kalo MPer masuk acara ‘Termewek-Mewek’


termewek-mewekDalam rangka membuktikan bahwa serial “Termewek-Mewek” benar-benar reality show dan bukan rekayasa, akhirnya tim Termewek-Mewek menerima tantangan salah satu dedengkot Multiply Indonesia untuk mencarikan orang hilang. Berikut rancangan acaranya.

OPENING

[Background music: “Menutup Cerita” – theme song serial “Termewek-Mewek”]

Kedua pembawa acara muncul.

“Halo pemirsa, jumpa lagi dengan saya, Ciko alias Cici Koala…”
“…dan saya Gundala.”
“Kali ini kita akan membantu seorang cowok yang kehilangan pacarnya…”
“…namanya Epiq.”

Pindah adegan.

[Background music: “Kekasih yang Tak Dianggap” -Pinkan Mambo]

Adegan:

  • Epiq jalan di taman
  • Epiq memetik bunga
  • Epiq duduk merenung di atas batu kali

“Hai pemirsa, nama gue Epiq. Gue ingin mencari littlerenni, pacar gue yang hilang. Gue belum pernah ketemu dia karena kenal di dunia maya, dan dia tinggal di Semarang.Tapi setelah kuberikan hatiku padanya, dia menghilang begitu saja. Lengkapnya baca aja di blog gue.”

Pindah adegan, Epiq bersama Ciko dan Gundala.

“Satu pertanyaan buat Epiq, mengapa masih penasaran dengan littlerenni?” tanya Gundala.
“Soalnya ibuku sudah ingin segera menimang cucu,” jawab Epiq.

Pindah adegan, flashback keseharian Epiq dan Ibunda.

Epiq sedang bersiap berangkat ke kantor.

“Ibu, Epiq berangkat dulu ya…”
“Hati-hati ya nak, dan segeralah menikah.”

Pindah adegan, Epiq hendak beranjak tidur.

“Selamat malam ibu, Epiq mau tidur dulu…”
“Selamat tidur nak, dan segeralah menikah…”

Pindah adegan, kembali Epiq bersama Ciko dan Gundala.

“Ok Epiq, kami akan berusaha ngebantuin elo. Dan ingat acara ini adalah reality show sehingga tidak ada unsur rekayasa sama sekali di dalamnya,” kata Ciko.
“Ya. Sama sekali tidak direkayasa termasuk dialog aneh lo dengan tokoh ibunda barusan ya,” Gundala menambahkan.
“Kalau begitu mari kita segera berangkat ke Semarang.”

Hari pertama, 12.35

Setting: bandara Ahmad Yani, Semarang.

“Pemirsa, kami sudah berada di kota Semarang. Epiq, petunjuk apa yang elo miliki tentang littlereni?” tanya Ciko
“Yang gue tau sih dia kuliah di Universitas X”
“Kalo begitu kita mengarah ke sana sekarang,” kata Gundala.

[Background music: “Maju tak Gentar”]

“Background music-nya rada nggak seperti biasanya ya?” komentar Epiq.
“Kalo mau dibantuin, jangan banyak cingcong.”

Setting: Pelataran parkir universitas X.

“Nah sekarang kami sudah sampai di universitas X, dan akan mulai mencari keterangan pada mahasiswa yang kebetulan lewat di pelataran parkir ini. Ingat, ini adalah reality show sehingga seluruh mahasiswa yang akan kami temui nanti adalah mahasiswa asli, bebas rekayasa. Permisi mas, numpang tanya sebentar,” Gundala menegur seorang mahasiswa yang lewat dengan muka tegang.
“…” mahasiswa yang ditegur diam saja.
“Mas, permisi mas, numpang tanya… kok diem aja sih?”
“Mbok ya sabar tho, ini aku lagi ngapalin naskahnya, takut salah jawab…”
“Cut!” teriak sutradara.

Beberapa saat kemudian…

“Ulangi ya! Awas kalo salah lagi potong honor!” terdengar suara sutradara. “Action!”

“Permisi mas, numpang tanya sebentar…” kata Gundala
“Oh iya mas, ada apa? Eh sebentar… ini Mas Gundala dan Mbak Ciko dari acara Termewek-Mewek, ya?”

Pindah adegan, close up Gundala.

“Wah kami senang sekali karena ternyata ada yang kenal dengan kami. Kami menjelaskan tujuan kedatangan kami kepada mahasiswa yang kebetulan lewat tanpa rekayasa tersebut.”

Pindah adegan, Gundala berdialog dengan narasumber.

“..jadi kami mohon bantuan mas, kira-kira kenal nggak dengan mahasiswi sini yang namanya littlereni? Ini dia fotonya…”

Mahasiswa-yang-kebetulan-lewat-tanpa-rekayasa melihat foto yang ditunjukkan oleh Gundala, lalu berbisik kepada Ciko.

“Mbak Ciko, adegan marahnya sekarang atau nanti aja nih?”
“Sekarang, kampret.”
“Oh ya ya… mas, maaf kalau berkaitan dengan orang ini saya tidak bisa berkomentar…”
“…marahnya kurang pol, mas…”
“MAAF KALAU BERKAITAN DENGAN ORANG INI SAYA TIDAK BISA BERKOMENTAR!”
“…nah gitu dong.”

Pindah adegan, close up Ciko.

“Sebagaimana umumnya para tokoh di serial Termewek-Mewek lainnya, narasumber pertama kami tidak kooperatif dan terkesan menyembunyikan sesuatu…”

Pindah adegan, close up Gundala.

“…oleh karena itu kami memutuskan untuk membuntutinya.”

Hari pertama, 16.10

Tim Termewek-Mewek membuntuti narasumber keluar dari kampus, naik motor berboncengan selama 1 jam, lantas berhenti di sebuah tukang jahit. Abis itu dia berboncengan dengan orang lain lagi, pergi ke pasar. Dari sana dia berboncengan dengan orang lain lagi, pergi ke sebuah warnet.

“Kita boleh ikutan turun ke warnet?” tanya Epiq.
“Hus, nggak usah. Mau ngapain?” hardik Ciko.
“Mau numpang ngeMPi…”
“Ck!”

Dari warnet, narasumber pergi sendirian ke sebuah bangunan besar dengan pagar tinggi trus nggak keluar-keluar lagi.

Pindah adegan, close up Gundala.

“Perilaku narasumber nampak mencurigakan, akhirnya dengan membawa kamera tersembunyi gue memutuskan untuk masuk ke bangunan misterius tersebut.”

Gundala menyelinap masuk ke balik pagar. Nampak banyak motor diparkir. Gundala berjalan mengendap-endap, trus mengintip dari jendela. Narasumber sedang berbicara dengan seseorang, lantas menyerahkan sejumlah uang.

Saat narasumber keluar dari pintu, langsung disergap oleh Gundala.

“APA-APAAN INI, LEPASKAN, LEPASKAN!”
“NGAKU AJA MAS! TEMPAT APA INI, DAN APA HUBUNGAN ELU DENGAN LITTLERENNI, HAH?”
“PAKE MATA LU! PAKE!”
“APA, APA, HEH?”
“NGGAK LIAT TUH BANYAK MOTOR PARKIR?”
“LIAT! TRUS KENAPA?”
“INI MARKAS JURAGAN OJEK, MASSS… GUE ABIS NYETOR KE JURAGAN!”
“Hah, jadi… elu bukan mahasiswa?”
“Gue tukang ojek! Yang bilang gue mahasiswa siapa?”
“Jadi… kenal sama littlerenni?”
“Ya enggak, lah!”

Hari ke dua, 09.15

Close-up Ciko dan Gundala

“Hari ini sudah menginjak hari ke dua, dan belum ada titik terang mengenai keberadaan littlerenni…” kata Gundala.
“…sementara acara ini sudah berjalan 25 menit termasuk iklan, oleh karena itu dalam 5 menit harus sudah ada keputusan.” sahut Ciko.
“Kebetulan, salah satu sumber misterius kami memberikan informasi bahwa littlerenni sudah meninggal dunia.”
“APA?!” Epiq menjerit.
“Benar sekali Epiq, ternyata littlerenni sudah meninggal dunia. Untuk membuktikannya, kita akan mengunjungi makamnya.”

Setting: pemakaman umum.

“Pemirsa, di pemakaman umum ini littlerenni dikuburkan. Epiq, inilah makam littlerenni…” kata Ciko
“Ini apa-apaan sih, kok ujug-ujug main meninggal aja…” Epiq nampak bingung.
“Terimalah kenyataan, Epiq. Lihat sendiri, ini makamnya…” Gundala mendukung Ciko.
“Tapi… kok di nisannya tertulis ‘YANTO‘?” Epiq masih ngeyel.
“Memang begitulah nama asli littlerenni, berdasarkan sumber misterius kami… littlerenni hanya sekedar nama samaran saja…” Ciko menjawab kalem.
“…kok tertulis ‘WAFAT
TAHUN 1987
‘?”
“Ah sudahlah. OK sekarang waktunya memberikan pesan moral. Maka pesan moral kita pada episode ini adalah…”
“…apa ya…?”
“…mmm… tertiblah membayar pajak dan jangan suka membuang sampah sembarangan?”
“Sip. Sampai jumpa di episode Termewek-Mewek berikutnya!”

“Tapi…”

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

92 Komentar

  1. Hahaha…Lucu-lucu…

    Suka

    Balas
  2. hehe.. yang ini lucu mas..

    Suka

    Balas
  3. wakakakak..kasihan donk Epiq..ngga ketemu pujaan hatinya..sediiih..

    Suka

    Balas
  4. hahahaha…gokil… jadi ini betulan ato gak c? *buru buru bacanya krn penasaran*

    Suka

    Balas
  5. monyonkkkkkkkkkkkkkkkkkkk……………kirain beneran……huehuehueheueheueheueheue……………………luccccccccuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    Suka

    Balas
  6. kayaknya gw telat guling2an ketawa yaa….???iyalah… tanggal segitu kan gw lagi bertapa di balik timbunan tepuuuuuuuuuunggg

    Suka

    Balas
  7. Hahahaa…. pembawa acaranya gundala putra petir?

    Suka

    Balas
  8. wah.. nangis 7 hari 7 malem tu epiqq.. tapi sayang heheheh.. belom ditayangkan

    Suka

    Balas
  9. :))…tragis

    Suka

    Balas
  10. hahahaha,, lucu,,

    Suka

    Balas
  11. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwwkwkwkwkk…

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: