OGC 2017: The Blue Tsunami (07)


Posting sebelumnya: 

Blusukan subuh keliling kapal, siapa yang diuntungin di Oriflame, dan pemasaran desperado bartender kapal.

Baca episode pertama rangkaian posting Oriflame Gold Cruise 2017 di sini

Masih Sabtu 23 September 2017

Seperti udah gue bilang di posting-posting sebelumnya, di Oriflame Gold Cruise 2017 ini ada 6.000 konsultan dari seluruh dunia, naik 2 kapal yang masing-masing berkapasitas 3.000-an orang. Seluruh kontingen Indonesia yang berjumlah 450 orang kebagian naik kapal Celebrity Reflection. Dengan jumlah 450 orang itu, Indonesia menjadi negara dengan kontingen terbesar kedua. Lalu, siapa kontingan terbesarnya?

Para peserta dari Indonesia menyebut kontingen negara yang satu ini sebagai “Tim Jaket Biru”, karena mereka memang tampil sangat menyolok dengan jaket birunya. Yah, gimana nggak menyolok, dari 3.000-an penumpang kapal Celebrity Reflection, 1.100 di antaranya adalah mereka. Jadi ke manapun kita noleh, pasti ada salah satu, atau lebih tepatnya: segerombolan Tim Jaket Biru masuk dalam ruang pandang.

Kemarin waktu baru naik kapal sempet beberapa kali berpapasan dengan Tim Jaket Biru. Tadi pagi waktu foto-foto bareng SimpleBizNet juga sempet ketemu. Bahkan ada beberapa yang minta foto bareng saat tau kami dari Indonesia. Maklum, di kalangan Oriflamers dunia, Indonesia cukup “dipandang” karena perkembangannya paling pesat.

Namanya juga ngefans ya, jadi selain minta foto bareng ya ada juga yang diem-diem nimbrung kayak gini:

photogrid_1508806970519.jpg

Tapi Tim Jaket Biru bener-bener menunjukkan “gigi”-nya saat makan siang di hari kedua ini.

Kalo kemarin dan tadi pagi suasana Ocean View Cafe tenang dan santai, siang ini tiba-tiba jadi mirip…

sekaten

…sekatenan. (sumber foto)

 

Puluhan anggota Tim Jaket Biru menyerbu makanan dengan keganasan setara rombongan ojek pangkalan nyerbu mbak-mbak baru turun angkot.

 

Dan gue curiga, mereka nyerbu makanan bukan karena laper, tapi mungkin dikira ada hadiah buat pengeruk makanan terbanyak atau apa, gitu. Masalahnya, mereka ambil piring, diisi penuh sampe mirip tumpeng, dimakan 3-4 suap, terus ditinggal. Ditinggal ke mana? Ambil piring lagi, isi buah sampe penuh, dimakan 3-4 iris, terus ditinggal. Begitu terus.

Para waiter yang biasanya ramah-ramah murah senyum, kali ini bermuka tegang. Masalahnya, mereka dikejar waktu untuk terus mengisi meja-meja saji dengan makanan. Di pizza station, misalnya, waiter baru naro 3 pizza ukuran besar, dateng 5 orang Tim Jaket Biru, langsung beres. Di grill station, waiter baru naro 10 potong lamb chop, dateng 5 orang Tim Jaket Biru, selesailah sudah. Masing-masing nyomot dua, soalnya.

Di drink station, teh celup yang ada 12 varian itu, ludes. Diminum? Kagak, masuk tas Tim Jaket Biru. Mereka nampak giras banget ngelihat aneka makanan yang dikemas kecil-kecil seperti teh celup, gula sachet, atau mentega kotak.

Di posting sebelumnya gue udah bilang bahwa standar kebersihan di kapal ini sangat tinggi. Tertempel pengumuman di drink station yang intinya melarang isi ulang gelas bekas pakai di dispenser es/juice. Jadi kalo lu mau minum, ambil gelas baru, isi dengan minuman, minum jauh-jauh. Nanti kalo mau nambah, silakan dateng lagi, ambil gelas baru. Tujuannya jelas: kalo gelas udah nempel mulut orang, ada risiko kuman pindah ke bibir gelas, dan kuman itu berpotensi mencemari keran dispenser.

Eh ini ada satu bapak-bapak anggota Tim Jaket Biru, kayaknya haus banget abis main di luar, khusyuk mantengin dispenser juice. Isi gelas, glek-glek-glek, gelas kosong, dia isi ulang. Mungkin saking betahnya di kapal ini sampe dia merasa kayak di rumah sendiri kali ya.

Ulahnya ketahuan seorang waiter, dan langsung dapet peringatan.

“No, you can’t do that. DO NOT refill the glass!” kata waiter.

“#$@& *$% ^&*# #%^@+”, kata si bapak Tim Jaket Biru, sambil mengulurkan gelas mau isi ulang lagi.

“NO!” kata waiter, kali ini diiringi isyarat tangan, telunjuk digoyang.

“*(% ^&$% ##$%” si bapak Tim Jaket Biru masih maksa mau isi ulang gelas.

Waiternya kesel, gelas si bapak disita paksa dan diambilin gelas baru.

Nggak heran kalo beberapa hari kemudian, pas ngobrol-ngobrol dengan beberapa waiter dari Indonesia, tercetus bahwa mereka menjuluki Tim Jaket Biru sebagai “The Tsunami”. Jadi tiap kali Tim Jaket Biru muncul, para waiter saling ngasih kode, “The Tsunami is coming!”

Gue akui, orang Indonesia punya sederetan kebiasaan norak yang malu-maluin, tapi di kapal ini gue bersyukur ternyata ada bangsa lain yang jauh lebih norak. Orang Indonesianya malah pada santun dan berkelas, udah nggak kagetan dengan fasilitas bintang lima seperti di kapal ini.

Sedangkan mereka, jangankan fasilitas kapal. Make tongsis aja gagap.

Tongsis itu kan gunanya buat mempermudah selfie ya. Yang harusnya dipegang adalah tongkatnya. Kalo HP udah telanjur dipasangin tongsis tapi mendadak mau dipake nelepon atau texting, ya tongsisnya dipendekin dulu.

Kala cara Tim Jaket Biru, beda.

Tongsis dipanjangin sampe maksimal, terus yang dipegang HP-nya. Sambil jalan. Alhasil orang-orang di sekitarnya harus uji ketangkasan biar nggak kena sabetan tongsis liar.

Satu hal yang tadinya gue nggak habis pikir: gue dan Tim Jaket Biru kan naik ke kapal ini di hari yang sama, dari tempat yang sama. Tapi kenapa kemarin dan tadi pagi suasana Ocehan View nggak se-chaos sekarang? Kenapa kemunculan mereka baru “terasa” di hari kedua, pas makan siang pula?

Baru belakangan gue menemukan kemungkinan penyebabnya: sail off party. Di acara itu berbagai jenis minuman beralkohol disajikan tanpa batas, kan. Dengan pola konsumsi mereka yang seolah berprinsip “enak-nggak enak, yang penting ambil banyak” itu, gue rasa mereka pada teler dari kemarin sore, dan baru siuman siang ini!

Sambil ngeliatin tingkah polah Tim Jaket Biru, gue duduk bareng Ida, Ilna, upline-nya Ida, dan Pak Andi Akmar, Sales Director-nya Oriflame Indonesia. Kami lagi ngebahas rencana meeting dengan tim Oriflame Rusia, besok di Mykonos.

Jadi ceritanya, karena ngelihat perkembangan Oriflame Indonesia yang sangat pesat, manajemen Oriflame Global berinisiatif mempertemukan top leader Oriflame Indonesia dengan top leader Oriflame Rusia.

Kenapa Rusia? Karena sebagai salah satu negara tempat awal berkembangnya Oriflame, Rusia adalah pasar yang sudah mapan. Dari para top leader Rusia, Indonesia bisa belajar kiat-kiat pengembangan jaringan, sementara dari top leader Indonesia, mereka bisa belajar pemanfaatan media sosial untuk jualan. Masalahnya, Indonesia dan Rusia beda kapal. Makanya, kesempatan pertama mempertemukan kedua negara ini adalah di Mykonos, besok.

Ada 6 top leader Indonesia yang diundang menghadiri meeting ini, tapi ada beberapa yang berhalangan hadir. Ida, walaupun belum tergolong top leader di Indonesia, iseng-iseng mengajukan diri. Abis, kapan lagi ketemu top leader dari tim Oriflame terbesar di dunia, kan?

Pengajuannya disetujui, dan jadilah Ida nyelip di antara para top leader Indonesia untuk ketemu dengan tim Rusia besok. Bukan cuma nyelip, dia ditunjuk jadi presenter mewakili Indonesia, dan coba tebak siapa yang bertugas bikin slide presentasinya… yak, tentu aja gue.

Setelah dapet poin-poin yang harus gue masukin ke dalam slide presentasi, gue langsung menuju ke The Hideaway, tempat yang tadi pagi nampak potensial banget untuk menyepi. Tetapi sampe di sana…

army smurf

Yak, Tim Jaket Biru udah duluan menguasai. Bukan cuma tempatnya, tapi juga mesin kopinya udah mereka keringin sampe tetes terakhir.

Untung gue inget, di deket kamar ada Spa, dan di sana ada Relaxation Room. Maksudnya buat orang-orang yang abis menikmati Spa bisa santai-santai dulu di ruang ini.

Karena merupakan bagian dari Spa, Relaxation Room nggak tercantum di denah kapal sehingga nggak banyak orang tau. Gue segera menuju ke sana, dan… fiuh, situasinya masih aman terkendali.

relaxation room

Relaxation Room ini letaknya di haluan, tepat di atas anjungan. Jadi pemandangannya laut lepas tanpa halangan pager atau apapun. Ruangannya dibuat bener-bener sepi, bahkan nggak ada musik. Cocok banget buat yang lagi butuh konsentrasi maksimal!

Slide presentasinya selesai menjelang sore, sehingga malam itu gue dan Ida bisa santai nonton pertunjukan di teater.

Tiap malam ada pertunjukan yang berganti-ganti, malam ini giliran grup JunNK, kelompok musisi yang pake alat-alat musik dari barang-barang bekas. Mereka memadukan pertunjukan musik dengan akrobat dan komedi.

Malam itu tidur lebih normal dari kemarin, nyiapin tenaga buat turun ke Mykonos besok.

[Bersambung]

Iklan
Tinggalkan komentar

15 Komentar

  1. Gue juga nebak dari C mas, mereka kalau urusan makanan emang ancur dan nggak bisa patuh peraturan. Gak heran kalau kena tegur petugas.

    Suka

    Balas
  2. Ckckck berati video viral yang berebut makanan itu bukan hoax yaa

    Suka

    Balas
  3. Aku ngebayangin orang berebut makanan macam video viral yang pernah aku lihat. Ampun!

    Suka

    Balas
    • Dan terjadinya di atas kapal pesiar bintang 5, yang asal sabar dan makannya wajar, nggak akan kekurangan stok makanan.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Aku kok jadi sebel dan kesel ya sama tim Tsunami, ngambil makanan sampe munjung tapi gak diabisin. Norak sekali. Aku tebak mereka dari Cina ya?

    Suka

    Balas
    • Orang udah susah2 nyariin nama samaran biar gak ketahuan kok malah ditebak,gimana sih.

      Suka

    • Hahaha.. kan ketauan dari photo bomb nya! Ini dah pasti deh orang C itu..

      Suka

    • Hahahaha…. fotonya udah diedit. Kalau wajahnya ditutupi, mana ngerti itu anggota rombongan atau bukan.
      Untung aku udah liat duluan. Kalau emang bener dari negara itu, aku gak heran deh, karena aku pernah tinggal di Shanghai 1.5 tahun, dah apal kelakuan mereka yang norak dan menjijikkan. Jadi turis di mancanegara kelakuannya juga sama, menjijikkan. Meludah sembarangan, jorok banget.

      Suka

    • kan dia nggak pake seragam merah, udah pasti bukan anggota rombongan kan…

      Suka

  1. OGC 2017: Hari-Hari Terakhir di Kapal (14) | (new) Mbot's HQ
  2. OGC 2017: Ephesus (09) | (new) Mbot's HQ
  3. OGC 2017: Mykonos (08) | (new) Mbot's HQ
  4. OGC 2017: Blusukan Subuh Keliling Kapal (06) | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: