makan siang dengan mantan


Beberapa minggu yang lalu, mantan gue ulang tahun. Gue menelepon pagi-pagi untuk mengucapkan selamat, dan berakhir dengan janjian makan siang bareng.

Berhubung si mantan sekarang udah berstatus emak-emak, maka apa lagi obrolannya kalo bukan tentang anak. Dia udah punya seorang anak perempuan, kalo nggak salah umurnya udah 6 tahun.

“Aku bingung deh mengarahkan anakku. Bakatnya banyak banget. Kalo menggambar, gambarnya bagus sekali. Kalo nyanyi, suaranya ada vibranya lho! Trus baru-baru ini, di sekolahnya ada pertunjukan drama. Dia tadinya ditunjuk jadi narator, tapi last minute, selang dua hari sebelum pertunjukan, tiba-tiba dia diubah jadi pemeran utama. Dia yang udah ngapalin naskah narator, tiba-tiba harus ganti ngapalin naskah pemeran utama dalam dua hari, dan bisa!”

“…wah hebat sekali ya…” kata gue sambil mikir kira-kira apa ya yang bisa dibanggain dari anak gue si kriting gembul Rafi.

“Dia juga udah sering banget ditawarin orang jadi model. Dan kayaknya dia juga berminat. Cuma akunya yang masih ragu-ragu, kira-kira kalo anak sekecil dia, sehat nggak sih kalo udah ngerasain dunia model…”

“Tau dari mana dia berminat jadi model?”

“Dia sendiri yang bilang. ‘Mama, i want to be a model’, katanya,”

“Oh. Ngomongnya bahasa Inggris terus ya?”

“Iya, kan sejak pre-school sekolahnya udah bi-lingual.”

Sementara si Rafi sejak umur 2 tahun udah menguasai… hmmm… apa ya? Denah Pasar Tebet Barat, barangkali. Dan sekarang menjelang usia ke tiga, dia merambah Pasar Tebet Timur…

“Eh dari tadi aku terus yang cerita. Coba, anakmu udah bisa apa?”

“Bisa… apa ya? Yah, MAKANnya banyak sih….”

Kesimpulannya, sebagai seorang bapak, walaupun sejauh ini prestasi anaknya barulah menghabiskan makanan porsi orang dewasa dan beberapa hari yang lalu berhasil bertahan jongkok selama lebih dari setengah jam di pelataran Pasar Tebet Timur karena nggak mau diajak pulang, bapak tetap bangga, nak!

Iklan
Tinggalkan komentar

44 Komentar

  1. Paling males deh klo dengerin org ngebangga-banggain gt…Pengen tidur ajah dengernya…

    Suka

    Balas
  2. wajar ortu banggain anaknya sendiri, asal jangan overload aja 😀

    Suka

    Balas
  3. wah.. yang tengah siapa ya Gung? Yang lain sih gue inget.. hehehehe kayanya dia jarang nongkrong di kantin deh

    Suka

    Balas
  4. Baca tulisan ini, daku malah mbatin : untuuuuung mas Agung nikah sama Mbak Ida….! Mbak Ida is the best deh pokoke…..

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: