[Review] What They Don’t Talk About When They Talk About Love


 

70378c04-8900-4adb-bd85-01d1d60eaedb

Film, seperti halnya karya-karya seni lainnya, pada dasarnya adalah media penyampaian pesan dari sutradara kepada penonton. Yang kemudian membedakan satu sutradara dengan sutradara lainnya adalah cara yang mereka pilih untuk menyampaikan pesan tersebut.

Misalnya, pesan yang mau disampaikan adalah “Si Kancil Anak Nakal, Suka Mencuri Ketimun”.

Sutradara A mungkin memilih pendekatan:

Pemandangan kebun ketimun. Ada papan bertuliskan “DILARANG MENCURI KETIMUN SAYA. TTD, PAK TANI.” Kancil memanjat pagar, lantas menghilang. Sesaat kemudian muncul lagi sambil memanggul sekarung ketimun. Di kejauhan terdengar suara Pak Tani, “Dasar Si Kancil sialaaan…!”

Sedangkan Sutradara B menggambarkan pesan yang sama dengan cara:

Kamar berantakan. Si Kancil baru bangun, lalu buru-buru keluar. Terdengar suara ibu-ibu, “Kanciiill… hayo kamarnya diberesin dulu!”. Si Kancil nggak merespon. Adegan berikutnya, Si Kancil lagi jalan melenggang sambil ngunyah ketimun. Temennya negur, “Hei, dapet ketimun dari mana lu?” Si Kancil menjawab, “Biasa, nyolong.”

atau, seorang Sutradara Sinetron mungkin akan membuat adegan seperti ini:

Si Kancil mengendap-endap di kebun ketimun. Dia berhenti, lalu muncul voice over suaranya sendiri, “Hari ini aku akan kembali mencuri ketimun Pak Tani, sebagaimana yang selalu aku lakukan setiap hari. Semoga aku tidak ketahuan.” Setelah itu Si Kancil memasukkan ketimun ke dalam karung, lalu kabur. Tidak lama kemudian muncul Pak Tani. Ia kaget melihat ketimunnya sudah ludes. Kamera zoom in – zoom out ke mukanya, sekitar 6 kali. Setelah itu Pak Tani berteriak, “Dasar Kancil sialaaan!” – suaranya pake efek gema.

Poin gue adalah: untuk menyampaikan sebuah pesan yang sama, sutradara bisa menggunakan cara yang berbeda-beda. Sebuah film mungkin punya pesan yang sederhana, tapi dengan cara penyampaian yang berbeda maka dia akan menjadi sesuatu yang sama sekali baru.

Kalau dilihat tema dasarnya, film ini sangat biasa: percintaan remaja. Itu tema biasa yang mungkin udah empuk saking seringnya digodok berbagai sutradara selama ini. Tapi di tangan sutradara Mouly Surya, tema ini menjadi luar biasa karena 2 hal:

  1. Tokoh-tokohnya, yaitu siswa-siswa sekolah menengah penyandang cacat tuna netra, penglihatan terbatas, dan tuna rungu
  2. Proses penceritaan yang nggak terlalu verbal dan mencoba mengambil sudut pandang tokoh-tokohnya

Maksud gue gini:

Bayangin adegan sinetron, yang tokohnya lagi memendam dendam sendirian kepada tokoh lain. Maka tokoh itu akan berdiri menghadap kamera, mukanya disorot close-up full, dahi berkerut, ekspresi garang, terus terdengar voice over, “Awas, akan kubalas dia!”

Dengan cara itu sutradara seolah mau menjejali penonton dengan informasi bahwa “Hei, tokoh ini lagi marah besar lhooo…!”

Film ini justru sangat nggak begitu.

Adegan-adegan bermunculan, dialog-dialognya biasa, tapi sebenernya mengajak penonton untuk ikut merasa apa yang dirasakan para tokoh. Dengan tokoh-tokoh yang tuna netra dan berpenglihatan terbatas, maka ekspresi yang mereka tampilkan juga sangat minim. Tapi hebatnya, tetap terasa apa yang mereka rasa.

Contohnya waktu tokoh Diana (diperankan Karina Salim – yang di film ini nampak sangat segar menggemaskan seperti lalapan sawi hijau) diam-diam naksir temen sekelasnya. Maka seperti layaknya gadis-gadis ABG, dia mulai berusaha menarik perhatian si cowok, dan mulai bertindak irasional: menyisir rambutnya lebih serius dari biasanya, padahal cowok taksirannya tuna netra!

Atau coba deh serap dan simak gimana cara film ini menggambarkan Edo (Nicholas Saputra) yang diem-diem naksir sama Fitri (Ayusitha Nugraha) dan cemburu ngelihat Fitri pacaran. Nggak ada kata-kata romantis (karena Edo tuna rungu dan tuna wicara) juga nggak ada tatap-tatapan mesra ala film Twilight (karena Fitri tuna netra total).

Di twitter ada yang nanya sama gue, apakah film ini absurd? Maka gue bisa bilang, enggak. Cuma cara penceritaannya berbeda. Kalo selama ini kita terbiasa dengan gaya penceritaan film yang naratif, yang segala-galanya dijabarkan gamblang di depan layar, maka film ini mengajak kita mengasah kepekaan menangkap apa yang sedang disampaikan tokoh-toko di layar – suatu hal yang sangat tergantung pada kemampuan para aktor membawakan perannya. Untungnya, mereka semua berhasil. Sedikit pesan untuk yang nonton film ini dengan niat mau lihat kegantengan Nicholas Saputra, siap-siap aja ya, di sini dia jadi anak punk dengan dandanan aneh banget. Ayusitha Nugraha yang terakhir gue tau main film lucu-lucuan Me Vs. High Heels di sini tampil meyakinkan dan cukup ‘berani’ khususnya di adegan kolam renang Smile

WhatTheyDont_stilljpg-600x300

Foto gue pinjem dari sini

 

Akhirnya, apa sih yang nggak diomongin orang waktu mereka ngomongin tentang cinta? Bisa jadi, kata ‘cinta’ itu sendiri. Karena film ini membuktikan bahwa cinta tetap akan terasa walau nggak terucap.

…saelah.

Buat yang mau nonton, buruan, film ini tinggal tayang di beberapa layar doang lho!

Behind the scene “What They don’t Talk about When They Talk about Love”

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. Kemarin cek tinggal di blok m Square. Dimana pula ituuuuu

    Suka

    Balas
    • itu mantan lokasinya aldiron plaza, di tengah-tengahnya blok m, nggak jauh dari terminal kok

      Suka

  2. myfickleboon

     /  16 Mei 2013

    aku suka pelem iniiiiiiiiii…

    Suka

    Balas
  3. eh ada subtitlenya pun.. tfs mbot..

    Suka

    Balas
  4. itu kayaknya pertanyaan saya ya? absurd.

    mungkin masalah selera teman yang menonton sih ya. pengin nonton tapi kayaknya di bioskop sini gak ada.

    Kayaknya Ayushita setelah Me Vs High Heels itu ikut filmnya BBB yang gak jelas itu, Mas..

    Suka

    Balas
    • Oh berarti udah 3 film yang dia bintangi ya. Aktingnya meyakinkan di film ini, nggak kalah sama yang jam terbangnya udah banyak

      Suka

  5. heavendrive

     /  16 Mei 2013

    dan kenapa film-film yang punya pesan tersirat harus cepat turun dibandingkan dengan film yang gitu dehhh..huhuhuhuhu

    Suka

    Balas
    • Rilisnya pun kurang menguntungkan: film Indonesia Kamis, film barat Jumat. Orang lebih banyak nonton hari Jumat kan.

      Suka

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
    My Wonder Woman | (n… di Di rumah, ibu seperti wol…
    mbot di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.574 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: