ini dia untungnya punya istri ikutan oriflame


Beberapa minggu yang lalu, Dewi, seorang temen kuliah yang entah udah berapa tahun nggak ketemu tiba2 nelepon gue. “Gung, mau nggak jadi responden untuk survey gue?”
“Survey tentang apa?”
“Tentang krisis global”
“Tunggu… tunggu… lo mau bikin survey tentang krisis global, trus milih gue sebagai responden? Nggak salah? Emangnya ngerti apa gue tentang urusan ekonomi makro gitu?”
“Ini umum aja kok Gung, justru kita mau liat pendapat orang yang awam soal ekonomi.”
“Oh gitu. Ya udah terserah deh. Pokoknya jangan nyesel ya kalo ternyata gue bego banget. Bentuk surveynya gimana, focused group discussion gitu?”
“Bukan, jadi nanti gue kirimin CD, lo dengerin, trus nanti gue tanya-tanyain via telepon.”

Sampe di titik ini gue yakin sebagian besar pembaca udah bisa nebak ‘survey’ macam apa yang sebenernya dimaksud oleh Dewi. Tapi mari kita lanjutkan cerita. Sekitar seminggu kemudian, datanglah CD yang dijanjikan ke kantor gue. Penampakan sekilas sih keren, di covernya ada gambar cangkir ngepul yang secara fotografi nampak sangat profesional. Tapi berhubung di kantor gue nggak sempet mikirin yang lain-lain, tuh CD gue geletakin aja di meja. Niatnya ntar kalo udah sampe rumah baru gue dengerin.

“CD apaan nih gung?” Yang tertarik malah temen yang duduk di sebelah gue, namanya Gandhi.
“Tauk. CD survey katanya. Gue juga belum denger, baru dateng,” jawab gue.
Kebetulan, si Gandhi ini adalah orang yang punya mata super. Dia jeli banget ngebaca aneka tulisan yang berukuran super kecil. Monitor komputernya aja disetel untuk menampilkan huruf – huruf super mini, mungkin ukuran 4pt kali, yang nyaris nggak kebaca sama orang biasa. Dia mengamat-amati CD itu dengan tampang tertarik, terus nanya, “Gung, NETWORK TWENTY ONE itu apa?”
OH SH*T! Gue tau banget itu apa! “Mana, emang ada tulisan ‘Network Twenty One’-nya?!”
“Ini,” kata Gandhi sambil nunjuk ring bagian dalam CD itu. Bayangin, tulisannya warna perak hologram, ditulis di atas kepingan CD yang berkilau itu, ukurannya segede tulisan catatan kaki di bagian bawah formulir setoran bank, dan tetep si Gandhi ini bisa baca. Luar biasa!
Gue jelasin sekilas Network Twenty One itu apa, Gandhi cuma manggut-manggut dan abis itu kehilangan minat terhadap si CD.

Kebetulan nggak lama kemudian si Dewi nelepon, dan langsung gue sambut dengan “Wi, kalo mau nawarin MLM ngapain pake bilang mau survey siiih….”
“Huaa… kok lo tau sih gung? Udah dengerin CD-nya?”
“Belum. Untung temen gue bermata elang.”
“Heh?”
“Ah nggak papa. Ya udah pokoknya gue udah pernah ditawarin ginian Wi, dan sori aja gue nggak tertarik deh. Lagian istri gue juga udah ikutan Oriflame tuh. Udah cukup lah satu MLM dalam kehidupan gue Wi.”
“Tapi gue mau coba jelasin dulu gung. Mungkin buat orang kantoran seperti elu, kurang tertarik dengan prospek punya bisnis sendiri ya…”
“Mmm… pernah denger kotakkue.com Wi?”
“Belum. Apaan tuh?”
“Hehehe… ah enggak. Ok, jadi kapan lu mau jelasin tentang MLM lo ini?”

Dewi memilih hari ini untuk berkunjung ke rumah gue menjelaskan “potensi bisnis di tengah krisis global”. Sebuah pilihan tepat karena hari ini Ida lagi nggak banyak pesenan. Dia dateng on-time jam 11, dan setelah pembicaraan mengarah ke MLM dia bilang, “Mungkin lebih baik gue setelin VCD presentasi tentang bisnis ini ya gung.”
“Boleh”

Videonya menampilkan ikon yang kondang banget dari bisnisnya, seorang mantan pegawai Citibank yang sekarang kaya raya menikmati ‘kebebasan finansial’-nya. Si ikon ini mulai dengan penjelasan tentang prospek kehidupan yang lebih baik, saluran penjualan, dst dst.

“Suami, skip aja langsung ke bagian skema bisnisnya,” kata Ida yang ikutan nonton dengan serius. Video gue FF ke bagian di mana si ikon mulai menggambar pohon downline dan potensi pendapatan pasif yang bisa didapat.
“Sebenernya kenapa sih elu nggak tertarik menjalankan bisnis ini gung?” tanya Dewi di sela-sela pemutaran video.
“Karena gue orangnya males ngerekrut Wi. Nggak kayak istri gue nih, dia sih hebat banget deh kalo udah urusan ngerekrut orang. Coba istri, ceritakan sekarang udah punya downline berapa di Oriflame?”
“Yah, sekitar 50 orang mbak, dalam 2 bulan…”
“Wah, cepat sekali ya!”
“Jadi gini mbak, kalo di Oriflame itu sistemnya…. oh sebentar, mungkin lebih baik saya jelasin dengan skema aja ya…” Maka keluarlah ‘map sakti’ bertuliskan “BOSS” yang selama ini jadi alat bantu Ida kalo lagi presentasi Oriflame.

oriflame vs amway
Sementara gue, diam-diam mengendap-endap balik ke depan komputer, dan kembali main internet. Alhamdulillah, gue bersyukur punya istri ikutan Oriflame, lumayan bisa jadi bemper kalo lagi diprospek MLM lain. Win-win solution, kan… yang nawarin seneng karena ketemu orang yang berminat dengan MLM, waktu gue untuk main internet nggak terganggu, dan kalo sekiranya orang tsb malah tertarik ikutan Oriflame, juga menguntungkan buat Ida, kan? Ayo siapa lagi yang mau memprospek gue MLM, nanti gue amprokin sama Ida deh! 🙂

foto: adegan pertempuran seru antara 2 agen MLM tadi siang di rumah gue.

Iklan
Tinggalkan komentar

33 Komentar

  1. bwakakkakakkaaaa…………

    Suka

    Balas
  2. 2 bulan dapat 50?…dasyat

    Suka

    Balas
  3. gubraks. hehehehehehe

    Suka

    Balas
  4. Gung,beberapa bulan yang lalu aku dapat telepon persiiiiissss sama kalimatnya gini nih. Mau kirim CD survey tentang global crisis. okelah ku kasih alamatnya.Dari awal aku dengerin, sumpah, ga menarik. Percakapan beberapa orang laki2 yang menunggu teman wanitanya datang, dan…aku skip lah..bertele2 untuk orang yang senang serba cepat seperti aku. Sampai ujung selesainya CD itu, aku tau akhirnya bahwa itu menawarkan peluang bisnis. Tapi sumpah..ga tau loh kalo itu N21. sampai orangnya nelepon nanya:gimana bu? udah dengarkan? Tertarik kan untuk mengetahui lebih lanjut.Aku tanya: itu bendera perusahaannya apa bu?masih kekeuh jumekeh ga mau jawab. nanti aja kita bertemu dulu.ga mau kalah, aku jawab: Bu bu, saya ga mau buang buang waktu buat urusan yang saya rasa abu2 buat saya. Ini apa toh nama bisnisnya?NETWORK 21!Astagfirullaaahh…serta merta deh gue teriak :Buuuuu….dari jaman saya kenal nama ini 9 tahun yang lalu sampai sekarang masih ga berubah buuu cara ngajak orangnyaaa??”hihihihi…Idaaaa..kalo prospek orang sana mah gampang…suruh aja bawa amagram…ida bawa deh newsletter…naaahh bandingin daaahh…banyak mana yang naik peringkat di sana apa di mariiii??secara sistem sama gitu looohhh..Aguuungg..maap yaaa panjaaang banget komennya. maklum Diamond biasa pidato minimal 15 menit! hehehe

    Suka

    Balas
  5. hahah!aduuuuhh kepikiran yaaapertandingannya seru ga???

    Suka

    Balas
  6. *guling2an*mang enak, mb dewi, kalah sama jeng ida hahahah

    Suka

    Balas
  7. mbot said: Sementara gue, diam-diam mengendap-endap balik ke depan komputer, dan kembali main internet.

    hehehehe…terus ? akhirnya bagaimana ? siapa ikut siapa ? atau win2 dua2nya

    Suka

    Balas
  8. ooooooh jadi iniiii yg menyebabkan kalian telat menjemputkuuuu? hihihihihihihi…MLM yg “tidak boleh disebut namanya itu..”wakakakakakakak

    Suka

    Balas
  9. kwakakakakakaka…aku juga ada di MLM 21 itu, tapi cuman biar dapat diskon kalau buat beli vitamin dan sabun. Sungkan aja diajakin seorang ibu-ibu. Tiap minggu diterorin sama itu ibu, disuruh ikut meeting ini, itu, murah 10rb-40rb.Kalau gak siap mental, jangan pernah deh ikut gituan karena sekalinya datang di presentasinya mereka bilang: “jangan menyerah, kalau direcruit sekali nggak mau, datang lagi, masak sih kalau sudah diajak beberapa kali nggak mau datang?”Prinsip yang gila….. *jadi curhat*

    Suka

    Balas
  10. hahahahaha …ibu uplineku emang jagoan neon :))

    Suka

    Balas
  11. ha ha makin menjamur aja nih MLM, tapi sekarang ada yg lebih gawat dari MLM, FOREX. Busyet dah sekarang semua orang pada main FOREX, orang2 yang silau oleh uang sampai ga bisa berfikir jernih – siap2 aja krisis hi hi hi

    Suka

    Balas
  12. orinkeren said: agama baru ya, mirip sembahyangnya orang kong hu cu tuh. hehehehe

    oriflame apanya orinkeren? 🙂

    Suka

    Balas
  13. N21, robert angkasa ya..haha

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: