Sinopsis Godzilla VS Mechagodzilla, oleh Rafi


godzilla vs mechagodzilla Gue sekarang ngerti, kenapa ada film / acara tv yang mencantumkan peringatan ‘Bimbingan Orangtua’. Ternyata dengan adanya ‘bimbingan orangtua’, tontonan bisa ditangkap anak dengan persepsi yang, yah.. hampir berbeda 180o dengan yang diniatkan oleh para pembuatnya.

Contohnya film Godzilla vs. Mechagodzilla. Film ini gue beli secara iseng-iseng karena ingin tau kenapa sih monster Godzilla bisa punya penggemar yang begitu fanatik. Gue tau ini bukan film untuk anak2 seusia Rafi, makanya gue nunggu sampe malem untuk nonton film ini. Apa daya si bocah keriting ini nggak juga menunjukkan tanda-tanda mau tidur di saat jam udah berada di angka 00.30 dini hari. Maka dia ikutan nonton, dengan ‘bimbingan orangtua’.

Setelah selesai nonton, gue tanya apa cerita film barusan. Kurang lebih beginilah jawabannya:

Ada buaya, tapi bukan buaya. Itu Gosila. Gosila berenang di laut. Terus Gosila naik ke darat. Gosila mau jalan-jalan. Tapi Gosila tidak hati-hati, dia injek rumah orang-orang. Karena Gosila besar sekali. Gosila tidak lihat rumah orang-orang, jadi dia injek.

Orang-orang marah sama Gosila. Orang-orang usir Gosila pake lampu dan kembang api. Gosila sedih karena orang-orang marah. Gosila pergi. Gosila berenang di laut.  

Abis itu, Gosila datang lagi. Dia nggak punya temen, jadi dia ingin cari temen untuk main. Trus ada robot. Robot mau ajak main Gosila. Gosila main sama robot. Robot ajak main kembang api. Gosila ajak main lampu. Mulut Gosila, ada lampunya. Gosila senang punya temen.Gosila peluk robot, Gosila sayang robot. Tapi robot baterenya abis. Robotnya bobo. Gosila sedih robotnya diem aja. Gosila pergi berenang di laut.

Abis itu, Gosila datang lagi, mau ngajak main robot. Robot datang naik pesawat. Gosila main sama robot. Abis itu, Gosila ajak robot berenang di laut. Karena udah capek main, Gosila berenang pergi.

Pesan moral:

Kalau berjalan harus hati-hati, supaya tidak injek rumah orang. Nanti kalo injek rumah orang, orang marah dan kita nggak punya temen. Nanti mainnya cuma sama robot, yang suka abis baterenya.

Iklan
Tinggalkan komentar

26 Komentar

  1. bersih ya pikirannya rafi…

    Suka

    Balas
  2. Jadi terharu sama persepsinya Rafi… coba smua org mikirnya begitu ya.. *peyuk2 Rafi pake air mata*

    Suka

    Balas
  3. nice boy.. nice story.. ^^

    Suka

    Balas
  4. myshant said: anak baek niy, niru siapa ya ? 😀

    sayaa..sayaaa..sayaaaaa!!*kalo urusan gini emaknya lgs muncul wakakakak..*

    Suka

    Balas
  5. ih, hebat bener sudah bisa diminta nyeritain apa yg tadi diliat …dan dengan pemikiran yg positip ya Rafi …ckckckanak baek niy, niru siapa ya ? 😀

    Suka

    Balas
  6. Huebat si rafi.Seandainya semua berpikir positif kaya dia….

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: