Ini Dia… 11 Jurus SEO buat Website Jualan


internet is your money magnet

Hari ini gue mencoba sebuah hal baru yaitu ikut seminar berbayar, atas inisiatif sendiri. Biasanya kan nunggu dibayarin kantor. Berhubung tadi di akhir acara pembicaranya bilang bahwa materi seminarnya boleh dikultwitkan, artinya dia nggak keberatan materi seminarnya disebarluaskan. Ya udah sekalian aja gue tulis di blog, sebab kalo cuma dikultwit kan susah nyarinya lagi.

Eh iya, btw ini tulisan pertama gue di 2015, selamat tahun baru buat semuanya!

OK mari kita mulai.

Seminarnya berjudul “Internet is Your Money Magnet”, penyelenggaranya www.iPlusAcademy.com, pembicaranya namanya susah, ini gue ngetiknya musti sambil nyontek: Marshyellino Cambey. Sesuai namanya, seminar ini membahas tentang gimana caranya memanfaatkan website dan akun-akun medsos kita untuk jualan. Berhubung seminarnya setengah hari, dari jam 1 siang sampe jam 7 malem, tentunya banyak banget materi yang dibahas. Tapi yang akan gue tulis di sini cuma materi tentang SEO aja ya. Disclaimer: kalo ada penjelasan yang melenceng dari konsep, kemungkinan guenya yang kurang nyimak.

SEO alias Search Engine Optimization adalah teknik untuk membuat website kita muncul di halaman awal hasil pencarian search engine. Asumsinya, website yang muncul di halaman 1 punya peluang lebih besar untuk diklik ketimbang yang munculnya di halaman 10, sehingga berpeluang lebih besar menjual produk. Dengan demikian, kalo kita punya website untuk jualan maka kita perlu serius mikirin teknik SEO yang baik dan benar. Berhubung sampe hari ini Google merajai pasar search engine, maka teknik SEO yang dibahas di sini adalah SEO untuk Google aja.

Pak Mar (biar gampang gue singkat aja namanya ya Pak) membagikan 11 jurus SEO yang bisa dicoba langsung:

  1. Memilih kata kunci yang tepat
    “Kata kunci” adalah sebuah atau serangkaian kata yang diketikkan orang ke Google untuk menemukan informasi. Pemilik website jualan pastinya punya kata kunci yang diharapkan akan membawa orang ke websitenya. Misalnya lu punya website jualan baju anak, maka lu berharap kalo orang ngetik “cari baju anak” website lu akan muncul paling atas di hasil pencarian. Masalahnya yang punya website jualan baju anak di Indonesia kan bukan cuma elu seorang, maka kemungkinan kata kunci itu juga diincer sama kompetitor. Nah lu pinter-pinter dah nyari variasi kata kunci yang tetep berhubungan dengan produk lu tapi persaingannya nggak terlalu sengit. Misalnya kalo “cari baju anak” udah banyak yang memperebutkan, coba “jual baju anak” atau “jual baju bocah” atau “sedia baju buah hati”. Bidik juga kata kunci yang memang lagi rame dicari orang. Trus dari mana kita bisa tau seberapa “hits” kata kunci yang kita pilih? Mampir aja ke www.google.com/trends
  1. Bikin artikel
    Walaupun website lu buat jualan, isinya jangan cuma foto produk juga. Kalo mau hasil pencariannya bagus, bikin ada blognya juga. Trus isinya apaan? Ya apa kek yang berhubungan dengan dagangan lu. Kalo dagangannya baju anak ya misalnya bisa bikin artikel “kiat mengatasi anak yang ogah ganti baju padahal abis guling-guling di galian pasir”. Misalnya. Itu misalnya loh.
  1. Harus sering diklik dari hasil pencarian Google
    Nah ini yang rada repot. Jadi kalo lo punya website jual baju anak, pertama website lu harus muncul dalam hasil pencarian Google dan dari hasil pencarian itu harus ada yang ngeklik walaupun munculnya masih di halaman 39. Gimana caranya, coba? Masa tiap hari lu musti bikin status di fb, “Teman-teman, tolong ketik kata kuncil ‘jual baju anak’ di Google, buka hasil pencarian halaman 39, dan klik website gue di sana ya, makasi”. Gue curiga para penggiat SEO punya trik rahasia untuk mengakali hal ini, tapi tadi nggak dibahas lebih lanjut oleh Pak Mar.
  1. Artikelnya harus orisinal
    Artinya harus bikinan sendiri, jangan main copas artikel dari blog orang. Apalagi kalo modal copas, misalnya copas artikel tentang makan tahu, trus copasnya ke kaskus, trus dapet cendol atau pujian dari kaskuser lain, trus malah bilang “makasi gan” tanpa ada niatan menjelaskan asal usul artikelnya, itu bangke. Loh kok curcol.
    Kalopun lu nggak punya ide sama sekali mau bikin artikel apaan, lu bisa merangkum artikel orang lain. Jadi bukan copas, melainkan bikin artikel baru, dengan bahasa lu sendiri, berdasarkan tulisan lain. Merangkum lho ya, bukan copas ke Google translate, akan ketahuan juga sama Google. Oh iya, soal copas mengcopas dan kerugiannya karena diblokir Google, gue pernah mengalaminya langsung seperti yang gue tulis di posting yang ini.
  1. Untuk website baru, upayakan frekuensi update 3 hari sekali selama 6 bulan non stop
    Kenapa harus 3 hari, kenapa bukan 1 hari atau 7 hari? Ini berdasarkan risetnya Pak Mar. Dan yang sering update bukan berarti lebih baik karena malah bikin Google curiga.
  1. Hindari nama domain yang mengandung karakter-karakter non alfabet
    Ini termasuk tanda dash (-) atau angka. Karakter-karakter non alfabet akan bikin nama domain nggak terindeks sempurna. Dan kalo ada orang nanya juga ngejelasinnya susah. Misalnya lu bikin bajuanak-jakarta.com :
    Website lu apaan, gue mau mampir nih.”
    “wewewe dot baju anak setrip…”
    “Ah gak jadi deh, ngapain gue beli baju anak setrip, ogah.”
  1. Nama domain yang mengandung kata kunci akan lebih baik
    Jadi kalo website lu jual baju anak, jangan bikin domain siropmengkudu.com. Bingung orang.
  1. Perkenalkan kata baru ke Google
    Kalo di website lu ada kata baru yang belum pernah ada di website lain sebelumnya, akan menambah kekuatannya untuk muncul di halaman awal. Mungkin ini sebabnya orang suka kecentilan bikin istilah baru yang aneh-aneh hasil potong sambung kata. Kalo gitu gue mau memproklamasikan diri sebagai pakar “Abaliner” deh, yaitu cabang ilmu kuliner khusus hidangan yang dijajakan abang-abang.
  1. Kata kunci lokasi
    Kalo lu bikin kata kunci “jual baju anak jakarta” akan lebih kuat daripada sekedar “jual baju anak” doang.
  1. Prinsip 3/200
    Upayakan kata kunci lu hanya muncul 3 kali per 200 kata. Dan panjang artikel yang disarankan memang cuma segitu, 200 kata. Dikit amat ya, ini aja udah hampir 900.
  1. Maksimal 3 paragraf per artikel

Nah berhubung artikel ini udah bablas lebih 900 kata, padahal idealnya cuma 200, sampai di sini aja ya ringkasannya. Nanti blog gue kurang SEO, lagi. Kalo tertarik ikutan seminar sejenis, mampir-mampir deh ke www.iPlusAcademy.com atau kontak Pak Mar di twitternya @pakarDigitalMKT

Iklan
Tinggalkan komentar

19 Komentar

  1. Wah… Senang sekali ada yang nulis blog tentang materi seminar ini. Senang juga ternyata Anda banyak belajar dari seminar ini. Semoga dengan adanya artikel ini, akan semakin dan semakin banyak lagi orang yang merasakan manfaat dari ilmu ini.

    Sudah pernah datang ke seminar iPLUS lainnya, seperti “E-Commerce Money Machine”?

    Btw, sebenarnya jumlah kata dari satu artikel itu boleh saja lebih dari 200 kata, asalkan penyebutan kata kuncinya hanya disarankan 3 kali per 200 kata. Semoga jelas yah…

    Suka

    Balas
  2. ternyata susah ya? masuk halaman 1, apalagi klo jualan baju, yang sering pasang foto baju baru, untuk buat artikelnya harus sering cari artikel fashion terkini

    Suka

    Balas
    • Untuk beberapa produk tertentu persaingannya memang lebih sengit

      Suka

    • Ada triknya ngga? Misalnya utk bidang yang tersengit persaingannya : video bokep.

      Suka

    • Baru lihat komen yang ini, rupanya nyemplung ke folder spam. Makanya kalo ngereply jangan sebut2 bokep.

      Suka

  3. Asikkkk, mas agung udah online lagi!! Sering-sering update ya mas.. Udah punya apps wordpress nih di hp, jadi lebih mudah lihat kalo ada posting terbaru.. 🙂

    Suka

    Balas
  4. Tidak sembarangan menambahkan imbuhan “an” itu mestinya jurus kedua belas dari SEO.
    Buset diimbuhkan akhiran an malah jadi terbaca Bu Setan.

    Buset bukan?

    *kok ga bisa reply langsung ke comment elu sih?
    takut dihujat ya?

    Suka

    Balas
  5. kata kunci paling efektif menurut gue sih segala sesuatu kata yang ditambahkan kata “murah”

    “baju anak murah” akan lebih banyak dicari orang ketimbang “baju anak marah”

    Suka

    Balas
    • Gimana kalo “baju anak murahan”, apakah lebih mantap daripada “baju anak murah”?

      Suka

  6. Wah kalau SEO Blog disarankan 500 kata.

    Semoga tahun ini makin rajin nulis ya Mas.

    Suka

    Balas
    • Berhubung SEO itu adalah hasil trial and error karena rumusnya sendiri dirahasiakan, mungkin aja ada perbedaan persepsi sih.
      Amiiin, semoga tahun ini bisa tembus total 1.000 posting ya (sekarang udah 900).

      Disukai oleh 1 orang

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: