[setengah review] Fast and Furious 6


Kenapa setengah?

Karena isi tulisan ini memang cuma setengahnya (atau bahkan kurang) yang review. Sisanya nyeletuk.

Pertama-tama, film ini adalah film labil. Karena dari judulnya aja udah nggak puguh. di poster tertulis “Fast and Furious 6”. Di pembukaan filmnya cuma tertulis “Furious 6”.  Gimana ini. Udah gitu, walaupun di judulnya ada angka 6, berdasarkan kronologi cerita sebenernya film ini ada di urutan 5. Jadi kalo mau ditonton secara kronologis maka urutan filmnya adalah sbb:

  1. The Fast and The Furious (2001)
  2. 2 Fast 2 Furious (2003)
  3. Fast & Furious (2009)
  4. Fast 5 (2011)
  5. Furious 6 (2013)
  6. The Fast & The Furious: Tokyo Drift (2006)

Buat yang udah nonton Fast 5 dan trailer film ini, pastinya udah bisa nebak jalan ceritanya: Dom Toretto (Vin Diesel) didatengin lagi sama Agent Hobbs (The Rock), ditawarin proyek bantuin ngejar penjahat bernama Owen (Luke Evans). Sebagai iming-iming agar Dom tertarik, Hobbs ngasih lihat foto salah satu anggota geng Owen yang ternyata adalah Letty (Michelle Rodriguez) mantannya Dom yang tadinya dikira udah mati karena kecelakaan mobil.

Ini dia trailernya kalo mau liat:

Dom yang tadinya ogah-ogahan langsung semangat dan ngumpulin temen-temennya yang muncul di Fast 5. Anggota geng Fast 5 yang nggak ikutan di film ini hanyalah 2 orang Brazil yang nggak bisa bahasa Inggris itu. Maka dimulailah petualangan Dom Cs mengejar penjahat sekaligus mengejar cinta lama yang pernah hilang. Saelah.

Udah sik, gitu doang. Gue juga bingung apanya yang mau direview dari film model gini. Maksud gue, ini adalah film keenam dari rangkaian film yang intinya adalah kebut-kebutan pake mobil keren. Ceritanya ya cuma itu. Kalo lu nonton film mocam begini lantas bawel soal kedalaman cerita, kematangan akting, maupun kecerdasan dialog, itu sama aja lu makan keripik Mak Icih trus komplen kenapa pedes amat: lu sebelumnya udah tau akan begitu.

Daya jual film ini kemudian adalah menambah bintang-bintang baru, semisal Gina Carano si atlet MMA tahun lalu main film Haywire dan tentunya Joe Taslim. Mungkin karena dialah film ini jadi salah satu film paling ditunggu di Indonesia, karena rakyat Indonesia “turut merasa bangga” salah satu putra bangsa main di film blockbuster Hollywood. Mudah-mudahan aja rakyat Amerika juga merasakan kebanggaan yang sama nonton Mickey Rourke main di film Indonesia “Java Heat” ya…

Tadinya gue kirain Joe Taslim cuma akan dapet peran ecek-ecek semisal baru muncul 2 menit langsung ketembak mati atau kelindes tank, tapi ternyata perannya cukup signifikan kok. Bahkan dia dapet kesempatan yang lumayan leluasa untuk pamer kebolehannya bela diri. Hore! Orang Indonesia menang lawan orang Amerika! Nih, liat aja kalo gak percaya:

Sedangkan bagi gue, pemeran yang paling gue tunggu kemunculannya tak lain tak bukan adalah Gal Gadot yang berperan sebagai Giselle. Ini lho orangnya:

Tatapan matanya tajam namun manja membuat pria nggak segan buka dompet. FYI, dia ini mantan Miss Israel lho (…ya trus?).

Intinya, film ini menghibur, banyak kejar-kejaran, pukul-pukulan, dan aksi bombastis yang mengabaikan hukum fisika. Kalo ingin nonton film yang berbobot secara cerita, sana nonton The Great Gatsby aja.

OK, itu tadi reviewnya. Nah, sekarang gue mau bahas beberapa adegan yang (secara nggak sengaja) kocak. Tapi awas, akan spoiler lho.

….

…..

……

…..

….

….

…..

……

…..

….

….

Ini akan spoiler, serius masih mau scroll down?

Gue udah bilang akan spoiler lho ya, jangan protes.

Jadi gini:

Setelah Dom cs berhasil menangkap Owen cs, dan mereka disekap di sebuah pangkalan militer. Rupanya sebelum ketangkep Owen masih nyimpen 1 kartu as lagi yaitu menculik Mia, adiknya Dom. Owen mengancam, kalo Dom mau Mia selamat, Dom harus lepasin Owen cs.

Karena sayang adik, maka Dom memenuhi tuntutan Owen. Owen dan beberapa kroco yang tersisa (termasuk Joe Taslim) melarikan diri naik 3 buah mobil. Karena disekapnya di pangkalan militer, dengan sendirinya ada landasan pesawat. Maka Owen cs ngebut di landasan pesawat dan nggak lama kemudian muncullah… pesawat untuk jemput dia! Pesawatnya gede banget, kayak yang biasa buat ngangkut kendaraan perang. Pesawatnya mendarat tapi nggak berhenti, Owen masukin mobilnya ke pesawat dan nggak lama kemudian Dom ikutan. Di dalem pesawat mereka berantem.

Nah di sinilah terjadi kelucuan yang nggak disengaja tersebut.

Yah gue tau sih memang semakin gede ukuran pesawat, biasanya semakin panjang landasan pacu yang dibutuhkannya. Dengan kata lain pesawat perlu waktu lebih lama melaju di landasan sebelum bisa terbang. Lama sih lama, tapi di film ini lamanya keterlaluan.

Masa sepanjang pesawat itu ngebut di landasan pacu, Dom sempet berantem lawan Owen, The Rock sempet dateng bantuin, temen-temennya Dom juga sempet berantem lawan kroco-kroconya Owen… Kalo kita kalikan antara kecepatan pesawat yang nggak kunjung terbang itu dengan durasi perjalanannya di landasan, mungkin jarak tempuhnya udah mendekati jarak Lebak Bulus – Tanjung Priok kali. Luamaaa banget. Gue rasa pilotnya sempet buka jendela dan pesen ketoprak dulu tuh. Mungkin co-pilotnya malah sempet pesen bebek goreng. Dan terjadi dialog sebagai berikut dengan tukang bebeknya:

“Tapi bebeknya belum dibuluin, Boss!”

“Nggak papa, santai aja. Saya masih lama kok di sini. Noh, nungguin yang berantem di belakang.”

“Oooh. Pedes gak nih Boss?”

“Sedeng aja lah. Takut mencret.”

***

Bayangin juga apa jadinya kalo di akhir film Dom pulang dalam kondisi udah balikan sama Letty, sementara Elena, bininya yang baru udah nungguin di rumah, dan adegan ini digarap oleh sutradara yang biasa bikin FTV jam 1 siang.

Elena: “Eh abang pulang. Capek, Bang?”

Dom: “Ah biasa.”

Elena: “Ini tehnya Bang. Tapi maap ya, pisangnya lagi abis. Tadi cuma goreng dikit, eh dicomotin anak-anak.”

Dom: “Iya, nggak papa. Eh iya, kenalin, ini Letty.”

Letty: “Letty.”

Elena: “I… ini bukannya mantan abang yang katanya udah mati ntu?”

Dom: “Yah gitu deh. Ternyata belom.”

Elena: “Bohong lu Bang ye! Bohong lu ama gue! Kemarin bilangnya pergi mau ada proyek, eh pulang-pulang bawa cewek!”

Letty: “Mbak sabar dulu…”

Elena: “Nggak usah mbak-mbak-in gue lu, lacur! Najis! Dah, gue cabut!”

Dan Fast and Furious 7 mungkin akan berisi adegan anaknya Paul Walker diculik trus disuruh ngemis di perempatan, Dom dipelet sama Elena, dan Letty diracun.

Iklan
Tinggalkan komentar

23 Komentar

  1. FPI mana FPI….

    Ayo kita amankan Gol Gadot 😀

    Suka

    Balas
  2. si giselle, gw aja yg cewe kepincut.. beuhhh…
    soal joe taslim, keren juga tuh dia….
    yg java heat.. haduhhh.. hahahahahahaha

    Suka

    Balas
  3. oh, brati di awal2 pilem anaknya aku sibukkan dengan popcorn deh …hihihi

    Suka

    Balas
  4. pertanyaan khas ibu2, “kira-kira ada adegan yg perlu disensor gak kalau berniat nonton sama anak umur 13thn ?”. misalnya Dom tahu2 ketemu Letty di parkiran basement trus quicky gitu ? 😀

    Suka

    Balas
    • Justru bukan sama Letty, tapi sama Elena di awal film. Biasa, mereka lagi santai2 di rumah mewahnya yang dibeli dari hasil rampokan di film kelima

      Suka

  5. Terpaksa stop dulu, aku gak mau spoiler. Hahaha..

    Alku ngakak bagian yg ada java heat nya 😀

    Suka

    Balas
    • Hahaha… pertanyaan valid, kan? Apa iya orang amerika sama bangganya dengan kita saat lihat aktornya main di film negara lain?

      Suka

  6. Thank Mas Mbot untuk cuplikan adegan Joe Taslimnya 🙂 Sebenarnya memang pengen nonton film ini karena pengen lihat adegan Joe Taslimnya doang sih, secara saya gak suka film action atau kebut-kebutan 🙂

    Suka

    Balas
    • waduh, jadi sekarang nggak tertarik nonton di bioskop deh ya?

      Suka

  7. heavendrive

     /  24 Mei 2013

    bukannya Shaw y Mbot….

    Suka

    Balas
  8. kemarin nonton juga begitu.. lama lama nie film niru film Indonesia yang terkenal. TERSANJUNG

    Suka

    Balas
    • Yang nomor 7 memang udah direncanakan untuk rilis tahun 2014, siap ngalahin tersanjung

      Suka

  9. HAHAHAHAHAHA
    Mas Agung, mbok ya bikin 1 blog khusus buat review film aja… sumpah deh, lucu bangeeet review-nya selama ini :))))))

    Suka

    Balas
  10. Udah puas nonton filmnya eh ditambah review Warta Kota. Ngakak abis!

    Suka

    Balas
    • Tolong jangan samakan review ini dg review Warta Kota. Mereka bisa tersinggung

      Suka

  11. hahaha buset emang ya ini film ga usah mikir nontonnya.. ntar mo nonton sambil bayangin pilot pesawatnya pesen ketoprak & copilotnya pesen bebek ga pedes..

    Suka

    Balas
    • Kalo sambil mikir malah rusak filmnya. Ntar aja mikirnya kalo lagi ujian SIM.

      Suka

  12. Hahaha 🙂 Betul, adegan di pesawat lama banget. Aku juga mikir kok bisa ya landasan pacunya gak habis-habis. Reviewnya seperti biasa mas Agung. Segaaaar. Walaupun aku suka film ini tetep saja asyik baca ulasan yang nyeleneh ini hihihi. Semoga bigots gak nyasar disini dan bertindak anarkis. *panggil Hobbs* hahaha

    Suka

    Balas
    • Jangan2 ada yang tersinggung karena antek yahudi dipajang fotonya di sini… :-p

      Suka

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: