Kalo Psikolog ikut Psikotes (1/4): gara-gara makan siang


wisuda fakultas psikologi ui 1998
Dua minggu yang lalu, gue ketemu seorang temen lama waktu makan siang. Ngobrol punya ngobrol, sampailah pada topik pekerjaan masing-masing dan tiba-tiba aja temen gue ini bilang, “Eh… gung, gue baru inget, kantor gue kayaknya lagi nyari orang yang kualifikasinya pas sama elu. Mau nyoba nggak? E-mail-in CV lu yah!”

Sebenernya gue sih merasa happy-happy aja di kantor yang sekarang, tapi kan buru-buru menolak rejeki tanpa meneliti lebih lanjut itu tidak baik. Maka gue kirimkanlah CV terbaru kepada beliau.

Pagi CV dikirim, siangnya temen gue langsung nelepon minta gue dateng ke kantornya menemui calon user yang lagi buka lowongan itu. Yo wis, iseng-iseng gue mampir. Ngobrol-ngobrol sebentar, tau-tau si bapak itu bilang, “Mas agung, kalau begitu saya jadwalkan ikut PSIKOTES yah!”

Apa?! Ikut psikotes? Gue?

Sebagai psikolog yang menjunjung tinggi kode etik psikologi, gue sampaikanlah duduk permasalahannya kepada beliau, “Begini pak, saya sih nggak keberatan ya ikut psikotest, tapi masalahnya saya kan psikolog pak… kemungkinan besar saya udah tau kunci jawaban soal-soal psikotest yang nantinya akan keluar. Gimana?”

“Yah soalnya sudah prosedur di perusahaan ini semua calon pegawai harus ikut psikotest…” kata calon user. “Tentunya dengan latar belakang Mas Agung sebagai psikolog kami akan minta bantuan biro psikologi yang bagus – minimal mereka bisa bantu saya untuk menggali potensi Anda lewat wawancara yang mendalam.”

Gue pikir-pikir, lucu juga kali ya ikut psikotes. Nggak akan ada ruginya juga karena:

  1. Kalau memang bener biro psikologi yang ditunjuk untuk mengetes gue adalah biro yang ‘bagus’ maka gue bisa nambah pengetahuan tentang metode / alat-alat psikotes terbaru.
  2. Kalau ternyata enggak sebagus itu, lumayan bisa buat bahan posting di MP :-))

… tentunya sampai di titik ini kalian udah mulai bisa menebak; dari 2 poin di atas yang mana yang kemudian terjadi. Tapi baiklah, mari kita lanjutkan cerita.

Tadi pagi, gue datang ke biro psikologi yang ditunjuk, yang berlokasi nggak jauh dari pasar Santa. Waktu baca surat pengantarnya, perasaan gue udah mulai rada nggak enak karena gue nggak pernah denger nama biro itu dalam daftar biro ‘papan atas’ di Jakarta. Tapi… ‘ah, mungkin guenya aja kali yang kuper’, pikir gue.

Sesuai dengan panduan tata cara mengikuti psikotes yang baik dan benar, gue udah sampe lokasi setengah jam sebelum mulai. Gue liat-liat… hmm… gedungnya kok gedung tua ya? Perasaan tidak enak kembali muncul, tapi gue masih mencoba positive thinking.

Jam 8 teng dipanggil masuk, gue ikutan barisan para peserta lainnya sambil tergeli-geli dalam hati. Sebagai informasi, sebelum lulus kuliah pun gue udah sering diajak para senior bantu-bantu proyek psikotes (istilahnya “ngasong”). Setelah lulus, gue kerja di 2 perusahaan konsultan yang kerjaan utamanya bikin psikotes. Waktu di BPPN, walaupun gue udah nggak kerja di bagian recruitment, tapi masih suka ikutan bantuin beberapa proyek psikotes “asongan”. Setelah keluar dari BPPN, gue kembali ngurusin recruitment di perusahaan perkapalan selama setahun. Jadi kalo ditotal, mungkin gue udah melewati ribuan jam menangani proses psikotes. Tanpa niat ngapalin pun gue dengan sendirinya akan hapal kunci jawaban aneka alat tes. Trus hari ini gue disuruh ikut psikotes aja gitu.

Begitu masuk ruangan, masing-masing peserta difoto – dan asli gue bengong liat kameranya. Kameranya adalah kamera berbentuk kubus dengan 4 lensa yang mungkin udah dipake buat bikin pas foto di jalan Sabang sejak jaman Pak Harto masih kuat mancing dan main golf. Dengan kata lain: kamera jadul abis. Masih difungsikan penuh di tahun 2007 di mana kamera digital bisa dibeli dengan harga kurang dari sejuta perak. Ok, ok… don’t judge a ‘biro psikotes’ from its jadul camera.

Tapi… bagaimana dengan formulirnya? Gue disodori sebuah formulir isian yang lagi-lagi bikin gue bengong. Cuma selembar kertas dengan isian data standar seperti tanggal lahir dan alamat, plus sebuah tabel riwayat pendidikan SEJAK SD. Nggak ada isian riwayat kerja sedikitpun. Ini apa sih, formulir pendaftaran MASUK KULIAH? Ya sud… tanpa banyak cingcong gue isilah tuh formulir dan gue kembalikan kepada petugasnya. Eh nggak lama kemudian petugasnya balik ke meja gue.

“Pak, ini isiannya kurang lengkap”
“Sebelah mananya?”
“Ini kolom ‘keterangan’ di sebelah nama sekolah, belum diisi.”
“Saya harus isi dengan keterangan apa?” tanya gue dengan sabar.
“Ya diisi dengan keterangan LULUS atau TIDAK LULUS gitu pak.”
“…”

Ya deh, ya deh… gue ngaku. Gue sebenernya nggak lulus SD, tapi berhubung orang tua gue kuat nyogok maka gue bisa lulus jadi psikolog.

Tapi sebagai peserta tes yang baik dan benar, gue lengkapi lah kolom keterangan itu dengan pernyataan “LULUS”. Dan mulailah lembar-lembar tes dibagikan. Whuii… gue sampe nggak sabar ingin segera liat soal psikotes tercanggih di biro yang bagus ini.

[bersambung]

foto: gue, waktu diwisuda jadi psikolog

Tinggalkan komentar

25 Komentar

  1. seruuu ngebacanya…. aku ikutan ya mas, pengen pintar nih jadinya… bagi-bagi pengalaman lagi ya

    Suka

    Balas
  1. Kalo Psikolog ikut Psikotes (4/4): Naga dan Tukang Duku | (new) Mbot's HQ
  2. Kalo Psikolog ikut Psikotes (3/4): Tipe seperti apakah gue? | (new) Mbot's HQ
  3. Kalo Psikolog ikut Psikotes (2/4): The Old Gang Reunion! | (new) Mbot's HQ
  4. FAQ tentang Psikolog dan Psikologi | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: