journal investigasi: ibu hamil vs kombes polisi (gadungan?)


Hari ini, gue dapet e-mail forward-an dari seorang temen dengan subject “Kualitas Polisi Indonesia”. Gue baca selintas, isinya tentang pengalaman seorang cewek yang ribut di jalanan sama seorang polisi gara2 mobil serempetan. Topik yang cukup sering beredar di kancah perforward-an, jadi awalnya gue nggak terlalu tertarik.

Tapi minat gue jadi sedikit terbangkitkan waktu gue liat di bagian bawah e-mail ada signature nama lengkap, alamat kantor dan nomor telepon si penulis. Pikir gue, kalo identitasnya lengkap gini minimal gue bisa cross-check sama yang bersangkutan, apa bener ini kisah nyata atau sekedar hoax.

Isi lengkap e-mail yang cukup panjang itu bisa lo baca di sini, tapi kurang lebih ringkasannya adalah:

Tanggal 8 Mei kemarin, penulis e-mail yang bernama Jeannie Kiagoes lagi berangkat ke kantor naik mobil bareng suaminya. Di daerah Deplu Raya Pondok Pinang, mobil mereka ditabrak dari kiri oleh sebuah mobil Carens warna abu-abu dengan nomor polisi B 8273 BR. Jeannie dan suaminya turun, berhadapan dengan pengemudi Carens yang mengumumkan dirinya adalah seorang KOMBES Polisi (setingkat Kolonel) dan menyatakan akan mengganti kerusakan – tanpa meminta maaf. Jeannie lantas nyeletuk, “Bapak, ngaku2 KOMBES POLISI tapi nyetir mobil sembarangan dan gak nyontohin yang bener ke masyarakat”. Bapak yang mengaku Kombes tadi marah mendengar perkataan itu dan menunjukkan sikap akan memukul Jeannie. Suami Jeannie melerai sambil mengatakan bahwa istrinya adalah perempuan dan sedang hamil pula. Setelah kejadian tersebut, “pak Kombes” cabut tapi tak lupa meninggalkan nama dan nomor HP-nya.

Di email yang gue terima, ditulis dengan jelas bahwa pengemudi Carens tersebut mengaku bernama Kombes Muhammad Siri Mahmud, dengan nomor telepon 0813 183 75 848. Sedangkan identitas Jeannie juga tertulis jelas di signaturenya yaitu

Ms. Jeannie Kiagoes
Free Trade Agreements Cluster
Bureau for Economic Integration and Finance
ASEAN Secretariat
70A, Jalan Sisingamangaraja
Jakarta 12110 – Indonesia
Tel. +6221 – 726 2991, 724 3372 ext.381
Fax. +6221 – 739 8234, 724 3504, 720 0848
email: jeannie@aseansec.org

Sebagai orang yang sempet punya cita-cita jadi wartawan tapi belum kesampean, rasa penasaran gue mulai timbul. Bener nggak sih kisah yang diceritain di email ini? Bisa aja ini cuma propaganda seseorang yang ingin mendiskreditkan polisi, ATAU ulah iseng seorang temen Jeannie yang ingin bikin temennya kerepotan nerima telepon / email gelap.

Maka gue angkat telepon, dan pertama-tama gue hubungi Jeannie di nomor yang tercantum di signaturenya. Automatic greeting yang menyambut gue mengkonfirmasikan bahwa nomer yang gue hubungi memang betul kantornya ASEAN. Gue tekan nomor extension, dan akhirnya terhubung dengan Jeannie Kiagoes sendiri.

Lewat telepon, Jeannie membenarkan bahwa dialah yang menulis email itu dan kejadian yang diceritakannya bener-bener terjadi. Dia cuma mengirimkannya ke beberapa orang temen plus milis yang dia ikuti, tapi nggak nyangka bahwa ternyata e-mail itu nyebar ke mana2 (jadi inget kasus pengokot). Setelah menanyakan alamat e-mail gue, Jeannie lantas memforwardkan sebuah e-mail yang berisi tanggapan teman-temannya atas peristiwa tersebut.

Yang menarik adalah; di email yang diforwardkan oleh Jeannie ini ada tanggapan dari Bapak Benyamin Selawah, Divisi Telematika InterPol yang menyatakan bahwa TIDAK ADA KOMBES BERNAMA MUHAMMAD SIRI MAHMUD DI DATABASE KEPOLISIAN! Sebaliknya, di bagian lain dari e-mail itu juga ada ‘laporan’ beberapa orang teman Jeannie yang mencoba menghubungi Pak Muhammad Siri ini dan menerima pengakuan dari ybs bahwa dia memang betul seorang Kombes Polisi, pernah bertugas di Sulawesi dan sekarang bertugas di Badan Narkotika Nasional.

Nah lo, mana yang betul nih? Jadi makin penasaran deh gue. Tadinya gue mau langsung menghubungi Pak Muhammad Siri ini dari telepon kantor, tapi takutnya tau-tau telepon gue dilacak trus kantor gue disangkutpautkan dengan ‘tindakan menghina aparat negara’ kan repot. Sedangkan mau gue telepon dari HP gue sendiri, resikonya kalo ternyata si Pak Muhammad Siri ini bertindak aneh dan meneror HP gue, kan males juga.

Awalnya gue mencoba melupakan urusan aneh ini, tapi kok ya penasaran juga. Akhirnya tau nggak… gue memutuskan untuk beli kartu perdana Simpati, KHUSUS untuk nelepon si Pak Muhammad Siri ini! Hehehehe… temen-temen gue sampe pada heran, “lo tuh iseng banget, tau nggak sih?” Bukan, ini bukan iseng. Ini naluri jurnalistik!

Rekaman lengkap pembicaraan gue dengan Pak Muhammad Siri bisa didownload dari attachment posting ini, ukurannya 1.6 MB dalam format wma, durasinya 7 menit. Gue rekam pake MP3 player yang didekatkan sama HP yang disetel pake loudspeaker, jadi lumayan banyak distorsi sinyal di situ, tapi mudah-mudahan dialognya cukup terdengar jelas. Dengan pe-denya gue memperkenalkan diri sebagai, “Agung dari website mbot-multiply.com” – jadi kedengerannya seperti reporter dari Detik.com or something, hihihihi…

Intinya, Pak Muhammad Siri membenarkan bahwa udah terjadi insiden lalu lintas dengan Jeannie, tapi dia membantah udah menabrak – melainkan hanya ‘serempetan sedikit’. Dia merasa udah menawarkan ganti rugi, tapi malah menerima penghinaan dari Jeannie. Karena penghinaan Jeannie telah menghina polisi dan tindakan itu adalah tindakan yang “tidak benar”.

Pak Muhammad Siri membantah akan memukul Jeannie, dan juga ketika gue tanya pendapatnya tentang pernyataan Benyamin Selawah bahwa nggak ada kombes bernama Muhammad Siri, tanggapannya adalah, “Jangan dimain-mainkan! Anda punya kenalan polisi atau tidak?” (Lho, apa hubungannya pak?)

Pak Muhammad Siri juga ‘menantang’ dirinya tidak takut bila urusan ini dibawa ke Kapolri atau SBY sekalipun, dirinya terbuka untuk didatangi bila hendak menyelesaikan urusan ini. Denger dia ngomong gitu ya sekalian aja gue tanya, “Kalo gitu boleh tau alamat rumah bapak?” Eh, dia nggak mau ngasih, heheheh…

Ditanya soal di mana kantor tempat bertugasnya sebagai polisi, dia juga menolak untuk menjawab, sebab “Saya ini orangnya tertutup…” Lah, tadi katanya terbuka, pak…

Sayangnya, berhubung kartu perdana gue cuma punya pulsa 10 ribu, maka pembicaraan mendadak terputus gara2 pulsa abis. Pertanyaannya sekarang adalah:

  1. Jadi, Pak Muhammad Siri ini polisi betulan atau bukan?
  2. Kalau ya, kenapa Pak Benyamin Selawah menyatakan nggak ada kombes bernama Muhammad Siri? Apakah databasenya nggak lengkap? Apakah dia hanya search di kalangan para Kombes sementara Pak Muhammad Siri sebenernya bukan Kombes tapi sekedar mengaku-ngaku Kombes? (jangan-jangan cuma Ajun Brigadir Polisi Dua, gitu). Atau, apakah sekedar melindungi identitas sesama polisi dari aib? (kalo yang ini yang terjadi, sayang sekali, efeknya justru sebaliknya).

Gue teringat sama salah satu reply di email Jeannie yang ke dua, yang menginformasikan bahwa Pak Muhammad Siri ini sekarang bertugas di Badan Narkotika Nasional. Gue lantas nyoba nyari nomor telepon BNN, antara lain dengan nanya ke SMS polisi 1717 dan nelepon 108, tapi nggak ada satupun nomer yang nyambung ke sana. Ada yang punya kenalan di BNN, sekedar untuk mengkonfirmasi apa memang betul Pak Muhammad Siri ini bertugas di sana?

Anyway, pesan moralnya adalah: hari gini, di jaman internet gini, main gertak dengan bawa-bawa nama besar kepolisian untuk menyelesaikan urusan serempetan di jalan adalah tindakan yang tidak bijaksana.

 

Iklan
Tinggalkan komentar

71 Komentar

  1. Tahun 2004, Drs. Siri Mahmud adalah Polisi dengan pangkat KOMBES …sekarang tahun 2007, mungkin saja sudah tidak berpangkat KOMBES … tetapi,bukan berarti ybs bukanlah polisi sehingga tidak lagi dalam yuridiksikepolisian republik indonesia … kecuali dinyatakan sudah pensiun dengansurat pemberhentiannya nomor keberapa … lha …susah deh kalau polisi junior-nya sudah melindungi polisi senior …hehehehehehe … terlampir adalah artikel yang menceritakan bahwa Drs. Siri Mahmud memangbenar pernah berpangkat KOMBES dan menjabat di BNN. sehingga salah kalau divisi telematika menyatakan bahwa ybs (DRs. SiriMahmud) 3. Bahwa, dari hasil penelusuran tidak ada anggota POLRIberpangkat Komisaris Besar Polisi yang bernama Muhamad Siri Mahmud. (2007) BNN: Indonesia Jadi Negara Produsen NarkobaJakarta [06 Januari 2004, 08:19 WIB] VisionNet Semarang, Ketua Tim Sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN)Komisaris Besar (Kombes) Polisi Drs. Siri Mahmud mengatakan, Indonesia bukanlagi konsumen, tetapi sudah menjadi produsen narkoba di dunia.VisionNet Semarang, Ketua Tim Sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN)Komisaris Besar (Kombes) Polisi Drs. Siri Mahmud mengatakan, Indonesia bukanlagi konsumen, tetapi sudah menjadi produsen narkoba di dunia.”Bahkan ditengarai negara Indonesia menjadi negara produsen narkotik danobat-obat berbahaya (narkoba) yang cukup besar,” lanjutnya ketika ditanyapers, di sela-sela sosialisasi pengembangan sistem informatika narkoba diBanjarmasin, Senin.Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Haji Husin Kasah ketikamembuka sosialisasi tersebut menyebutkan, kasus-kasus narkoba sepanjangtahun 2003 peredarannya tampak semakin kentara di seluruh wilayah diIndonesia.”Kondisi yang memprihatinkan itu sangat kita sesalkan, kalau tidak adakeseriusan dan komitmen semua pihak untuk mencegah dan menanggulangikejahahatan penggunaan narkoba yang merupakan musuh bangsa ini,” kata HusinKasah.Orang kedua di jajaran Pemerintah Propinsi (Pemprop) Kalsel itu jugamengungkapkan bahwa Indonesia disinyalir tidak hanya sebagai pemakai, tetapijustru telah menjadi pengedar dan produsen yang sangat besar serta telahmembentuk jaringan internasional.”Hal tersebut tentunya akan berdampak semakin buruk bagi kehidupanmasyarakat terutama generasi muda,” tandas Husin Kasah, yang juga KetuaBadan Narkotika Propinsi (BNP) setempat ketika memberikan sambutan padasosialisasi Pengembangan Sistem Informatika Narkoba di ruang Sasangga BanuaKantor Gubernur.Ketua BNN Siri Mahmud yang datang pada acara sosialisasi untuk memberikanmateri pengarahan, ketika dimintai komentarnya, membenarkan kalau Indonesiabukan lagi sebagai negara transit tapi sudah negara tujuan narkoba di dunia.Oleh sebab itu, menurut perwira menengah polisi itu, perlu ada gerakanterpadu dan serentak serta penanganan yang tepat. “Di sinilah diperlukanadanya jaringan informasi yang tepat dan akurat melalui akses data yangakurat, dari aparat dan masyarakat untuk mencegahnya,” tandasnya.Ia mengungkapkan, peringkat kasus-kasus narkoba tetap didominasi di PulauJawa dan Sumatera seperti Jakarta, Bali dan Medan, untuk Kalsel kasusnyatidak seberapa banyak.Terungkapnya kasus narkoba cukup bervariasi tergantung dari aktivitas Polriuntuk mengungkapnya. “Kalau polisinya tidak aktif, walaupun di suatu daerahbanyak pencandu narkoba, kasusnyan tak akan bisa mereka ungkap,” tuturnya.Meningkatnya kasus narkoba itu, dilihat dari kinerja aparat kepolisiandengan dibantu masyarakat yang berani melaporkan kejadian di lingkungannyatentang penyalahgunaan narkoba.Tahun 2015 mendatang negara ASEAN diprogramkan bebas narkoba, termasukIndonesia. Karena itu, seluruh pemerintahan di negara tersebut akanbersama-sama memberantas pemakaian dan peredaran narkoba.Acara sosialisasi yang dihadiri juga oleh anggota tim penyampaian informasiBNN, Kompol Sumirat tersebut diikuti sekitar 50 peserta berasal dari BadanNarkoba kabupaten/kota se Kalsel. Selasa, 6 Jan 2004, 08:33:19 Sumber: Gatra Regards,LEO TOBING

    Suka

    Balas
  2. hmmm apa karena “beban” seorang polisi yg begitu berat ya

    Suka

    Balas
  3. menarik banget investigasinya..:), detektif…tapi…apa sudah ada saksi mata yang ditemukan sbg pelengkap berita ini, pak Agung?Bukannya itu penting sekali, daripada cuma denger dari para pelakunya?? Karena bisa jadi mereka berdua ‘bikin-bikin’ berita begini..? Meski bisa jadi 2-2 juga peristiwa itu ‘real’..

    Suka

    Balas
  4. Oom Agung, sebenernya ada kenalan yg “kebetulan” pembuat program database di POLRI.Saya pernah minta bantuan nyariin temen SMA yg di kepolisian dan sudah lebih dari 10tahun gak ketemu. Hasilnya cukup meyakinkan. Sayang anak ini sekarang sudah gak nanganin data itu lagi. Tapi pada intinya, database di POLRI bisa dibilang sangat terupdate.

    Suka

    Balas
  5. jrdd said: Aku punya kenalan di Intel MABES, perlu ga nih? trus bokap dulu juga di MABES jadi kalo emang perlu…??? iya deh, nglamar jadi jurnalis aja.. tp jangan yg gossip yah.. 🙂

    Maksudnya kenalannya intel di mangga besar? Wuihhh! Mau dong dikenalin… siapa tau bisa diajak tur ke sana…

    Suka

    Balas
  6. oh……..mas agung keren…..!!!!*mukasegarbarungehapayangtengahterjadi-ON*btw, ada2 aja sih…

    Suka

    Balas
  7. Sudah saya relay di blog saya http://www.indrani.net.. mudah2an para blogger lain juga merelay berita ini kalau bisa diterjemahkan ke bahasa inggris juga

    Suka

    Balas
  8. moga2 aja ibu jeanny, mau melaporkan ke polisieh bisa gak sih ngelaporin polisi ke polisi ?

    Suka

    Balas
  9. mungkin polisi sih, setau gw pengalaman jadi wartawan mabes banyak polisi yang model kaya gitu, yang suka main gertak itu memang justru yang pangkatnya rendahan, kalo yang pangkatnya tinggian otaknya rada dipake sih 🙂

    Suka

    Balas
  10. ditelepon aja mbak …. kali aja kenalan lama nyambung lagi … kan bisa jadi hikmah of the day .. dari MP ketemu temen lama …. kalah deh FS … 😛

    Suka

    Balas
  11. mau tanggung jawab…. ngasih notel telepon dia, ke bengkel, mau ganti kerusakan… ya udah lah. gue heran aja, udah digituin… masih juga nulis email ngomel2… nulis nama lengkap dan notel itu kan pencemaran nama baik lho.. bisa dituntut. gue bilang, dua2nya sama kalapnya!!! karakter keduanya, kata gue mah 11 12!!! :-p lagian ya…. emangnya mentang2 jeannie civilian dan mahmud polisi terus kata2 jeannie pasti bener, dan mahmud asbun? kita kan ngga disana… there is always two side of the story… again, gue ngga bela2in mahmud lhoo… hanya berusaha objektif aja… abis kok kesannya mentang2 doi polisi jadinya gimanaaaa gitu… polisi kan manusia juga! hehehehebtw, kalo pensiun mah, gung… mungkin maksudnya mau berhenti? kan ada pensiun yang emang udah waktunya, ada yang pensiun dini. kali duitnya ngga kenceng doi mau pindah ke bisnis? i dont know. maybe ini mahmud yang beda. tapi kok dari cerita2nya, mirip bener dengan gaya dia. but then… maybe im wrong…. auk ah… gelap! 😛

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    Feni Febrianti di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di My Wonder Woman
    bayutrie di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.575 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: