Kisah Horror: Bukan Bocah Biasa


kisah horror bukan bocah biasa

Sebelumnya, harap maklum, gue cerita begini bukan untuk nakut-nakutin, tapi sekedar berbagi untuk diambil hikmahnya bersama.

Terus terang ini bukan pengalaman gue sendiri, melainkan pengalaman seorang temen. Sebut aja namanya Rita. Begini ceritanya:

Beberapa tahun yang lalu, Rita pergi outing bersama temen-temen kantornya. Sesampainya di lokasi mereka sibuk dengan acara keriaan seperti biasa, sampai malam. Menjelang waktu tidur, seorang temen Rita yang kita sebut aja bernama Mbak Yenny mendekati. Sekedar gambaran, Mbak Yenny ini adalah seorang wanita karir dengan tampilan mirip wanita karir di majalah, dandanannya modis dengan barang-barang bermerk.

“Rita, saya mau bergadang nonton bola di coffee shop. Boleh titip anak saya nggak, si Andi?” tanya Mbak Yenny.

Rita dengan senang hati menyanggupi. “Boleh, mbak!”

Maka malam itu, Rita mengeloni Andi, bocah 10 tahun itu, di tempat tidurnya sampai pagi. Rita belum merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan anak itu.

Hari kedua diisi dengan acara jalan-jalan menikmati pemandangan alam. Berhubung abis dikelonin Andi nampak lengket dengan Rita.

Makin siang, matahari makin panas, Rita memperhatikan ada yang aneh dengan Andi: dia nggak berhenti menggaruk kepalanya.

“Andi, kenapa? Kena panas kepalanya jadi gatel ya?” tanya Rita.

Jawaban Andi mengejutkan. “Bukan tante… kata mama, di kepalaku ada kutu…”

Maka Rita pun langsung:

“Trus, udah diobatin belum?” tanya Rita sambil stress.

“Belum, tante. Kata mama, ribet, mama belum sempet,” jawab Andi polos.

Masih terbayang dandanan Mbak Yenny yang keren dan modis, Rita setengah nggak percaya mendengar penuturan Andi. Maka dia pun memberanikan diri melihat langsung kepala Andi.

Dan…

Yak, confirmed.

Maka Rita pun hidup nggak tenang sampai seluruh acara outing selesai. Begitu pulang, dia langsung menceritakan pengalaman horrornya ini kepada ibunya.

“Untuk pencegahan kamu harus pake Peditox,” kata ibunya Rita.

Apa boleh buat, hari udah malam. Apotik udah tutup. Rita stress setengah mati membayangkan kutu-kutu berkeliaran di kepalanya. Maka akhirnya dia mengambil jalan nekad…

Rita melarutkan 1 tutup botol Dettol ke dalam segayung air, dan disiramkan ke kepala. Apakah berhasil mencegah kutu? Entahlah, yang jelas rambutnya langsung rontok!

Maka, pesan moral dari cerita ini adalah:

Jangan pernah silau oleh penampilan seseorang. Bisa saja orang yang tampak luarnya keren, anaknya diam-diam berkutu. Waspadalah!

Sumber gambar:

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

27 Komentar

  1. Ahh kecewa! Kirain horor benerann.. -_-

    Suka

    Balas
  2. myfickleboon

     /  29 Mei 2013

    ARRGGGHHHH

    Suka

    Balas
  3. beneran hororrrrr……

    Suka

    Balas
  4. Huwaaaaa mengerikan banget!!

    Suka

    Balas
  5. jampang

     /  21 Mei 2013

    wekssss

    Suka

    Balas
  6. jampang

     /  21 Mei 2013

    weksssss….

    Suka

    Balas
  7. Hahahaha…

    Suka

    Balas
  8. hahahaha…udah deg2an duluan, kirain ini review pilem horror.
    tapi ngakak di belakang, ajaib banget itu ramuan pake’ dettol, yg biasa buat antiseptik campuran air mandi itu ?

    Suka

    Balas
    • Iya, ternyata kalo larutannya terlalu pekat bisa bikin rontok rambut loh

      Suka

  9. Huahahahahaa.. asli kocak abis nih… 😀

    Suka

    Balas
  10. Euuuuh Kutuaaan ..!!!
    tp memang itu horor pisan, disini kalau anak Kutuan, ngga boleh sekolah dulu sebelum itu Kutu habis dan lulus periksa dokter anak.

    Suka

    Balas
  11. Walah… kirain si Andi model gimana gitu, udah deg degan duluan.
    Trus si Rita ketularan kutuan gak?

    Suka

    Balas
  12. ampuuun..
    lagi baca bareng suami.. dikira horor hantu.. :))

    Suka

    Balas
  13. heavendrive

     /  19 Mei 2013

    Lalu nasib Rita sekarang gimana??apakah dia sekarang jadi botak

    Suka

    Balas
  14. Loh kok dettolnya cuma disiram? Baiknya direndem sebentar. Minimal kutunya kehabisan nafas. *turut prihatin, mudah2n rambutnya bisa tumbuh lagi*

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: