b2w: persepsi umum vs pengalaman gue


Mudah2an belum pada bosen ya baca gue ngebahas tentang B2W. Selama ini gue banyak denger komentar orang tentang B2W, dan setelah nyoba ber-B2W secara langsung, gue bisa menilai bahwa anggapan-anggapan itu nggak benar/minimal nggak tepat. Di antaranya adalah:

Naik sepeda lebih lambat daripada naik kendaraan bermotor
Memang bener, bahwa kecepatan maksimum kendaraan bermotor bisa jauh di atas kecepatan sepeda. Tapi pertanyaannya, di tengah kemacetan Jakarta yang udah parah ini, berapa sih kecepatan maksimum yang bisa dicapai kendaraan bermotor? Coba perhatiin speedometer lo sendiri, seberapa sering jarumnya bisa mendekati angka 60-an, atau minimal 50-an deh. Yang ada kan baru jalan 30 udah kena lampu merah, balik ke 0 lagi. Jalan 20 sebentar, kena macet. Jalan 40, ketemu metromini ngetem. Sedangkan kalo naik sepeda, angka 20-an KM/H bisa dicapai tanpa harus ngoyo dan yang penting: konstan. Belum lagi sepeda bisa lebih fleksibel memilih jalan, melewati tempat2 yang mungkin nggak bisa dilewati mobil. Akhirnya, kalo ditotal-total waktu tempuh sepeda bisa sama atau bahkan lebih cepat dari kendaraan bermotor lainnya!

Rumah gue terlalu jauh dari kantor, gue nggak akan kuat nggenjot sejauh itu.
Sebenernya jumlah kilometer nggak terlalu relevan untuk menghitung effort yang harus dikeluarkan saat bersepeda. Yang lebih memegang peranan adalah kondisi jalanannya. Sebagai contoh: dari persimpangan Ciawi ke Taman Safari itu kilometernya nggak terlalu jauh, tapi kayaknya yang sanggup lewat sana naik sepeda hanya para atlet dan orang yang udah terlatih banget. Sebaliknya, dari Fatmawati ke Stasiun Kota itu jaraknya panjang, tapi berhubung jalannya relatif rata, gue juga sanggup! Di rute yang relatif datar, lo nggak perlu genjot terus2an kok. Kalo lagi capek ya biarin aja sepedanya gelinding sendiri. Pertanyaannya sekarang, apa iya rute dari rumah lo ke kantor seganas itu sehingga nggak mungkin dilewati dengan sepeda?

Naik sepeda itu nggak nyaman.
Kalo yang dimaksud dengan ‘nyaman’ adalah duduk santai di dalam kabin ber-AC, sepeda seanjrit apapun nggak akan sanggup memenuhinya. Tapi bersepeda juga punya ‘kenyamanan’ tersendiri, yaitu kesadaran bawa di jalanan, kita punya pilihan! Kalo lo kejebak macet saat naik mobil, lo cuma bisa pasrah. Kondisi jalanan telah menentukan nasib lo untuk stuck di titik itu. Tapi kalo lo naik sepeda, lo bisa naik ke trotoar, tuntun spedanya ke jalur seberang, naik jembatan penyeberangan, masuk ke gang sempit, dll.

Naik sepeda itu berbahaya.
Nggak lebih berbahaya dari naik motor, menurut gue. Biar gimanapun sepeda nggak bisa melaju secepat motor, jadi kalaupun jatuh bantingannya nggak akan sekeras bantingan jatuh dari motor. Lagipula, lo bisa melindungi diri dengan berbagai perlengkapan yang membantu menjaga keselamatan, misalnya helm, spion supaya bisa ngeliat kendaraan dari belakang, lampu sen, dan baju dengan warna menyolok biar mudah dilihat sama pengguna jalan lainnya.

Kalo berangkat naik sepeda, nanti di kantor jadi capek dan ngantuk.
Di awal-awalnya mungkin iya, karena badan lo belum terbiasa. Tapi setelah biasa, maka olah raga sebelum ngantor malah bikin daya konsentrasi lo meningkat. Baca posting gue yang ini deh kalo nggak percaya.

Di kantor udah capek, masa iya pulangnya gue harus capek lagi genjot sepeda?
Pada dasarnya, fisik lo nggak terlalu aktif saat ngantor. Paling apa sih aktivitas fisik orang saat ngantor? Paling duduk, ngetik, jalan sebentar ke WC atau dispenser air minum. Kalopun lo ngerasa capek setelah ngantor, itu lebih kepada capek secara psikis / pikiran. Justru pada saat seperti itu lo butuh olah raga sebagai penyegaran!

Kalo naik sepeda, nanti terkena polusi malah makin nggak sehat.
Makanya pake masker yang bener, yaitu masker yang bisa menyaring bukan cuma debu tapi juga gas yang berbahaya. Bisa dibeli di Ace Hardware.

Jakarta terlalu panas, nggak nyaman untuk bersepeda.
Ini katanya pak Nurrachman, kepala Dinas Perhubungan Jakarta, waktu ditanya kemungkinan Jakarta punya jalur sepeda sendiri. Pada kenyataannya, kalo lo berangkat ke kantor naik sepeda, artinya lo berangkat pagi-pagi sebelum cuaca panas. Sore waktu pulang, cuaca udah nggak panas. Lagipula, gue sih lebih memilih kepanasan tapi bisa terus maju ke tujuan, daripada kepanasan tapi stuck di tempat akibat macet!

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

45 Komentar

  1. himma said: oh iya tuh perlu dicatat tentang kemungkinan kalau musim hujan b2w nya gimana…tips dan triknya tuh…..

    sila cari tips ‘n tricknya di http://b2w-indonesia.or.id

    Suka

    Balas
  2. masalahnya bro, di kantor gw kamar mandinya ga cocok buat mandi, lebih mirip toilet drpd kamar mandi. so kalo gw dateng ke kantor dengan berkeringat lusuh langsung ganti baju kayanya ga fresh deh…

    Suka

    Balas
  3. Hello Om MbotSalam kenalSalam Gowest & B2W Slalumtb-Rockers.co.nr

    Suka

    Balas
  4. Setuju tuh, B2W juga membantu mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar. Ngomong-ngomong, hubungan sama berat badan gimana? heheheheadit- http://www.pancaroba.com

    Suka

    Balas
  5. bnere bgt tuh…

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: