Bagaimana menulis cerita motivasi?


“Ada seekor gajah yang setiap harinya terikat dengan rantai. Pada saat rantainya dibuka, dia tidak berusaha melarikan karena selama ini merasa ada rantai yang menahan langkahnya. Dalam benaknya, telah terbentuk sebuah rantai imajiner yang terus membelenggu langkahnya.”

Pernah denger cerita motivasi yang kurang lebih pesannya seperti itu?

Kalo elu pengguna aktif internet / e-mail, gue yakin pernah, bahkan mungkin sering. Coba aja ketik keyword “kisah motivasi gajah rantai” di google, pencariannya akan menghasilkan 33 ribu halaman. Ada sebuah website milik motivator kondang, memuat 2 artikel yang sama-sama ‘terinspirasi’ kisah gajah terikat rantai ini di arsipnya (yaitu di sini dan di sini). Di cerita ke dua bahkan ada tambahan elemen yang lebih horror lagi tentang seekor gajah sirkus yang mati terpanggang gara-gara kehilangan semangat untuk melarikan diri dari rantai imajinernya, padahal tenda sirkusnya lagi terbakar.

Sebagaimana cerita forward-an lainnya, elemen cerita terus berubah-ubah tergantung tingkat kreativitas forwarder-nya. Di satu cerita tertulis kaki si gajah nggak terikat rantai sama sekali, di cerita lainnya diceritakan terikat, tapi hanya oleh rantai kecil yang lemah. Yang paling ‘keren’, di sini si gajah bahkan terikat oleh tali ijuk. Gue nggak bermaksud sinis, tapi ayolah… kita lagi ngomongin tentang 1. gajah dan 2. tali ijuk. Gak usah mencoba melarikan diri deh, gajahnya bersin aja tali ijuknya bisa putus. Rasanya sulit membayangkan ada pawang gajah berpengalaman mencoba mengikat gajahnya dengan tali ijuk, baik sebelum maupun sesudah gajahnya terdemotivasi.

Bukan cuma rantainya, binatang-nya pun bisa berubah dari satu cerita ke cerita lain. Udah pernah baca yang versi gajah? Bagaimana dengan yang versi ikan?

Kalian bisa mencarinya dengan keyword “kisah motivasi ikan dinding kaca” di google dan sim salabim, akan menemukan lebih dari 64 ribu halaman. Inti ceritanya sama, bedanya gajah diganti ikan, dan rantai diganti dinding kaca. Untungnya belum ada yang kepikiran menambahkan kisah ngeri tentang ikan yang terpanggang mati gara-gara aquariumnya ditaro di atas kompor dan dia cuma pasrah tanpa usaha melarikan sedikitpun, misalnya nelepon taksi.

Udah, cuma gajah dan ikan? Jangan sedih, masih ada belalang. Ketik “kisah motivasi belalang kotak” di google, maka elu akan menemukan 21.500 halaman. The animal: belalang. The chain: kotak. Dan, oh ya… monyet ternyata juga pernah terlibat dalam problem yang sama. Bedanya, para monyet harus berhadapan dengan semprotan air dan bukan rantai.

Kenapa orang tergila-gila dengan cerita seperti ini?

Kalo elu ingin iseng, coba deh copy salah satu dari 4 jenis cerita yang gue bahas barusan dan paste ke e-mail atau blog. Sekalipun udah puluhan ribu kali muncul di internet (baca: udah basi banget), pasti akan ada aja yang merespon dengan “nice share” atau “thanks for sharing” atau kalo di forum: “kasih cendol, gaaaan….” Artinya, orang suka.

Pertanyaannya: kenapa?

Dugaan gue, karena cerita-cerita dengan analogi binatang atau legenda atau apapun yang terdengar ‘dahulu kala’ terasa lebih pintar atau ‘filosofis’. Orang suka menemukan makna tersirat dari yang tersurat, mungkin rasanya seperti menemukan peta harta karun terukir di hiasan kain sebuah wayang kulit. Sebenernya kalo cuma ingin menyampaikan pesan ‘jangan putus asa’, kita bisa aja mengemasnya sebagai “tetangga gue bolak-balik ikutan wawancara kerja nggak pernah lul
us, akhirnya sekarang putus asa dan kerjanya main gaple di pos ronda. Giliran ditawarin kerja yang nggak pake wawancara dan bisa dapet penghasilan tak terbatas (yaitu oriflame) langsung nolak, nggak mau nyoba lagi”
– tapi itu terdengar terlalu sehari-hari, kurang misterius apalagi filosofis.

Bagaimana membuat cerita sejenis?

Ngeliat besarnya animo masyarakat terhadap cerita-cerita motivasi, maka kalau kalian adalah blogger yang jeli menangkap peluang, seharusnya pertanyaan kalian sekarang adalah: bagaimana caranya membuat cerita seperti itu?

Tenang, gue akan membeberkannya untuk kalian.

Pertama-tama, kita harus mengenali dulu elemen-elemen cerita motivasi. Dalam setiap cerita motivasi selalu ada:

  1. kebiasaan buruk kita sebagai manusia
  2. binatang yang punya kebiasaan buruk yang sama
  3. akibat buruk yang menimpa binatang-binantang dengan kebiasaan buruk tersebut

Biar lebih jelas, gue akan membagi cerita gajah ke dalam 3 elemen tersebut:

  1. kebiasaan buruk: putus asa saat mengalami kegagalan berulang-kali
  2. binatang dengan kebiasaan buruk yang sama: gajah yang berulang kali gagal melarikan diri karena terikat rantai
  3. akibat buruk: gajah akan terus terbelenggu sekalipun rantainya sudah tidak ada (dan tenda sirkusnya kebakaran).

Gampang, kan?

Ah gue tau, pasti berikutnya kalian akan protes, “tapi kan nggak semua kebiasaan buruk manusia bisa ditemukan pada binatang? Bagaimana dengan kebiasaan buruk merokok, buang sampah sembarangan, atau mengirim SMS dengan huruf 4L4Y? Itu kan nggak terjadi pada binatang? Lalu bagaimana cara menuliskan cerita motivasinya?”

Nah, ini bagian yang paling menarik. Gue kasih tau ya: hubungan antara perilaku binatangnya dengan pesan moralnya tidak perlu riil atau masuk akal! Jadi kalian bebas ngarang dalam hal ini. Nggak percaya?

Coba mampir ke penjual ikan cupang. Perhatikan, ikan-ikan itu dipelihara dalam toples-toples kecil, masing-masing toples hanya berisi 1 ikan, dan di antara toples disekat dengan karton. Kenapa? Karena kalo nggak dipisah dan disekat, ikan-ikan itu akan terus berusaha menyerang lawannya yang berada di toples sebelah, sekalipun berulang-kali menabrak kaca! Tentunya ikan-ikan cupang yang dower karena keseringan nabrak kaca secara ekonomis kurang menguntungkan untuk dijual, makanya para abang ikan cupang mengambil langkah pencegahan dengan menaruh sekat karton. Poin gue: nggak ada ikan yang cukup cerdas untuk belajar dari pengalamannya nabrak kaca seperti ikan dalam cerita motivasi.

Masih kurang percaya? Kalo ada sirkus mampir ke kota lo, coba cek: apa iya gajahnya dibiarkan berkeliaran tanpa dirantai?

Catat baik-baik: cerita – motivasi – nggak – harus – masuk – akal. Lu bebas ngarang perilaku binatang yang mirip perilaku manusia, maka orang akan langsung menelan mentah-mentah karangan lu dengan asumsi ‘kalau binatang aja berbuat demikan, pastilah ini takdir ilahi yang sudah pasti benar’ lantas buru-buru memforwardnya kemana-mana.

Nah, sekarang mari kita praktek menulis cerita motivasi.

Sebagai permulaan, gue akan memilih perilaku buruknya: kebiasaan tidak membayar iuran RT secara tepat waktu.

Binatangnya gue pilih yang sering lewat depan rumah: kucing. Plus bintang tamu: anjing.

Ceritanya sebagai berikut:

Pada jaman dahulu kala (ini penting untuk mencegah orang protes, karena ‘jaman dahulu kala’ segala sesuatu berbeda dengan jaman sekarang) kucing dan anjing hidup bersabahat. Pada suatu hari, semua binatang berkumpul dan sepakat untuk membentuk kelompok warga. Karena sikapnya yang sopan dan peduli sesama, anjing terpilih sebagai ketua.

Dalam pidato inagurasinya, anjing bersabda, “Wahai warga binatang, untuk kemajuan kelompok warga kita, mari kita kumpulkan uang kas. Uang kas ini berguna untuk membiayai kegiatan kita, seperti acara tujubelasan atau sumbangan binatang meninggal. Uang kas dikumpulkan sebulan sekali, setiap tanggal 1. Bagaimana, setuju?”

Semua binatang, termasuk kucing, setuju. Awalnya, semua binatang tertib membayar iuran. Tapi setelah berjalan beberapa bulan, kucing mulai ogah-ogahan bayar dan sulit ditagih. Akhirnya anjing mendatangi kucing, “kucing, ayo bayar iuran!”

“Males, nggak ada duit!”

Anjing tersinggung mendengar jawaban kucing, dan sejak itu mereka jadi bermusuhan.

Pesan moralnya: bayarlah iuran RT tepat waktu, agar tak dimusuhi Pak RT.

Jadi deh, sebuah cerita motivasi baru. Kalo lo bosen, lo boleh ganti-ganti kucing dan anjingnya dengan tokoh-tokoh lain yang terkenal bermusuhan sampai sekarang, misalnya hiu dan lumba-lumba, elang dan ayam, atau JuPe dan DePe. Intinya: jangan ragu menulis cerita motivasi, toh orang nggak akan ngecek akurasinya.

Selamat mencoba!

gambar gue pinjem dari sini

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

19 Komentar

  1. bener juga sih, soalnya kalo cerita soal “tetangga yg gak mo ngelamar kerja karena gak tembus2 interview” ya kagak ada yg mo dengerin – soalnya begitu mulai dengan “lo tau gak, tetangga gw .. bla bla bla” yg punya masalah malah bete dan mikir “lha gw yg nganggur krn ga dpt kerja koq elu yang curhat masalah tetangga lo”😀

    Suka

    Balas
  2. ailtje said: jupe dan Depe. aimak…hewan barukah itu?Btw, kenapa sih orang suka manggil “gan?” maksudnya juragan yah?

    sapaan khas kaskus-ers

    Suka

    Balas
  3. Haahaha….sumpah..cerita motivasi yang aneh..

    Suka

    Balas
  4. jupe dan Depe. aimak…hewan barukah itu?Btw, kenapa sih orang suka manggil “gan?” maksudnya juragan yah?

    Suka

    Balas
  5. males bikin cerita motivasi karena gak pernah dikasih cendol :))

    Suka

    Balas
  6. e buseeet …ternyata seorang Agung kalo senewen dapet fwd-an imel yang basi, ujung-ujungnya malah jadi bikin tulisan yang super keren kayak begini, ya?*yang juga sering sebel dapet fwd-an email jadul

    Suka

    Balas
  7. Oooo gitu ya?Gw mo bikin cerita motivasi gaya rafi aja, dengan bahasa yang baik dan benar.

    Suka

    Balas
  8. Yang begini ini yang harusnya dicendolin….

    Suka

    Balas
  9. Tulisannya keren!! Sundul gaaaan..

    Suka

    Balas
  10. cendolnya gan!

    Suka

    Balas
  11. mbot said: atau JuPe dan DePe.

    nyaaaaaaaaaaaaaa mereka hidup berapa ribu tahun SM???

    Suka

    Balas
  12. mbot said: “tetangga gue bolak-balik ikutan wawancara kerja nggak pernah lulus, akhirnya sekarang putus asa dan kerjanya main gaple di pos ronda. Giliran ditawarin kerja yang nggak pake wawancara dan bisa dapet penghasilan tak terbatas (yaitu oriflame) langsung nolak, nggak mau nyoba lagi” – tapi itu terdengar terlalu sehari-hari, kurang misterius apalagi filosofis.

    sangat keren ^____________________^ selipannya

    Suka

    Balas
  13. luar biasa. pas banget lagi pusing baca fabel ktemu tulisan gelo gini. mwawawawaw

    Suka

    Balas
  14. hahahahahaha….mski tidak cukup memotivasi, tapi cukup menghibur!menurut saya kenapa cerita fabel analogi lebih laku karena lebih menghibur daripada dengar cerita langsung pengalaman buruk orang.

    Suka

    Balas
  15. Kasih cendol, gaaaaan…*gan itu apa sih?

    Suka

    Balas
  16. hahahaha…. iya juga ya…bikin ahhhhh….

    Suka

    Balas
  17. debapirez said: Ternyata untuk jadi motivator, kudu punya daya imajiner yg cukup kuat hehe..”Rasanya sulit membayangkan ada pawang gajah berpengalaman mencoba mengikat gajahnya dengan tali ijuk”Setidaknya ga cukup gila utk menulis dengan tali kolor haha…

    kemungkinan pertimbangannya karena ‘tali kolor’ terdengar kurang ‘dahulu kala’ atau kurang ‘eksotis’ ketimbang tali ijuk. Mungkin lho…

    Suka

    Balas
  18. Ternyata untuk jadi motivator, kudu punya daya imajiner yg cukup kuat hehe..”Rasanya sulit membayangkan ada pawang gajah berpengalaman mencoba mengikat gajahnya dengan tali ijuk”Setidaknya ga cukup gila utk menulis dengan tali kolor haha…

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.158 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: