Parodi Film Seru: 15 Skenario Gokil


144 halaman, Gramedia Pustaka Utama

Mungkin yang ngerasain jaman kejayaan Jean Claude Van Damme* dulu pernah melakukan hal berikut: nyewa Laser Disk film Van Damme terbaru, trus pencet tombol FF – 16x speed sampe nemu adegan nendang sambil muter pertama. Nonton adegan nendang sambil muter selama 3 menit, trus FF lagi sampe nemu adegan nendang muter berikutnya. Begitu seterusnya sampe tau-tau filmnya tamat dalam 15 menit. Dan ketika ditanya orang tentang isi ceritanya, yang bisa kita simpulkan cuma: “Tauk deh, pokoknya Van Damme-nya ngobrol bentar, berantem, ngobrol lagi, berantem, menang.” Dengan nonton film secara fast-forward, segala tatanan plot, dialog, struktur cerita, jadi nggak penting lagi. Yang didapet cuma faktor yang paling menonjol dari sebuah film; dalam konteks filmnya Van Damme: nendang sambil muter**.

Yang seru dari nonton film secara fast-forward adalah, kita bisa nemu sebuah inti cerita yang sama sekali berbeda. ‘Sensasi’ yang sama gue temukan saat baca buku barunya Isman, “Parodi Film Seru” (selanjutnya gue singkat PFS). Apalagi, buku ini bukan sekedar ‘meringkas’ film, tapi juga memelintirnya sedemikian rupa sehingga bermunculanlah lubang-lubang plot, pemaksaan-pemaksaan alur, dan usaha-usaha ‘pembodohan’ yang akhirnya bikin kita mikir, “sialan juga nih film ya… udah ngibulin gue abis-abisan…”

Salah satu favorit gue adalah dialog di film “Resident Evil”:

RATU MERAH
…riset di Sarang ini berfokus menciptakan T-virus, yang singkatnya, membangkitkan orang mati.

SPENCE
Tampaknya kalian masih kurang riset di bidang kecantikan. Kalau gue dibangkitkan kembali setelah tewas dengan wajah seperti itu, gue mending bunuh diri lagi.

Di film “Cloverfield” PFS bikin gue menyadari sebuah pertanyaan yang nggak terpikirkan waktu nonton filmnya:

BETH
Rob, tolong! Kalau elo benar-benar menyesal, cepat ke sini!

LILY
Ayo, Rob. Walaupun kekasih gue baru meninggal dan gue nggak punya alasan apa pun untuk membantu elu, gua tetap ikut sama elu.

Pertanyaan gue tadinya, kalo buku ini memplesetkan cerita film, gimana dengan film yang belum ditonton? Ternyata nggak masalah tuh. Malah dari 15 film yang ditampilkan di buku ini, gue baru nonton 4. Malah ada 1 cerita yang bikin gue penasaran ingin nonton filmnya, yaitu parodi dari film “Creepies 2: Attack on Treasure Island”.

PEMAIN UTAMA TANPA MASA DEPAN #2
Siap! (MENGENAKAN HELM SUPERLONGGAR BERTULISKAN “MECHA DESTRUCTOR”)

NARATOR #2
Padahal kostum Power Rangers Pun tidak perlu ditulisi “P-O-W-E-R R-A-N-G-E-R-S”

Dengan gaya humornya yang khas: iseng campur sinis, Isman berhasil menyajikan film-film yang tadinya diniatkan oleh pembuatnya sebagai film seru, tegang, sadis, dan keren jadi konyol, dodol, dan ancur abis-abisan.

Buat para penggemar film yang suka gemes ngeliat kedodolan-kedodolan yang dilakukan para pembuat film, buku ini bisa jadi ‘pembalasan dendam’ yang memuaskan. Wajib baca!

mbot baca parodi film seru

Tonton juga iklannya di posting gue yang ini..

*alternatifnya adalah film-filmnya Zalman King, bedanya yang dicari bukan adegan berantem.
**atau dalam konteks film Zalman King ya bukan adegan nendang sambil muter

Iklan
Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. jadi penasaran….:-?

    Suka

    Balas
  2. bow..duit dua puluh ribu di kantongnya…kembalian abis beli buku tuh. *komen nggak mutu*

    Suka

    Balas
  3. Sounds interesting…

    Suka

    Balas
  4. hihihi ….agung aja ketawanya sampe’ kek gitucatet ah, ntar kalau ada yg nraktir beli buku, aku beli buku iniselain biografinya Roger Federer 🙂

    Suka

    Balas
  5. jadi penasaran… beli ah.

    Suka

    Balas
  6. itu foto rafi dewasa ya? hihihi mirip ekspresi ktawanya 😀

    Suka

    Balas
  7. Kemaren nyari2 di gramed ( diskon 30% all item !!! ) ga nemu, udah rame kek pasar gituuuuuuu…..

    Suka

    Balas
  8. euh… ternyata van damme kalo main film rata2 nendang muter ya? *tidak memerhatikan*

    Suka

    Balas
  9. wah.. kayaknya keren nih..minta kirimin mbak ike ahh..hihihi..

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: