Susahnya Kenapa


“Setelah lulus SMA nanti, kamu mau kuliah di mana?”
“Di UGM, kak.”
“Kenapa kamu ingin kuliah di UGM?”
“Karena UGM adalah universitas terbaik di kota Jogja, kak.”
“Oh, jadi sebenarnya kamu ingin kuliah di kota Jogja?”
“Iya, kak.”
“Kenapa kamu ingin kuliah di kota Jogja?”
“Karena di sanalah letak UGM, kak…”

Dialog di atas bukan mengada-ada. Itu adalah penggalan wawancara antara gue dengan salah satu calon siswa di sebuah SMA swasta. Sekedar salah satu contoh bahwa ternyata sebuah pertanyaan sederhana yang diawali dengan kata tanya “kenapa” atau “mengapa” jawabannya bisa rumit setengah mati.

“5W + 1 H”, kata dosen gue dulu waktu ngajarin wawancara, yaitu ‘who’, ‘what’, ‘where’, ‘when’, ‘why’, dan ‘how’ – 6 pertanyaan dasar untuk mengenali sebuah permasalahan. Ternyata dari keenam pertanyaan itu, ‘why’ alias kenapa selalu jadi yang paling sulit, bahkan kadang kontroversial.

Contoh

Fakta: Tadi pagi ibu membeli timun di pasar.

Coba kalo kita terapkan 5W+1H untuk menggali fakta tersebut, maka kita bisa menanyakan:

Siapa yang pergi ke pasar?
Jawab: Ibu

Di mana ibu membeli timun?
Jawab: di pasar

Apa yang dibeli ibu di pasar?
Jawab: timun

Kapan ibu membeli timun di pasar?
Jawab: Tadi pagi

Memang mulai sedikit agak ribet waktu sampai pada pertanyaan ‘bagaimana’:

Bagaimana cara ibu membeli timun di pasar?

Jawabnya bisa bervariasi tergantung persepsi penjawab, misalnya:

Dengan tunai (maksudnya ibu nggak ngutang)
Dengan tenang (maksudnya ibu nggak pake ngotot tawar-menawar harga dengan abang penjual timun)
Dengan sigap (maksudnya ibu nggak berlama-lama di tukang timun, langsung pindah ke tukang lainnya)

Tapi bagaimanapun jawabannya, pertanyaan atas pertanyaan ‘how’ masih lebih gampang ketimbang pertanyaan ‘why’, yaitu:

Mengapa ibu beli timun?

a. Jawaban sederhana: karena ibu mau bikin acar timun
b. Jawaban kurang nyambung: karena hari ini timunnya gede-gede.
c. Jawaban yang selintas kurang nyambung tapi bila direnungkan dalam-dalam bisa aja nyambung: karena ayah sedang ada tugas di luar kota dan tukang pare lagi nggak jualan.

‘Kenapa’ jadi susah karena, berbeda dengan 5 pertanyaan lainnya, jawabannya nggak bisa dinilai dari pengamatan kasat mata. Nggak usah pake nanya, nggak usah pake ngobrol, cukup dengan ngeliat kejadiannya, kita bisa menjawab ‘siapa’, ‘kapan’, ‘di mana’, ‘apa’, dan ‘bagaimana’. Tapi untuk pertanyaan ‘kenapa’, kadang hanya Tuhan dan si pelakunya sendiri yang tau jawabannya. Repotnya, kadang si pelakunya sendiri nggak tau jawaban atas ‘kenapa’-nya. Contohnya anak yang gue wawancarai di awal tulisan ini: mungkin dia sendiri bingung kenapa ingin masuk UGM.

Berdasarkan pengamatan gue, pertanyaan ‘kenapa’ sebenernya bisa dijawab dengan gampang selama kita memperhatikan tiga rambu berikut, yaitu

1. Fokus pada subyek, bukan pada obyek

Kenapa ibu membeli timun? – Karena timunnya gede-gede.

Jawaban seperti ini kurang nyambung karena yang ditanyakan adalah motivasi subyek (ibu), tapi jawabannya fokus pada obyek (timun). Memangnya di hari lain saat timunnya sedang kecil-kecil ibu nggak beli timun? Ternyata beli juga. Maka jawaban sebenarnya adalah: Karena ibu doyan timun, apalagi timun yang gede-gede. Maka saat pagi tadi ibu melihat timun yang dijual di pasar gede-gede, ibu langsung tertarik membeli (apalagi, kebetulan ayah sedang dinas di luar kota).

2. Jelaskan faktor utama

Kenapa kamu nyolong ayam? – Karena saya lapar, pak.

Kalo kita menerima jawaban seperti ini, artinya kita maklum bahwa semua orang lapar pasti nyolong ayam. Padahal kenyataannya kan enggak. Faktor utamanya bukan di laparnya, tapi di sifat pelakunya yang nggak mau cari kerjaan halal yang nggak merugikan orang. Jawaban yang benar adalah “…karena saya males kerja tapi ingin makan enak, pak. Eh, kebetulan ada ayam tetangga nganggur…”

3. Jelaskan penyebab langsung

Kenapa kamu kemarin nggak masuk? – Karena istri saya galak, pak.

Dalam kasus ini, jawaban yang diberikan bukan penyebab langsung sehingga terkesan nggak nyambung, walaupun sebenernya masih ada keterkaitan. Kalo digali lebih lanjut, urutan sebenarnya adalah: karena kemarin dulu saya pulang kemaleman, istri saya yang galak itu ngambek sehingga mogok masak. Akibatnya saya harus beli makanan di warung, yang ternyata nggak bersih sehingga akhirnya saya murus-murus dan nggak masuk kantor. Jawaban langsungnya adalah karena murus-murus, sedangkan urusan istri galak dan pulang kemaleman itu nggak menjawab pertanyaan melainkan masuk kategori ‘curcol’ (curhat colongan).

Sebagai penutup, mari kita coba apakah kita udah mampu menjawab pertanyaan ‘kenapa’ secara baik dan benar dengan metode ‘5 whys’. Metode ini dikembangkan oleh seseorang bernama Sakichi Toyoda. Menurut dia, kita bisa menemukan akar permasalahan dengan mengajukan 5 pertanyaan ‘why’ alias ‘kenapa’.

Contoh:

Gue dimarahi boss

1. Kenapa? Karena dateng telat melulu ke kantor
2. Kenapa? Karena berangkatnya kesiangan
3. Kenapa? Karena paginya gue nongkrong kelamaan di WC
4. Kenapa? Karena ‘itu-an’ gue keras
5. Kenapa? Karena gue jarang makan sayur

Dapat disimpulkan bahwa faktor utama penyebab kemarahan boss adalah karena bawahan jarang makan sayur.

Metode yang lumayan efektif kan?

…selama nggak digunakan untuk memahami kenapa seorang anak SMA ingin masuk UGM.

gambar gue pinjem dari sini

Iklan
Tinggalkan komentar

34 Komentar

  1. bagus bahasannya om mbot, saya dari dulu belajar..bahwa jangan pernah berharap jawaban yang sesuai dengan yang kita harapkan dari kata tanya “knapa”…dan akhirnya sayah berkesimpulan, sebelum kepada kata tanya itu saya mengukur dulu 1. waktu yang saya punya (untuk akibat berantai dari pertanyaan & jawaban) 2. kesabaran, 3. niat (untuk tau jawabannya) 4. seberapa besar usaha yang mampu saya lakukan untuk mendapatkan jawabannya. dan 5. daya nalar sayah dalam membangun hubungan sebab akibat atas sebuah kejadian..dan mencari alasan logis di balik itu semuah..(deni on adesita multiply)

    Suka

    Balas
  2. kalimat psikolog

    Suka

    Balas
  3. kenapa….?KEN…na…pa…?KENAPAAAAA????!!!!*ada apa ini…ada apa..???*

    Suka

    Balas
  4. Hahaha..Keren2

    Suka

    Balas
  5. waaahhhhhhh… gitu tho….tfs…

    Suka

    Balas
  6. wakakakak!tapi, dia bener jawabnyaditanya “kenapa” jawabnya “karena” hihihihi…

    Suka

    Balas
  7. Hihihihihi

    Suka

    Balas
  8. Sebagai anak UGM. Bagi saya, pilihan masuk UGM tu jelas karena kualitas. heheLagipula, di Jogja, saya bisa tiap minggu pulang ke rumah di Magelang.

    Suka

    Balas
  9. itulah kenapa yang jadi iklan : “tanya kenapa”… kenapa ga ” tanya berapa?”hadoooh,,, mumet

    Suka

    Balas
  10. hahahaha…pengantar mandi yg menarik..klo bole numpang nanya..”kenapa bikin jurnal ini?”^^

    Suka

    Balas
  11. kwaokwaokwakowao… susahnya kenapa, dibuat oleh siapa, dimana, kapan dan kenapa bisa jadi jurnal???:-)

    Suka

    Balas
  12. Anak SMA sekarang emang banyak yg kyk gitu.tapi lebih banyak yg ga tau mau ngapain setelah lulus nanti.kyk temennya adekku tuh, ditanya mau kul apa dan di mana, jawabnya : “Gimana nanti aja” atau “Ga tau”.Lah??? emang kamu mau jadi apa?”Ga tau, gimana entar aja”.LHO???ga ada pegangan bgt ya…

    Suka

    Balas
  13. Hihihi… gw sering banget dapat jawaban seperti si anak SMA itu, Gung, di kerjaan gw 🙂 Makanya biasanya di-probe:”Kalau misalnya UGM pindah ke Jakarta, kamu mau kuliah di mana? Kenapa?”Kalau dia bilang mau kuliah di UI, berarti yang lebih menarik Yogyanya. Kalau tetap di UGM, berarti yang lebih menarik UGM-nya. Baru tanya lagi alasannya 🙂

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
    My Wonder Woman | (n… di Di rumah, ibu seperti wol…
    mbot di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.574 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: