Agar


03092012_Damien_speech_bubbles

Wahai kalian, kroco-kroco kantoran, gue yakin kalian pernah baca/denger Boss bikin kalimat kayak gini:

“Seluruh karyawan agar mengikuti ketentuan… blablabla…”

Atau di surat undangan acara yang berpotensi tinggi dijadikan ajang ngabur, biasanya tertulis:

“Dalam pelaksanaan acara, seluruh karyawan agar datang tepat waktu.”

Perhatiin kata ‘agar’-nya.

Sebenernya, ‘agar’ itu sinonim ‘supaya’. Dulu jaman orba, diem-diem orang suka ngetawain Pak Presiden yang demen ngomong ‘agar supaya’, karena dua kata yang sama artinya dijejerin tanpa guna begitu. Pastinya ngetawainnya diem-diem karena kalo terang-terangan bisa nggak pulang.

Jadi, kata ‘agar’ sebenernya menunjukkan sebab akibat. Misal:

  • Budi makan agar kenyang.
  • Budi belajar agar pintar.
  • Budi mepet kepada ibu agar dilantik. (Eh).

Nah sekarang coba perhatiin 2 contoh kalimat di awal tulisan ini: cuma ada akibatnya doang, sebabnya nggak jelas loh!

‘Seluruh karyawan mengikuti ketentuan’ – ini akibat. Apa yang bikin para karyawan mengikuti ketentuan? Nggak disebutin.

‘Seluruh karyawan datang tepat waktu’ – ini juga akibat. Apa yang memicu para karyawan datang tepat waktu? Nggak dijelasin. 

 Hebatnya, walau nggak dijelasin terang-terangan dalam kalimat, orang (baca: para kroco) langsung tahu apa akibatnya. Jadi kedua kalimat contoh tersebut, secara otomatis akan terbaca sebagai:

“Karena saya, Boss yang berkuasa penuh atas nasib kalian, para kroco hina tak berguna, tahu bahwa kalian akan mengikuti apapun perintah saya tanpa bertanya, sekalipun nggak masuk akal maupun kurang jelas manfaatnya, maka saya buat ketentuan ini agar kalian mengikuti ketentuan.

“Karena saya tahu bahwa kalian hanya akan datang tepat waktu kalau saya ancam, maka dengan ini saya nyatakan bahwa saya akan datang lebih pagi dari kalian, bahkan kalau perlu nggak pulang sejak hari sebelumnya, agar kalian datang tepat waktu.” 

Siapa bilang bahasa Indonesia itu boros kata? Bahkan dalam sebuah kata bisa terkandung makna sebanyak itu.

Dan satu lagi: ‘agar’ adalah kata yang berubah makna bila dilafalkan dalam logat Betawi.

‘Sambal’ dilafalkan ‘sambel’; yang terbayang tetap cocolan pedas.

‘Pagar’ dilafalkan ‘pager’; yang terbayang tetap jajaran kayu dan besi yang mengitari pekarangan.

Tapi kalo ‘agar’ dilafalkan ‘ager’, tiba-tiba aja jadi begini:

agar-agar

Iklan
Tinggalkan komentar

18 Komentar

  1. Gara-gara mas Agung bahas agar ini, si Budi jadi gerah tuh.. 😄

    Suka

    Balas
  2. Ada misleg dikit itu..
    Agar itu konjungsi dua elemen subordinasi dengan tendensi pembentukan maknanya bertujuan untuk.
    – makan bertujuan untuk menjadi kenyang
    – belajar bertujuan untuk menjadi pintar

    Kalau pembentukan makna sebab akibat, kata penghubung (konjungsi)-nya ya ‘sebab’ ‘karena’ dan sejenisnya.

    Bedanya, dalam pembentukan makna ‘bertujuan untuk’ maka korelasi antara elemen premis pertama dan premis kedua itu tidak mutlak.
    – makan bertujuan utk kenyang tapi belum tentu beneran si budi jadi kenyang

    kalau sebab akibat itu lebih mutlak derajatnya.

    budi kenyanh karena

    Suka

    Balas
    • halah belum beres udah kepejet…
      l

      Suka

    • budi kenyang karena makan itu mutlak menyatakan si budi kenyang memang karena makan. bukan karena sebab-sebab lain.

      sederhananya kalau konjungsi “agar” itu menunjukkan ‘harapan’
      “sebab” itu menunjukkan ‘fakta’ yang menyusun logika untuk memunculkan ‘harapan’

      – orang kenyang karena makan , maka :
      si budi makan agar kenyang. —> berdasar fakta bahwa orang kenyang itu karena makan, maka si budi makan dengan harapan ia juga akan jadi kenyang.

      Suka

    • Benar sekali, ‘agar’ dan ‘supaya’ masih ada di tingkat harapan. Terima kasih atas masukannya yang pastinya ditulis secara ribet di layar mini ponsel.

      Suka

    • Emang penuh perjuangan. Tap ga papa demi amal jariyah meluruskan ummat dari pemahaman yang bisa membawa ke kebathilan, munkar, makar, paris-drakkar, golkar, dll.

      Jadi penggunaan ‘agar’ dalam pengumuman itu secara sintaksis tepat karena makna yang ingin dibentuk adalah : seluruh karyawan diharapkan mematuhi peraturan, datang tepat waktu, memasukkan nama gue dalam daftar ahli waris, dsb.

      Suka

    • Belum tepat amat karena belum lengkap. Faktor pemicunya belum dijelaskan, soalnya.
      “Para karyawan agar datang tepat waktu.”
      Apa faktor pemicunya?
      Bisa:
      Saya MOHON agar para karyawan datang tepat waktu.
      Saya HIMBAU agar para karyawan datang tepat waktu.
      Saya ANCAM agar para karyawan datang tepat waktu.

      Pemicunya tersembunyi, padahal implikasinya beda. Orang berespon tergantung persepsinya masing-masing.

      Suka

    • Kalau begitu kesalahannya bukan penempatan/penggunaan ‘agar’ tapi soal pengurangan dan penambahan yang membuat kerancuan makna (ommision atau addition)

      Yang perlu dicatet, konjungsi ‘agar’ itu untuk menghubungkan dua elemen dengan fungsi membentuk makna harapan bukan sebab akibat. Karenanya, pemicu (sebab) diuraikan atau tidak itu ndak menyebabkan kerancuan dalam berbahasa.

      Dalam contoh “berkaitan dengan acara seluruh karyawan agar datang tepat waktu” kalau mau diukur kesalahan berbahasa dari sisi makna penyebab yang ndak jelas, adalah penghilangan kata yang menunjukkan “penyebab” mengapa karyawan diharapkan datang tepat waktu.

      Misalnya kalimat yang jelas bisa berbunyi “berkaitan dengan kelancaran acara, karyawan agar datang tepat waktu”
      –> kata “kelancaran” itu jadi sebab mengapa karyawan diharap datang tepat waktu.

      Secara pembentukan kalimat sebab akibat, elemen sebabnya adalah ‘kelancaran acara’ dan elemen akibatnya ‘karyawan agar datang tepat waktu’ dengan kata-kata ‘berkaitan dengan’ menjadi substitusi konjungsi ‘maka’ –> Dalam bentuk yg pakai konjungsi maka kalimatnya bisa berbentuk “Untuk kelancaran acara, maka karyawan agar datang tepat waktu”

      Untuk membentuk makna sebab akibat walaupun akibat belum terjadi tapi logikanya dibangun dari asumsi fakta : peserta acara datang terlambat, menyebabkan kelancaran acara terganggu.

      Jadi kalo balik ke kalimat “Seluruh karyawan agar datang tepat waktu” penggunaan ‘agar’ itu hanya menghubungkan elemen ‘seluruh karyawan’ dan ‘datang tepat waktu’ .
      Kalimat “Saya mohon agar para karyawan datang tepat waktu” itu kasusnya berbeda lagi karena ‘agar’ digunakan untuk menghubungkan ‘saya mohon’ dan ‘karyawan datang tepat waktu’

      Ini kok jadi “Sabtu Bahasa”?
      Mestinya malam minggu itu Bahasa Satubuh.

      Suka

    • ya makanya di contoh terakhir gue kontraskan dengan kemungkinan apa saja yang tersembunyi di balik makna kata “agar” karena yang gue permasalahkan adalah ketidakjelasan penggunaannya. Gitu loh.

      Suka

  3. Hahaha jadi panitianya beli diabang-abang keliling?

    Suka

    Balas
  4. Ah ya ya jadi inget abang-abang tukang agar yang suka ngider keliling, yang warnanya mencrang2 banget itu, entah pake pewarna apa

    Suka

    Balas
  5. Dan ketika agar disatukan dengan gula, air/susu/santan, buah/coklat dan segala derivasinya maka dia akan menjadi puding

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    vihantikarachma di McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    yht2506 di Awas… Modus Salesman…
    yht2506 di Awas… Modus Salesman…
    Bagaimana Membuat E-… di How to make “recruiter-f…
    mbot di McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    ramadistro di McAfee: Antivirus Nggak Tahu…
    mbot di siapa yang sering kesetrum sep…
    Ana Kasidi di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di Misteri Pudding Berwujud …
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.111 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
    • Ini Dia... Lightweight Lux Ladies Watch! 2 Maret 2018
      Lightweight Lux Ladies Watch... 😍😍 Duh benda ini cantiiiik sekaliiiii... Sebagai pecinta dan pemakai jam tangan merk Baby G, jam tangan yg aku pakai selalu model besar begini dan memilih yg talinya rubber. Atau yg stainless.Soalnya lebih kuat buat aku yg kegiatannya aktif..Ahseeek... hahahaha Selama ini oriflame ngeluarinnya jam tangan selalu model feminin. […]
    • Masih Muda tapi Mudah Menyerah? Coba Lihat Bapak Ini! 2 Maret 2018
      [Inspirasi Hari Ini]Hari ini aku ambil barang orderan di oriflame sudirman.Ketika lagi cek satu persatu barang yg aku terima untuk dicocokkan dengan invoice, datang seorang bapak ke sebelahku.Dia juga asyik mengecek satu persatu orderannya.Aku sempat menyapa,'Orderan ya pak?'Dijawab,'Iya'Lalu kami masing2 saling sibuk dengan cek orderan.A […]
    • Ingin Bisnis Oriflame Tapi Gak Punya Modal... Gimana Dong? 2 Maret 2018
      'Mbak, oriflame kan harus punya modal, saya gak punya modal. Gimana dong?' #IdaJawab Ya gak gimana-gimana. Kalau mau jalan bisnisnya ya harus mau ngemodal. Gak ada satupun bisnis di dunia ini yg gak pake modal awalnya. Ibarat mobil, gak bakalan bisa jalan kalau gak ada bensinnya. Bisnis juga sama.. Gak bakalan bisa mulai kalau gak mau ngeluarin mod […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: