OGC 2017: Ephesus (09)


 

Posting sebelumnya: 

Jalan-jalan di kota dengan ancer-ancer rumah paling rumit sedunia, dan mainan spooky yang sebaiknya nggak dipasang di depan rumah saat gelap.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Senin 25 September 2017

Setelah berhari-hari hidup di atas kapal, goyangan ringan dan suara lirih mesin kapal jadi bagian dari kondisi “normal”, sehingga kalo dua hal itu hilang malah terasa aneh. Itu yang gue rasakan saat bangun pagi di tanggal 25 September 2017. Nggak ada goyangan, nggak ada suara mesin, maka cuma satu artinya: kapal udah sandar.

Gue mengarah ke balkon dan menemukan pemandangan ini:

kusadasi port

Lagi-lagi Oriflame ngasih “kejutan” dengan majang tulisan Oriflame di bukit di atas pelabuhan Kusadasi, Turki!

Yang gue pelajari dari cara Oriflame mengelola perjalanan ini adalah; mereka berusaha lewat berbagai cara untuk membuat para pesertanya merasa diistimewakan. Mulai dari yang bersifat benda yang bisa dinikmati langsung seperti goody bag yang udah menunggu di kamar saat pertama kali check-in, disediain kaca mata gelap waktu baru turun kapal di Mykonos, sampe yang bersifat menimbulkan momen berefek ‘wow’ seperti pesawat pembawa banner saat sail off dan tulisan Oriflame di bukit ini. Sebagai organisasi, Oriflame seakan mau bilang, “Kalian adalah orang-orang terpenting bagi kami, dan kami ingin membuat kalian terkesan.”

Ini mungkin terdengar ‘standar’ banget ya. Tentu aja tenaga penjualan itu penting buat setiap perusahaan, sehingga perusahaan yang ‘waras’ pasti otomatis akan mengistimewakan tenaga-tenaga penjualan terbaiknya, supaya mereka tetap termotivasi berprestasi. Tapi praktiknya, nggak semua perusahaan mampu menerjemahkan prinsip itu ke dalam kebijakan yang senada.

Salah satu contohnya adalah yang dilakukan sebuah bank tempat kerja temen gue. Bank itu memberikan hadiah perjalanan ke luar negeri untuk beberapa orang tenaga penjualan terbaiknya. Apesnya, beberapa waktu sebelum keberangkatan, salah satu pemenang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera cukup serius di kakinya. Dengan kondisi kayak gitu, tentu aja kalo dia memaksakan diri ikut berwisata ke luar negeri, yang ada hanya akan ngerepotin orang dan dia sendiri juga mungkin nggak akan bisa menikmatinya. Dia lantas mengajukan permohonan supaya hadiah itu bisa ditukar dengan bentuk lain, kalau bisa uang tunai. Ternyata, permohonan tersebut ditolak perusahaan, alias hadiahnya, hasil kerja kerasnya berprestasi selama setahun, hangus begitu aja.

Penolakan itu mungkin sekedar untuk mengamankan paket wisata yang udah kadung dipesan agar tidak hangus. Dalam jangka pendek perusahaan ‘diselamatkan’ dari keharusan untuk keluar duit dua kali: satu untuk beli paket wisata yang hangus, dan satu untuk mengganti uang hadiah; tapi di jangka panjang sebenernya rugi besar. Semua orang yang tahu kasus itu akan bertanya-tanya, “Perusahaan nampak nggak serius memberikan penghargaan buat kami, apa kami perlu banget bersungguh-sungguh kerja untuk perusahaan?”

Itu, bisa jadi jadi pertanyaan bernilai jutaan dollar buat perusahaan!

separator1.jpg

Sementara itu, gue, yang selama beberapa hari kemarinnya kesenengan bikin kopi susu campur coklat bubuk di Ocean View Cafe, mulai merasakan akibatnya. Walaupun guenya doyan banget minum aneka produk olahan susu, perut gue kurang sependapat. Akibatnya, dia kembung parah dan diare. Padahal sejak kapal sandar di pagi hari ini, penumpang boleh turun dan jalan-jalan bebas sampai jam 12 siang, untuk kemudian kumpul lagi di dermaga dan sama-sama naik bis ke Ephesus. Pikir-pikir, daripada gue nanti batal lihat Ephesus, mendingan pagi ini gue tidur dulu di kamar biar agak sehatan. Alhasil, Ida turun sendirian ke Kusadasi dan jalan-jalan bareng temen-temennya.

Menjelang jam 12 gue merasa lebih baik dan turun bergabung dengan Ida yang udah balik dari jalan-jalannya. Ini pemandangan yang menyambut gue turun dari kapal:

Lagi-lagi, yang bikin penumpang merasa dimanja banget, ada 1 tenda di depan kapal yang menyediakan minuman dingin dan… handuk dingin yang ditaburi es batu!

Gue nggak tau deh, apakah layanan ini standar untuk setiap perjalanan Celebrity Cruise atau sesuatu yang diatur oleh pihak Oriflame.

Rombongan diarahkan untuk naik bis, dikelompokkan berdasarkan asal negara karena dalam bis udah akan tersedia 1 orang tour guide yang berbahasa sesuai asal negara penumpangnya.

Tour guide di bis gue namanya Bilal.

Bilal, Turkish tour guide

Bilal sang tour guide

Dia membuka perkenalannya dengan “Nama saya Bilal, umur tiga sembilan, belum ada istri…”

Lha, dia promosi!

Dia cerita bahwa dia belajar bahasa Indonesia di Jogja selama 3 bulan. Nggak heran kalo gue nggak sepenuhnya mudeng dia ngomong apa, karena bahasa Indonesianya masih terpatah-patah dengan logat Turki yang kental banget. Penjelasannya tentang asal usul Ephesus antara lain berbunyi sebagai berikut:

“Ephesus berdiri tahun 10 sebelum masehi… oleh Androclos… dia pergi ke peramal, peramal bilang, pergi cari tempat yang ada ketemu ikan dan babi, lalu dia pergi dan tiba-tiba dia masak ikan dan kaget ada babi, maka dia memutuskan membangun Ephesus di sana…”

jackie_chan_meme_by_firefox2014-d8p19a4

Baru belakangan gue googling untuk menemukan cerita sebenernya gimana, dan nemu halaman ini. Yah, lumayan deket lah dengan versi Bilal. Yang jelas kalo gue dikasih waktu 3 bulan untuk belajar bahasa Turki, mungkin nggak akan selancar Bilal ngomong bahasa Indonesia!

Gue nggak terlalu inget berapa lama perjalanan bis dari pelabuhan Kusadasasi ke Ephesus, karena gue campur ketiduran di bis. Yang jelas begitu turun, kami disambut pemandangan yang wow banget!

Jadi Ephesus itu dulunya sejenis kawasan elit gitu. Nggak heran kalo mulai dari bangunan sampe jalanannya semua terbuat dari marmer. Dari segi estetika memang nampak mengesankan, tapi marmer-marmer itu selah ribuan tahun bergesekan dengan tapak kaki orang-orang, jadi licin banget! Gue sarankan buat yang mau berkunjung ke sini, pake sepatu olah raga yang solnya masih gondrong biar nggak kepleset ya.

lantai marmer

sepatu

Gue dan Ida penggemar berat Skechers, sejak kenalan sama Mbak Dhayu dulu itu.

Untuk ukuran sebuah tempat yang udah ribuan tahun, pernah jadi korban perang, pernah kena gempa juga, daya tahan konstruksinya luar biasa.

jalan utama ephesus

arch

Gimana orang ribuan tahun lalu bisa nemu hitungan konstruksi biar bisa bikin gerbang lengkung ini sih?

ephesus from above

library

Perpustakaan Celcus, yang tersisa tinggal fasadnya doang

ida dan background batu

ida dan patung

Perhatikan detail ukirannya, luar biasa banget!

 

ida di amphiteater

Penonton Amphiteater, telat dateng beberapa ribu tahun

 

amphiteater

sisa kolom

dengan kolom

Pilar-pilarnya dari marmer utuh yang dipahat.

di depan amphiteater

Menuju pintu keluar. Amphiteater nampak menjulang di latar belakang.

Sayangnya, waktu yang tersedia untuk menjelajah situs ini terbatas banget. Padahal kalo diumbar mungkin gue betah seharian di sini, baca-baca papan keterangan yang tersebar di seluruh penjuru.

Kami naik bis lagi ke Kusadasi, dan masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum kapal angkat sauh. Maka gue dan Ida jalan-jalan di sekitar pelabuhan.

background kapal di kusadasi

dua kapal

burung kusadasi

Sebagai kota pelabuhan yang bakal didatangi turis dari berbagai negara, menurut gue Kusadasi kurang berusaha maksimal menjual diri. Masa sebagian besar toko di sini jualan barang-barang KW, yang secara sangat jujur mereka tulis terang-terangan “Fake Branded Items (bags, watches, etc)”. Maksud gue, mari bandingkan dengan Kuta deh. Di Kuta mungkin toko-tokonya juga kurang variatif karena barang yang dijual rata-rata itu lagi itu lagi (kaos Bali Bintang, ukiran penis, atau batik pantai) tapi setidaknya kan barang-barang itu khas Kuta/Bali. Lha ini, ngapain orang jauh-jauh pergi ke Turki lantas pulangnya bawa Michael Kors KW, gitu loh. Aneh kan.

Mungkin biar bisa punya oleh-oleh khas sendiri, dinas pariwisata Turki perlu kerja sama dengan manajemen kue artis Indonesia seperti Bandung Makuta, Bogor Raincake dan sejenisnya, biar dibikinin bolu berlabel artis Turki sebagai oleh-oleh khas Kusadasi. Sekedar usul loh.

Yang lucu, beberapa kata di bahasa Turki nampak mirip dengan bahasa Indonesia. Entahlah artinya sama juga atau enggak.

kitap

Perhatikan tulisan di toko ini, “Kitap & Kirtasiye” apakah artinya “Buku dan kertas-kertasan (stationary)”?

Banyak orang jual makanan, tapi berhubung waktu jalan-jalannya cuma tinggal kurang dari 1 jam, kami nggak memutuskan beli. Ngilernya malah pas lewat KFC, yang di Turki dijual bareng saus gravy. Enak!

KFC turki

Sayangnya, KFC Turki nggak jual dada, adanya cuma paha bawah dan fillet.

Menjelang masuk ke kapal, gue menemukan jawaban atas pertanyaan “Ke mana sampah-sampah kapal dibuang?”

Ini dia:

sampah kapal

Ada beberapa bak setinggi nyaris 2 meter ini yang diangkut truk, isinya aneka sampah dari kapal. Rada miris ngelihatnya, karena tahu di dalamnya ada cukup banyak makanan masih layak makan yang terpaksa dibuang hanya karena pernah mampir di piring orang yang sekedar asal nyomot tapi nggak dimakan.

separator1.jpg

Malam itu, gue dan Ida kembali makan di Opus. resto fine dining di kapal. Jadi selain Ocean View Cafe, ada 2 tempat lagi di mana penumpang bisa makan tanpa perlu bayar biaya tambahan, yaitu Opus yang bertema fine dining di dek bawah, dan Mast Grill di dek atas yang menyediakan aneka burger dan hot dog.

Ida seneng makan di Opus karena nggak harus rebutan tempat maupun makanan dengan Tim Jaket Biru. Makanannya disajikan dalam 3 course meal (appetizer, main course, dan dessert). Di menunya udah tercantum beberapa alternatif untuk setiap mealnya, kita tinggal tunjuk dan duduk manis, makanan dianter.

Malam itu tidur cepet lagi, ngumpulin energi untuk acara puncak besok di Athena: Business Rally!

[Bersambung]

Iklan
Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. Saus gravynya kayak apa rasanya Gung?
    Sampahnya gak dipilah ya? Kalau nggak dipilah sayang juga ya. Kan sisa makanan bisa jadi kompos.

    Suka

    Balas
    • Rasanya kayak saus buat steak.
      Sampahnya nggak tau deh ya, dipilah apa enggak. Mudah2an iya.

      Suka

  2. Permisi om, pengen koment aja…barang KW di Kusadasi itu kualitasnya 98% sama barang ori, coba deh tanya anak2 indo yg kerja di kapal, mereka lebih seneng belanja ole2 di Kusadasi, krn lebih murah dan kualitasnya lumayan dibanding yg Mangga D*a.

    *anyway, salam kenal Oom*

    Suka

    Balas
  1. OGC 2017: Nonton CEO Keringetan di Business Rally, Athena (10) | (new) Mbot's HQ
  2. OGC 2017: Mykonos (08) | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Fefiana Diny pada siapa yang sering kesetrum sep…
    syifa pada Nostalgia Tentang Benda Ajaib…
    disca dista pada siapa yang sering kesetrum sep…
    wentyaranan pada [2012-011] Ajaran ‘sesat…
    Sally “M” Marcelina pada siapa yang sering kesetrum sep…
    Feni Febrianti pada siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot pada My Wonder Woman
    bayutrie pada My Wonder Woman
    mbot pada My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.590 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: