OGC 2017: Udah Pernah ke Roma, tapi… (15)


Posting sebelumnya: 

Hari-hari terakhir di kapal

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

 

Jum’at 29 September 2017

Hari terakhir di kapal.

Sebelumnya udah diumumin bahwa bis yang mengangkut kami dari pelabuhan ke bandara Leonardo Davinci akan diatur berdasarkan jam keberangkatan pesawat. Gue dan Ida sebenernya dapet pesawat siang, tapi Ida punya rencana lain.

“Daripada kita cuma di kapal sampe siang, mendingan kita ikut bis yang berangkat pagi, jadi bisa jalan-jalan dulu di Roma!” kata Ida. Maka jam 5 subuh kami udah sarapan di Ocean View Cafe.

IMG20170929051758

bye bye kamar…

Sambil makan, kami bisa lihat lampu-lampu dari kapal Celebrity Silhouette yang sandar berdekatan.

DSCF4777

Jam setengah 7, kami udah turun dari kapal. Tapi nampaknya banyak yang berpikiran sama dengan Ida: ingin cabut duluan biar bisa jalan-jalan dulu di Roma.

IMG20170929073956

Ramenya udah kayak Terminal Kampung Rambutan menjelang Lebaran. Bedanya cuma di sini nggak ada yang manggul kardus Indomie aja.

Awalnya sih seneng-seneng aja ya, menikmati udara pagi yang terang tapi nggak panas.

IMG20170929075433

Tapi ketika sampe 1 jam kemudian masih belum ada juga bis yang akan menjemput kami, mulai timbul tanda tanya. Ada sesuatu yang nggak beres, ini. Penumpang terus bermunculan dari dalam kapal, tapi nggak ada bis yang nongol untuk ngangkut ke kota.

Akhirnya setelah tanya sana-sini baru dapet kabar bahwa kebetulan hari ini lagi ada unjuk rasa di pusat kota Roma. Akibatnya, jalan macet parah dan supply bis dari kota ke kapal ikut-ikutan terhambat. Uuu… tau gitu mending tidur-tiduran di kamar! Sialnya, kalo udah keluar dari kapal, nggak bisa masuk lagi.

Akhirnya untuk ngisi waktu bengong di tengah pancaran sinar matahari, kami foto-foto aja.

IMG20170929075543

Selfie di bayangan kaca matanya Deedee alias Dyah Sisca, salah satu leader kondang Oriflame Indonesia.

Baru sekitar jam 10 lewat ada bis yang muncul, sehingga kami sampe bandara sekitar jam 11, sekitar 4 jam lebih lambat daripada yang dicita-citakan.

Di bandara kami mulai hitung-hitungan. Waktu boarding sekitar jam 3, kalo dikurangi waktu antri di imigrasi dan proses tiket, maka kami harus standby jam 2. Artinya ada window waktu sekitar 3 jam.

Dari bandara ke pusat kota ada kereta seharga 14 euro per orang sekali jalan, konon stasiun tujuannya deket sekali dengan Colloseum. Frekuensi keretanya 15 menit sekali dan butuh waktu sekitar 30 menit sekali jalan. Untuk bolak-balik perlu 28 euro. Selain itu kami juga perlu nitip koper yang segede gaban ini, biaya penitipannya 6 euro per koper.

Artinya per orang perlu keluar 34 euro (Rp544 ribu) untuk perjalanan ke Colloseum yang mungkin hanya berlangsung sekitar 30 menit setelah dipotong waktu tunggu kereta dan perjalanannya. Selain itu mungkin juga jalan-jalannya akan senewen karena mikirin waktu yang mepet. Dengan segala pertimbangan itu, akhirnya diputuskan kami anteng di bandara aja deh. Minimal kalo ditanya orang, bisa bilang pernah sampe Roma walaupun cuma lama di bandaranya doang!

Keputusan untuk tetep di bandara nampaknya tepat, karena belum-belum kami udah harus berurusan dengan antrian sepanjang ini di counter Qatar Airways:

DSCF4781

Karena koneksi internetnya kacrut, Ida anteng baca novel:

DSCF4782

Setelah ngantri sepanjang itu, mbak-mbak petugas Qatar ngasih informasi mengagetkan, “I am sorry, your luggage is overweight.”

Loh kok bisa?

Qatar ngasih jatah 32 kilo untuk setiap orang. Gue berdua Ida, jadi jatah kami kalo digabung adalah 64 kilo. Di timbangan counter, kedua koper kami berbobot 34 dan 24 kilo, ditotal cuma 58 kilo, masih ada selisih 6 kilo dari batas bagasi maksimal kami berdua.

Tapi kemudian mbak counternya ngejelasin bahwa bobot maksimal per koper adalah 32 kilo. Koper berbobot lebih dari itu dianggap berisiko besar untuk pecah atau rusak saat masuk bagasi. Oo… begitu toh.

Nggak ada pilihan lain, kami bongkar koper deh di bandara:

bongkar-koper

Setelah ditata ulang, ditimbang ulang di counter dan beratnya sekarang jadi tinggal 31 dan 27 kilo. Lolos!

Masih ada banyak waktu sebelum proses di imigrasi dan boarding, maka rombongan nyebar nyari jajanan dan oleh-oleh. Gue memutuskan mending jadi bagian jaga koper aja deh,

IMG20170929105956

Setelah itu kami makan siang di kantin bandara. Gue dan Ida beli 1 pizza dimakan berdua. Karena nggak yakin dengan jenis daging-dagingan yang dipake, kami pesen yang toppingnya keju dan jamur aja deh.

IMG20170929113925

Tangan Ida sebagai patokan ukuran pizzanya.

Selain pizza, gue juga nemu coklat favorit gue ini:

lion

Di era 80-an sampe awal 90-an, coklat ini banyak beredar di supermarket-supermarket Jakarta. Tapi mungkin karena harga dollar terus naik, coklat impor ini makin lama makin nggak laku sehinga kemudian menghilang. Nggak lama kemudian, muncul jiplakannya, dengan bentuk yang sekilas mirip dan rasa yang terpaut jauh, bernama…Beng-Beng. Ya, kalo mau ngerasain kayak apa rasa Beng-Beng yang SEHARUSNYA, makanlah coklat ini.

Di kantin bandara juga ada rak berisi keripik-keripikan, dan kata Deedee yang udah mulai sakau makanan Indonesia, “Yang paling atas kayak keripik Karuhun…”

DSCF4779

Setelah makan, kami melewati proses imigrasi yang antri panjang itu, lalu pindah ke area boarding melewati area pertokoannya. Sekilas serasa lagi ada di Grand Indonesia:

airport-roma1

Seperti gue bilang, merek-merek yang ada di sini nggak asing-asing banget buat orang Indonesia. Soal perbelanjaan, Indonesia nggak kalah dengan Eropa lah.

Deket ruang boarding, Ida nemu gambar di dinding, salah satu landmark khas Roma dan dia berforo di depannya, biar rasanya seolah-olah sempet jalan-jalan, gitu…

airport-roma2

Terbang sekian jam lagi ke Doha, mengalami lagi siaran ulangan segala hal yang terjadi pas berangkatnya, ya termasuk mati gayanya, pegel linunya, dan besernya. Pramugaranya orang Indonesia dan ramah sekali, jadi Ida memanfaatkan kesempatan untuk nanya hal-hal yang mboten-mboten seperti, “Kalo udah dikasih makan, boleh minta lagi nggak?”

Jawabannya ternyata boleh, selama makanannya masih ada.

Mendara di Doha, kali ini waktu singgahnya agak lama jadi sempet jalan-jalan agak banyak. Kalo mau beli coklat buat oleh-oleh, di bandara ini suka ada promo buy one get one.

Kami nyobain skytrain yang belum kami coba waktu singgah di perjalanan berangkat:

skytrain-doha

Skytrainnya nampak lebih baru dan lebih canggih dari bandara Roma, dan jalannya lebih halus juga nggak gradak-gruduk.

Ada pertokoannya juga, di sisi yang berbeda dengan sisi yang ada boneka Teddy-nya:

airport-doha

Sesampainya di Jakarta, naro koper di rumah, langsung nyegat bajaj menuju…

bakso gondrong

…Bakso Gondrong, Tebet Raya!

Ternyata lebih enak daripada Meatball Spaghetti di Ocean View Cafe!

Dengan demikian, berakhirlah rangkaian catatan perjalanan sepanjang lebih dari 16 ribu kata ini. Sampai ketemu lagi di catatan perjalanan bulan April 2018, Tokyo!

Iklan
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. Buntutnya kembali ke selera asal.

    Suka

    Balas
  2. Hahahahahaha… endingnya gak nahan. Sama Gung, situ yang baru beberapa hari jalan udah sakau makanan Indonesia. Gimana aku yang merantau belasan tahun.
    Makanya ya, setelah kerja di maskapai penerbangan, dapet jatah terbang gratis, yang pertama kepikiran adalah ke New York. Kenapa New York? Karena di sana buanyakkkk sekali orang Indonesia, sering sekali ada bazar makanan Indonesia, dan banyak restoran Indonesia.
    Dibilang ndeso? Biarin.

    Kalau kopernya overweight, mbayar berapa Gung?

    Suka

    Balas
    • Wah nggak tau, nggak nanya berapa biaya overweightnya. Yang jelas ya itu, per koper ternyata dipatok maks 32 KG, nggak boleh lebih

      Suka

  1. 4 Jenis Manusia Paling Ngeselin untuk Travelling Bareng | (new) Mbot's HQ
  2. OGC 2017: Hari-Hari Terakhir di Kapal (14) | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Komentar Terbaru

    arifinlaneaz pada Obrolan Bisnis Misterius
    Risma Budiyani pada Kirimkan email ke si mbot, sel…
    Prasetyo Wardoyo pada siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    Josea Agx pada [Menuju Langsing] Kenalan (Lag…
    mbot pada Hidup Mapan Adalah…
    gegelin2 pada Hidup Mapan Adalah…
    Bali trip 2 hari 3:… pada Honeymoon hari 1: tim rusuh MP…
    Bali trip 2 hari 3:… pada Hotel Harris, Kuta Bali
    Bali trip 2 hari 2:… pada Ida dan Misteri Pulau Pen…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.431 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: