OGC 2017: (ke)Hujan(an) di Athena (13)


Posting sebelumnya:

Keajaiban konstruksi berusia ribuan tahun

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Masih Selasa 26 September 2017

Belum jam 19.00 saat gue dan Ida keluar dari kawasan Akropolis, jadi masih banyak banget waktu hingga kapal angkat sauh jam 01.00.

“Mau ke mana lagi kita?” tanya gue.

“Kita ke Syntagma square aja, nampaknya rame, banyak kios-kios, tempat jajan, dan di sana ada stasiun MRT untuk pulang,” jawab Ida.

Buka Google Maps, jarak ke sana cuma sekitar 20 menitan jalan kaki. Nggak jauh, dan cuaca juga udah nggak panas.

Tapi… lho, kok langitnya makin lama makin gelap?

Kok akhirnya jadi hujan?

Kok hujannya makin deres?

Buru-buru melipir numpang neduh di kanopi sebuah toko.

“Kita punya payung, kan?” kata gue, teringat pada sebuah payung lipat yang Ida masukin di koper sebelum berangkat.

“Punya… tapi payungnya ada di kapal…”

Jiah… Tragis bener ini, kami punya 1 payung dan 2 jas hujan dari goody bag Oriflame, tapi sekarang terpaksa melipir di emperan karena semuanya ditinggal di kapal. Huffttt.

Sekitar 10 menit nunggu di emperan, hujannya mulai reda. Kami jalan lagi. Dapet beberapa puluh meter, eh hujan lagi. Akhirnya: ya sudahlah bodo amat, ujan-ujanan juga nggak mati.

Kami lewat jalan Vyronos yang dipenuhi toko-toko suvenir, dan Ida mampir lagi belanja oleh-oleh di sana. Hujannya sempet makin deres di sana, jadi kami numpang neduh lagi di depan pintu sebuah apartemen.

keujanan

Kalo dilihat dari Google Street View, undak-undakan marmer di sebelah kanan itulah titik tempat neduh kami:

Screenshot 2017-11-01 05.58.31 Ujannya masih semangat aja tanpa ada tanda-tanda akan mereda, jadi kami mulai pikir-pikir mau naik Uber aja. Lagian mumpung ada ibu-ibu pemilik toko suvenir yang bisa bantuin ngarahin kalo supirnya nelepon. Tapi.. yak, di layar aplikasi sama sekali nggak ada mobil beroperasi. Nggak ada pilihan lain kecuali nerusin jalan sambil ujan-ujanan demi memanfaatkan waktu yang terbatas.

Tujuan agak kami geser sedikit, karena Syntagma Square adalah lapangan terbuka, pasti semua aktivitas di sana bubar jalan gara-gara hujan ini. Tujuan barunya adalah ke Attica Mall, yang kalo dilihat di Google Maps nggak jauh dari Syntagma Square. Mudah-mudahan ada banyak toko lucu yang bisa dilihat, dan yang penting: nggak kehujanan.

Di perjalanan menuju Attica Mall sempet berhenti sekali lagi karena volume hujannya naik turun kayak ingus. Kadang deres banget sehingga kami memutuskan neduh, nggak lama kemudian reda sehingga kami nerusin jalan, eh ujug-ujug deres lagi. Hujan PHP.

Di salah satu tempat berteduh kami sempet didatengin ibu-ibu hamil, mengulurkan setangkai mawar ke Ida.

“It’s for you,” katanya

Ida refleks nerima, tapi gue lantas inget berbagai trik akal-akalan yang sering dikeluhkan turis-turis di Eropa.

“No thank you,” kata gue.

“Please take, only one euro, for mama and the baby,” katanya sambil ngelus perut.

Duh sori ya Mbak, air minum yang karuan lebih bermanfaat aja gue kagak beli, elu malah jualan mawar nggak jelas juntrungannya.

Setelah ngembaliin mawarnya, kami buru-buru pergi dan nggak lama kemudian sampe di Attica Mall.

Selama ini kalo denger orang asing ngomong bahwa mall di Indonesia jauh lebih keren-keren dibanding mall di luar negeri, gue kira itu cuma basa-basi. Ternyata Attica Mall ini memang jauh lebih cupu dari mall-mall di Indonesia. Mugkin kalo di Indonesia dia belum disebut mall ya, lebih tepatnya toko besar, seperti Keris Gallery di Menteng. Nggak ada atriumnya, langit-langitnya rendah dan barang-barangnya hampir 90% sama dengan yanga ada di Jakarta.

Ida tadinya berharap di mall itu akan ada foodcourtnya, atau minimal ada 1 lantai khusus berisi jajaran restoran tempat kita bisa ngemil sambil ngelurusin kaki, ternyata nggak ada. Adanya cuma sebuah restoran di lantai paling atas yang dari selintas penampakan seperti restoran-restoran yang harganya mahal padahal kopinya Nescafe.

Akhirnya gue cuma numpang ganti baju di mall itu, terus keluar lagi, mengarah ke Syntagma Square. Kami nemuin sebuah box tourist information center di sana, dijaga oleh seorang ibu-ibu gendut yang nampak sedang bludrek menjawab pertanyaan serombongan turis Rusia. Dari tas yang dipake turis-turis Rusia itu, ketahuan bahwa mereka juga rombongan Oriflame. Mereka juga merhatiin tas yang dipake Ida dan nampak lega menemukan temen senasib.

“Go back to ship, taxi? Bus?” tanya salah satu Rusia itu. Intinya, mereka mau nanya caranya pulang ke kapal.

Ida bantuin nanyain rute bus ke ibu gendut galak, dan bantuin nulisin nomor bus yang harus mereka pake di secarik post it. Mereka harus naik bis M1. Masalahnya, di aksara mereka mungkin juga nggak ada huruf M, pantesan aja bingung.

Setelah rombongan Rusia itu pergi, ibu gendut galak ngomel sambil nepok jidat, “They can not speak English.”

Nampaknya dia harus ganti profesi, masa kerjanya di tourist information center tapi bludrekan ngadepin turis.

Berdasarkan keterangan dari dia, kita bisa mencapai Pelabuhan Piraeus (yang ternyata bacanya Pireas) itu dari Syntagma Square dengan 2 cara:

  1. Naik bus M1
  2. Naik kereta bawah tanah, ambil jurusan Aghia Marina tapi transit di Monastiraki ambil jurusan Piraeus

Karena tadi berangkatnya udah naik bis, maka untuk pulangnya kami mau nyoba naik kereta. Katanya kereta akan ada sampe malem, jadi kami memutuskan keluyuran dulu cari makan. Hujannya udah berhenti, btw.

Di seberang Syntagma Square itu ada McDonald’s. Nyaris mau makan di sana, biar cepet aja karena perut kosong dan berjam-jam kehujanan. Tapi pikir-pikir, masa udah jauh-jauh sampe Yunani makannya McD yang di Tebet Barat juga ada.

Kami jalan menyusuri restoran-restoran kecil di seputaran Syntagma Square, nyari restoran yang khas Yunani. Ternyata nggak mudah, karena yang laris malah Chinese Food dan Italian Food. Setelah sekitar 10 menit jalan, ketemu restoran yang plangnya bertuliskan “Ergon – Greek Deli & Cuisine”. Nah, ini baru cocok!

 

Restoran ini nampak kondang, rame banget sampe kami nyaris nggak dapet tempat. Yang menyenangkan, dikasih minum air es gratis dalam botol 1 liter. Cihuy, lumayan ngirit 32 ribu! Waiternya laki semua, dan kebetulan yang melayani kami adalah yang paling kekar sekaligus paling gemulai. Saat kami nampak mulai nggak sabar karena nggak dikasih-kasih menu, dia malah ngasih kode telunjuk dan jempol yang ditemukan membentuk lingkaran sambil mengedipkan sebelah mata. Aih!

nunggu makanan

Laper…

Untung menunya pake bahasa Inggris, jadi minimal tau makanannya terbuat dari apa, tapi tetep aja nggak kebayang bentuknya gimana. Akhirnya gue bilang, “Can you recommend the greekiest food from the menu?”

Dia menunjuk ke dua nama makanan, yang satu namanya @#$%%#^ dan satunya *&^$%@#!, entah apaan namanya gue nggak inget. Pokoknya yang satu dibuat dari lamb dan satunya beef. Pas dateng kayak begini bentuknya:

makanan2

Ini lamb

 

makanan1

Ini beef

Sambelnya nampak intimidatif, merah menyala gitu mengingatkan pada sambel terasi di Jawa, tapi tentunya rasanya kalah galak dan nggak ada bau terasinya karena bahan utamanya cuma pasta tomat. Secara umum makanannya cukup enak, tapi untuk ukuran lidah Indonesia yang terbiasa makan makanan berbumbu aneka dengan rasa yang kompleks, rasa makanan mereka terasa sangat “sederhana”. Kebayang kalo yang terjadi sebaliknya, ya. Orang Yunani dateng ke Indonesia, ketemu sambel terasi merah yang dia kira sama seperti sambel tomat di negaranya, lalu main caplok sesuap gede. Gimana itu nasibnya.

Tadinya gue masih berharap bisa mengingat nama makanan yang gue makan dari nama yang tertera di bill, tapi saat bill dateng, tulisannya begini:

bon makan

Ya sudahlah ya.

O iya, mas waiter gemulai juga ngasih bonus pencuci mulut, namanya *#*^%$#. Dia bilang itu  khas Yunani. Bentuknya seperti gulali putih yang dicelup dalam air.

makanan penutup bonus

Rasanya? Ya seperti gula. Pas ngasih benda itu dia merhatiin Ida yang berjilbab dan langsung ngomong “Don’t worry, no alcohol.”

Kenyang makan, kami mengarah balik ke Syntagma Square dengan tujuan stasiun MRT. Sempet ngelewati jalan Ermou, pusat perbelanjaan terkenal di Athena.

plang jalan ermou Penampakannya agak mirip Pasar Baru, kendaraan dilarang masuk, jadi yang boleh lewat hanya pejalan kaki.

suasana jl ermou

Sebelum masuk stasiun, Ida ngajak mampir foto-foto di depan bangunan kuno yang dijaga tentara.

di seberang syntagma

Itu bangunannya yang nun jauh di belakang.

penjaga syntagma

Ini tentara penjaganya. Sepatunya lucu, mirip bakiak gitu, bawahnya tebel. Gimana kalo ada musuh tuh, dia bisa lari nggak dengan sepatu kayak gitu?

Ternyata di depan gedung itu ada Tomb of the Unknown Soldier, tugu memorial untuk mengenang pahlawan yang gugur dalam perang. Sedangkan gedung besar di belakangnya adalah gedung Hellenic Parliament.

syntagma

Tomb of the Unknown Soldier terukir di dinding dengan gedung Hellenic Parliament di belakangnya

Stasiun MRT Syntagma nampak udah cukup tua umurnya, dan ini bikin gue miris. Maksudnya, miris kenapa negara lain udah sejak kapan tau punya MRT dan Indonesia baru akan punya tahun 2019.

Tiketnya bisa dibeli di mesin otomat (kali ini kami bukan penumpang gelap lagi), dan berlaku untuk MRT maupun bus. Jadi sekali beli tiket, bisa digunakan untuk naik MRT dan bus dalam jangka waktu tertentu. Untuk pemakaian 90 menit 1,40 euro. Untuk 24 jam 4 euro dan untuk 5 hari 10 euro. Kami tentunya cukup beli yang 90 menit aja, karena estimasi waktu tempuh dari Syntagma ke Piraeus cuma sekitar 40 menit. Mesin otomatnya canggih, kalo dimasukin pecahan besar bisa ngasih kembalian.

Karena tiketnya berlaku berdasarkan batas waktu, maka pada saat dibeli harus divalidasi masa pemakaiannya di mesin ini:

mesin validasi

Waktu 90 menit yang jadi batas waktu pemakaian tiket gue dihitung sejak tiketnya dilewatin di mesin itu.

stasiun syntagma

Nunggu kereta datang di Stasiun Syntagma

peron stasiun metro

Ini stasiunnya. Nampak jadul kan.

Gerbong keretanya lucu, nggak ada pintu yang menghubungkan antargerbong. Jadi kalo udah  masuk dan dapet gerbong yang penuh ya terima nasib, nggak bisa geser ke gerbong sebelah. Di ujung gerbong nampak serombongan orang yang nampak familiar, ternyata mereka orang-orang Rusia yang tadi nyasar di Syntagma Square!

Seusuai petunjuk di rute, kami turun di Stasiun Monastiraki dan pindah kereta.

rute kereta

metro station syntagma

Ida di stasiun Monastiraki

Di stasiun nemu poster film “It” yang di bahasa Yunani jadi panjang judulnya:

poster IT

Akhirnya… sampe juga di Stasiun Piraeus alias Pireas. Lucunya, nggak ada satupun petugas yang meriksa tiket! Jadi kalo tadi di stasiun keberangkatan kita lompat gate pun akan selamet aja sampe tujuan.

ida di pireas

Pas turun baru perhatiin keretanya, ternyata eksteriornya abis-abisan digrafitti kayak gini:

kereta coret 2

kereta coret1

Kondisi di luar Stasiun Piraeusnya juga rada mirip setting film dystopian future gini:

keluar dari stasiun pireas

Kalo nyimak berita tentang Yunani yang konon lagi kesulitan keuangan, kondisi ini konsisten dengan teori “Broken Window”. Pelemahan kontrol pemerintah ditandai dengan banyaknya pelanggaran kecil seperti ini.

Satu hal yang penting yang kami pelajari malam itu adalah: ternyata pelabuhan Piraeus itu gedeeeee banget dan apesnya, kapal Celebrity Reflection parkir di ujung yang berlawanan dengan stasiun kereta. Sempet ada beberapa taksi yang nawarin jasa nganter dengan tarif 10 euro karena “It’s too far, maybe more than 3 kilos!”

Tadinya gue kira mereka berlebihan, tapi setelah dijalani, pikir-pikir mungkin ada juga segitu jaraknya. Dijalanin nggak nyampe-nyampe, mana udah tengah malam.

PerJALANan (dalam arti harfiah karena beneran jalan kaki) berakhir hampir jam 12, saat kami nemu dermaga tempat Celebrity Reflection parkir. Sempet mampir toilet dan menemukan penjaga unik ini:

penjaga toilet

Ida yang seharian pake boots berhak langsung lesehan sambil nunggu bis yang akan ngangkut kita dari pintu masuk dermaga ke pintu masuk kapal.

IMG20170926233645

Nunggu bisnya dateng sekitar 5 menit, trus bisnya ngetem sekitar 15 menit nunggu penumpang agak banyak, bisnya jalan 2 menit, nyampe. Kalo jaraknya sedeket ini mah harusnya jalan kaki aja, sayangnya dilarang oleh petugas.

Perjalanan panjang hari ini berakhir di hari Rabu 27 September 2017, jam 00.30 dini hari.

[Bersambung]

Iklan
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. Bacanya ngos ngosan Gung. Baru mau komentar di jilid satunya, udah nongol aja jilid berikutnya.
    Kudunya ngecek ramalan cuaca kali ya, biar siap bawa jas hujan. Mungkin ini kebiasaan rata rata orang Indonesia, atau hanya aku aja kali ya yang gak pernah ngecek ramalan cuaca, meskipun udah lama tinggal di US. Udah bolak bolak ketipu dan salah kostum gegara nggak pernah ngecek ramalan cuaca.

    Suka

    Balas
    • Maklum baru pertama ke luar negeri :D. Orang indonesia terbiasa dg cuaca stabil sepanjang hari, ternyta itu nggak terjadi di seluruh dunia ya.

      Suka

  2. Gw biasanya cek weather mas Agung, kalau prediksi ujan, langsung pakai jaket yang anti air seharian. Gak perlu payung, karena payung gak gitu guna. Kalau kesambet angin terbang kemana-mana.

    Btw makanan Greek itu termasuk kaya rasa, mungkin karena lidahku udah kena makanan Irish yang gak ada bumbunya kecuali garam dan onion 😦

    Suka

    Balas
  1. OGC 2017: Hari-Hari Terakhir di Kapal (14) | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Fefiana Diny pada siapa yang sering kesetrum sep…
    syifa pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
    disca dista pada siapa yang sering kesetrum sep…
    wentyaranan pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Sally “M” Marcelina pada siapa yang sering kesetrum sep…
    Feni Febrianti pada siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot pada My Wonder Woman
    bayutrie pada My Wonder Woman
    mbot pada My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.590 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: