Aktivitas di Tanggal Cantik yang Nggak Bakal Terlupa


Entah kenapa, orang suka mengaitkan “tanggal cantik”, alias tanggal yang angkanya menunjukkan urutan yang simetris atau bisa dimaknai lebih, dengan kegiatan yang istimewa. Katanya, “karena momennya istimewa, nggak akan terulang lagi.”

Lha padahal kan mau tanggalnya cantik maupun demek, momennya sama-sama nggak bakal terulang lagi. Baik tanggal cantik 20 Januari 2001 (20012001) maupun tanggal ‘acak’ 16 Februari 2008 (16022008), misalnya, masing-masing cuma akan terjadi sekali, toh. Belum pernah ada tanggal diulang karena angkanya terlalu acak.

Pengalaman yang sangat membekas bagi gue tentang tanggal cantik terjadi pada 20 Februari 2002. Sejak berminggu-minggu sebelumnya, orang udah banyak yang punya rencana khusus di tanggal “istimewa” itu. Ada yang berencana ‘nembak’ gebetan, ada yang mau ngajak pasangan makan malam romantis, bahkan ada yang menetapkan tanggal itu sebagai tanggal pernikahan, walaupun jatuhnya di hari Rabu (melenceng dari kebiasaan umum yang biasanya bikin kawinan di akhir minggu).

Gue, sebagai kroco kantoran yang jomblo, tentunya nggak punya acara apa-apa. Boro-boro makan malam romantis, hari itu malah gue lagi lembur di kantor bareng temen gue, Landy. Landy ini rada semikroco lah tingkatannya, karena jabatannya waktu itu udah team leader.

Menjelang jam 8 malem, gue bilang sama Landy, “Hari ini tanggal cantik nih, malah sebentar lagi tanggal dan jamnya cantik: jam 8 malam lewat 2 menit tanggal 20 Februari 2002, jadi 20:02 – 20-02-2002. Orang-orang pada bikin acara khusus, kita ngapain dong?”

“Ah dasar norak lu,” jawabnya kurang tertarik.

“Ya minimal kita ngapain kek, biar momen istimewa ini bisa kita inget terus sampe nanti.”

Landy nampak masih asik sendiri ngetik di komputernya, kirain nggak denger omongan gue. Eh tiba-tiba dia ngomong, “Oh gue tau kita harus ngapain!”

Waktu udah menunjukkan jam 8 malam lewat 1 menit. Tinggal 1 menit lagi menuju jam cantik di tanggal cantik.

“Ngapain?”

“Lu mau ngelakuin sesuatu yang lu PASTI akan inget seumur hidup, kan?”

“Iya!”

“Nanti tepat jam 8 lewat 2 menit, sebaiknya kita… TAHAN NAPAS semenit!”

“Tahan napas? Kenapa tahan napas?”

“Ya berapa sering lu tahan napas dalam sehari, jarang kan? Udah gitu gampang, nggak perlu persiapan apa-apa.”

Entah ada setan apa, malam itu gue mengikuti anjurannya.

Tepat jam 20 lewat 2 menit, hari Rabu tanggal 20 Februari 2002, gue dan Landy tahan napas selama semenit.

Dan sialnya, hingga 17 tahun kemudian omongannya terbukti: kalo orang tanya apa yang gue lakukan di jam cantik 20:02 tanggal cantik 20-02-2002, gue bisa mengingat dengan persis. Yang gue lakukan di momen itu adalah TAHAN NAPAS.

Kalo mau lihat seperti apa wujud Landy si manusia random, ini dia orangnya, abis ketemuan 2 hari lalu di tanggal 29 Januari 2019 yang nggak cantik-cantik amat:

Atico menara BTPN

Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. iya gampang diinget.
    tapi jadi sebel ketika tanggal cantiknya itu dirayakan nasional, seperti 17-agustus 😀

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: