[REC]


Berkat info link torrent dari si blogger kambuhan di review gue yang ini, akhirnya gue berhasil nonton [REC], versi asli dari film Quarantine.

Seperti yang gue bilang di review tersebut, ‘kekurangan’ film Quarantine adalah karena pemeran utamanya kurang cihuy dan kurang ada penjelasan sebenernya apa penyebab ‘wabah’ yang menyerang para penghuni apartemen. Kedua masalah ini terselesaikan dengan baik di [REC]. Tapi ternata [REC] juga punya beberapa kekurangan dibandingkan dengan Quarantine.

Berikut daftar lengkapnya, tentunya berdasarkan persepsi subyektif gue 😉

Manuela Velasco, pemeran Angela Vidal di [REC] jauh lebih cihuy dibandingkan dengan Jennifer Carpenter di Quarantine. Silakan dinilai sendiri:

Sekilas tentang Manuela Velasco: dia dinominasikan untuk 4 award lewat film [REC] dan berhasil memenangkan 2 di antaranya. Kelahiran tahun 1975 tapi tampilan layar kayak baru 25. Saat ini udah menandatangani kontrak untuk shooting film sequel, [REC] 2. Nggak jelas deh apa yang masih bisa di-sequel-in dari ending kaya gitu, tapi selama pemainnya masih neng Manuela sih oom sama sekali nggak keberatan.
mbot ketawa

arrowarrowPemenang: [REC]

Di Quarantine, Angela baru melepas kemejanya saat kecipratan darah salah satu penghuni, menjelang akhir film. Di [REC], Angela dengan penuh inisiatif dan rasa kepedulian yang tinggi melepas kemejanya untuk menolong polisi yang terluka, dan rela bertank-top ria hingga akhir film.

arrowarrowPemenang: [REC]

Secara umum film Quarantine lebih gelap, lebih menguatkan kesan horror dan misteriusnya.

arrowarrowPemenang: Quarantine

Di akhir film ada penjelasan yang lumayan lengkap tentang asal usuh wabah.

arrowarrowPemenang: [REC]

Goncangan kamera di [REC] lebih bikin pusing.

arrowarrowPemenang: Quarantine

Set-up cerita di [REC] lebih pendek dan to the point, nggak bertele-tele.

arrowarrowPemenang: [REC]

Special efek seperti adegan ngebor kepala di Quarantine nampak lebih serem dan bikin ngilu. Warna darah yang dipake di Quarantine juga keliatan lebih realistis. Entah kenapa tapi darah yang dipake di film Hollywood emang keliatan lebih mirip dengan darah asli, yang akan berubah jadi kehitam-hitaman kalo udah kena udara. Sedangkan darah yang dipake di film non- Hollyword, termasuk film Indonesia, biasanya keliatan terlalu terang mirip saos tomat.

arrowarrowPemenang: Quarantine

Dengan demikian gue nyatakan [REC] seri dengan Quarantine, dalam arti masing-masing film ada plus dan minusnya.

mari kita tunggu kayak apa jadinya [REC] 2.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. REC mantap!

    Suka

    Balas
  2. mbot said: dan rela bertank-top ria hingga akhir film.

    huh, dasar cowok

    Suka

    Balas
  3. coba nonton ahhhh

    Suka

    Balas
  4. Kayaknya lagi mabok torrent ya, Pak?Review filmnya bertubi-tubi … :DKapan-kapan mo di-donlot-in dari sini?Torrent-ku nggak pernah mati, soalnya.Cuma ya kadang2 emang enggak beruntung, kalo iseng ng-donlot film yang super duper baru. Ck, udah gratisan masih protes, pulak! 😀

    Suka

    Balas
  5. REC 2 ? Pasti ngaco lagi ni

    Suka

    Balas
  6. Angela bertanktop? wow..keknya wajib nonon nih.. hihi..

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: