Traffic Light minder di Menteng


Apa jadinya kalo sebuah traffic light mengidap inferiority complex alias minder? Mungkin seperti ini:

traffic light tertutup daun di menteng
…dan ngomong-ngomong, rumah pojokan di seberang jalan, sekitar 10 meter di belakang traffic light minder itu, adalah rumah salah satu pejabat tinggi kepolisian.

traffic light ketutup pohon di  menteng
Memang sih, yang berwenang ngurusin traffic light maupun dedaunan di jalan bukannya polisi, tapi minimal kan si bapak pejabat polisi itu bisa iseng2 nyeletuk, “Eh traffic light ini kok ketutupan daun sih? Coba kamu, wahai kroco, segera hubungi pihak berwenang deh, jangan sampai ada pelanggaran lalu lintas gara2 orang nggak liat traffic lightnya..” Atau minimal nyuruh salah satu kroco penjaga yang hari itu apes telat dateng, “Sebagai hukuman, kamu saya perintahkan potong daun di deket traffic light situ! Laksanakan!”

FYI, menurut artikel di Gatra, listrik untuk menyalakan sebuah traffic light itu senilai Rp. 500 ribu per bulan. Asalnya dari duit pajak elu-elu semua, dan tujuannya untuk mengatur lalu lintas – bukan untuk ditutupin daun.

Lokasi: perempatan jalan Sutan Syahrir dan Teuku Umar, Menteng.

Iklan
Tinggalkan komentar

33 Komentar

  1. revinaoctavianitadr said: negara kita sudah merdeka?

    haah? kapan? koq ga bilang-bilang ke akyu seh..?

    Suka

    Balas
  2. dan katanya negara kita sudah merdeka? …ck!ck!ck!

    Suka

    Balas
  3. iya, mahal amat sampe 500rb. satu lampu? apa satu kecamatan?hhihihihiihhi fotonya bikin geli, yang ngereply bikin sakit perut. salam kenal mbotx n thefool!

    Suka

    Balas
  4. persis seperti rambu dilarang stop yang kehalangan di jalan ciwastra sini. gue berenti disitu kena tilang deh 35rebu huuuuuu…..

    Suka

    Balas
  5. mbot said: FYI, menurut artikel di Gatra, listrik untuk menyalakan sebuah traffic light itu senilai Rp. 500 ribu per bulan. Asalnya dari duit pajak elu-elu semua, dan tujuannya untuk mengatur lalu lintas – bukan untuk ditutupin daun.

    Listrikku dirumah nggak sampe segitu…kok bisa ya…?

    Suka

    Balas
  6. deket rumah saya ada traffic light yang tertutup umbul2 salah satu cagub DKI. mengapa bisa tertutup? karena bambu tempat mengikatkan umbul2 itu diikat dan dijadikan satu dengan tiang traffic light ;D*untung cuma jadi cagub 😛

    Suka

    Balas
  7. hihi…aku ga pernah merhatiin niy yang beginian… baru tau ada yang minder…

    Suka

    Balas
  8. Justru lampu itu yang paling beradab. Yang lain bugil, dia nutupin diri pake daun. Merah itu artinya malu. Soalnya pas merah, orang-orang pada berhenti, ngeliatin.

    Suka

    Balas
  9. hahaha…. ikutan nunjuk-nunjuk aah…. secara kita kan warga negara yang maw ndak mau tiap transaksi musti kepotong pajak… *grrrr….giliran motong taneman aja pada kagak tanggap, giliran nilang aja cepeet *grrr….hehehehehe* ngekek ngekek mode ON

    Suka

    Balas
  10. yg merah tipe dominan kali, jd yg kuning sama ijo gak boleh ikutan mejeng :))))

    Suka

    Balas
  11. ato bukan pemalu…dia lg bertugas jd mata-mata yang kudu ngumpet di balik pohon hehehe

    Suka

    Balas
  12. waks…itu mah namanya lampu merahnya lagi main petak umpett…………. ;p*hayyo…kita liat…brp lama setelah jurnal ini, pohonnya d pangkas…. ;>

    Suka

    Balas
  1. Penemuan hari ini… APILL | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: