Bila Anak Susah Makan


Lagi nunggu di bandara, di sebelah gue ada ibu-ibu nyuapin anaknya. Seperti biasa, anaknya ngeles-ngeles mulu nggak mau disuapin.

Ibunya mencoba membujuk, “Eh ayo makan nasi dulu biar nanti di pesawat tidurnya enak.”

(Sekarang gue tau kenapa bule pada pecicilan di pesawat, rupanya mereka nggak bisa tidur enak karena sebelum naik pesawat nggak makan nasi)

Anaknya masih aja susah disuapin. Akhirnya ibunya ganti jurus, sekarang pake ngancem.

“Eh kalo makannya nggak pinter nanti dimarahin om lho!”

Gue celingukan.

Gue satu-satunya yang masuk kategori om-om di sekitar mereka.

“Ni om, ada anak kecil nggak mau makan ni om!”

Ini satu kebiasaan yang menurut gue membingungkan sekaligus mengkhawatirkan: apabila anak susah makan,ndilaporkan oada om-om terdekat.

Setidaknya ada 2 potensi masalah yang mungkin terjadi ak8bat kebiasaan aneh ini:

Pertama:
Pihak ibu nggak bisa memprediksi apa tindakan yang akan dilakukan si om menindaklanjuti laporan tersebut.

Gimana kalo tau-tau omnya bereaksi, “OH ANAKNYA SUSAH MAKAN YA BU?! BAIK KALAU BEGITU AKAN SAYA PROSES DI POS!”

Mau gitu, Bu? Mau? Heh?

Kedua:
Bayangkan bila kebiasaan ini terbawa sampai dewasa, yaitu apabila susah makan, segera lapor om-om terdekat…

Foto: situasi di ruang tunggu bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali

Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. Si ibu ini cukup toleran gw rasa Om… eh …. 😀
    Ya maksudnya mulai dari bujug rayu s.d sedikit ancaman verbal “dimarahi si Om”

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> blogger menyukai ini: