakai narkoba

Mau tau bahasa Inggrisnya “Ayam Kampung”?


Inilah dia, terjemahan bahasa Inggris dari “Ayam Kampung” – just in case someday elo harus jadi guide bule dan ditanyain kenapa ayam goreng suharti mahal amat padahal kan ayamnya kecil-kecil gitu…

(lebih…)

Penemuan hari ini… standar warna yang aman untuk internet


Malam ini gue nyaris garuk2 aspal karena bolak-balik image yang gue upload ke photobucket maupun geocities nggak mau keluar alias error melulu.

Sampe akhirnya gue dapet insight untuk ngubah mode image tersebut dari CMYK ke RGB dan… hore…. bisa!

FYI, RGB adalah singkatan dari RedGreenBlue: tiga warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal. Dengan basis RGB, lo bisa mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal di manapun di seluruh dunia ini. Patokan standar seperti ini perlu karena dalam konteks profesional orang nggak bisa cuma ngomong “gue mau warna dasar website gue biru muda”. Biru mudanya yang kaya apa? Apakah yang kaya catnya taksi blue bird? Atau yang kayak langit cerah? Atau kayak telor asin? Tapi dengan standar RGB, lo bisa bilang “gue minta warna R:115-G:221-B:240” Atau dengan kata lain si warna biru yang kita maui itu punya unsur warna merah sebesar 115 derajat, hijau 221 derajat, dan birunya sendiri 240 derajat. Range angka untuk masing2 dimensi warna di RGB adalah 0-255. Jadi kode RGB 0-0-0 sama dengan warna hitam, dan 255-255-255 adalah warna putih.

CMYK sebenernya juga sama peranannya seperti RGB, yaitu sebagai standar universal untuk warna. CMYK itu singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan K mewakili warna hitam. Kenapa kok hitam di sini digantikan dengan K, bukannya B (=black)? Di salah satu literatur yang gue baca, alasannya simpel banget: supaya orang nggak keliru dengan B di RGB… jadi pemilihan huruf K di sini bener2 asal comot. Sama seperti RGB, CMYK juga mengandalkan standardisasi warnanya ke dalam koordinat. Bedanya, rangenya antara 0-100 (prosentase) sehingga kehadiran si K di sini punya hak veto yang luar biasa. Berapapun koordinat untuk si CMY-nya, selama K-nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam, titik. Nggak ada kompromi.

Nah, balik ke pemakaian warna di internet, ternyata sistem internet hanya mampu mengenali standar warna RGB. Memang sepengetahuan gue, standar CMYK emang lebih banyak dipake di dunia cetak-mencetak. Buat yang punya printer warna, coba perhatiin cartridge tinta warnanya, biasanya berbasis CMYK. Cuma yang gue nggak ngerti, kenapa sih sistem internet nggak bisa baca CMYK? Tadinya gue kira RGB dan CMYK bisa saling menggantikan, karena toh sama2 berstatus standar warna.Kirain kalo suatu warna udah ketemu kode RGB-nya, maka bisa dicarikan kode untuk warna yang sama dalam basis CMYK. Eee… taunya… malah bikin gue bete aja harus trial n error upload files berkali-kali.

Btw, untuk meriksa apakah file image tsb berbasis RGB atau CMYK, gue pake program Photoshop (klik “Image > Mode”). Gue udah coba cari di program yang lebih memasyarakat seperti MS Photo Editor, ternyata nggak ada tuh fungsi untuk mengubah standar warna. Atau emang guenya yang nggak berhasil nemu ya?

Buat yang lebih ngerti soal warna-warnaan, ditunggu masukannya.

 

Penemuan hari ini… cara ngepel praktis ekonomis bebas sakit pinggang


Problem:

  1. Rumah udah hampir 2 minggu nggak dipel karena ibu gue lagi ke luar kota. Biasanya ibu gue yang mengkoordinasikan kedatangan tukang pel hariannya.
  2. Lantainya jadi dekil dan gue jadi nggak bisa nyeker ke mana2 lagi karena debu2nya jadi nempel di kaki dan kaki jadi item.
  3. Minggu lalu gue numpahin segelas nescafe ice di lantai berdebu itu, membentuk cetakan mirip amuba raksasa yang nampak sangat menjijikkan.
  4. Gue males ngepel / nyapu atau apapun yang berkaitan dengan keduanya. Cuci piring masih ada unsur fun-nya lah, bisa main air, nggak kepanasan. Nyetrika itu panas, tapi kan tidak mengharuskan elo mondar-mandir keliling rumah dalam posisi yang kurang berwibawa dan kurang dianjurkan secara ergonomi. Saat2 ngepel adalah saat di mana tiba-tiba aja rumah gue yang sempit ini mendadak jadi terasa gedeeee….. banget. Jadi next time lo timbul iri hati dan dengki melihat rumah orang lain yang keliatan lebih gedongan, lebih gede, lebih luas, buru2lah ngepel. Lo akan mensyukuri 2 hal: (a) bahwa rumah lo ternyata cukup gede untuk dipel; dan (b) rumah lo nggak segede rumah orang yang lo iri-in tadi.

Hari ini, gue iseng sendiri di rumah karena Ida lagi pulang ke Bandung jadi gue khilangan makna hidup dan nggak tau musti ngapain. Gue pandangi amuba raksasa itu terkapar di lantai dengan benci, sambil berpikir “gue harus melakukan sesuatu nih”. Eh btw, nescafe ice tumpah dan yang menghasilkan cetakan amuba itu adalah nescafe ice terakhir di tengah malam, mau beli lagi juga udah nggak ada toko buka -traumatis bila diingat.

Akhirnya gue pikir2, esensinya ngepel itu kan cuma ngebasuh lantai dengan air sabun supaya kotoran terangkat, right? The main idea is how to make water runs through the floor.
So that’s exactly what I’m going to do.

Pertama; gue bikin ramuan air dan sabun pel seperti biasa. Taburin pake remukan kapur anti semut dan kecoa.

Kedua; gue tenteng ember tersebut ke tengah rumah.

Ketiga; byuurrr.. gue tuang air sabunnya.

Keempat; dengan menggunakan serokan karet (tau kan? Yang bentuknya kayak wiper raksasa itu) gue seret air yang tergenang ke arah pintu. Sret… sret… beres!

Kelima; gue rapihin genangan2 air yang tersisa dengan pel spons. Selesai.

Praktis kan? Memang hasilnya nggak sesempurna kalo pake disapu dulu, tapi yang jelas amubanya enyah, dan hei, bukankah kesempurnaan hanya milik Allah?

[sharing kecil2an di hari minggu yang kurang kerjaan]

  • Komentar Terbaru

    firebomber4 pada ‘dikasih obat’ ole…
    mbot pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Fefiana Diny pada siapa yang sering kesetrum sep…
    syifa pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
    disca dista pada siapa yang sering kesetrum sep…
    wentyaranan pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Sally “M” Marcelina pada siapa yang sering kesetrum sep…
    Feni Febrianti pada siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot pada My Wonder Woman
    bayutrie pada My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.591 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: