Serial Termehek-mehek: asli atau fiksi?


Awalnya Ida yang tergila-gila sama acara hari Minggu sorenya TransTV yang satu ini, sehingga akhirnya gue ketularan. Tadinya gue kira dia sejenis “Katakan Cinta” tapi ternyata temanya berbeda. Termehek-mehek (selanjutnya gue singkat TM) menawarkan jasa ‘nyari orang hilang’ bagi para pemirsanya. Jadi buat pemirsa yang kehilangan kontak dengan seseorang, tim TM akan membantu mencarikan dan mempertemukan.

Yang bikin gue ikutan tertarik nonton acara ini adalah karena temanya dari minggu ke minggu selalu beda. Kalo tentang seseorang nyari pacarnya yang hilang mungkin nggak terlalu unik, ya. Tapi terkadang dia bantu juga seorang anak yang nyari ayahnya, atau seorang guru playgroup yang mencoba bantu cariin ibu dari salah seorang muridnya. Yang jelas, setiap episode dari serial TM selalu ditutup dengan adegan mengharukan saat sang klien berhasil dipertemukan dengan orang yang dicarinya – bagaimanapun keadaannya. Ada yang udah meninggal, ada yang udah jadi buta, ada yang udah nggak mau lagi ditemui, dsb dsb. Yang jelas, acara TM selalu mengantarkan sebuah pesan moral yang sangat positif tentang hubungan antar manusia.

Saking terkesannya gue dengan acara ini, maka gue mulai berburu informasi lebih lanjut di jagad internet dan akhirnya terdampar di sebuah blog yang juga lagi mengulas acara TM. Yang menarik adalah sebuah komentar di posting blog tersebut, dari seorang user ber-ID ‘Andriza’ yang mengklaim SELURUH CERITA YANG DITAMPILKAN DALAM SERIAL TM HANYALAH FIKSI! Bahkan bukan fiksi baru, melainkan sekedar ngejiplak dari cerpen-cerpen majalah remaja. Berikut komentar dari ‘Andriza’ di blog tersebut:

Hampir semua (bahkan semua) cerita dari termehek-mehek merupakan cerpen top kasmaran saat dulu.
Saya 100% yakin kalau acara ini bukan 100% pure rality show…
Kalau ada kemiripan cerita memang wajar..
Tetapi bagaimana bila kemiripan itu terletak dari awal hingga akhir DAN di setiap episode…
Bahkan sering kali bila saya melihat sekilas tayangan tersebut, saya bisa menebak awal cerita bahkan akhir cerita..
Saya dahulu bagian dari penulis cerpen di majalah2 remaja Jakarta…

Saya ingin sekali ada yang merespon ttg pendapat saya..
Bisa di kirimkan ke email : andriza@gmail.com

Tujuan saya tidak lain untuk mempertegas tayangan2 yang membohongi publik.

Hal yang sama pernah terbukti ketika saya melihat sering kali adegan “berantem” dalam acara SCTV yang pilih2 jodoh (saya tidak tau pasti judul acara itu)…

Terima kasih.

‘Andriza’ juga meninggalkan komentar yang sama di situs ‘wikimu’ dan di sana dia dapet tanggapan dari user lain bernama ‘Anwariansyah’. Begini tanggapannya:

Anda bisa bikin artikel di Wikimu dengan menyebutkan nama program reality show, stasiun yang menayangkannya, episode dan tanggal tayangnya dan mirip dengan cerpen dgn judul apa, tampil di majalah apa dan tanggal berapa, serta pengarangnya siapa.

Bila Anda bisa mengungkapkan dengan akurat data tersebut berarti Anda sudah menunjukkan kebenaran.

Wah, kalo ternyata TM hanya fiksi, emang image-nya jadi nge-drop banget. Yang bikin acara ini mengesankan untuk ditonton adalah karena ada mindset bahwa ternyata di luar sana ada orang-orang yang kisah hidupnya sedramatis itu. Tapi kalo cuma fiksi, yah… namanya juga fiksi, emang udah ‘kodrat’nya untuk tampil dramatis, kan? Fiksi yang dramatis, itu sih gak aneh sama sekali.

‘Gugatan’ yang paling serius atas keaslian cerita TM gue denger pagi ini, dari salah seorang temen. Pas lagi ngomongin acara TM, dia dengan santainya nyeletuk, “Itu kan cuma rekayasa Mas…”
“Yah, memang banyak yang bilang gitu, makanya aku juga lagi bertanya-tanya nih apa bener acara itu rekayasa atau kejadian nyata.”
“Enggak, serius. Itu cuma rekayasa. Episode yang terakhir kemarin itu, yang tentang anak muda yang kawin lari trus rela hidup susah berdua sama istrinya di rumah petak? Aku kenal sama orangnya. Itu tetanggaku di Jalan Siaga, namanya Nanda. Perasaan belakangan ini dia nggak pernah kabur kemana-mana tuh, orang sering ketemu di deket rumah. Memang dulu banget dia pernah kabur, tapi bukan karena kawin lari – emang dianya aja suka nggak betah di rumah. Sekarang sih udah balik lagi ke rumahnya di Jalan Siaga, dan sejak itu anteng-anteng aja nggak pernah ngabur lagi.”

Buat para pembaca buku “Ocehan si Mbot” ditunggu masukannya di kuesioner ini ya. Terima kasih sebelumnya! 🙂

Setelah denger berbagai informasi yang meragukan keaslian TM, gue jadi makin penasaran. Untung ada seorang user di Youtube yang lumayan telaten mengupload episode-episode TM, namanya ‘donafiola’. Ada 5 episode TM yang dia upload ke Youtube, dan kemarin gue tonton lima-limanya. Berikut adalah ‘kejanggalan-kejanggalan’ logis yang menurut gue sih cukup mencurigakan:

  • Hampir di setiap episode TM wajah-wajah orang yang terlibat dalam kasus ditampilkan jelas. Padahal seringkali kemunculan mereka dalam keadaan yang cukup pribadi (lagi marah-marah, atau jelas-jelas minta identitasnya dirahasiakan). Kok setelah acara itu tayang beberapa episode nggak pernah kedengeran adanya tuntutan ‘pencemaran nama baik’ ke pihak TransTV? Atau kalaupun kebetulan mereka semua belum melek hukum, sebegitu beranikah TransTV mengambil resiko kena tuntut dengan membiarkan kamera menyorot para tokoh di luar ijin mereka? Belum lagi ada 2 episode yang gue tonton di mana pembawa acaranya nyelonong masuk ke wilayah rumah orang tanpa ijin. Ini bisa jadi kasus perdata, lho.
  • Di episode tanggal 31 Agustus, ada seorang anak umur 16 tahun yang nyari bapaknya. Tim TM bersama klien dateng ke kantor target dan ngobrol dengan boss-nya target tanpa mendapatkan informasi. Padahal, si boss ini juga gemes dengan raibnya si target, karena dia terlibat utang yang cukup besar ke perusahaan. Pas mereka udah putus asa dan mau pulang, di parkiran mereka dicegat oleh seorang tokoh bernama Hendrik, teman kerjanya target. Trus dengan santainya ‘Oom’ Hendrik ini cerita bahwa dia dan target sering ‘hang out’ bareng di panti pijit dan karaoke remang-remang di bilangan kota.

    Ok, sekarang coba kita menempatkan diri di posisi tokoh Hendrik ini. Dengan ngasih informasi kebiasaan target, boleh dibilang si Hendrik tau di mana harus nyari si target. Kenapa dia nggak lapor aja sama si boss yang udah jelas-jelas lagi kelabakan nyariin si target yang bawa kabur duit? Mungkin Hendrik nggak lapor boss karena ingin melindungi temannya. Tapi kenapa dia malah dengan entengnya cerita ke crew stasiun TV nasional?

  • Masih dari episode yang sama, tim TM mendatangi panti pijit langganan korban. Mandala, salah satu crew TM belaga ikutan dipijit sambil nanya-nanya sama tukang pijitnya, yang ternyata kenal dengan target. “Tapi dia sekarang udah jarang ke sini pak, denger-denger lebih sering main ke karaoke,” kata si mbak tukang pijit.
    “Ke karaoke mana?” tanya Mandala
    “Karaoke deket sini pak, itu lho di belakang tempat pijit ini, tapi namanya saya lupa…”
    Lokasinya di belakang tempat kerjanya, tapi si mbak lupa namanya? Aneh.
  • Yang lebih ajaib lagi, masih dari episode yang sama, Mandala men
    datangi tempat karaoke yang dimaksud, dan setelah tanya sana-sini berhasil dapet alamat rumah si target, lengkap! Emang ada ya, tempat karaoke mesum yang bagian administrasinya kerajinan sampe nyatetin alamat tamu satu per satu? Udah gitu alamatnya ternyata asli, lagi!

Sederetan gugatan dan kejanggalan yang gue temukan sendiri bikin image acara TM jadi lumayan nge-drop buat gue. Gimana menurut kalian, apakah acara TM itu asli atau sekedar fiksi?

Iklan
Tinggalkan komentar

217 Komentar

  1. salam kenal dari sayabambang siswoyo penulis skenario amatir yg dianggap sebelah matasaya menyarankan agar tag ada lg program yg bersifat menipu…./ membohongi penonton seluruh indonesiasaya harap setiap program harus sportif dan fakta dengan kennyataan… jagan memuat program yg membohongin sifatnya,,, seperti termehek2.religi.dan aku ingin menjadi,,,ayo dong lebih berkretif lagi,,, jgan sperti itu transtv….. skarg jamannya banyak berbakat anank2 bangsa anak tanah air kita sendiri,,, indonesiakenapa tidak dimanfaatkan,,,, knapa kita masih terus dibohongin oleh program2 transtv… media layar televisi yg dri tanah air sendiri,,, ayo dong kita buat program terbaru yg realita dngan kita,,,

    Suka

    Balas
  2. mbot said: Awalnya Ida yang tergila-gila sama acara hari Minggu sorenya TransTV yang satu ini, sehingga akhirnya gue ketularan. Tadinya gue kira dia sejenis “Katakan Cinta” tapi ternyata temanya berbeda. Termehek-mehek (selanjutnya gue singkat TM) menawarkan jasa ‘nyari orang hilang’ bagi para pemirsanya. Jadi buat pemirsa yang kehilangan kontak dengan seseorang, tim TM akan membantu mencarikan dan mempertemukan.Yang bikin gue ikutan tertarik nonton acara ini adalah karena temanya dari minggu ke minggu selalu beda. Kalo tentang seseorang nyari pacarnya yang hilang mungkin nggak terlalu unik, ya. Tapi terkadang dia bantu juga seorang anak yang nyari ayahnya, atau seorang guru playgroup yang mencoba bantu cariin ibu dari salah seorang muridnya. Yang jelas, setiap episode dari serial TM selalu ditutup dengan adegan mengharukan saat sang klien berhasil dipertemukan dengan orang yang dicarinya – bagaimanapun keadaannya. Ada yang udah meninggal, ada yang udah jadi buta, ada yang udah nggak mau lagi ditemui, dsb dsb. Yang jelas, acara TM selalu mengantarkan sebuah pesan moral yang sangat positif tentang hubungan antar manusia. Saking terkesannya gue dengan acara ini, maka gue mulai berburu informasi lebih lanjut di jagad internet dan akhirnya terdampar di sebuah blog yang juga lagi mengulas acara TM. Yang menarik adalah sebuah komentar di posting blog tersebut, dari seorang user ber-ID ‘Andriza’ yang mengklaim SELURUH CERITA YANG DITAMPILKAN DALAM SERIAL TM HANYALAH FIKSI! Bahkan bukan fiksi baru, melainkan sekedar ngejiplak dari cerpen-cerpen majalah remaja. Berikut komentar dari ‘Andriza’ di blog tersebut:

    Hampir semua (bahkan semua) cerita dari termehek-mehek merupakan cerpen top kasmaran saat dulu.Saya 100% yakin kalau acara ini bukan 100% pure rality show…Kalau ada kemiripan cerita memang wajar..Tetapi bagaimana bila kemiripan itu terletak dari awal hingga akhir DAN di setiap episode…Bahkan sering kali bila saya melihat sekilas tayangan tersebut, saya bisa menebak awal cerita bahkan akhir cerita..Saya dahulu bagian dari penulis cerpen di majalah2 remaja Jakarta…Saya ingin sekali ada yang merespon ttg pendapat saya..Bisa di kirimkan ke email : andriza@gmail.comTujuan saya tidak lain untuk mempertegas tayangan2 yang membohongi publik.Hal yang sama pernah terbukti ketika saya melihat sering kali adegan “berantem” dalam acara SCTV yang pilih2 jodoh (saya tidak tau pasti judul acara itu)…Terima kasih.

    ‘Andriza’ juga meninggalkan komentar yang sama di situs ‘wikimu’ dan di sana dia dapet tanggapan dari user lain bernama ‘Anwariansyah’. Begini tanggapannya:

    Anda bisa bikin artikel di Wikimu dengan menyebutkan nama program reality show, stasiun yang menayangkannya, episode dan tanggal tayangnya dan mirip dengan cerpen dgn judul apa, tampil di majalah apa dan tanggal berapa, serta pengarangnya siapa. Bila Anda bisa mengungkapkan dengan akurat data tersebut berarti Anda sudah menunjukkan kebenaran.

    Wah, kalo ternyata TM hanya fiksi, emang image-nya jadi nge-drop banget. Yang bikin acara ini mengesankan untuk ditonton adalah karena ada mindset bahwa ternyata di luar sana ada orang-orang yang kisah hidupnya sedramatis itu. Tapi kalo cuma fiksi, yah… namanya juga fiksi, emang udah ‘kodrat’nya untuk tampil dramatis, kan? Fiksi yang dramatis, itu sih gak aneh sama sekali.’Gugatan’ yang paling serius atas keaslian cerita TM gue denger pagi ini, dari salah seorang temen. Pas lagi ngomongin acara TM, dia dengan santainya nyeletuk, “Itu kan cuma rekayasa Mas…””Yah, memang banyak yang bilang gitu, makanya aku juga lagi bertanya-tanya nih apa bener acara itu rekayasa atau kejadian nyata.””Enggak, serius. Itu cuma rekayasa. Episode yang terakhir kemarin itu, yang tentang anak muda yang kawin lari trus rela hidup susah berdua sama istrinya di rumah petak? Aku kenal sama orangnya. Itu tetanggaku di Jalan Siaga, namanya Nanda. Perasaan belakangan ini dia nggak pernah kabur kemana-mana tuh, orang sering ketemu di deket rumah. Memang dulu banget dia pernah kabur, tapi bukan karena kawin lari – emang dianya aja suka nggak betah di rumah. Sekarang sih udah balik lagi ke rumahnya di Jalan Siaga, dan sejak itu anteng-anteng aja nggak pernah ngabur lagi.”Buat para pembaca buku “Ocehan si Mbot” ditunggu masukannya di kuesioner ini ya. Terima kasih sebelumnya! 🙂 Setelah denger berbagai informasi yang meragukan keaslian TM, gue jadi makin penasaran. Untung ada seorang user di Youtube yang lumayan telaten mengupload episode-episode TM, namanya ‘donafiola’. Ada 5 episode TM yang dia upload ke Youtube, dan kemarin gue tonton lima-limanya. Berikut adalah ‘kejanggalan-kejanggalan’ logis yang menurut gue sih cukup mencurigakan:Hampir di setiap episode TM wajah-wajah orang yang terlibat dalam kasus ditampilkan jelas. Padahal seringkali kemunculan mereka dalam keadaan yang cukup pribadi (lagi marah-marah, atau jelas-jelas minta identitasnya dirahasiakan). Kok setelah acara itu tayang beberapa episode nggak pernah kedengeran adanya tuntutan ‘pencemaran nama baik’ ke pihak TransTV? Atau kalaupun kebetulan mereka semua belum melek hukum, sebegitu beranikah TransTV mengambil resiko kena tuntut dengan membiarkan kamera menyorot para tokoh di luar ijin mereka? Belum lagi ada 2 episode yang gue tonton di mana pembawa acaranya nyelonong masuk ke wilayah rumah orang tanpa ijin. Ini bisa jadi kasus perdata, lho. Di episode tanggal 31 Agustus, ada seorang anak umur 16 tahun yang nyari bapaknya. Tim TM bersama klien dateng ke kantor target dan ngobrol dengan boss-nya target tanpa mendapatkan informasi. Padahal, si boss ini juga gemes dengan raibnya si target, karena dia terlibat utang yang cukup besar ke perusahaan. Pas mereka udah putus asa dan mau pulang, di parkiran mereka dicegat oleh seorang tokoh bernama Hendrik, teman kerjanya target. Trus dengan santainya ‘Oom’ Hendrik ini cerita bahwa dia dan target sering ‘hang out’ bareng di panti pijit dan karaoke remang-remang di bilangan kota.Ok, sekarang coba kita menempatkan diri di posisi tokoh Hendrik ini. Dengan ngasih informasi kebiasaan target, boleh dibilang si Hendrik tau di mana harus nyari si target. Kenapa dia nggak lapor aja sama si boss yang udah jelas-jelas lagi kelabakan nyariin si target yang bawa kabur duit? Mungkin Hendrik nggak lapor boss karena ingin melindungi temannya. Tapi kenapa dia malah dengan entengnya cerita ke crew stasiun TV nasional? Masih dari episode yang sama, tim TM mendatangi panti pijit langganan korban. Mandala, salah satu crew TM belaga ikutan dipijit sambil nanya-nanya sama tukang pijitnya, yang ternyata kenal dengan target. “Tapi dia sekarang udah jarang ke sini pak, denger-den
    ger lebih sering main ke karaoke,” kata si mbak tukang pijit.”Ke karaoke mana?” tanya Mandala”Karaoke deket sini pak, itu lho di belakang tempat pijit ini, tapi namanya saya lupa…” Lokasinya di belakang tempat kerjanya, tapi si mbak lupa namanya? Aneh. Yang lebih ajaib lagi, masih dari episode yang sama, Mandala mendatangi tempat karaoke yang dimaksud, dan setelah tanya sana-sini berhasil dapet alamat rumah si target, lengkap! Emang ada ya, tempat karaoke mesum yang bagian administrasinya kerajinan sampe nyatetin alamat tamu satu per satu? Udah gitu alamatnya ternyata asli, lagi!Sederetan gugatan dan kejanggalan yang gue temukan sendiri bikin image acara TM jadi lumayan nge-drop buat gue. Gimana menurut kalian, apakah acara TM itu asli atau sekedar fiksi?

    salam kenal dari sayabambang siswoyo penulis skenario amatir yg dianggap sebelah matasaya menyarankan agar tag ada lg program yg bersifat menipu…./ membohongi penonton seluruh indonesiasaya harap setiap program harus sportif dan fakta dengan kennyataan… jagan memuat program yg membohongin sifatnya,,, seperti termehek2.religi.dan aku ingin menjadi,,,ayo dong lebih berkretif lagi,,, jgan sperti itu transtv….. skarg jamannya banyak berbakat anank2 bangsa anak tanah air kita sendiri,,, indonesiakenapa tidak dimanfaatkan,,,, knapa kita masih terus dibohongin oleh program2 transtv… media layar televisi yg dri tanah air sendiri,,, ayo dong kita buat program terbaru yg realita dngan kita,,,

    Suka

    Balas
  3. fashol said: Mbot, aq mnta E-Mail nya TM. bsa gak???

    nggak punya. kalo nggak salah di akhir acaranya kan ditulis.

    Suka

    Balas
  4. Mbot, aq mnta E-Mail nya TM. bsa gak???

    Suka

    Balas
  5. “sTHop teRmeHek-MeHeK”karena mereka tLah nipu ibu2 n` berbagai kaLangan Lain nYa……kwkwwkwkwk….

    Suka

    Balas
  6. Jangan pada begitu donk,, “LEBAI” bgd sich..! Itu kan acara favorit gue!Maju terus Termehek-mehek .. !

    Suka

    Balas
  7. jadi puyeng nih…

    Suka

    Balas
  8. Hai, kebetulan nemu sitenya nih, boleh dong bagi-bagi cerita juga. Menurut saya, acara-acara tsb rekayasa aja. Beberapa bulan belakangan ini, saya memang SENGAJA banget nonton acara2 sejenis di RCTI, SCTV, TransTV. Yang saya dapatkan, terdapat beberapa orang yang sama, main di beberapa stasiun yang berbeda, dengan memerankan tokoh yang berbeda. Misalnya, waktu itu saya nonton Masih Adakah Cinta-nya RCTI, disitu ada seorang suami yang bekerja di pertambangan minyak, sebulan ngasih duit 25jt ke istrinya, tapi katanya selalu kurang, karena ternyata sama istrinya, uangnya dikasihin ke ibunya. Eh, trus nonton acara RCTI atau SCTV (lupa deh), ini orang muncul lagi dengan peran berbeda. Dan satu lagi, ini cowoq ternyata main sinetron Tarzan Cilik. Loh?Trus ada juga acara di SCTV yang seorang anak mencari ayahnya (waktu kecil diadopsi), ternyata ayahnya pemulung. Nah, lucunya, di acara Mata-Mata RCTI, ayahnya jadi dukun. Nah loh!Satu lagi nih (lupa acaranya apaan), si cowoq A udah ngehamilin ceweqnya, tapi ternyata dia dijodohin sama ceweq lain. Trus di acara lainnya (lain stasiun TV), si cowoq ini punya anak dari perempuan yang dulunya bekas perempuan malam, trus istrinya (beda orang, bukan yang dijodohin sama ortunya) dateng nyariin suaminya. Nama laki-laki ini pun berbeda Huhuhuuuu…So, itulah hasil hunting saya selama beberapa bulan belakangan ini. Rasanya nggak fair aja pemirsa di rumah dibohongin seperti ini.

    Suka

    Balas
  9. aq kcwa lowh…..tnyta tmehek2 palsuuu…

    Suka

    Balas
  10. shit termehek……mewek…

    Suka

    Balas
  11. yach setan budek dech kalo begini urusannya ama TM….xialan

    Suka

    Balas
  12. tahu siy kalo ini rekayasa..suka ntn juga…selalu kasih pengertian ke keluarga/org2 tercinta kalo ini rekayasa, biar mrk paham, tdk terjadi pembodohan di org2 sktr ku…pastinya suka banget nyela2 adegannya…

    Suka

    Balas
  13. kebetulan kemarin minggu tgl 31 mei liat acara termehek mehek ini…si co udah puyeng.. undangan nikah udah disebar, tp calon bini nya ilang ntah kemana.. dicari/telp sana sini gak dapat jawaban.. akhirnya sampe dicari ke menado.. ketemu sama ibu si ce yang lagi sakit berat.. eh ujung ujung nya calon istrinya jadi stripper dan maybe more di bilangan jakarta kota…. ancurrr..

    Suka

    Balas
  14. ngeri deh kalo ada tempat mesum yang hapal alamat rumah, no hape, dlsb pelanggan hahahahahaha…. tempat itu akan menjadi #1 larisnya.. soalnya Customer Relationship Management nya berjalan baik…

    Suka

    Balas
  15. Kalo aq ???, Suka koq acaranya. Walaupun mungkin itu bukan Reality Show.

    Suka

    Balas
  16. beberapa minggu yang lalu aku nonton acara di channel lain,ada satu orang namanya iwan,dia jadi target di acara itu,,dia tuh tukang bengkel,tapi di termehek-mehek,dia namanya anton,dan rumahnya gede lagi,,aneh juga tuh!!

    Suka

    Balas
  1. kalo MPer masuk acara ‘Termewek-Mewek’ | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: