The Final Curtain


Buat yang follow twitter gue @mbot atau nyantol jadi contact gue di FB kemungkinan udah baca ocehan gue tadi pagi tentang #MPshutdown ya. Intinya; MP akan fokus menjadi tempat jualan, dan nggak merasa perlu mengurus blogger yang bisanya ngoceh nggak guna kayak gue.

Sebenernya indikasi ke arah ini udah jelas kelihatan sejak MP buka kantor pemasaran di Indonesia, akhir 2010. Waktu itu sih para MPer menyambut gembira kedatangan mereka, apalagi sampe diundang tatap muka dan diskusi segala. Gue pun menitipkan banyak harapan untuk perbaikan MP lewat posting yang ini.

Multiply Indonesia Representative Office

Tapi honeymoon dengan tim perwakilan Multiply di Indonesia (selanjutnya gue sebut MIRO – Multipy Indonesia Representative Office) rasanya berjalan terlalu singkat. Awal kedatangannya aja udah kontroversial sih, dengan kasus ‘pembajakan’ account indonesia.multiply.com. Sebelum MIRO terbentuk, account itu udah ada yang punya. Pemiliknya bernama Donny Verdian. Memang nggak aktif, tapi orangnya kaget setengah mati waktu tiba-tiba account-nya pindah tangan. Pihak MIRO sih ngotot mereka udah minta izin via email, tapi yang punya nggak merasa dapet permohonan apapun. Ini sebenernya soal kecil, cuma pengambilalihan account. Account-nya udah non aktif pulak. Tapi ini gelagat nggak beresnya cara kerja MIRO.

Setelah itu bermunculan kasus-kasus ‘aneh’ seperti komentar kasar dr sebuah account yang kalo ditelusuri berasal dr Gandaria City lantai 23 (yaitu kantornya MIRO), juga ada personal message yang ‘mengancam’ sejumlah blogger karena komentarnya dianggap rusuh, hingga lenyapnya posting seorang user karena dianggap “subversif’. Juga ada kasus ajaib berupa tawaran untuk mempercantik dagangan di MP, tapi dengan minta username dan password, yang datangnya dari nomor telepon kantor MIRO. Belum lagi insiden konyol di salah satu lomba yang digelar MIRO: lombanya dipisah jadi 2 kategori: blogger dan online seller, tapi yang terpilih jadi pemenang adalah yang bahas tentang online seller, CRUT! Ini apa-apaan? Kenapa setelah ada kantor perwakilan Indonesia, blogger yang udah tahunan membesarkan MP malah diobok-obok nggak jelas gini?

Kalo gue perhatiin, titik permasalahan mendasar di MIRO adalah ketidakjelasan wewenang untuk menyampaikan informasi. Maksudnya gini: kalo mereka memposting sesuatu di account-nya, dan muncul pertanyaan dari para blogger, jawabnya lamaaa…. banget. Seringkali malah nggak dijawab sama sekali. Gue ngebayangin di kantor MIRO pegawainya pada dorong-dorongan, “eh, ini gimana nih jawabnya? Elu gih yang jawab!”

“Loh kok gue? Elu dong yang tuaan!”
“Ah nggak berani gue, tunggu boss aja deh…”Tentunya ini bikin para blogger jengkel, dan biasa lah anak-anak MP ini sambil nunggu jawban yang nggak kunjung datang main sahut-sahutan sendiri, ngasih komen yang nggak nyambung, bahkan posting foto-foto ajaib. Dan kebiasaan ini lantas disebut ‘rusuh’. Ya kalo elu ngerespon dengan bener, anak-anak ini nggak akan rusuh dong, MIRO… gimana sih?
My mind is full of fuck Jacky Chan
Salah satu personil MIRO konon pernah curhat, dia merasa serba salah menghadapi para bloggers MP. Padahal kuncinya sederhana aja: kalo orang nanya, dijawab. Kalo ternyata jawabannya ngambang / kurang jelas, ya harus siap untuk ditanya lagi. Sederhana banget kok.
Pihak MIRO sendiri berulang-kali janji akan memperlakukan para blogger sama dengan para online seller, dalam arti diperhatikan kebutuhannya. Nyatanya, silakan bandingkan sendiri keadaan group sellers vs group bloggers bentukan MIRO 🙂 Yang lebih dahsyat lagi, Stefan Magdalinski, orang yang tadi pagi bikin pengumuman akan menghapus fitur blog, nggak sampe 3 bulan yang lalu menjamin nggak akan menghapus fitur blog dari MP!

OK, hari ini kita sama-sama denger bahwa jaminan itu ternyata omong kosong. MP akan menghapus fitur blog dan fokus pada online seller doang. Sebuah langkah yang salah, menurut gue, karena:

  1. Gue yakin salah satu faktor yang menarik para online seller buka lapak di MP adalah keberadaan para blogger. Kalo gue memposisikan diri sebagai online seller MP, gue akan merasa lebih aman bertransaksi dengan blogger yang jelas identitasnya, udah punya posting banyak, punya contact banyak, ketimbang dengan user yang headshotnya masih pentol korek. Blogger bukan cuma pasar yang potensial, tapi juga lebih aman buat para seller.
  2. Seller butuh blogger untuk memberikan endorsement. Salah satu hal yang paling berharga bagi online seller adalah kesaksian para konsumen yang puas. Nah blogger digusur, dari mana mereka bisa mengharapkan endorsement? Dari sesama seller kah?
  3. Blogger MP itu mauan. Asal diperlakukan dengan baik, didengerin, nggak diancam-ancam, mereka sangat mau membantu untuk berbagai kegiatan – khususnya yang bersifat sosial. Gratis pulak. Kalo perusahaan lain harus investasi duit sangat gede untuk membentuk dan membina komunitas konsumennya, MP udah punya komunitas solid tanpa usaha (apalagi duit) sedikit pun. Ini sebenernya potensi marketing yang sangat luar biasa buat MP, apalagi mengingat anak-anak sini doyan pasang foto sampe beratus-ratus tiap kali abis bikin kegiatan.

Tapi yah, rupanya si Stefan nggak melihat ke arah situ. Reaksi gue saat ini lebih ke sebel daripada sedih atau kuatir. Memang akan capek untuk pindahan ke blog baru, tapi harus diakui lama-lama di sini emang bikin kesel.Makanya gue nggak tertarik untuk ikutan tanda tangan petisi biar Stefan membatalkan keputusannya. Juga kurang tertarik dengan usulan untuk tetap mempertahankan fitur blog dengan membayar sejumlah uang. Sebagai mesin blog, MP itu sangat ketinggalan jaman kok. Nggak bayar aja rugi, apalagi bayar. Dan rasanya makin nggak rela kalo setelah bayar pun pelayanannya masih akan kacrut kayak gini. Kata orang jawa, kalo mau hapus blog hapus aja sana, ra patheken!

So, it’s time to move on. Delapan tahun memang bukan waktu yang sebentar. Gue dapet banyak banget ilmu, pengalaman, dan yang lebih penting: teman-teman yang baik di sini. Teman-teman yang selalu bikin keluarga gue bertanya-tanya:
“Itu temen-temenmu dari mana? Temen kuliah?”
“Bukan.”
“Kantor?”
“Bukan. Dari internet.”
Delapan tahun lalu gue sendiri nggak akan kepikiran bisa berteman sedekat ini dengan orang-orang yang tadinya hanya bisa dibaca tulisannya atau dilihat fotonya di internet. Tapi ternyata bisa, dan pertemanannya udah nggak lagi terbatas di MP.
Kopdar Danau UI Pertama Multiply Indonesia
Selamat berpisah buat MP, tapi enggak buat MPersnya. Gue yakin kita masih akan tetep bisa nyambung lewat media yang b
erbeda.
 
Ini adalah tulisan terakhir gue di MP. Selanjutnya, gue akan ngeblog di ocehansimbot.blogspot.com wordpress ini aja deh. Kalian yang punya akun google, bisa ikut ngasih komen di sana dan tetep akan bisa gue kenali identitasnya.
 
Terima kasih banyak untuk 8 tahun yang luar biasa di sini.
 
-The Final Curtain is closed –
Iklan
Tinggalkan komentar

121 Komentar

  1. kenapa jadi Wp yg dipilih mas, ketimbang blogspot ?

    Suka

    Balas
    • Krn udah ada aplikasi untuk mengekspor posting ke WP dan nantinya lbh gampang utk dipindahin kalo mau ngeblog di hosting berbayar

      Suka

  2. oh kalau WP
    replyannya juga ikutan migrasi ya

    Suka

    Balas
  3. yg bikin kehilangan dari si MP ini adalah fitur proteksinya, postingan cuma bisa dibaca sama contact atau org2 tertentu. nah ini yg ribet kl mau mindahin, hrs diset jadi to everyone dulu. atau nggak ya terpaksa jadi offline..

    Suka

    Balas
  4. yak setuju, mas. ya mau gimana lagi, yaudahlah kl emang diusir. toh gw udah setahun ga nulis di sana, krn emang udah ga nyaman. paling yg bikin males adalah mindah2in postingan, meskipun ga semua postingan akan gw pindahin. bbrp dr postingan itu emang layak dihilangkan 😀 mindahin foto yg seabrek dan komen ajaib2.. gw blm ngelakuin apa2 nih buat mindahinnya.. msh males.. -_-“

    Suka

    Balas
  5. eh iya, kumpul lagi kita 🙂

    Suka

    Balas
  6. nah, ketemu lagi disini…

    Suka

    Balas
  7. btw mas agung, saya izin repost link blog ini, boleh ya? beberapa teman masih galau untuk pindah dan mencoba bertahan di sini (hya kali deh mp ga jadi ngilangin blog nya..). mudah2an post nya mas agung ini bisa mencerahkan kegalauan mereka *tsah*

    Suka

    Balas
  8. setuju, time to move on to a better place. kalaupun mp nggak jadi ngilangin feature blog nya, i’ll move anyway. nggak penting ada di tempat yang nggak mentingin kita juga 🙂 males sih, pindahan rumah dengan segala isinya… tapi ya sudahlah. time to move on. selamat pindahan, teman2 mp 🙂

    Suka

    Balas
  9. btw cara pindahin semua postingannya gmn sih mas? ada ya fiturnya?

    Suka

    Balas
  10. huaaaaaaa .. will keep following you! sampai jumpa! kalo aku pindah ke soehind.wordpress.com, bisa ikut kasi komen di blogspotnya mas mbot ga ya?

    Suka

    Balas
  11. beneran final curtain yaajadi gw ngga bakal terima email notifikasi lagi soal postingan baru elo di sini nih gung…

    Suka

    Balas
  12. sampe ketemu di google ya..agung ‘mbot’ :D. udh lama gak buka MP, gara2 serius ngebahas MP mau tutup buat bloggernya jadi aja mampir…., btw saya selalu terhibur baca tulisannya agung di MP biar dibacanya cukup di email aja dan gak sempat ngasih komen lagi 🙂

    Suka

    Balas
  13. ya ampun…terharu banget sampe’ liat hetsotnya Nanin,Nozqa dan Yunakeren niy postingan, berhasil mancing para dedengkot MP 😀

    Suka

    Balas
  14. Hikssss…. Nangis dipojokannnn

    Suka

    Balas
  15. ceile yuna ampe nongol

    Suka

    Balas
  16. maaf, blogspot maksudku hehe

    Suka

    Balas
  1. Cerita Hari Ini (2): Bersyukur itu… (2) | bijak.net

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: