Kalo gue jadi Jokowi…


jokowi_presiden

“Jokowi adalah oportunis yang ambisius, sekedar memanfaatkan popularitasnya untuk mengejar jabatan setinggi-tingginya, padahal masa pembuktian hasil kerjanya masih terlalu pendek.”

Kalo diringkas dalam 1 kalimat, kurang lebih begitulah isi serangan yang diarahkan ke Jokowi sejak dia dideklarasikan sebagai capres dari PDI-P. Itu juga reaksi pertama yang terlintas di benak gue saat denger berita pencapresan Jokowi, “Kenapa? Apakah sekedar karena disuruh Megawati? Kok mau aja sih? Atau jangan-jangan emang sejak pindah dari Solo udah berencana untuk lompat ke kursi presiden?”

Awalnya, tiap kali ditanya wartawan, respon Jokowi cuma, “Yang saya lakukan tidak dilarang oleh undang-undang.” Yaelah Pak, ujug-ujug nanya nomer beha mbak-mbak yang lewat depan halte juga nggak dilarang undang-undang, tapi bukan berarti pantes.

Baru belakangan Jokowi, didukung juga oleh Ahok, menjelaskan bahwa masalah-masalah utama di Jakarta seperti banjir dan macet hanya bisa diatasi dengan dukungan pemerintah pusat. Kalo Jokowi jadi presiden, dia punya wewenang lebih besar untuk ngebenahin Jakarta.

Maksudnya, apakah pemerintah pusat selama ini kurang mendukung kebijakan Pemprov DKI? Bisa dibilang gitu. Lihat aja contoh-contohnya:

  • Pemprov DKI lagi siap-siap bikin seperangkat kebijakan untuk mengurangi kemacetan dengan cara mendorong orang untuk pindah ke kendaraan umum, eh pemerintah pusat malah bikin kebijakan Low Cost Green Car. Kalo harga mobil makin murah, makin banyak orang yang beli, ya jalanan makin macet. Presidennya bukannya bikin kebijakan yang bantuin Jokowi, malah ngritik.
  • Jakarta sering dapet banjir kiriman dari Depok. Salah satu penyebabnya adalah karena Pemkot Depok enteng banget ngasih izin pembangunan rumah di pinggir kali. Buat penghuni rumahnya sih asik, buka jendela bisa lihat kali, tapi akibatnya daya tampung kali berkurang dan bikin banjir. Pemprov DKI tahu diri nggak bisa ngatur kebijakan perizinan bikin rumah di Depok, maka solusinya Pemprov DKI mengajukan usul mau beli lahan tanah pinggir kali di Depok. Eh walikota Depoknya malah jawab dengan enteng, “Urus Jakarta saja, jangan urus daerah lain.” Denger jawaban kayak gini, Ahok langsung panas dan nyahut, “Kalau lu ngebuang air ke langit, gue enggak ada urusan.”
  • Pemprov DKI berusaha bikin jajaran lurah lebih profesional lewat lelang jabatan dan metode seleksi yang lebih terukur, eh Lurah Susan di Lenteng Agung didemo masyrakat hanya karena agamanya beda dengan mayoritas. Giliran Jokowi dan Ahok tetap mendukung Lurah Susan, Mendagri Gamawan Fauzi malah berpihak pada protes masyarakat yang sebenernya nggak berdasar.
  • Pemprov DKI mau mindahin Stadion Lebak Bulus karena mau dijadiin stasiun MRT, izin dari Menpora nggak keluar-keluar. Karena gemes, Ahok nyeletuk, “…karena nggak ada duitnya kali.” Tau sendiri kan siapa Menporanya?
  • Salah satu cara Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan adalah berusaha bikin Transjakarta bisa jalan lebih cepet. Kalo Transjakarta bisa lebih cepet, waktu tunggu penumpang lebih pendek, penumpang yang terangkut lebih banyak, sehingga akhirnya bisa memikat lebih banyak penumpang. Pemprov DKI lantas meminta agar para pelanggar jalur busway didenda maksimal. Praktiknya, hakim ternyata banyak yang nggak menetapkan denda maksimal dengan berbagai alasan. Akhirnya wacana sterilisasi jalur busway udah nggak kedengeran lagi sekarang. Siapa yang bisa ngatur hakim? Gubernur nggak bisa, tapi presiden bisa.

Kompas baru-baru ini memuat 5 program Pemprov DKI yang tersandera oleh kebijakan pusat:

proyektersanderapusat

Dalam salah satu video wawancara (yang barusan gue cari-cari linknya tapi belum ketemu) Ahok memaparkan beberapa contoh lain yang menggambarkan betapa Pemprov DKI punya banyak keterbatasan dalam menegakkan kebijakannya sendiri. Dia mencontohkan, petugas dishub pemprov berkepentingan mengatur lalu lintas, tapi nggak berwenang menilang. Jadi kalo pengguna jalannya kurang ajar, mereka nggak bisa apa-apa.

Di acara Mata Najwa, Najwa mengomentari kendala-kendala yang disampaikan Jokowi dan Ahok dengan, “Tapi itu kan hal-hal yang seharusnya Anda sadari sebelum maju ke pemilihan Gubernur DKI?” (lihat mulai menit ke 24)

Ahok menjawab, “Memang, bukannya kami bilang tidak akan bisa tanpa dukungan pusat… bisa, tapi lebih lama.” Intinya, mereka mau bilang, kalau dengan salah satu maju jadi presiden urusannya bisa lebih cepet beres, kenapa enggak? Toh ujung-ujungnya yang menikmati rakyat DKI juga, dengan bonus rakyat Indonesia di daerah lain.

Akhirnya, gue sampe pada satu kesimpulan, situasi yang dihadapi Jokowi saat maju ke pilpres ini bisa dianalogikan sebagai berikut:

Bayangin lu adalah kepala sebuah bagian di rumah sakit, katakanlah Kepala Unit Perawatan Balita. Lu bekerja sepenuh hati untuk memastikan para pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kepala rumah sakitnya memang rada lamban, tapi masih OK-lah. Tiap kali lu mengajukan pengadaan peralatan baru, barangnya suka telat datengnya tapi lumayan daripada nggak dateng sama sekali.

Setelah satu setengah tahun lu kerja di rumah sakit tersebut, lu melihat banyak unit lain yang diurus serampangan. Banyak pasien yang curhat ke elu, tapi elu nggak bisa berbuat apa-apa karena wewenang lu cuma terbatas di Unit Perawatan Balita doang.

Suatu hari lu ditawarin untuk jadi salah satu kandidat pengganti Kepala Rumah Sakit. Lu tadinya nggak mau, karena mau konsentrasi ngurus Unit Perawatan Balita yang jadi tanggung jawab lu. Tapi kemudian lu ngelihat bahwa kandidat lainnya punya track record yang meragukan. Yang satu pasiennya banyak yang hilang misterius. Yang satunya lagi lepas tanggung jawab pas bangsal pasien kebanjiran lumpur.

Kalo elu menolak untuk dicalonkan jadi Kepala Rumah Sakit, maka kepemimpinan akan jatuh ke salah satu dari 2 kandidat nggak jelas itu. Kalau mereka yang jadi pimpinan, kemungkinan besar seluruh penghuni rumah sakit, termasuk elu dan pasien-pasien di Unit Perawatan Balita akan lebih menderita. Kalo elu menerima dicalonkan, lu akan menghadapi risiko dicap kutu loncat, oportunis, dan ambisius, tapi punya peluang memperbaiki hidup orang banyak. Sebagai orang yang mengenal diri sendiri, lu yakin bahwa motivasi lu bukanlah kemaruk jabatan, tapi ingin membawa perubahan yang lebih baik. Masalahnya orang lain belum tentu bisa melihat ketulusan niat lu.

Kalo elu dalam posisi seperti itu, pilihan apa yang akan lu ambil?

=$$$=

Setiap bulan Maret, saat ngisi Surat Pajak Tahunan, gue selalu ngomel-ngomel ngelihat nominal pajak yang gue bayar ke pemerintah ternyata lumayan gede (untuk ukuran gue, tentunya) padahal duit itu sebagian dipake buat foya-foya sama anggota dewan dan pengurus partai.

Sebagai rakyat kroco gue cuma bisa ngomel doang.

Tapi seorang Jokowi berhadapan dengan kesempatan langka untuk ngebenahin negeri ini. Meneruskan upaya-upaya perbaikan yang selama ini udah dia lakukan ke cakupan yang lebih luas lagi. Risikonya adalah diserang dan difitnah, tapi dia tau yang harus menanggungkannya hanya dirinya sendiri – sementara manfaatnya nanti akan dirasakan oleh rakyat banyak. Maka dia memutuskan untuk maju dan mengambil kesempatan itu,

Kalo gue jadi Jokowi, gue akan mengambil keputusan yang sama.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

117 Komentar

  1. seneng baca dua komen diatas…hidup Indonesia!!!

    Suka

    Balas
  2. Reblogged this on curhat si emak and commented:
    Jokowi berhadapan dengan kesempatan langka untuk ngebenahin negeri ini. Meneruskan upaya-upaya perbaikan yang selama ini udah dia lakukan ke cakupan yang lebih luas lagi. Risikonya adalah diserang dan difitnah, tapi dia tau yang harus menanggungkannya hanya dirinya sendiri – sementara manfaatnya nanti akan dirasakan oleh rakyat banyak. Maka dia memutuskan untuk maju dan mengambil kesempatan itu,

    Suka

    Balas
  3. Kalau secara pribadi saya memilih :
    1. Yg jejak rekamnya tidak sekelabu peristiwa tragedi 12-13 Mei 98 & tidak terlibat dlm kekejaman thd mahasiswa peristiwa itu apapun alasannya, karena darah yg terlihat di mata dan air mata yg tercurah disaat itu tidak mampu menghapus kekejaman ingatan yg terus berulang didalam kepala saya,

    2. Saya memlih pemimpin yg bisa merapikan daerahnya cth waduk Pluit & Tanah abang, ketika iseng awal thn ini ingin memotret bisa sampai lebih cepat & turun di lobbynya bukan 500 m dr gedung bersimbah keringat,debu & senggolan badan saya dg badannya mobil2 spt dahulu.

    3. Saya memilih disaat debat di Metro TV kalimat calon Cawapres sepanjang siarannya adalah “kita” bukan “saya”

    4. Saya memilih pemimpin yg kesannya “bodoh” & “Boneka” spt ejekan orang2 tapi terbukti mendamaikan para preman, tawuran anak sekolah di daerah bulungan, menanamkan pengertian bahwa minortas maupun mayortas mempunyai kesetaraan hukum saling menghargai spt cth lurah Susan tsb, bukan spt salah satu cawapres yg mengatakan jelas di depan TV nasional bahwa minoritas harus menghargai mayoritas!?!! *waras ga si ini yg ngomong?! 😦

    5. Saya memilih pemimpin yg mampu memajukan & menginspirasi anak bangsanya dr mulai yg berpendidikan bahkan sampai yg tidak berpendidikan cth membangun airport Makasar dg separuh biaya yg dianggarkan dg keseluruhan tenaga anak Indonesia.

    *Saya butuh bukti kerja nyata bukan retorika semata, stop pembodohan publik dan saya pribadi menolak lupa

    Suka

    Balas
  4. tugas presiden kan mengurus Indonesia. tugas gubernur mengurus Jakarta. kalo presiden ambil keputusan hanya memikirkan jakarta saja, bagaimana kabarnya bandung yg jg ada banjir, sampah numpuk, dll… bagaimana dgn medan? kota-kota lain?

    Suka

    Balas
    • Emang kapan sih ada capres yang bilang kalo kepilih jadi presiden HANYA akan ngurus jakarta dan nggak ngurus wilayah lainnya?

      Suka

  5. knight freedom

     /  13 Juni 2014

    Alex Turner
    / 12 June 2014

    yang jadi masalah jika jokowi terpilih jadi presiden berarti membiarkan orang non muslim menjadi pemimpin Jakarta, dan itu sebenarnya yang dilarang agama (Islam)

    “sebenarnya yang dilarang agama (Islam)”
    Yang SEBENARNYA PALING dilarang Agama Islam itu Pemimpin MUSLIM yang MENDZALIMI ORANG-ORANG MUSLIM LAINNYA UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI DAN KELOMPOKNYA……

    Untuk Penulis MANTAP Bos!!!
    SAYA setuju (y)

    Suka

    Balas
  6. Saya memang sudah memihak no.2,dan ketika saya menemukan tulisan2 yg ‘pro’ Jokowi saya jadi merasa ditemani semilyar orang yg sepaham dan menguatkan keyakinan saya. Tapi kalo saya disuruh netral, paling tidak, menanggapi tulisan semacam ini saya tetap harus husnuzdon. Sekarang ini golongannya cuma tiga; pro Prabowo, pro Jokowi, dan masih galau.
    Yg masih galau ga mau ikutan komentar.Dan -itu bagus.lebih baik merenungi mana yg harus dipilih.boleh riset,caritau prestasi dan boroknya masing2 capresnya. Yg sudah memihak,kebanyakan cuma nyari kawan saja.Dan sedikit yg berani mengakui borok yg didukungnya.akhirnya,dia balik nyerang dgn mengumbar borok lawan.itu yg memalukan.

    Suka

    Balas
  7. rame gini belum ada yang promo.
    wordpress sangat beradab ya.

    Suka

    Balas
    • Yang promo presiden lain blm ada, tp yg anti jokowi udah ada. Gue mah terserah aja.

      Suka

    • udah baca jurnal aries yang menyoal Pendukung Fanatik Jokowi belom? goggling dah kalo belum. Gue sih udah nulis njawab jurnal tsb.

      Suka

    • Yang bilang bhw pendukung fanatik jokowi lama2 ganggu itu kan?

      Suka

    • yoi. tapi isi tulisannya lebih kaco. pendukung fanatik bikin pemilih jadi pindah. dan banyak yang ngaku melakukan itu pula. jadi pemilih emosional yang gampang diprovok kok bangga.

      Suka

  8. Just,WOW!!!

    Ga ada yg lebih masuk ke hati,otak&jiwa saya sebelum ini.
    Terima kasih sudah menulis hal seluar biasa ini.

    Suka

    Balas
  9. Nicely written mas Agung! Opening yang sangat kece di bagian nanya nomer beha ke mbak-mbak halte 😀

    Suka

    Balas
    • Hahaha, sekedar contoh hal2 yg gak dilarang undang-undang tapi bukan berarti pantes 🙂

      Suka

  1. Ini Dia… Solusi Buat Korban Photobucket! | (new) Mbot's HQ
  2. Mrs. Mom. Me.
  3. Aku memilih! | seritaro's Blog

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
    My Wonder Woman | (n… di Di rumah, ibu seperti wol…
    mbot di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.574 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: