“Rumah Hantu” di Strawberry Cafe


Dengan sangat telatnya, baru minggu lalu gue tau keberadaan cafe yang berdiri sejak tahun 2004 ini. Sumbernya adalah salah satu temen kantor yang adiknya baru berkunjung ke sana. Yang diceritain bukannya hidangannya, melainkan ‘fasilitas’ berupa rumah hantu yang ada di cafe itu.

Kata temen gue ini, Strawberry Cafe adalah cafe yang dirancang khusus buat ‘tempat bermain’. Cafe ini menyediakan permainan meja seperti Uno, Jenga, dan sejenisnya dalam jumlah banyak, dan ada ‘rumah hantu’ di mana pengunjung bisa menyodorkan diri untuk dikerjain dalam setting hantu-hantuan oleh para pegawai cafe.

Denger deskripsi yang begitu menarik, Sabtu malam gue dan Ida langsung mampir ke sana. Strawberry Cafe punya 2 gerai, di Tanjung Duren dan Gandaria I. Kami memilih yang terakhir karena rada deket dari Tebet dan berdasarkan hasil googling oleh Ida, konon rumah hantunya lebih seru.

Tapi ternyata niat untuk main hantu-hantuan terpaksa ditunda karena sampe sana kami baru tau bahwa rumah hantu libur setiap hari Sabtu. Berhubung udah kadung sampe sana, ya sud kami nyoba 2 jenis minumannya. Yang satu namanya “Cewek Cakep” (rasa Strawberry) dan satunya “Cowok Ganteng” (Oreo Smoothies). Soal rasa nggak usah ditanya (karena sama sekali nggak istimewa <= bentuk sopan dari 'nggak enak') tapi penyajian kedua minuman ini cukup unik. Dalam gelasnya ada gunung berapi kecil berisi es kering sehingga bisa berasep betulan. Tapi jangan kuatir, gelasnya bertumpuk dua jadi gunung berapi dan es keringnya nggak bercampur dengan minuman kita.

Selain itu koleksi mainan mejanya bener-bener luar biasa: buanyak buanget! Quedo, Jenga, Uno Stacko, dan Battleship hanya sebagian kecil permainan yang kami tau. Selebihnya belum pernah kami lihat dan kayaknya seru-seru. Syaratnya, kalo mau pinjem mainan minimal harus makan. “Tapi pesen kentang goreng aja juga boleh kok,” kata mbak waitress. Tentunya itu yang kami pilih.

Karena cafe ini kayaknya membidik para mahasiswa sebagai pengunjung utamanya, harga makanan dan minuman di sini relatif murah – meriah. Rata-rata berkisar 20 ribuan, walau dengan rasa yang “yah gitu deh”. Itulah sebabnya review ini gue fokuskan pada rumah hantunya doang, bukan cafenya secara keseluruhan.

Penasaran, besokannya kami datang lagi. Begitu dibukain pintu langsung bilang, “Mbak, kami mau main rumah hantu!”

Ternyata, untuk main rumah hantu ‘syarat’-nya lebih berat: harus pesan minuman dan makanan sejumlah orang yang datang, dan NGGAK BOLEH pesan makanan kecil seperti kentang goreng lagi plus bayar 5.000 per orang. Berhubung udah kenyang abis makan di Gandaria City, maka kami pesen dua porsi pizza untuk dibungkus aja. Habis pesen kami duduk manis sabar menanti karena katanya rumah hantunya lagi penuh.

Untungnya nggak sampe nunggu 5 menit, mbak waitress datang lagi menghampiri. “Ayo kalo mau main, ada 2 peserta yang batal karena takut,” katanya.

Kami lantas digiring ke lantai 2 lewat tangga berbentuk lorong yang udah dibuat gelap gulita. Biar tambah serem, pihak ‘operator’ nampaknya membakar kemenyan juga. Di tangga ini pula kami ketemu dengan dua orang mbak-mbak yang terduduk lemas, rupanya ini dia calon peserta yang mengundurkan diri karena ketakutan.

Di lantai 2 udah ada 4 orang mbak-mbak peserta yang berkerumun dempet-dempetan di sebuah ruangan gelap, cuma diterangi sebuah lampu kecil berbentuk lilin. Mereka sedang merubungi sebuah kertas yang rupanya berisi ‘petunjuk’ apa yang harus dilakukan berikutnya. Entah seberapa besar pengaruh suasana serem terhadap kemampuan berpikir mereka, tapi kayaknya perintah sederhana yang tertulis di kertas rada sulit mereka pahami hingga akhirnya terdengar suara mas petugasnya, entah dari mana: “INTINYA kalian harus selesaikan puzzle di ruangan sebelah!” Ooo…

Berduyun-duyun kami pindah ke ruang sebelah. Ada meja kecil yang di atasnya tergeletak puzzle kayu, berdampingan dengan sebuah TV yang sedang memutar adegan-adegan film “The Ring”. Kayaknya puzzle ini hanya sebagai pengalih perhatian doang karena pas seluruh peserta lagi konsen ngerjain puzzle, dari lemari kecil di bawah TV muncul mbak-mbak ber-wig panjang, ceritanya Sadako, merayap-rayap di lantai.

“HUAAA!!” teriak keempat mbak-mbak peserta yang langsung dorong-dorongan balik lagi ke ruangan awal kita berkumpul. Sementara gue yang matanya rada kurang awas kalo disuruh gelap-gelapan masih berusaha mengamati lebih jelas kaya apa sih rupa Sadakonya.

Di ruangan tadi kembali keempat mbak-mbak peserta berdiri berdempet-dempetan sambil ngomong, “Eh trus abis ini ngapain lagi nih…”
“Nggak tau, tadi kita disuruh ngapain sih…”
“Bukannya kita harus jalan ke sono?”
“Eh, temen-temen, gimana kalo gue udahan aja…” kata salah satu dari mereka yang sebelumnya beberapa kali mengeluarkan suara seperti mau muntah.
“Jangan mbak, sayang kan udah bayar 5.000,” kata gue. Dia balas menatap gue dengan tatapan seorang waiter kepada pengunjung restoran yang minta kembalian setelah membayar bon seharga 99.950 dengan uang 100 ribuan.

Karena kami kelamaan nggak berani keluar dari ruangan, lagi-lagi terdengar suara petugas dengan nada sebel, “Sekarang kalian harus ambil kertas dekat lampu hijau!”
Sekali lagi kami berbondong-bondong pindah ke ruangan sebelah untuk mengambil kertas dan mudah diduga: udah ada petugas lain yang ngumpet dan nganget-ngagetin dari balik tiang. Sampai titik ini praktis gue nggak terlalu ngeh kayak apa bentuk setannya karena berulang kali cuma terseret-seret peserta lainnya ke sana ke mari.

“Tugas” berikutnya adalah mengambil kertas deket lampu berwarna merah yang digantung di dekat sebuah jendela. Pas lagi ngambil kertas, di balik jendela itu lewatlah sesosok pocong yang alhamdulillah kali ini bisa gue liat dengan jelas. Habis itu berbondong-bondong lagi sambil jejeritan ke ruangan awal, di mana terdengar suara petugas cewek yang diserak-serakin agar mirip suara Mak Lampir: “Sekarang semuanya duduk!” Kami duduk manis, ketika tiba-tiba di jendela di belakang punggung gue muncul wajah perempuan berwig panjang – nampaknya Sadako yang tadi – yang disorot senter dari bawah.

“HIIII!!” seru empat orang mbak-mbak peserta sementara gue memperhatikan wajah itu baik-baik dan akhirnya inget, “Eee… ini kan mbak yang bantuin kita kemarin ya istri?”
“Ssst, suami! Orang dia hari ini lagi jadi hantu, menghargai dikit dong!”
Iya, ternyata itu mbak waitress yang melayani kami kemarin. Memang sejak pertama kali ketemu gue udah terkesan sama dia karena tampangnya lempeng, cocok jadi hantu.

Sebagai atraksi penutup muncul seorang mas-mas yang ceritanya bawa gergaji mesin (dari bau dan suaranya kelihatannya sih mesin pemotong rumput) dan mengacung-acungkannya kepada kami. Abis itu selesai.

Terlepas dari keterbatasan tempat dan fasilitas yang serba seadanya, ide rumah hantu-nya lumayan kreatif. Konon skenario rumah hantunya diganti-ganti terus supaya tetap mengejutkan buat pengunjung. Andaikan mereka punya tempat yang lebih leluasa pasti bisa bikin rumah hantu yang lebih serem.

Dalam perjalanan menuruni tangga, Ida masih aja marahin gue, “suami nih, nggak pas banget, orang suasana lagi tegang malah nyeletuk ‘e ini kan mbak yang kemarin’. Bikin ngedrop tauk”
“Tapi dari kemarin aku liat tampangnya cocok jadi hantu, istri. Datar, soalnya”
Dari kejauhan terdengar suara mbak yang bersangkutan nyaut dengan nada sebel, “Yaaah…Bapak, tega bener!”

Buat yang tertarik tau lebih lanjut tentang Strawberry Cafe, silakan mampir ke website resminya atau halaman FB-nya.

Tinggalkan komentar

17 Komentar

  1. kalau hantu pelawak bawaannya ketawa terus dong gung

    Suka

    Balas
  2. wkwkwk…. lucu dengan sautan si mbak waitress. dongkol nian tuh…

    Suka

    Balas
  3. awwwww! pengen coba! *suka banget Uno Stacko tapi gak bisa maen di rumah karena Stack-nya terus menerus diterjang kucing-kucing*

    Suka

    Balas
  4. Paling demen komentar si mbak waitress Dari seluruh cerita ini hehehe

    Suka

    Balas
  5. judulnya rumah hantu….tapi kok gak serem ya??

    Suka

    Balas
  6. rafinya gak ikut di ajak bapaaaak?!:))

    Suka

    Balas
  7. ^_^ udah lama gak mampir sini, sekalinya mampir bicara rumah hantu..:))

    Suka

    Balas
  8. trus pizza-nya gimana?

    Suka

    Balas
  9. jadi keinget Mas Agung.Di SUmarecon Mall Serpong lagi ada rumah hantu tuhmulai buka jam 4 sorejudulnya : UGD Benteng, live horor show.hantunya hantu Indonesia en ada pocong , kunti dsbsampek tgl 15 january ini doank kayaknyakali2 berminta ^_^

    Suka

    Balas
  10. mbot said: (dari bau dan suaranya kelihatannya sih mesin pemotong rumput)

    bahaya beneran, kayaknya ini yg paling horor kalo aku ke sana…..

    Suka

    Balas
  11. kalo udah nemu rumah hantu yg paling serem kabari yak

    Suka

    Balas
  12. Kalo ke jakarta anter kesitu ya Gung

    Suka

    Balas
  13. Yup, kesimpulan yang sangat kritis!Kalo emang niat bikin rumah hantu, harusnya pengunjung yang ditakut2in enggak dibikin dalam satu gerombolan gitu. Diatur kek biar masing-masing harus jalan sendiri dan menyelesaikan puzzle -sambil ngelirik Sadako- atau gimana.Intinya sih emang enggak seru kalo harus berpetualang di rumah hantu sambil berendeng gitu. Apalagi kalo yang ditakut2in modelnya kayak kamu, mas. Yang udah terbiasa ng-game hantu-hantuan in the middle of the nite dengan efek 3D dan sebagainya …Mbak-mbak waitress tampang lempeng yang disulap jadi Sadako jelas cemeng.

    Suka

    Balas
  14. Ngakak sama cletukan terakhir. Bapak tegaaaaaaaaa :p

    Suka

    Balas
  15. tar kesitu deh kapan2…

    Suka

    Balas
  16. renypayus said: kayaknya rasa bukan segalanya ya, di kafe ini? hahahahha

    sama sekali bukan :-p

    Suka

    Balas
  17. kayaknya rasa bukan segalanya ya, di kafe ini? hahahahha

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.158 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: