Tamu


Pada sebuah peristiwa nggak disengaja, entah berapa tahun yang lalu, gue ketemu seorang teman lama. Katakanlah namanya si Bedul. Sebagaimana lazimnya orang kantoran yang baik dan benar, pertanyaan pertama yang ditukar adalah soal kerjaan. Dari situlah gue tau betapa menderitanya hidup Bedul sebagai pegawai.

Pertama-tama, dia kerja rodi. Nggak jelas kapan boleh pulang dari kantor. Bossnya suka ngasih kerjaan menjelang jam 5 sore. Akibatnya, Bedul pulang malam tiap hari.

Apakah imbalannya sepadan?

Ternyata enggak. Di penilaian kerja tahunan, boss cuma ngasih nilai 3 dari skala 1-5; alias pas-pasan. Wajar kalo Bedul kecewa dan merasa diperlakukan nggak adil. Apalagi saat Bedul melihat banyak orang baru bergabung di perusahaannya, dan dapat posisi yang lebih baik dari dia.

Beberapa bulan setelah ketemu Bedul, gue ketemu dengan Jarwo, yang kebetulan sekantor dengan Bedul. Teringat obrolan dengan Bedul, gue pun nanya ke Jarwo, seperti apa suasana kerja di kantornya.

“Baik-baik aja kok. Suasananya enak, bossnya baik,” jawab Jarwo enteng.

“Lho, kok…”

“Kenapa, abis ngobrol sama si Bedul ya?” tembak Jarwo. “Kalo dengerin omongan dia, kesannya emang kantor kami kayak kamp Gestapo. Tapi itu gara-gara ulahnya sendiri, kok.”

“Kata Bedul, bossnya suka ngasih kerjaan sore-sore pas mau pulang. Jadi dia terpaksa lembur,” jawab gue masih belum percaya.

“Mau tau kenapa begitu? Karena sehabis makan siang si Bedul itu suka ngilang nggak jelas ke mana. HP ditinggal di meja, nggak bisa dikontak, baru nongol lagi jam 4. Ya tentu aja bossnya baru bisa ngasih kerjaan jam segitu!”

separator[1]

Seorang teman lainnya, sebut aja bernama Danang (karena memang itulah nama aslinya) pernah bilang, orang-orang sejenis Bedul itu punya mentalitas seorang tamu.

Kenapa tamu?

Karena, secara umum tamu adalah pihak yang harus dilayani dan disenangkan hatinya. Disuguhi makan dan minum dengan suguhan terbaik yang dimiliki sang tuan rumah, dan diperlakukan sebaik mungkin.

Seorang tamu nggak punya kewajiban, bahkan nggak selayaknya, melakukan apapun di rumah yang dikunjunginya. Dia hanya boleh duduk manis dan menerima apa pun perlakuan tuan rumah. Tentunya kalau ada hal yang nggak beres, semisal minumannya kurang dingin atau kuenya melempem, maka itu adalah sepenuhnya kesalahan sang tuan rumah. Tamu, berhak untuk ngomel karena telah diperlakukan kurang pantas, atau minimal ngedumel dalam hati.

Masalahnya, di kantor, si Bedul bukanlah tamu.

Justru sebaliknya, dia adalah orang yang dibayar untuk kerja. Artinya, sebelum komplen ini-itu soal boss dan tempat kerja, pertanyaan pertama yang sewajarnya diajukan Bedul kepada dirinya sendiri adalah:

“Apakah gue udah melakukan sesuatu yang minimal sepadan dengan gaji yang gue bawa pulang?”

Biasanya, walau nggak semua, orang-orang seperti Bedul memang kurang becus kerja. Itulah sebabnya mereka dapet perlakuan nggak simpatik dari bossnya.

“Boss taunya nyuruh, nggak pernah ngajarin” – sementara puluhan pegawai lain sibuk belajar mandiri biar makin pinter

“Boss nggak pernah ngasih arahan yang jelas” – sementara temen-temennya pada kreatif berinovasi

“Boss pelit nggak pernah naikin gaji” – gimana mau naik gaji kalo hasil kerjanya nggak pernah bener?

Dalam kondisi seperti itu, memposisikan diri sebagai tamu bukan cuma nggak tepat, tapi juga berbahaya.

Berbahaya, karena Bedul nggak merasa ada yang salah pada dirinya padahal kenyataannya dia terus-menerus mengecewakan orang-orang yang telah membayarnya. Kita tau bahwa perusahaan bergerak dengan hukum ekonomi: uang yang dikeluarkan untuk membayar gaji harus sepadan, atau kalau bisa lebih kecil dari kinerja yang diterima. Kalo enggak, ya mohon maap, silakan minggir.

Lantas gimana dengan orang-orang yang udah kerja bener tapi nggak dapet penghargaan layak dari perusahaan? Masa nggak boleh komplen?

Tentu boleh. Bahkan, nggak usah repot-repot komplen: pindah aja ke perusahaan lain yang mau menghargai.

Maunya sih gitu, tapi jaman sekarang kan cari kerjaan nggak gampang…

Kalo gitu, ya nggak usah banyak cing-cong: syukuri kerjaan yang udah ada di tangan sementara di luar sana jutaan orang masih nganggur. Konsekuen aja lah: selama masih doyan (dan butuh) sama gaji dan fasilitas dari perusahaan, maka lebih baik berusaha kerja yang bener tanpa banyak komplen.

Coba deh sekali-sekali bayangin diri sebagai tuan rumah. Bayangin lu capek-capek nyuguhin minum dan makan ke tamu, yang semuanya dia caplok sampe ludes, tapi di saat yang bersamaan nggak berhenti ngeluh: ngatain rumah lu sempit, banyak nyamuk, gerah, tehnya kurang manis, kuenya kurang empuk, sofanya ambles…

Berapa lama lu bisa menahan diri untuk nggak ngomong:

“NYEEET, KALO NGGAK SENENG SAMA RUMAH GUE, NGAPAIN LU MASIH DI SINI? MENDING MINGGAT AJA GIH!”

Tinggalkan komentar

12 Komentar

  1. debiecintia

     /  11 April 2013

    Reblogged this on Mastering my DESTINY and commented:
    Sebagai bahan evaluasi diri🙂

    Suka

    Balas
  2. Reblogged this on mybeautterfly and commented:
    buat pengingat diri

    Suka

    Balas
  3. *cuma bisa nyengir*😀

    Suka

    Balas
  4. aku aku aku… mmmmh,.. kenal sama si Bedul.. banyak loh tipikal bedul hahahahah

    Suka

    Balas
  5. Jadi inget sm anak baru di kantor. Berasa cuma dia sendiri aja yg bisa bikin laporan tiap dikasih kerjaan yang pertama ditanya.. ‘wani piro?’ Duh, siap2 aja deh di mutasi mbak..

    Suka

    Balas
  6. ah, benar sekali.. Semoga saya bisa jadi tuan rumah yg baik deh yaaa…
    boleh dishare ga?

    Suka

    Balas
  7. merasa tertohok. hehehe.
    terkadang saya merasa begitu: jadi tamu, tapi terkadang juga mikir kalo tempat kerja saya juga butuh berbenah.

    Suka

    Balas
    • Mikir tempat kerjanya perlu berbenah itu awal yg konstruktif kok. Yg membedakan adalah tindakan selanjutnya: ikutan berusaha benahin (sebagai orang yg merasa turut jd tuan rumah), atau berhenti sekedar pada komplen sebagai tamu.🙂

      Suka

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: