[Herbalife Diary 014] Efek samping melangsing


celengan penampung uang rokok“Makan hanya sampe lapernya hilang itu susah! Gue kalo makan ya harus sampe kenyang.”

“Ngemil kok sayuran. Nggak ketelen.

“Perut gue perut Indonesia. Nggak mungkin ngurangin makan nasi.”

Itu adalah sebagian reaksi orang waktu denger penjelasan gue tentang program pelangsingan yang gue jalanin sekarang ini. Reaksi gue biasanya adalah, “Susah itu relatif. Semua alasan yang lu bilang tadi kan adanya cuma di pikiran lu doang. Kalo lu bisa ngontrol pikiran, nggak ada yang susah.”

Tapi sambil ngomong gitu ada satu hal yang mengganggu pikiran gue. Gue sendiri belum sepenuhnya bisa mengontrol pikiran untuk hidup lebih sehat, yaitu kebiasaan ngerokok. Padahal, secara teoritis seharusnya menaklukkan rokok lebih gampang daripada mengatur makanan. Ini alasannya:

  • Makan itu memenuhi kebutuhan biologis dan psikologis. Artinya cakupan peristiwa yang memunculkan kebutuhan untuk makan itu lebih luas: bisa karena lapar betulan (biologis) atau karena stress dan butuh hiburan (psikologis). Rokok, cuma memenuhi kebutuhan psikologis doang. Nggak ada kebutuhan atas rokok yang bersifat nyata / fisik.
  • Sesudah makan, baik lapar betulan atau lapar iseng, kita akan merasa lebih baik. Lidah terhibur, perut kenyang, badan lebih berenergi. Artinya dorongan untuk makan lebih menggoda karena kita tahu sesudahnya akan ada hal menyenangkan yang menunggu. Sedangkan rokok, sejujurnya, nggak membuat badan kita lebih baik. Kalo gue telaah balik sensasi yang gue rasakan saat ngerokok, sebenernya saat-saat yang paling menyenangkan itu adalah saat nyalain sama beberapa isapan pertama doang. Selebihnya, sensasi menyenangkannya terus menurun: mata pedes kena asep, badan ketempelan bau aneh yang nggak bisa ilang seharian, saluran pernafasan juga nggak bisa dibilang nyaman kemasukan asep segitu banyak. Bahkan kalo lagi laper, rokok bisa bikin keliyengan. Makanya gue nggak pernah tertarik dengan perdebatan apakah saat puasa kita boleh ngerokok atau enggak. Sekalipun boleh, ngerokok saat lagi lapar dan haus itu bodoh.
  • Sebagai kebutuhan fisik, kebutuhan makan timbul dengan sendirinya. Tanpa harus diajarin pun kita bisa mengenali lapar sejak bayi. Melawan kebutuhan biologis itu memang berat, karena biar gimana badan kita punya serangkaian proses yang harus diikuti dan dipenuhi. Lu coba nahan kayak gimanapun, badan akan memaksakan agar kebutuhannya terpenuhi, dengan cara apapun. Nggak percaya? Coba deh nahan buang air bangsa seminggu.Rokok, seperti halnya butir-butir Pancasila yang kita denger selama 100 jam waktu mulai kuliah, adalah hasil belajar. Kalo sekarang gue bisa lupa segala macem butir-butir Pancasila itu, maka gue pasti juga bisa melupakan rokok.

Gue paling anti sama orang yang cuma bisa ngomong teori doang, jadi terus terang gue terganggu sama diri gue sendiri yang mempropagandakan kebiasaan mengendalikan pikiran untuk mengatur makan tapi nggak mampu mengendalikan pikiran untuk stop ngerokok. Padahal, seperti yang barusan gue bilang, mengendalikan makan itu sebenernya lebih susah daripada berhenti merokok. Yang lebih susah dikendalikan aja, selama beberapa bulan terakhir bisa gue atasi. Trus, kenapa nggak sekalian aja gue mengendalikan rokok?

Kebetulan, gue menemukan sebuah aplikasi sederhana berbasis Android yang intinya mengubah sudut pandang untuk stop merokok. Nanti akan gue tulis lebih lengkap di review tentang aplikasi ini, tapi yang jelas aplikasi ini mengajak kita melihat berhenti merokok bukan sebagai upaya untuk bertahan dari godaan, tapi sebagai kegiatan aktif untuk membangun badan yang lebih sehat.

Gue mulai menginstall aplikasi ini sekitar tanggal 10 Juni. Sempet berapa kali gagal dan tergoda untuk ngerokok lagi, akhirnya gue berhasil mematikan rokok terakhir gue tanggal 13 Juni 2011. Sekarang gue udah menjelang hari ke 7 sama sekali bebas dari asap rokok!

Trus apa hubungannya dengan program melangsing? Poin gue: melangsing itu intinya mengalahkan diri sendiri. Saat kita berhasil melangsing, kita tau bahwa kita berkuasa penuh atas tindakan kita. Mind over matter. Kita bisa mengatur badan kita melakukan apapun yang kita mau. Dan sebagai mahluk yang punya insting survival, pasti yang kita inginkan adalah hal-hal yang baik untuk kelangsungan hidup. Sama seperti kucing lebih suka tidur di tempat tinggi atau ikan menyelam ke dasar kolam waktu hujan, karena secara insting mereka tahu di sana lebih aman dari bahaya. Sebagai racun, rokok jelas bertentangan dengan prinsip survival, maka secara logis pikiran kita tahu benda itu nggak baik untuk didekati. Masalahnya tinggal seberapa kuat pikiran kita mengatur tindakan kita.

Dari program melangsing, gue tau bahwa gue mampu mengendalikan keinginan makan. Maka gue tertantang untuk jajal kemampuan di bidang rokok.

Gue seumur-umur tukang makan, bisa turun 19.5 kilo dalam 5 bulan. Gue perokok selama 26 tahun, juga bisa berhenti.

Kalo elu bener-bener menginginkan, lu pasti bisa.

Foto: celengan tempat menampung duit yang dulunya gue habiskan buat beli rokok. Ternyata baru seminggu berhenti, isinya dah banyak lho.

Iklan
Tinggalkan komentar

54 Komentar

  1. Sampai sekarang free dari rokok kan Mas Agung… Selamat ya Mas Agung! Teladan bagus juga untuk Rafi nanti. Kalau sampai SMP atau SD Rafi merokok, kan Mas Agung gak minder lagi…

    Hidup bebas rokok…

    Suka

    Balas
    • Sempet bolong, tapi sekarang udah mulai bebas rokok lagi. Udah jalan 3 bulan setengah On Mar 5, 2015 11:32 AM, “(new) Mbot's HQ” wrote:

      >

      Suka

  2. kjetty95 said: Mas Agung…salam kenal ya…saya uda lama baca blog Mbak Ida, istri mas seblm mas nikah dg mbak Ida hahahaa…Mas, blh share aplikasi nya itu yg buat mas berhenti ngerokok?Karena suami saya jg tadi nya gak ngerokok malahan skrg ngerokok…Tx ya mas..

    Aplikasinya namanya “QuitNow” bisa disearch di Market-nya Android. Semoga sukses!

    Suka

    Balas
  3. Mas Agung…salam kenal ya…saya uda lama baca blog Mbak Ida, istri mas seblm mas nikah dg mbak Ida hahahaa…Mas, blh share aplikasi nya itu yg buat mas berhenti ngerokok?Karena suami saya jg tadi nya gak ngerokok malahan skrg ngerokok…Tx ya mas..

    Suka

    Balas
  4. Selamat yah Gung, gue tahu dalam segala hal loe pasti bisa, karena kemauan loe besar untuk sesuatu yang “menantang” buat diri loe secara pribadi.

    Suka

    Balas
  5. mbot said: intinya sih, kalo komplen setelah kejadiannya lewat kayak gini sih nggak ngerubah apapun Ri.

    intinya gue cuma mau curhat doang, namanya udah telat, cuma pengen elu tau aja bahwa gue kesel kemaren haha…

    Suka

    Balas
  6. mbot said: dan ya, gue nggak liat kode2 lu ke orang2 yang lu suruh pindah.

    eaaaaa yang laen aja ngerti kog… dan mau pindah tukeran

    Suka

    Balas
  7. sarahutami said: Dari dulu suka nih baca blog mas Agung. Selain enak bacanya, isinya juga bermutu. Merokok adalah masalah buat gue dan keluarga mas. Makanya seneng banget ngebahas tentang berhenti merokok. Semoga sukses!

    amiin, terima kasih ya 🙂

    Suka

    Balas
  8. srisariningdiyah said: kalo gue alesan ga ada pulsa gimana gung?

    bisa pake kertas seperti yg dikirimkan ira waktu ngebahas pertanyaan. intinya sih, kalo komplen setelah kejadiannya lewat kayak gini sih nggak ngerubah apapun Ri. dan ya, gue nggak liat kode2 lu ke orang2 yang lu suruh pindah.

    Suka

    Balas
  9. oiya lupa: semoga sukses juga Aguuuuung!

    Suka

    Balas
  10. Dari dulu suka nih baca blog mas Agung. Selain enak bacanya, isinya juga bermutu. Merokok adalah masalah buat gue dan keluarga mas. Makanya seneng banget ngebahas tentang berhenti merokok. Semoga sukses!

    Suka

    Balas
  11. sms?kalo gue alesan ga ada pulsa gimana gung?gue udah kasi kode supaya yang deket2 elu yang cewek2 supaya pindah itu gak ngeh ya?oh ya maklum deh

    Suka

    Balas
  12. intinya emang gak ada niat aja buat perokok untuk menghormati non perokok, walaupun sudah dibicarakan sebelumnya… udah minta loh gue supaya gak merokok… but yes siapalah gue hehe

    Suka

    Balas
  1. Mau Berhenti Ngerokok? Gampang, Ini Caranya! | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: