Selamat Hari Film Nasional!


Lebih dr setengah responden jajak pendapat Kompas bilang bahwa mrk lbh sering nonton film Indonesia dan yakin film Indonesia bisa bersaing dengan film asing. Selamat hari film nasional!

View on Path

[2012-024] Kenapa harus pake ‘he he he’ sih?


Malam ini iseng-iseng mampir ke Cali Deli, nostalgia tempat jajanan waktu tinggalnya masih nebeng nyokap. Di sana ada tumpukan majalah yang bisa dibaca di tempat. Ida ambil beberapa, salah satunya Cita Cinta edisi Mei 2012 ini.

[2012-018] Singkatan Jenius yang Meleset


Dua hari yang lalu, gue berkunjung ke sebuah rumah sakit dalam rangka medical check-up tahunan waktu ngelihat poster ini:

delapan - deteksi berkala payudara anda
Ini adalah poster kampanye agar para perempuan rajin memeriksa payudaranya sendiri setiap tanggal 8, biar kalo ada penyakit cepet ketahuan. Sekilas kampanye ini cukup cerdas, karena:
  • Bentuk angka 8-nya udah mengingatkan pada bagian mana yang harus rajin diperiksa
  • Tulisan ‘Delapan’-nya bisa dirangkai-rangkai menjadi kepanjangan yang kayaknya cukup iye yaitu “DEteksi berkaLA Payudara ANda”
Tapi apakah benar kepanjangan itu nyambung dengan tema kampanyenya?
Menurut gue agak melenceng, kalo nggak mau dibilang mengarah ke penyalahgunaan.
Permasalahannya terletak pada kata “Deteksi”. (lebih…)

[2012-015] Pilkada DKI ala koran Non Stop: Foke & Alex Paling Keren!


Di era 80-an dulu, grup lawak Jayakarta Group alias grupnya Jojon, Cahyono, Ester dan U’uk pernah ngebawain 1 cerita tentang ngelamar kerja. Ceritanya Cahyono dan Jojon adalah pengangguran yang nyoba ngelamar ke perusahaan milik U’uk. Emang dasar selalu kebagian peran apes, pas diwawancara jawaban Jojon selalu salah di mata U’uk. Ditambah lagi Jojon grogi karena dibentak-bentak U’uk sehingga jawabannya makin ngawur. Sedangkan Cahyono selalu diperlakukan baik. Salah satu penggalan yang gue masih inget: (lebih…)

[2012-013] Kartu Motivasi bagi Para Dementor!


Masih inget tulisan gue tentang Dementor, orang yang kerjanya negatif melulu dan bikin lingkungan sekitar jadi ikutan depresi? Ternyata ada lho orang yang cukup gokil untuk bikin kartu motivasi bagi mereka!

Sekilas benda ini nampak seperti kartu-kartu motivasi biasa, yang isinya kutipan bijak dari orang terkenal. Tapi begitu dibaca satu per satu, baru ketahuan sintingnya. Berikut beberapa contoh “motivasi” di dalam kartu anti-motivasi ini:

kartu motivasi untuk dementor

Para penulisnya, menurut gue, kalo nggak sangat sinis, pasti sangat sebel sama orang-orang sini sampe kepikiran bikin kartu kayak gini. Konon kutipan-kutipan yang tercantum di sini adalah cuplikan dari sebuah buku. Jadi penasaran ingin baca kayak apa sih bukunya. Lumayan buat hiburan kalo bosen di kantor 🙂

Kartu ini bisa dibeli di toko Aksara, di deretan yang berdekatan dengan kartu-kartu motivasi ‘betulan’. Jadi hati-hati buat yang lagi nyari kartu motivasi betulan, jangan sampe salah beli! Harganya nggak tau, karena ini hadiah dari kakak gue.

Judul asli: Today I Will Nourish My Inner Martyr

terkadang, JAIM itu SANGAT perlu


Image, buat para pesohor (ceritanya mau ikutan mempopulerkan istilah bakunya ‘selebritis’) ibarat ayam buat para penjual ayam goreng: penting banget. Itulah sebabnya mereka rela menghabiskan banyak duit untuk penampilan, beli baju mahal, make-up, dsb dkk. Di Hollywood, nggak sedikit pesohor yang menyewa jasa konsultan untuk membantu mereka membangun image. Para konsultan ini yang nantinya akan memberikan rekomendasi, aktivitas apa aja yang sebaiknya dilakukan si pesohor dan aktivitas apa aja yang sebaiknya dihindari untuk membangun image. Makanya sekalipun secara finansial mungkin mampu, akan sulit untuk sebuah perusahaan obat cacing untuk menyewa katakanlah, Megan Fox sebagai model iklan. Karena permasalahan cacingan relatif kurang kontributif terhadap pembangunan image Megan Fox sebagai bintang sexy dan hot.

Pesohor Indonesia, mungkin belum banyak yang mikir sejauh itu dalam rangka pembangunan imagenya. Tapi sekalipun nggak pake konsultan, mbok ya common sense rada didayagunakan sedikit gitu lho, khususnya dalam memilih produk apa yang sebaiknya diiklankan.

Berikut ini iklan produk kesehatan Melilea yang lagi rajin dikonsumsi Ida dalam rangka program detoksnya. Buat yang belum tau, produk ini konon dapat mengikat toksin dalam usus kita, sedemikian rupa sehingga toksin tersebut akan ikutan keluar bersama feces, biasanya dalam bentuk liat dan panjang seperti akar. Sekitar 3 tahun yang lalu, iklan produk ini dalam bentuk x-banner udah pernah bikin gue senewen, dan iklannya yang terbaru ini bikin gue serasa ingin jedotin kepala ke meja.

Maka, sodara-sodara sekalian, gue tampilkan berikut ini, pesohor yang sudah tidak asing lagi, Ratna Listy… setelah mengkonsumsi Melilea:

ratna listy iklan melilea

OK, OK, gue ngerti, seperti gue bilang tadi, di Indonesia mungkin masalah pembangunan image belum digarap seserius di Hollywood, tapi tolong deh… masa sebagai seorang pesohor dia nggak merasa ada yang salah dengan pose jongkok di kamar mandi sambil mengacungkan jempol, bersanding dengan seonggok benda menjijikkan yang keluar dari “pintu belakang”-nya sendiri? Gambar tadi seolah berkata, “Hey, I’m Ratna Listy, your favorite celebrity! You might think I’m charming and beautiful, but look what kind of sh*t is hiding inside my intestine! Wooo-hooo!”

Oh semoga Andrea Corr, Charlize Theron, Marsha Wattanapanich, atau Kinaryosih nggak tergoda untuk tampil sebagai model iklan produk ini…

melemaskan otot… enaknya di mana ya?


Hari senin kemarin, terdengar sedikit kehebohan di kalangan temen2 kantor gue. Mereka nampak sedang mengerumuni sesuatu sambil cekikikan secara mencurigakan. Gue, tentu aja langsung mendekat.

Ternyata mereka lagi mengerumuni sebuah bulletin nasabah. Buat yang punya rekening tabungan di bank pastinya pernah nerima bulletin seperti ini, yang disisipkan di dalam amplop berisi laporan saldo bulanan. Isinya biasanya nggak jauh dari perkenalan produk-produk baru bank serta tak lupa kata sambutan dari boss bank yang bersangkutan.

Berhubung sebentar lagi musim liburan, maka bulletin nasabah bulan ini nggak lupa memuat artikel berjudul “TIPS AGAR FIT SELAMA BERLIBUR”. Isinya ya kurang lebih hal-hal yang mungkin bayi Rafi juga udah tau seperti “jangan jajan sembarangan” atau “jangan mengabaikan jadwal makan” atau “jangan lupa membawa cemilan yang bergizi untuk bekal di jalan”. Tapi ada satu poin yang amat sangat menarik perhatian dari tips tersebut yaitu:

tip liburan

“luangkan waktu untuk berolahraga, misalnya sempatkan diri untuk berenang di hotel atau LEMASKAN OTOT-OTOT YANG KAKU DI KAMAR HOTEL ATAU DI KAMAR KECIL.


……
…sebentar, sebentar…

Kira-kira aktivitas APAKAH yang secara SPESIFIK dilakukan di KAMAR HOTEL atau KAMAR KECIL yang dapat melemaskan otot??

Repotnya lagi, poin yang ambigu ini juga dapat mengundang spekulasi yang lebih lanjut seperti:

  • Apakah bila kita merasa ada sebagian “OTOT” yang kaku maka kita sebaiknya segera menuju ke kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah bila kita memasuki kamar hotel atau kamar kecil dengan “OTOT” yang kaku maka setelahnya kita akan menjadi LEMAS?
  • Apakah ada alternatif lain di luar kamar hotel dan kamar kecil yang juga dapat me-LEMAS-kan “OTOT” yang kaku?
  • Apakah dengan demikian kita patut berhati-hati dalam memasuki kamar hotel atau kamar kecil karena setelah keluar dari sana kita dapat menjadi LEMAS?
  • “OTOT” apakah yang bila menjadi kaku hanya dapat di-LEMAS-kan di kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah proses pe-LEMAS-an otot yang terjadi di kamar hotel atau kamar kecil terjadi secara suka rela atau harus melalui paksaan tertentu?
  • Di manakah kita bisa menemukan hotel tertentu yang menyediakan fasilitas untuk me-LEMAS-kan OTOT kaku di kamar hotel atau minimal kamar kecilnya?

Bener-bener sebuah tip yang kontroversial.

Buat mas / mbak yang kerjanya nulis bulletin nasabah, mbok ya lain kali kalo bikin tips yang tidak terlalu menimbulkan keresahan masyarakat gitu loh.

%d blogger menyukai ini: