[titan blog contest] mengantar istri ke toko titan


Senangnya punya istri yang hobi masak adalah bisa makan yang enak-enak. Susahnya adalah… mau nggak mau harus terlibat dalam aneka aktivitas terkait masak-memasak yang umumnya relatif kurang menarik bagi para suami.

Yang terbaru adalah…

“Suamiii.. kita ke toko Titan yuk!”
“Apaan lagi tuh?”
“Toko bahan dan peralatan masak-memasak, di Fatmawati.”
“Hmm… jauh ya. Emang apa hebatnya sih si toko Titan ini?”
“Dia punya bahan-bahan makanan yang jarang dijual di toko lain. Trus beberapa bahan yang biasanya dijual dalam satuan besar, di sini bisa diketeng. Misalnya… [istri menyebutkan beberapa jenis krim dan mentega bernama ajaib].”
“Oh… hebat sekali ya.”
“Trus ada lagi!”
“Apa?”
“Dia bikin blog contest! Jadi buat orang-orang yang pernah berkunjung ke sana, boleh bikin posting tentang pengalamannya belanja di toko Titan, trus nanti dinilai. Yang menang dapet hadiah sejuta lho!”

Kata-kata ‘sejuta’ terdengar menyenangkan, maka hari ini gue sebagai suami yang baik dan benar pergi mengantar istri ke toko Titan. Di jalan, istri nggak henti-hentinya terus menumbuhkan antusiasme suaminya dalam menikmati acara kunjungan ke toko bahan kue.
“Katanya, di sana ada cafe kecil buat para suami yang nungguin istrinya belanja. Di cafe itu suami-suaminya bisa duduk-duduk, beli minuman… lucu ya?”
Sebenernya sih gue akan lebih setuju kalo di cafe tempat nunggu itu ada warnetnya. “Bagus sekali. Mungkin bisa jadi ajang berbagi rasa dengan topik ‘deritaku menunggu istri belanja bahan kue’

Berdasarkan ancer-ancer yang diterima istri dari temannya sesama anggota NCC, kalo dari arah Panglima Polim toko Titan ini ada di sebelah kanan jalan, setelah belokan menuju Pondok Indah. Katanya sih reklame tokonya akan terlihat jelas dari jalan, tapi ternyata kalo dari arah Panglima Polim reklame itu nyaris tertutup seluruhnya oleh reklame toko lain. Jadi, buat yang mau ke sana, patokan yang lebih ‘aman’ ya itu tadi, belokan menuju Pondok Indah, setelah pertigaan D’Best – Cipete Raya.

Kesan pertama yang terasa saat memasuki toko yang nggak terlalu besar ini adalah: baunya sedap! Aroma aneka bubuk dan sirup coklat, mentega, krim, saus, dan segala macem hal yang sedap-sedap mendadak bikin perut jadi laper. Tapi berhubung statusnya adalah toko bahan makanan, dengan sangat menyesal nggak banyak benda yang bisa langsung dicomot dan dimakan.

Kesan ke dua muncul saat gue sok-sokan ikut melihat-lihat berbagai benda ajaib yang dipajang di sana dan nemu sebuah cetakan kue lucu berbentuk mobil. Kue yang dicetak pake benda itu beneran akan berbentuk mobil 3 dimensi, bukan cuma gambar gepeng siluet mobil. Tadinya sih begitu nemu benda itu, gue mau beli dan kapan-kapan mau minta dibuatin cake coklat berbentuk mobil sama istri. Tapi.. begitu liat harganya… ANJRIT… lebih dari 400 ribu perak!! Cetakan kaleng yang panjangnya cuma sekitar 30 cm ini harganya 400 ribu?! Alamak…
“Ya tentu aja mahal, itu kan buatan Wilton…” kata istri.
Maka kesan ke dua gue atas toko ini adalah… mendebarkan. Maksudnya berdebar-debar nunggu berapa nilai total belanjaan istri nantinya, gitu.

Setelah kapok nemu cetakan borju itu, gue duduk manis di cafe sambil minum frestea. Selain gue ada seorang bapak yang kayaknya juga lagi nungguin istrinya belanja sambil makan kacang asin. Wajahnya nampak seasin kacangnya.

Semenit… lima menit… sepuluh menit… gue masih betah nunggu di situ. Tapi akhirnya gue memutuskan untuk nunggu di luar aja. Bukan apa-apa, baunya jek… bikin laper! Serius! Gue salut deh sama para pegawai di sana, apa nggak laper mulu ya kerja di tempat yang baunya kaya kue gini? Untuk sedikit meredakan pemberontakan di sektor perut, akhirnya gue ngeloyor ke mini market terdekat untuk beli sepotong roti.

Udah abis roti satu, rokok sebatang, koran pos kota dan kompas (dibaca, bukan dimakan) istri belum keluar juga dari dalem toko. Akhirnya gue memberanikan nyali untuk masuk lagi ke toko. Si bapak yang tadi makan kacang masih ada. Tumpukan kulit kacang di mejanya udah mirip tumpeng.

“Suamiii… dari mana aja, tadi istrinya nyariin…”
“Suaminya ngerokok di luar. Istri.. semua ibu-ibu yang tadi dateng bersama kita udah pulang, istrinya belum ingin pulang ya?”
“Belum… belum… suami liat sini deh…” katanya dengan penuh semangat. Dia nunjukin section dus kue, secara dalam menunjang bisnis penjualan risol kribo gue memegang jabatan ‘basah’ sebagai packaging manager – maksudnya tukang bikin kardus kue.

Asli gue bengong liat koleksi kardus kue yang ada di sini. Lo sebutin deh mau kardus kue kaya apa aja, ada di sini! Mulai dari yang memanjang untuk tempat brownies, sampe yang besar untuk kue ulang tahun. Juga ada kardus yang berjendela, biar kue di dalamnya bisa diintip dari luar. Selain kardus juga ada berbagai wadah plastik untuk coklat dan cake. ck… ck… ck… pantesan ni toko ngetop banget di kalangan ibu-ibu tukang masak!

Sesudah entah berapa jam ngubek di toko itu, akhirnya istri berkenan untuk pulang. Dia seneng banget karena nemu berbagai bahan yang selama ini nggak pernah berhasil ditemukan di supermarket biasa. Sedangkan gue juga seneng, karena ternyata bahan-bahan yang dibeli justru jauh lebih murah dari perkiraan gue – jadi kesan ke dua ternyata tidak terbukti! 🙂

foto: istri gembira di kasir toko Titan
buat yang mau ikutan blog contest juga, buruan! deadlinenya besok lho! keterangan lengkap bisa dibaca di sini.

Iklan
Tinggalkan komentar

46 Komentar

  1. om minta alamat titan dong.saya biasa belanja di nyliem bdg,skrg udah diboyong suami ke jkt bingung cari toko bahan kue.trims

    Suka

    Balas
  2. dimana sih toko titan itu..fatmawati? Kelapa gading?Kenapa jauh2 bener sihhhh…

    Suka

    Balas
  3. sedih sekali…ternyata tidak menang…hiks…. dah liat pengumumannya blon ?

    Suka

    Balas
  4. risol kribo? aku mau beli dong! Kebetulan bulan depang balik dari Korea nih… Gimana cara belinya?

    Suka

    Balas
  5. wawawawaaaa mas aguuunggg! itu kan toko langganannya si mamah jugaaa!! 😀 besok ngajak si mamah ke toko titan ah!

    Suka

    Balas
  6. Waahh… jadi laper nih….Btw, semoga menang ya blog contest nya, lumayan tuh voucher 1 juta, bisa makin kalap sang istri belanja di titan, heuheuheu….

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: