Mau hadiah menarik dari si mbot? Mau? Mau?


Apapun jadinya gue sekarang ini, semua berawal gara-gara keinjek ibu gue.

Kalo dirunut balik, gue adalah seorang anak kecil yang hampir secara konstan merasa kepanasan. Untuk mengatasinya, gue punya dua resep manjur, yaitu (1) buka pintu kulkas dan mematung dengan muka bego di depannya, atau (2) telungkup di lantai.

Resep pertama sering dikomplen oleh ibu gue, karena beresiko membuat makanan di kulkas jadi rusak. Karena itu, gue lebih sering ditemukan orang dalam keadaan telungkup di lantai seperti keset, dengan tujuan ngadem.

Waktu itu gue baru umur 4.5 tahun. Sehari-hari gue lebih sering cuma berdua sama ibu gue di rumah karena bapak gue ngantor dan kakak2 gue udah pada sekolah. Sampai tibalah hari yang bersejarah itu, di mana gue seperti biasa lagi jadi keset dan ibu sibuk ngepel. Sebagaimana layaknya orang ngepel, ibu berjalan mundur sehingga nggak ngeliat anaknya lagi terhampar di lantai. Hingga akhirnya… NGEEK…. gue keinjek ibu.

Ibu tentu menyesal telah menginjak anaknya yang tak berdosa ini. Sebagai kompensasinya, keesokan harinya ibu langsung membawa gue ke TK dekat rumah.

“Ibu, ini saya mau mendaftarkan anak saya sekolah di sini, biar dia ada kegiatan. Daripada dia di rumah keinjek-injek,” kata ibu kepada petugas pendaftaran.

Maka sejak hari itu gue resmi menjadi murid TK Ade Irma Suryani Nasution, yang beralamat di Jl. Pegangsaan Menteng (lokasinya sekarang udah jadi apartemen Menteng Park).

Sejak hari pertama sekolah, gue langsung membuat keputusan penting yang hingga hari ini masih gue pegang teguh: gue benci sekolah. Satu-satunya yang bisa membuat gue mau diajak (baca: diseret) ke sekolah adalah iming-iming akan dibeliin es krim Woody sepulang sekolah nanti.

Nggak banyak yang gue inget dari masa-masa sekolah di Ade Irma, kecuali bahwa guru-guru di sana nggak dipanggil ‘ibu guru’ melainkan ‘Cik’. Kebetulan, guru kelas gue di sana bernama Ida, sama seperti ibu guru TK yang gue kenal 26 tahun sesudahnya di Friendster.

Entah dengan pertimbangan apa, cuma 6 bulan gue sekolah di sana. Ibu lantas mencoba mendaftarkan gue di TK Perguruan Cikini (PerCik), Jl. Cikini Raya. Sebelum diterima, gue harus ikut psikotes berupa menyusun balok dan puzzle.

“Agung, sekarang agung susun ya puzzle ini…” demikian kata kakak psikolog yang mengetes gue.
“Nggak mau ah.”
“Nanti kalo puzzlenya jadi, kakak kasih coklat lho.”

Maka siang itu gue pulang dengan mengantongi beberapa cokelat payung dan status baru sebagai murid TK. Perguruan Cikini.

Berhubung Yayasan Perguruan Cikini punya sekolahan lengkap satu paket mulai dari TK sampe kuliahan, maka otomatis setelah lulus TK gue masuk SD Perguruan Cikini.

Dasar nggak niat sekolah, nilai gue ancur-ancuran. Gue inget, dari satu kelas dengan 32 murid, gue pernah menduduki ranking 30. Alhamdulillah, prestasi ini berhasil gue pertahankan sampe lulus SMA yaitu sama sekali nggak pernah masuk 10 besar di kelas. Seumur hidup gue baru menemukan 2 orang lain yang memiliki prestasi yang sama, salah satunya kebetulan ada di jagad MP ini.

Saking parahnya gue di sekolah, waktu kelas 3 ada pelajaran ulangan IPS dengan 100 soal di mana gue mendapat nilai 6. Artinya gue salah di 94 soal. Untungnya ada satu pelajaran di mana gue dapet nilai lumayan, yaitu… mengarang! Lumayan, daripada enggak ada sama sekali.

Lulus SD gue masih setia dengan Percik dan lanjut ke SMP Perguruan Cikini. Nilai-nilai gue masih aja parah, dan sialnya di SMP nggak ada lagi pelajaran mengarang. Berita baiknya, waktu itu ada bidang lain yang ternyata bisa gue kuasai dengan baik, yaitu mengetik. Kalo nggak salah gue dapet nilai B dengan kecepatan 40 kata per menit. Ibu gue mulai prihatin: anak SMP yang bisanya cuma mengarang dan mengetik, ntar gedenya mau jadi apa sih?

Lulus SMP gue nggak ngelanjutin ke SMA Percik karena kondisi keuangan keluarga waktu itu mulai rada ngos-ngosan sejak bapak gue meninggal. Maka gue sekolah di SMAN 4, Jl. Batu Gambir. Kurang apa, coba: uang sekolahnya cuma 1 / 5 uang sekolah di Percik, masih dapat bonus pelajaran keterampilan khusus yaitu tawuran.

Tentunya sebagai orang yang cinta damai gue nggak pernah ikutan tawuran, dan memilih untuk sibuk ngurus mainan baru yaitu majalah dinding. Gue aktif di seksi IBS (Ilmu Budaya Siswa) yang kegiatan utamanya adalah bikin majalah dinding dan buku tahunan. Sampe diangkat jadi ketua segala lho.

Gimana dengan nilai-nilai gue? Masih parah dong. Bahkan waktu mau naik ke kelas 2 gue bukan lagi dapet nilai merah di rapor, melainkan abu-abu.

“Kamu dapet nilai 4 untuk matematika, saya masih tulis pake pensil. Kalo kamu mau perbaiki nilai ini, saya kasih kesempatan ikut ujian tambahan 1 kali. Gimana, mau?” Guru matematika gue rupanya terenyuh melihat muridnya yang tanpa masa depan ini, dan mencoba memberikan kesempatan.
“Enggak pak, terima kasih. Paling kalo saya ikut ujian tambahan, nilainya 4 lagi. Jangan-jangan malah jadi 3,” jawab gue.

Prestasi lainnya yang berhasil gue raih selama SMA adalah gue berhasil mencetak rekor baru berupa nilai 2 untuk ulangan Seni Musik.

Menjelang lulus-lulusan, sekolah menggelar acara pengisian formulir UMPTN kolektif. Maksudnya biar para murid bisa mengisi formulir dengan baik dan benar, di bawah bimbingan para guru. Hari itu semua murid duduk manis di kelas, formulir dibagikan satu orang satu, dan ibu wali kelas memberikan sambutan, “Anak-anak, hari ini kita akan mengisi formulir UMPTN bersama-sama. Ibu ingatkan sekali lagi ya, kalian semua harus punya pensil 2B dan pas foto untuk ditempel di formulir…”

MATI DEH! Gue belum punya pas foto! Gue pun angkat tangan,

“BU, pas fotonya harus hari ini ya? Boleh disusulkan nggak?”
“Agung lagi, Agung lagi. Nggak boleh Agung, harus hari ini, karena formulirnya akan langsung dibawa.”
“Tapi saya nggak punya pas foto, bu…”
“Kamu mau kuliah atau enggak?”

Maka gue terbirit-birit ke Jalan Sabang untuk bikin pas foto kilat, yang waktu itu nggak kilat-kilat amat karena harus nunggu 1-2 jam baru jadi.

Setelah mengantongi pas foto, gue balik ke sekolah. Temen-temen gue udah pada ngumpulin formulir, tinggal gue doang yang belum. Maka sambil ngos-ngosan gue ngisi formulir di bawah teror ibu wali kelas, “Agung cepat sedikit, ini formulirnya udah mau dibawa!”

Sampai di bagian “Jurusan Pilihan”, gue rada bimbang. Enaknya kuliah di fakultas apa, ya? Bingung. Untung gue inget buku-buku Agatha Christie yang sering gue baca, yang tiap 2 halaman menyebut-nyebut soal ‘psikologi’. Ah, kalo gitu pilih Psikologi UI aja deh.

Setelah ujian akhir SMA, masa depan pendidikan gue masih belum jelas. Masa cuma daftar di Psikologi UI doang? Maka gue berangkat ke Bandung dalam rangka bimbingan tes masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang seleksinya pake jalur khusus, nggak lewat UMPTN. Gue ikutan paket bimbingan 3 bulan di lembaga ‘Villa Merah’, Bandung. Tapi berhubung saat itu lagi menjelang lulus-lulusan SMA, periode 3 bulan itu gue lewati dengan lebih banyak bolos mondar-mandir ke Jakarta. Yang ngambil buku tahunan lah, perpisahan lah, sampe urusan yang kurang penting seperti bawa baju kotor pulang. Hasilnya, gue pun gagal total di tes masuk FSRD ITB. Diem-diem gue bersyukur juga sih gagal masuk sana, karena setelah menjalani kursus di Villa Merah ternyata nggambar setiap hari itu pegel dan membosankan.

Tanggal 3 Agustus 1991, beredar pengumuman UMPTN di koran. Sebagai orang yang tau diri, hari itu gue
tidur-tiduran aja di rumah karena merasa nggak mungkin tembus UMPTN. Taunya salah satu temen gue nelepon ke rumah dan dengan nada setengah nggak percaya mengabarkan bahwa gue diterima di Psikologi UI!

Satu hal yang gue inget bener dari periode itu adalah komentar sinis ibu guru seni musik waktu ketemu gue di sekolah, “Saya nggak ngerti Gung. Kenapa bisa kamu yang tembus UMPTN sih? Kenapa mesti kamu?” Mungkin karena pas foto saya paling gres di antara peserta lainnya, barangkali?

Semester pertama di Psikologi UI, Depok gue lewati dengan pola belajar yang sama seperti yang gue lakukan di SD sampe SMA. Hasilnya, IP semester 1 gue 1.26, dengan nilai B hanya untuk Bahasa Inggris. Enam SKS dapet E, enam SKS D. Bahkan mata kuliah ‘Pancasila’ yang didapat dari penataran P4, yang tinggal duduk dan nganga doang rata-rata orang dapet nilai B, gue dapet C. Untung gue cepet insyaf dan berhasil dapet IP lumayan di semester 2, sehingga bisa nutup batas minimal IPK 2 supaya nggak DO.

Di kampus ini gue menghabiskan umur selama 7 tahun, 1.5 tahun lebih lama dari seharusnya. Itu pun lulusnya pake diancem-ancem sama Pak Dekan; kalo molor 1 semester lagi, DO. Skripsi pun gue kebut dalam tempo kurang dari 4 bulan. Bikinnya penuh semangat, karena topik skripsi yang gue pilih adalah, “Korelasi antara mengikuti kegiatan cheerleader dengan tingkat self esteem di kalangan pelajar sekolah menengah Jakarta.” Bener-bener empat bulan yang sangat indah, dikelilingi adik-adik cheerleader yang manis-manis dan sehat-sehat karena sering loncat-loncat. Nilainya? A dong!🙂

Nah demikianlah liku-liku hidup gue dalam rangka meraih selembar kertas nggak penting bernama ijazah. Pesan moral yang bisa disimpulkan: buat para orangtua yang saat ini lagi cemas mikirin anaknya yang nggak becus pelajaran apapun kecuali mengarang dan ngetik, nggak usah berkecil hati. Keliatannya dia berbakat jadi blogger! :-)))

———————
Nah terus, hadiahnya mana?
Berhubung ini adalah posting berantai sebagai ganjaran dari keisengan gue mampir-mampir di postingnya Alan yang ini, maka hadiahnya adalah kesempatan emas untuk meneruskannya! Sepuluh orang pertama akan mendapatkan kehormatan untuk gue timpuk… hahahaha… yak, sudah terlambat untuk kabur, nak. Daftar namanya akan gue tulis di sini setelah viewing history berhasil menangkap 10 orang.

Aturannya begini:

  • Tulisan boleh berjudul macam-macam. Kalau bisa dibuat semenarik mungkin, agar MP-ers yang lain mampir
  • Tuliskan jenjang pendidikan mulai Pre-School, TK, SD, SMP, SMA, PT dan harapan ke depannya.
  • Sertakan juga alamat singkat sekolah. Misalnya, jangan cuma ditulis SMA 4. SMA 4 kan banyak. SMA 4 mana? Jakarta? Atau di Manokwari? Jadi tolong ditulis alamat singkatnya, yaaah.
  • Tuliskan 10 MP-ers yang harus membuat postingan seperti ini. Yang beruntung mendapatkan tugas dari gue adalah :
    1. Cambai
    2. Merlitei
    3. Ti2n
    4. Mbonk
    5. Eddyjp
    6. Essymoestl
    7. Akunovi
    8. Fredys
    9. Yuridza
    10. Giok
  • Tuliskan aturan ini di posting lo. Boleh di atas atau di bawah tulisan.
  • Harus dikerjakan dalam waktu maksimal 10 hari sejak baca postingan ini!
Tinggalkan komentar

51 Komentar

  1. Wkakakgak ngira sejarah mz Agung begitu…kirain bolak-balik juara kelas, spesies yang cuma kenal area 5 besar kalo ranking2an.Baca bukunya jg amat sangat mumpuni soal psikologi, eh..dirimu lulus pake ancaman DO ternyata, hehehehe. Tapi memang cerdas ya, topik skripsinya ok banget, pas ama kebutuhan, hihihi

    Suka

    Balas
  2. wahahaha!

    Suka

    Balas
  3. Hahahahha…ay rili2 kenot bilivitt..benar2 sejarah hidup yang kelam..hahhaha..kocak banget sih mas Agung..diksi2nya benar2 menggelitik..ternyata emang dari kecil udah eksentrik..kikikikik..

    Suka

    Balas
  4. mbonk said: Gag mau aah..

    kalo udahnya dikasih es krim mau?

    Suka

    Balas
  5. untung kemaren2 sibuk di kantor jadi gak kena hahahaha

    Suka

    Balas
  6. Tnyata ada juga yg bs sebel sama sekolah ya

    Suka

    Balas
  7. aduuuuhhhhhh…mas agung bikin ketawa2 nehlagi di warnet lagii…kan maluuuu….TFS…keren banget…di SD ak juga pernah hampir ga naek kelas, tapi, masuk SPMB juga,,,hahahha! guru SD ku juga ga percaya!!

    Suka

    Balas
  8. jahat, tapi maaf untuk sekarang ga bisa (hahahahaaaa)

    Suka

    Balas
  9. Gag mau aah..

    Suka

    Balas
  10. untung gw gak kena timpuk…..mulai harus hati2 melangkah nih di jagad MP hari2 ke depan…xixixixii

    Suka

    Balas
  11. mbot said: “Korelasi antara mengikuti kegiatan cheerleader dengan tingkat self esteem di kalangan pelajar sekolah menengah Jakarta.”

    eh…topik skripsi kita sama2 tentang self esteem….kalo gw “korelasi antara body image dengan self esteem pada model pemula di kota bandung”hasilnya…gw punya daftar telepon lengkap model2 cakep di bandung yang bikin gw di kejar2 ama teman2 yang ngeces pengen kenalan….hehehhehe

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: