OGC2017: Jawaban Atas Fenomena Hujan ‘Asam’ (02)


Posting sebelumnya:

Dalam rangka persiapan menjelang jalan-jalan Oriflame Gold Cruise, gue berkesempatan duduk semeja dengan komisaris Oriflame Indonesia dan mengajukan sebuah pertanyaan penting.

Kamis, 21 September 2017

Hari libur 1 Muharram.

Gue dan Ida masih berkutat dengan 2 koper gede yang akan kami bawa. Sebenernya gue punya rumus andalan untuk menentukan jumlah baju yang harus dibawa menjelang pergi ke luar kota, yaitu:

(Jumlah hari : 2) + 1 , pembulatan ke bawah.

Jadi kalo gue mau pergi seminggu, maka cukup bawa 4 baju. Nanti kekurangannya diatasi dengan 2 cara:

  1. Nyuci sendiri di wastafel
  2. Beli

“Kita kan mau naik kapal. Trus mau jemur di mana?” protes Ida.

“Ya kan di depan kamar pasti ada balkonnya.”

“Mau, jemurannya terbang ke laut?”

Ya udah deh, bawanya banyakan. Lagian ini mau pergi ke negara bermata uang euro, yang satunya setara 16 ribu rupiah. Mau sok-sokan beli di sana juga takut tekor.

Setelah serangkaian bongkar muat pilihan baju, akhirnya koper dinyatakan final dan bisa dikunci. Biar kopernya nggak nyasar, panitia membagikan file bertuliskan nama peserta, nama kapal, dan nomer kabin. Perintahnya cuma ‘print dan tempelkan di koper masing-masing’. Tapi Ida punya ide lebih baik, sekalian aja nge-print-nya di kertas stiker.

Berdasarkan informasi dari panitia sih harusnya boarding pesawat jam setengah 12an, tapi jam 7 malem Ida udah ngajak berangkat. Sekitar jam 9 udah sampe bandara, disambut panitia Oriflame yang lagi sibuk bagi-bagi… nasi goreng GM!

Ini satu lagi bukti, betapa detailnya Oriflame kalo nyiapin acara. Yang ikut Oriflame Gold Cruise ini penghasilan bulanannya udah di atas 10 juta semua, pastinya bisa beli nasi goreng sendiri. Tapi tetep aja mereka merasa perlu nyiapin. Luar biasa!

Ternyata keputusan untuk datang lebih awal itu tepat karena antriannya cukup banyak. Pertama antri untuk naro bagasi di loket Qatar Airways. Abis itu antri lagi di imigrasi, cek paspor. Trus antri lagi menjelang masuk ke ruang tunggu.

O iya, buat yang mau terbang naik Qatar, ada larangan bawa mainan berbaterai lithium, baik di bagasi maupun kabin. Jadi, hoverboardnya ditinggal aja di rumah, ya!

Buat yang berencana bawa oleh2 hoverboard dan sejenisnya, dilarang naik Qatar

A post shared by Agung Nugroho (@si_mbot) on

 

Menuju ruang tunggu bandara. Kredit foto: Dyah Sisca

 

Sekitar jam setengah 12 malem, akhirnya boarding juga.

Boarding time! #sbncruise2017 #celebritycruises #reflection #oriflamechangeslives #oriflame50

A post shared by Agung Nugroho (@si_mbot) on

 

Jumat 22 September 2017

Pesawatnya Boeing 787 Dreamliner yang ujung sayapnya ngetril kayak kelingking kalo megang gelas basah. Gede, jauh lebih gede dari pesawat-pesawat yang biasa gue tumpangin kalo bepergian di dalam negeri (ya iyalah). Udah gitu tiap penumpang dikasih paket berisi toiletries, ada odol dan sikat gigi, tisu basah, dll. Plus ada selimut dan bantal. Bantalnya agak ganggu sih terus terang, karena buat ganjel leher kekecilan dan ganjel punggung kegedean. Ngerepotin.

Maap kalo norak, tapi ini bener-bener kali pertama gue pergi ke luar wilayah Indonesia. Paspor gue masih semulus pantat bayi dan selama ini gue suka nggak dipercaya sama temen-temen gue.

“Masa sih lu belum pernah ke luar negeri?”

“Iya. Tapi gue udah pernah ke Sidareja. Elu pasti belum, kan.”

Rencana penerbangan malam ini adalah 9 jam dari Jakarta ke Doha, Qatar, trus transit sekitar 3 jam di sana baru lanjut 6 jam lagi dari Doha ke Roma, Italia. Dan pengalaman terlama gue naik pesawat cuma ke Manado, 3 jam. Huft.

Terus terang gue agak senewen harus terbang segitu lamanya.

Bukan, gue bukan takut mabok udara atau parno pesawatnya jatuh. Gue cuma bingung, selama itu gue harus NGAPAIN.

Sebagai langkah antisipasi, gue bawa buku sampe 4 biji. Ini dua di antaranya:

21762639_10155658365552398_5000766223567363739_o

Selain itu gue juga memenuhi laptop dengan berbagai koleksi film yang bisa gue jadiin hiburan saat mati gaya. Pokoknya, bukan cuma kartu SIM-nya yang siap roaming, guenya juga siap mati gaya!

Begitu masuk pesawat, ini buku pertama yang gue baca:

21762621_10154867961296367_715196581712680409_o

Awalnya enak baca buku, tapi walaupun ada lampu baca, baca di tengah kegelapan gitu rasanya aneh. Plus getaran pesawat bikin huruf di bukunya goyang-goyang, lama-lama bikin mabok.

Berikutnya gue coba nonton film. Tapi filmnya nggak ada yang menarik.

Trus gue inge dengan cadangan film di laptop. Tapi… tempat duduknya terlalu sempit buat buka laptop, dan di tengah kegelapan kabin itu, cahaya layar laptop bisa ganggu penumpang lain.

Di pesawat ada free wi-fi, tapi cuma untuk 15 menit dengan kuota 10 MB. Yaelah, kuota segitu mah nggak sampe 2 menit juga udah abis!

Yang bikin keadaan tambah kurang menguntungkan adalah, pesawat terbang ke barat, menjauhi gerakan matahari. Jadi selama penerbangan ketemunya langit gelap terus, nggak ada pemandangan!

Gue coba tidur, tapi… mana enak sih tidur sambil duduk.

Akhirnya gue menemukan satu kegiatan yang agak menarik.

Jadi sebelum berangkat gue nemu sebuah artikel yang bilang, kondisi udara di dalam pesawat sangat kering. Tingkat kelembabannya hanya 10-15%, tiga kali lebih kering dari gurun Sahara. Dalam 10 jam penerbangan, seseorang bisa kehilangan 2 liter cairan tubuh. Dan gue akan ada di pesawat selama 14 jam, gawat!

Solusinya, gue mengisi waktu luang dengan minta minum.

Jadi selama 6 jam penerbangan ini, penumpang dikasih makan berat 2 kali dan snack 1 kali. Berhubung ini Qatar Airways yang menjelang take off aja baca doa Islam dulu, semua makanannya halal tapi untuk minumannya tetep aja sedia wine. Di luar jadwal makan, pramugarinya sering lewat nawarin minum, dan gue selalu mau. Dan selalu ambil dua gelas. Mungkin kalo di artikel disebut bisa kehilangan 2 liter cairan, gue malah surplus sekitar 1 liter lah.

Akibatnya jelas: beser.

Satu lagi pengalaman baru buat gue: make toilet pesawat. Ya karena selama ini paling lama terbang cuma 3 jam, ngapain juga pake toilet, kan?

Gue pikir-pikir, toilet pesawat itu pada dasarnya kebalikannya kulkas. Kulkas kan kalo pintunya dibuka, lampunya nyala. Nah, toilet pesawat itu lampunya baru nyala kalo pintunya ditutup. Tapi di sisi lain, ada juga persamaan antara toilet pesawat dan kulkas, yaitu dari segi ukurannya. Sempit banget!

Ajaibnya, kloset di pesawat itu sama sekali kering. Kalo kloset biasa kan selalu ada air menggenang di dasarnya, ya kan? Nah, ini enggak. Mungkin, ini mungkin lho ya, untuk menghindarkan para pramugari dari harus ngosek toilet setiap kali abis terjadi turbulensi… if you know what I mean.

Nah, yang menarik dari kloset kering itu adalah, tiap kali kita mencet tombol flush, nggak ada air yang mengguyur. Yang ada hanyalah suara tekanan angin yang sangat kencang, ZZZZZAP, dan lenyaplah benda apapun yang baru aja kita letakkan dalam kloset tersebut.

Ini bikin gue bertanya-tanya. Pesawatnya terbang di ketinggian 40 ribu kaki alias lebih dari 12 KM di atas permukaan tanah. Kalo misalnya pesawat itu terbang sambil menumpahkan cairan, cairannya mungkin sampai ke bumi dalam bentuk tetesan kecil-kecil seperti hujan.

Gue nggak nuduh apa-apa, tapi lain kalo lu merasa ketetesan sesuatu dari langit, yang rasanya seperti hujan tapi kok agak ‘asam’ gitu,  cek deh, jangan-jangan ada pesawat abis lewat…

Akhirnya, setelah 9 jam terbang, sampe juga di Doha.

Jam biologis gue bener-bener kacau ini pasti. Berangkat jam 12 malem, terbang 9 jam, eh, sampe di Doha, baru jam 5 pagi. Mungkin kalo organ-organ tubuh gue bisa ngobrol, akan terjadi dialog kayak gini:

“Bro, bangun bro, udah mau subuh ini.”

“Subuh? Lha jam segini bukannya biasanya kita lagi ngetik di kantor?”

Berhubung letaknya di tanah gersang, jam 5 pagi di Doha suhunya 30 derajat C, kayak jam 9 pagi di Jakarta.

Bandaranya bagus, mirip mall dengan toko-toko yang buka 24 jam. Di tengahnya ada boneka teddy bear raksasa yang jadi ikon bandara Hamad ini.

Patung perunggu setinggi 7 meter ini dibuat oleh seniman bernama Urs Fischer antara tahun 2005-2006. Sebelum ada di Doha, patung ini ada di New York, entah gimana cara mindahinnya (sumber).

Waktu transit di Doha diisi dengan sholat subuh, liat2 toko, dan… antri lagi. Masuk pesawat lagi, kali ini ‘hanya’ 6 jam dari Doha ke Roma dan…

…sampe!

Yang menarik dari bandara ini adalah, gue nemu meja lipet buat ganti popok bayi di toilet pria.

Rupanya di sana banyak bapak-bapak yang bepergian cuma sama balitanya, sehingga pengelola bandara merasa perlu untuk nyediain fasilitas ini di toilet pria.

Antrian imigrasinya luar biasa panjangnya, mungkin karena di saat bersamaan mendarat beberapa pesawat. Tapi yang bikin gue prihatin adalah; di deket antrian imigrasi itu terpampang bendera-bendera negara yang bebas visa, dan nggak ada bendera Indonesia. Yang lebih nyebelin, negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, bahkan Timor Timur yang baru kemarin sore merdeka malah ada! Paspor Indonesia, bareng dengan Filipina dan UGANDA (ya, negara yang pemimpinnya konon pernah makan orang itu) ada di peringkat 65 dari 92 negara menurut situs Passport Index. Sebaliknya, Indonesia adalah negara paling “ramah” ke-16 di dunia, karena membebaskan visa untuk 169 negara (sumber).

Dari lokasi turun pesawat di bandara Leonardo Davinci Roma menuju ke pintu keluarnya, penumpang naik skytrain tak berawak. Tapi gue nggak minder ngelihatnya karena tau di bandara Soetta juga udah ada kan.

Di pintu keluar bandara lagi-lagi tim Oriflame udah siap menyambut dan mengarahkan peserta naik ke bis. Masih ada 45 menit perjalanan lagi yang harus ditempuh sebelum sampai ke pelabuhan dan naik ke kapal Celebrity Reflection menuju Yunani dan Turki.

[Bersambung]

 

Iklan
Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. Detil mas tulisannya, serasa ikut jalan jalan 😀

    Suka

    Balas
  2. Selama baca aku 2 kali googling. Pertama hoverboard, kedua Sidareja. Oke Oce.

    Sebetulnya kalau penerbangan lama itu dan ngerasa bosen udah paling bener dangdutan mas. Yang lain terhibur (dengan risiko ditimpukin boneka teddy bear yang SEREM itu oleh beberapa orang).

    Ditunggu kelanjutannya ya mas Agung.

    Suka

    Balas
  3. Ngakak pas di bagian hujan rintik rintik rasa asem.
    Itu pertanyaan serius Gung? Atau becandaan?
    Aku kerja di airlines, jadi tahu jawabannya. Tapi ogah ngejawab kalau ternyata bercanda, kan aku jadi cegek. Isin rek.

    Suka

    Balas
    • udah, jawab aja… siapa tau pembaca lain ada yang bertanya-tanya juga tapi takut nanya kan

      Suka

    • O iya ya.
      Kalau di bis, rasa rasanya gak ada tangki pembuangan ya, jadi pas pipis, air pipisnya ngocor ke bawah bis. Gimana kalau buang air besar? Jijay mbayanginnya.
      Nah kalau kereta api, dulu kayak gitu, ngocor di bawah kereta dan jatuh di rel kereta api. Itu makanya ada larangan dilarang buang air waktu kereta lagi brenti, ntar stasiunnya bau pesing. Entah sekarang gimana.

      Kalau pesawat beda lagi. Ada tangki air bersih (buat minum) dan tangki air kotor (toilet). Khusus buat di bowl toilet, dikasih blue juice (bahan kimia). Saat penumpang selesai menggunakan toilet (kalau di pesawat istilahnya lavatory), entah buang air kecil atau air besar, kotorannya disedot, abis itu blue juicenya keluar buat ngebersihin bowlnya, dan siap digunakan untuk selanjutnya.

      Kapan ngosongin tangkinya? Nanti pada saat pesawat di darat. Apa bisa tangkinya dikosongkan pada saat peswat masih terbang? Ndak bisa, karena pintu tangki dan katup pipanya berada di luar badan pesawat, dan dioperasikan oleh para ground crews.

      Jadi gak ada ceritanya hujan rasa asem, kecuali kalau pipa tangki pembuangannya bocor. Kalau bocor, pesawatnya gak boleh terbang. Kudu dibenerin dulu, baru boleh terbang.

      Begono kurang lebihnya.

      Disukai oleh 1 orang

    • Aih keren penjelasannya. Terima kasiiih.

      Suka

  1. OGC2017: Kapal Raksasa Itu, dan Cara Mencapainya (03) | (new) Mbot's HQ
  2. OGC2017: Pertanyaan Penting Buat Pak Komisaris (01) | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    Tjetje [binibule.com… di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    [sharing HRD] negosi… di [sharing HRD] WASPADA! 5 gelag…
    Koper | (new) Mbot… di Realita, Cinta, dan Rock n…
    mbot di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    ganganjanuar di Yang Terjadi Pada Bahu Ayah In…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    Tjetje [binibule.com… di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    mbot di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
    enkoos di OGC 2017: Udah Pernah ke Roma,…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.247 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: