[2012-014] Soegija


Soegija Movie PosterGue punya temen, yang tanpa ditanya sering bercerita kaya gini:

“Tau nggak, tadi pagi pas mau berangkat ke kantor, gue bangun pagi-pagi banget. Jam 5 udah bangun. Trus gue mandi, sarapan, abis itu bingung milih baju. Soalnya minggu lalu kan gue abis belanja, sale di Metro. Gue beli atasan dua, sama sepatu satu. Tapi baju barunya belum dicuci. Akhirnya gue pikir-pikir, pake baju yang lama aja deh, yang baru dicuci dulu. Terus gue berangkat. Eh nggak langsung ding, kan harus manasin mobil dulu. Abis itu baru berangkat. Belum sarapan tuh. Si mbak udah nyiapin roti, gue bawa aja, buat dimakan di kantor. Tumben-tumbenan, jalanan macet banget lho. Padahal gue berangkat masih jam 6. Gue kira di tol ada kecelakaan atau apa, gitu. Taunya nggak ada apa-apa. Untung akhirnya gue berhasil sampe kantor sebelum jam 8.”

Biasanya setelah dia cerita panjang lebar gitu, gue akan nanya, “Trus gimana?”

“Nggak ada. Ya cuma mau cerita aja pengalaman gue pagi ini. Emang nggak boleh?”

Ya boleh-boleh aja sik. Dan kurang lebih seperti itulah perasaan gue setelah nonton film Soegija.

Ringkasnya bisa dibilang film ini tentang Monseigneur Albertus Soegijapranata SJ, uskup pribumi pertama di Indonesia. Tapi selain Soegija, juga ada (banyak) tokoh lainnya:

  • Lingling (Andrea Reva), bocah kecil yang tinggal bersama ibunya (Olga Lidya) dan kakeknya (Henky Solaiman). Mereka punya restoran.
  • Mariyem (Annisa Hertami Kusumastuti), gadis yang sebenarnya bercita-cita jadi perawat tapi lebih sering bertugas nganter makanan dari restoran Lingling ke gereja. Mariyem adalah adik dari Maryono (Muhammad Abbe), seorang aktivis perjuangan.
  • Nobuzuki (Suzuki) tentara Jepang langganan restoran Lingling.
  • Suwito (Eko Balung) pemimpin grup musik gereja.
  • 2 orang Belanda yang bersahabat, Hendrick (Wouter Braaf) – wartawan foto, dan Robert (Wouter Zweers) – tentara.
  • Toegimin (Butet Kertaredjasa), asisten ‘general affairs’ alias ngurus segala macem keperluan Sogija mulai dari potong rambut sampe angkat barang.
  • Pak Besut (Margono), penyiar radio.

Tokoh sebanyak ini hilir mudik menghiasi film dengan permasalahannya masing-masing. Lingling terpisah dari ibunya yang diculik Jepang, Mariyem terpisah dari kakaknya yang ikut gerilya, Nobuzuki senang main ke restoran Lingling karena teringat anaknya yang seumuran Lingling, Hendrick PDKT melulu kepada Mariyem tapi sering dipahitin karena Mariyem kesel sama Belanda, Suwito gak bisa bebas latihan musik karena sering diganggu Jepang, Pak Besut juga nggak bisa bebas siaran karena mikrofonnya disita Belanda, sementara Robert sebenernya nggak tega lihat penderitaan rakyat tapi berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia cuma menjalankan tugas sebagai tentara.Akhirnya terasa nggak ada satu tema utama yang melatarbelakangi film ini. Tokoh-tokohnya nyaris punya porsi yang sama rata, sampe sosok Soegija-nya sendiri pun nggak terasa mendominasi cerita. Mungkin kalo judul film ini diganti jadi “PERJUANGAN INDONESIA MELAWAN PENJAJAH” rasanya masih cocok-cocok aja.

Tapi seperti pertanyaan temen gue tadi, “Emangnya nggak boleh, sebuah film dengan banyak cerita paralel kayak gini?” – rasanya ya boleh-boleh aja. Walaupun ketiga orang temen yang nonton bareng film ini kompakan bilang film ini ngebosenin banget, bagi gue enggak kok. Memang awalnya sempet terbingung-bingung saat berusaha menebak yang mana cerita utamanya, gue berhasil nonton film ini utuh tanpa ketiduran. Padahal nonton Sherlock Holmes dan Haywire yang banyak berantemnya aja gue sempet ketiduran beberapa kali. Mungkin masalahnya ada di gue, yang udah terbiasa nonton film Hollywood dengan alur cerita tunggal dan gamblang, jadi nggak sreg saat nonton film dengan banyak cerita paralel kayak gini.Setelah filmnya jalan setengah, gue berhenti berusaha menebak arah cerita film dan menikmati aja suguhan adegan-adegan di dalamnya. Ternyata itu lebih mudah dan nyaman. Apalagi ini filmnya Garin Nugroho, yang sejak dulu terkenal doyan banget menyisipkan simbol-simbol tersamar dalam filmnya. Soal kemunculan tokoh Soegija yang nggak dominan di film ini, misalnya. Gue curiga ini memang disengaja oleh Garin untuk menggambarkan sosok asli Soegija yang lebih suka kerja diam-diam dan nggak suka menonjolkan diri. Untung juga sih, film ini disutradarai Garin Nugroho. Kalo Agung Nugroho yang bikin, mungkin ceritanya akan jadi gini:

Mariyem pacaran dengan Hendrick, tapi diem-diem Robert juga naksir sama Marsiyem. Akhirnya terjadi cinta segi tiga. Sementara itu Nobuzuki terlibat affair dengan ibunya Lingling. Sesudah Jepang kalah perang akibat dibom Amerika, Nobuzuki ngajak ibunya Lingling kawin lari ke Jepang. Saat mereka lagi beres-beres barang mau ngabur, datanglah Robert meminta Nobuzuki menyerahkan senjata. Nobuzuki menolak, Robert menembak, tapi di detik terakhir muncul ibunya Lingling sambil menggandeng Lingling mencoba menghalang-halangi tembakan Robert. Akhirnya ibunya Lingling dan Lingling yang kena tembakan dan mati. Stress karena melihat pacarnya mati, Nobuzuki harakiri. Sedangkan Robert juga stress karena salah tembak dan mencoba bunuh diri dengan menembak kepalanya. Tapi muncul Mariyem berusaha merebut pistol Robert, akibatnya justru Mariyem yang ketembak dan mati. Hendrick menyalahkan Robert karena menyebabkan Mariyem mati, akhirnya Hendrick menembak Robert sampe mati. Terakhir Hendrick bunuh diri. Jadi kan dramatis, tokohnya mati semua. Lha trus Soegija-nya kapan muncul? Soegija muncul terakhir, memimpin upacara pemakaman orang-orang itu. Nggak lupa muncul juga Pak Besut si penyiar radio, melaporkan berita dan diakhiri dengan kalimat “It was beauty killed the beast” – ala film King Kong. Keren kan? Enggak ya.

Yang jelas gambar-gambarnya keren, dan setting suasana 40-annya sukses banget. Penulisan naskahnya juga pasti susah banget, karena dialog-dialog dibawakan dengan bahasa aslinya. Orang Jepang dialognya bahasa Jepang, yang orang Belanda pake bahasa Belanda. Jadi nggak kaya ‘Ayat-Ayat Cinta’, misalnya, ujug-ujug orang Mesir bisa bahasa Indonesia.Bahkan dialog-dialog berbahasa Jawa-nya di film ini juga menggunakan logat Semarang yang pas, menandakan film ini dibuat dengan sangat teliti. Soalnya film lainnya suka gitu tuh, mentang-mentang tokohnya Jawa, asal ngomongnya dimedok2in dikit udah merasa aman. Padahal walaupun sama-sama berbahasa Jawa, masing-masing daerah di Jawa Tengah dan Timur punya logat khasnya sendiri-sendiri.

Terlepas dari nyaman atau enggaknya untuk ditonton, film ini bagus dan poin pentingnya: digarap secara sangat serius. Kita perlu lebih banyak film yang dibuat seserius ini.

Iklan
Tinggalkan komentar

41 Komentar

  1. ngakak bacanya… 😀

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    OGC 2017: Sail Off!… di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    Tjetje [binibule.com… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    mbot di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    enkoos di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    OGC2017: Kapal Raksa… di OGC 2017: Ship Sweet Ship…
    mbot di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC 2017: Ship Sweet… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    Tjetje [binibule.com… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    mbot di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    enkoos di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.230 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: